
Lani kini sedang berteriak histeris di dalam gudang. Karena dia dengan tiba-tiba di seret paksa oleh asisten dari majikannya.
Ya saat Lani sedang dengan senangnya berduduk santai di dapur dengan beberapa pelayan mansion. Tiba-tiba datanglah Asraf dengan tatapan yang sangat dingin.
Dia menarik tangan Lani dengan sangat kerasnya sehingga menimbulkan tanda tanya pada diri para pelayan.
Lani berteriak terus saat Asraf tak memperdulikan suaranya. Lani sangat takut,kini dia diliputi ketakutan yang sangat besar. Apalagi mengingat jika dirinya bekerja sama dengan Aurel.
" Le-lepaskan sa-saya tuan.!!" Hanya itu yang bisa di ucapkan oleh nya.
Tapi Asraf. Pria itu tak mempedulikan ucapannya dan terus saja membawa Lani ke dalam gudang seperti perintah Alland.
Dan di sinilah dia berada. Lani begitu kalut, dia membayangkan apa yang akan terjadi padanya setelah ke datangan majikan nya.
Dia mencoba berteriak agar para pelayan di mansion itu ada yang membantunya. Tapi kesialan kembali menimpanya. Tak ada satupun orang yang pergi untuk mengeluarkan nya dari sana.
Ya jelas saja, mereka sangat takut jika memancing kemarahan dari tuan Alland mereka. Apalagi mereka pernah mendengar jika Alland tak akan memberi ampun pada siapapun yang mencoba mengkhianati nya.
ceklek
Pintu gudang terbuka dengan lebar. Dan munculah dua pria berjas dengan satu di depan dan satunya di belakang.
Lani yang melihat kedatangan orang itu pun. Menjadi gemetar karena ketakutan. Apalagi melihat tatapan amarah dari salah satu orang yang di depannya.
" Tu-tuan," ucap Lani lirih dengan air mata yang menetes dari pelupuk matanya.
Tak ada sahutan dari Alland. Setelah melakukan sedikit drama pada istri dan adiknya. Kini dia meminta Monika untuk menjaga istri di rumah sakit. Karena Alland ingin memberi hukuman pada orang yang sudah bekerja sama untuk mencelakai istrinya.
" Bawa dia ke mobil sekarang juga.!!" Ucap Alland dengan tatapan membunuhnya.
Asraf mengangguk kemudian meminta dua penjaga untuk menyeret Lani ke mobil. Lani terus saja memohon ampun. Tapi tak sedikitpun di gubris olehnya.
Kini mobil melaju ke arah hutan. Dimana Lani akan menerima hukuman mengerikan yang sudah di sediakan oleh Alland.
Setelah sampai Alland memerintahkan penjaganya agar membawa Lani masuk ke dalam gudang tua di tengah-tengah hutan tersebut.
Mata Lani di tutup serta mulut dan tangan nya di ikat. Dia begitu ketakutan tak ada hentinya menangis dan memohon ampun. Walaupun tak di dengar oleh tuannya.
" Buka penutup matanya.!!" Ujar Alland. Dia kemudian duduk di salah satu kursi dengan memegang satu pistol di tangannya.
Melihat itu. Lani melototkan matanya karena pemandangan di depannya. Dia menjadi sangat ketakutan. Dia seakan menyesal karena sudah tergiur dengan rayuan yang di ucapkan oleh Aurel. Jika dia tahu nasib nya seperti ini. Lani tidak ingin bekerja sama dengannya. Dan hanya ingin menjadi manusia baik saja.
__ADS_1
Tapi itulah penyesalan. Tak akan ada habisnya kita menyesali perbuatan jahat kita. Apalagi di dekatkan dengan kematian yang sadis.
" Bagaimana rasanya setelah berhasil bekerja sama dengan wanita iblis itu? dan mendapatkan sejumput uang? Ha..!!!" Ujar Alland santai tapi dengan nada yang sinis dan juga menahan amarah.
Lani tidak bisa berkata dia hanya menangis karena menyesali perbuatannya.
" Ini belum seberapa. Aku akan membuat hidupmu membusuk di gudang ini. Dengan luka-luka kecil yang menghiasi tubuhmu. Hingga kau mati mengenaskan di sini. Sungguh baik bukan?" Ujar Alland sinis.
Reaksi Lani sudah tidak di tanyakan lagi. Memohon ampun pun percuma. Karena Alland tak akan memberi ampun sedikitpun.
" Karena wanita iblis itu sedang bersembunyi. Jadi aku akan sedikit melampiaskan saja kepadamu.!!"
dor
Satu tembakan mendarat sempurna di betis kaki Lani. Darah segar mulai bercucuran menghiasi lantai.
Lani histeris dengan rasa sakit di kakinya. Tapi tidak bisa mengeluarkan suara nya.
Alland tertawa melihat wajah takut pelayannya itu.
" Hanya begini saja kau sangat ketakutan. Lalu di mana keberanian mu saat bekerja sama dengan wanita iblis itu,hm. Tapi karena istriku sedang hamil maka aku tidak akan langsung membunuhmu, sebagai gantinya aku hanya memberikan peluru-peluru ini menghiasi tubuhmu!!" ujar Alland dengan sadisnya. Tanpa rasa kasihan sedikitpun.
Dor
" Ayo kita pergi. Dan bakar gudang ini.!!" Ujar Alland dengan dingin. Dan berjalan keluar dari gudang itu. Asraf kemudian memerintahkan beberapa penjaga untuk membakar gudang itu.
Lani, gadis itu sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi. Dia dengan sendirinya melihat kesadisan dari majikan yang menurutnya sangat baik itu.
Pasrah ialah jalan satu-satunya.
Kini para penjaga Alland menumpahkan bensin di sekitaran gudang. Kemudian membakar gudang itu. Dan mereka kemudian kembali setelah melihat si jago merah dengan buasnya menghabisi gudang tersebut.
Hati Alland belum lah sangat puas setelah melihat kematian pelayannya. Dia akan merasa puas jika bisa menangkap Aurel dan membunuhnya dengan lebih sadis lagi. Amarah di dirinya seakan kembali memuncak setelah mengingat jika Aurel sedang bersembunyi.
" Kerahkan seluruh anak buah kita untuk mencari bedebah itu, Raf.Aku tidak mau tidak kembali menyakiti istriku,apalagi mengingat jika dia sekarang sedang menjadi buronan!!!"
" Baik tuan.!" Ucap Asraf dan kembali fokus pada kemudinya.
Alland dan asraf membersihkan diri mereka di mansion kemudian kembali menuju rumah sakit.
Kini Asraf dan Alland telah tiba di rumah sakit. Alland masuk ke ruangan istrinya dan Asraf masuk ke ruangan Rania. Setelah mendapatkan izin dari Alland.
__ADS_1
ceklek
" Belum tidur ?" Tanya Asraf pada Rania.
Rania kemudian menggeleng.
" Saya belum bisa tidur tuan.!" Ujar Rania dengan malu-malu.
Asraf yang melihat tingkah Rania,kemudian tersenyum.
" Kenapa? Apa kau lapar? " Tanya Asraf lagi.
Kemudian Rania mengangguk,ya karena dia sedang merasa lapar jadi susah untuk tidur.
" Tunggulah di sini,aku akan membelikanmu makanan. Kebetulan di sebelah ada nona Monika jadi aku sekalian membelikan untuk mereka juga " Ujar Asraf kemudian berjalan keluar dari ruangan Rania.
Rania tersenyum samar melihat perhatian kecil Asraf.
" Nona Monika sedang datang? Hm, mereka terlihat sangat cocok,yang satunya cantik dan satunya tampan." gumam Rania dengan suara lirih. Entah apa yang terjadi padanya.
Dia merasa ada yang lain dengan hatinya setiap kali Asraf memberikan perhatian padanya.
Tak munafik,jika Rania menyukai perhatian yang di berikan Asraf padanya.
" Aku ingin bertemu nona Evina. Tapi aku masih takut bertemu dengan Tuan Alland." Ujarnya sendu.
" Jangan takut,kak Alland tak akan memarahi mu." Ujar Monika yang baru saja datang ke kamar Rania, dan sempat mendengar ucapan Rania.
Rania mendongakkan wajahnya dan menatap Monika yang baru saja masuk ke kamarnya.
" Nona Monika? apa dia mendengar ucapan ku yang pertama tadi? ah bagaimana ini." Batin Rania dengan rasa gugup seketika.
" Hei,kau kenapa? apa aku mengganggumu? maafkan aku ya,aku kesini karena di kamar sebelah pasangan bucin itu sedang berduaan. Jadi aku takut mengganggu mereka. Sekalian untuk menengok mu" Ujar Monika dengan tersenyum menunjukan deretan giginya.
Rania tersenyum kemudian mereka terlibat percakapan. Hingga datanglah Asraf di dalam kamar Rania.
ceklek
" Kak Asraf!" Ujar Monika heran melihat Asraf yang datang dengan membawa makanan di tangannya. Kemudian Monika melihat Asraf dan kembali melihat Rania.
Dan kini pemikiran tentang mereka berdua muncul dalam otaknya.
__ADS_1
......
Jangan lupa like dan komen ya gengss🤗🤗