Evina Gadis Penaklut CEO Arogant

Evina Gadis Penaklut CEO Arogant
Evina


__ADS_3

Alland dan Asraf kembali ke kediaman Alland. Kemudian Asraf pun pamit untuk kembali ke apartemennya.


ceklek


Pintu kamar terbuka, dan senyum Alland merekah setelah melihat punggung istrinya yang sedang tertidur membelakanginya.


Alland berjalan mendekati ranjang di mana sang istri sedang memejamkan mata. Dia kemudian mengecup pucuk kepala Evina kemudian membenarkan selimut yang di pakai nya.


Setelah rasa sang istri sudah terlihat nyaman, Alland kemudian membuka jas dan kemejanya,kemudian menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Evina terbangun karena mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi.


Dia kemudian bangun dan nyalakan lampu kamar,kemudian perhatian Evina saat melihat jam tangan yang tadi di pakai oleh suaminya di atas nakas.


" Sepertinya mas Alland sudah pulang, astaga. Aku lupa memeriksa handphoneku karena tertidur, jadinya aku tidak tahu apa yang di laporkan oleh Rania." gumamnya dan meraih handphonenya yang berada di atas nakas juga.


tingg


tingg


tingg


Beberapa pesan masuk, setelah banyaknya panggilan tak terjawab dari Rania. Salah Evina juga karena mematikan nada dering hp nya.


Jadi dia sangat tidak tahu apa-apa saat ini.


Evina kemudian membukakan semua pesan, dan rahang Evina seakan mengeras setelah mengetahui bahwa sekretaris suaminya sangat berani ingin menjebak suaminya dengan mencampurkan minuman dengan obat perang**** . Untung saja di gagalkan rencananya oleh asraf.

__ADS_1


" Dasar wanita gila..!! apa dia sudah tidak tak waras lagi? apakah dia terlalu tergila-gila dengan suamiku? tidak akan aku biarkan kamu bermain terlalu jauh Aurel " gumam Evina dengan raut wajah seakan menahan amarah.


Tak lama terdengar bunyi pintu kamar mandi terbuka,kemudian Evina kembali meletakan hpnya dan berjalan turun dari kamar mandi.


Dia kemudian masuk ke dalam walk in closed di mana suaminya berada.


" Sayang " ujar Evina dan berjalan memeluk sang suami dari belakangan tubuhnya.


Alland tersentak kemudian tersenyum." Kenapa bangun sayang? apa aku mengganggu tidurmu? maaf ya?" ucap Alland yang berbalik sambil membalas pelukan istrinya.


" Tidak sayang, Beby kita hanya merindukan daddy-nya " ujar Evina malu-malu dan terus memeluk pinggang Alland.


Alland terkekeh mendengar jawaban istrinya." beby nya apa mommynya ? hmm" ujar Alland menggoda sang istri. Kemudian Alland membawa Evina ke kamar tidur mereka.


Alland kemudian bersandar di headboard dan Evina bersandar di dada bidang sang suami.


" Tadi ada sedikit kendala di sana sayang, karena sekretaris Aurel tiba-tiba meminum minuman yang sudah di masukan obat di dalamnya."


" Bagaimana bisa terjadi mas?" Evina seakan terkejut padahal dia sendiri sudah tahu yang terjadi.


"Apa kalian telah mengetahui orangnya? mungkin bisa saja ada yang mencoba untuk menjebakmu mas, tidak mungkin kan? mereka mau menjebak sekretaris Aurel."


" Iya kamu benar sayang, mas rasa itu adalah pesaing bisnis mas yang ingin menggunakan cara licik itu, agar menjatuhkan reputasi mas nanti. Tapi kamu tenang saja, Asraf sedang menyelidikinya."


" Oh, maka hati-hati mas, kebanyakan bukan orang jauh yang mencoba menjebak tapi bisa saja orang dekat. "


" Maksud kamu yang? ada yang kamu sembunyikan dari mas?" ucap Alland sambil menangkup wajah istrinya dengan tangan besarnya.

__ADS_1


" Tidak, aku hanya menebak, tapi aku mau mas mencaritahu tentang sekretaris Aurel, aku mencurigainya,!"


" Kamu benar juga, tadi dia sempat menggoda mas, tapi mas fikir itu murni kecelakaan jadi tidak ada tanggapan kesana."


" Aku mau mas mencaritahu semuanya dan lakukan hukuman yang pas dengan orang itu !!"


ujar Evina dengan raut wajah yang sangat lain.


Seakan menggambarkan jika itu bukan Evina saat ini.


" Hei sayang, ada apa denganmu? kenapa kamu menggunakan ekspresi yang sangat dingin mu itu.? oke mas akan lakukan apapun yang membuatmu puas oke? jika kehadirannya mengganggu hubungan kita, maka mas akan menghentikannya." Ujar Alland lagi, dan langsung memeluk Evina dengan sayang.


Evina bersorak senang di dalam hatinya, dia juga merasa bingung dengan tingkahnya yang kadang-kadang terlihat lain dari biasanya, dan mungkin bawaan bayinya fikir Evina.


Alland kemudian merebahkan tubuh mereka berdua untuk tidur, dia sudah sangat mengantuk saat ini.


" Lebih baik kita tidur sayang, tidak baik begadang karena di sini sedang ada anak kita " ujar Alland sambil mengelus perut istrinya yang sudah membesar.


Evina mengangguk kemudian ikut tidur dan memejamkan matanya.


#Ayok cus ke cerita author yang lainnya, di jamin tidak mengecewakan 🤗




💜💜💜💜

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan juga masukan ke list favorit kalian ya gengss 🙏💜


__ADS_2