
" Tidak bisa seperti itu nona,karena setiap orang yang mau bertemu dengan pak CEO, harus membuat janji terlebih dulu " ujar resepsionis.
" He !! asal kamu tahu ya!! aku adalah Elinda Larasati calon istri dari Alland Alexander ,paham!! jadi aku tidak perlu membuat janji dengan nya jika harus bertemu dengan nya " ucapnya kemudian meninggalkan resepsionis, dan karyawan Alland hanya melihat tanpa bisa mencegah,karena mereka juga takut,jika memang itu benar calon istri dari bos mereka,maka mereka akan di pecat dengan percuma.
Elinda telah berada di lantai atas,setelah melewati ruangan Evina. Dia tak mendapati sekretaris Alland itu di meja kerja nya.
" Kemana sekretaris itu? kenapa dia tidak ada di meja kerjanya ? apa jangan-jangan dia sedang berduaan ya bersama Alland !! ah ini gak boleh di biarin, bisa-bisa rencanaku bisa gagal " gumamnya kemudian masuk ke ruangan Alland tanpa mengetuk.
Memang Evina tak berada di meja nya. Karena dia sedang ke pantry untuk membuatkan kopi pak suami. Karena pria yang tiba-tiba menjadi manja itu yang memintanya .
ceklek
Pintu Alland terbuka,Alland kemudian mendongakkan kepalanya dengan senyuman,karena dia kira yang datang adalah istri cantiknya itu. Tapi setelah melihat kedepan wajahnya berubah menjadi dingin dan datar.
" Hay " sapa Elinda dengan senyuman secantik mungkin.
__ADS_1
Dia kemudian berjalan menuju sofa besar di ruangan Alland.
" Aku kangen banget sama kamu all, jadi aku main-main ke sini,sebelum ke tempat syuting aku " ucapnya basa basi karena Alland tak mengajaknya bicara sama sekali dari dia masuk ke ruangan ini.
" Alland ,kenapa kamu dingin sekali sama aku? aku tahu aku salah all,tapi setidaknya berikan aku kesempatan maaf mu,aku menyesali semuanya all " ucapnya dengan wajah sendu yang di buat-buatnya.
" Berhenti berbicara omong kosong,aku sedang sibuk,dan cepat keluar dari ruangan ku " ujarnya tanpa mengalihkan pandangan ke arah elinda.
Elinda kemudian berjalan ke arah Alland,tapi belum sampai,tiba-tiba Evina masuk dengan membawa secangkir kopi di tangannya.
" Ini kopi nya mas, ujar Evina dengan senyum yang secantik mungkin" yang jelas dia cemburu melihat wanita seksi itu berada di ruangan suaminya,jadi dia memasang senyuman biar memanasi wanita itu .
Elinda di buat cengo dengan perubahan raut wajah Alland. Yang tadinya dingin kembali hangat dengan wanita lain.
" Ini gak boleh di biarin,,bisa-bisa posisiku bisa terancam olehnya,aku harus melakukan sesuatu untuk menghilangkan wanita ini.'' batin Elinda dengan licik.
__ADS_1
" Sama-sama mas,oh ya,aku permisi dulu ya kan ada tamu jadi tidak baik mengabaikan tamu yang sedang berdiri seperti patung " ucap evina dengan nada sindirannya. Yang mana membuat Alland menahan tawanya.
" Tidak usah sayang,,lagian aku tidak pernah mengundang tamu manapun ke sini "
" Apa maksud kamu ngomong kaya gitu ,,ha!!" Marah Elinda pada Evina ,yang dari tadi terus memancing emosinya.
" Turunkan oktaf suaramu sialan,jangan teriaki istri saya dengan mulut kotor mu itu" Bentak Alland tak terima jika wanita yang kini telah menjadi masa lalunya meneriaki istrinya dengan kasar.
" Cih,,,,kamu bela-belain wanita seperti ini? ha!! tak habis fikir aku all, Dan kamu apa yang sudah kamu lakukan untuk Alland,sehingga dia seperti jinak kepadamu."
Alland yang hendak menjawab kemudian di hentikan oleh Evina.
" Aku tidak melakukan apa-apa nona !! Aku hanya menjalankan kewajiban ku sebagai istri dari suamiku. Karena apa? " Evina menggantungkan kalimatnya dan berjalan di samping Elinda,tepat di telinganya " karena aku tak sebodoh dirimu,yang meninggalkan berlian demi kepuasan sesaat " dengan smirk yang di tampilkan Evina pada elinda. Elinda menjadi syok seketika. Karena wanita yang terlihat ramah ini menampilkan wajah seperti penyihir.
" A,,a apa maksud mu ?" Elinda di buat kicep oleh jawaban Evina sendiri.
__ADS_1
❣️❣️❣️❣️
Jangan lupa like dan komen ya bestii🤗💜