Evina Gadis Penaklut CEO Arogant

Evina Gadis Penaklut CEO Arogant
Jalan-jalan


__ADS_3

Seketika peluru mendarat dengan tepat di jidat Jen. Semua mata memandang ke arah Alland,sedangkan Aras,jangan di tanyakan lagi,seketika jantungnya seakan berhenti sejenak karena melihat kekejaman dari sang tuan.


" Bagaimana?? apa di antara kalian ada yang masih ingin bermain dengan ku?" ucap Alland dengan seringai yang mematikan.


Dan para staff hanya meneguk saliva mereka dengan kasar dan dengan keringat dingin yang menetes di dahi mereka.


Alland yang sekarang,bahkan bukan seperti tuan mereka,karena dengan satu kesalahan saja,dia bahkan bisa menghilangkan nyawa seseorang.


" Jangan ada yang coba-coba menyebar berita kematian pria tua itu,!!jika ada yang melanggar ! jangan pernah salahkan saya,!! jika kalian dan keluarga kalian akan hancur berkeping - keping.Karena satu kesalahan yang di perbuat,maka akan mendapatkan konsekuensinya." Ujar Asraf yang memperingati mereka dengan raut wajah yang tak kalah tajam nya.


Mereka semua hanya mengangguk dengan patuh.


Tak ada yang berani bersuara sedikitpun.


" Bereskan kekacauan ini " Ujar Alland pada bodyguard nya,yang memang sedang berdiri di depan pintu.


Dan setelah menyelesaikan masalah dan Alland kembali memperbaiki kesalahan yang terjadi. Kini proyek Alland akan bisa di laksanakan kembali.


" Ayo kita pulang,! aku sudah sangat merindukan istri cantik ku " Ujar Alland pada Asraf dengan wajah yang ceria kembali.


Alland dan Asraf kini telah berada di hotel tempat mereka tinggal.


tok tok


Ketukan pada pintu kamar yang di tempati oleh Alland dan Evina.

__ADS_1


Sedangkan di dalam kamar,Evina dan Monika yang sedang menonton drakor,menjadi terkejut dengan suara ketukan pada pintu itu.


" Siapa tu?" tanya Monika sambil memasuki Snack ke dalam mulutnya.


" Gak tahu,,aku bukain dulu ya pintunya "jawab Evina.


Ujar Evina dan di angguki saja oleh Monika.


Evina kemudian berdiri dan berjalan ke arah pintu.


ceklek


Dan ternyata yang datang adalah suaminya. Dengan senyum secerah mungkin Evina membuka pintu.


" Iya sayang,ada Monika juga disini ternyata" Alland melihat ke arah Monika yang sedang dengan seriusnya di depan layar tv dan tersenyum,kemudian mencium kening istrinya.


" Oh iya sayang,,mau mandi? biar aku siapin pakaian santai mas" tanya Evina.


" Mas mandi,abis itu kita jalan-jalan ya! dan sekalian kita makan siang" ucap Alland sambil berjalan ke arah soffa di kamar itu.


Mendengar dengan kata jalan-jalan,mata Monika langsung berbinar seketika,ya jelas saja,dia sangat bosan karena hanya duduk di dalam kamar hotel ini. Kalau tak mendengar amanat sang kakak tadi,pasti dia dan Evina sudah duluan menyusuri kota ini.


" Kalau gitu aku juga mau siap-siap " Monika bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari kamar sang kakak menuju kamarnya.


" Iya mon " ucap Evina dengan tawa khasnya karena melihat tingkah sang sahabat.

__ADS_1


" Ya udah mas mandi gih,biar aku juga siap-siap "


Alland mengangguk kepalanya dan kemudian berjalan ke arah kamar mandi. Karena sebenarnya dia juga merasa gerah pada tubuhnya.


Evina kemudian bergegas menyiapkan segala keperluan sang suami dan dirinya.


Alland memakai pakaian santai saja hari ini, celana jeans dan baju kaos, serta jam tangan yang bertengger di tangan nya. Sedangkan Evina, juga memakai dress bermotif bunga-bunga kecil yang tidak terlalu mencolok pas selutut dengan rambut yang di gerainya,serta tas kecil yang menambah kesan elegan,dan menambah kadar kecantikannya.


" Cantik banget si kamu yang '' ucap Alland sambil memasang jam tangannya,karena tadi dia sangat fokus memperhatikan istrinya berdandan tapi tidak menor,karena dandanan Evina sangat natural,karena memang Evina pada dasarnya sudah sangat cantik,apalagi dengan warna mata birunya.


" Mas bisa aja,,ni aku udah siap,"


" Benar yang,ya udah,kebetulan Monika dan Asraf sudah menunggu kita di lobby hotel." ucap Alland kemudian.


Mereka kemudian turun menjumpai Asraf dan Monika, sebelum Monika berubah menjadi reog Karena kelamaan menunggu,tahu sendiri kan! kalau Monika sekarang rada-rada emosian,karena melihat kebucinan seorang kakaknya Alland Alexander ini. 🀭


Tapi dalam hati kecilnya dia sangat bahagia,karena kakak dan sahabat nya bisa saling mencintai dan menemukan orang yang tepat untuk hidup mereka. Ya walaupun dia sendiri masih menjomblo πŸ₯΄


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


Jangan lupa like dan komen ya bestiπŸ€—


dan masukan novel ini ke dalam list fovorit kalian,biar author semangat menulis ,πŸ™


dan jangan lupa vote author juga ya πŸ™maaf sudah merepotkan kalian πŸ₯ΊπŸ’œπŸ™

__ADS_1


__ADS_2