
" Ah nona muda. Ternyata kau di sini juga!" ucap Asraf kaget saat melihat Monika di kamar Rania.
" Wow,apa yang kau bawa kak?" tanya Monika agar mencairkan suasana yang sempat sedikit menegang tadi.
" Makanan nona. Makanlah bersama Rania,nona muda.!! Tadi saya pergi membelikan makan malam untuk kita semua. Karena kebetulan nona muda ada di sini, maka saya hanya akan mengantarkan makanan malam tuan dan nyonya Evina saja." Ujar Asraf dan menaruhkan semua makanan di atas meja.
" Saya permisi dulu nona muda." Ujar Asraf. Kemudian luar dari ruang rawat Rania menuju kamar rawat Evina.
ceklek
Pintu di buka setelah Alland memberi izin masuk.
Asraf masuk dengan menenteng makanan yang tadi dia belikan untuk mereka.
" Tuan..!! Aku membawakan makan malam untuk kalian.", Ujar Asraf dengan maju menaruh makanan itu di atas meja soffa.
" Wow,terimakasih ya kak Asraf, kebetulan aku lapar sekali. Dan anakkuh menginginkan makanan seperti yang kau bawa. Aku bosan sekali makan bubur melulu, di tambah lagi suamiku kurang peka dalam hal ini." Ujar Evina antusias melihat beberapa makanan lezat yang di bawa oleh asisten suaminya itu.
gluk
Alland menelan salivanya sendiri. Ketika istrinya menyebutnya dengan tidak peka. Dia kemudian menatap Asraf dengan tatapan melotot karena sudah membuat dia mendapat sindiran dari Evina. Apalagi saat melihat istrinya begitu bahagia dan tersenyum cerah ke arah Asraf terus.
" Sama-sama nyonya. Makanlah dan semoga nyonya cepat sembuh biar bisa beraktifitas lagi.", ujar Asraf dengan tersenyum tulus.
" Ah iya kak, terimakasih ya atas doanya." Ujar Evina senang.
" Sayang.!! kenapa tadi tidak menyuruhku saja untuk membelikan semua makanan yang kau mau.? Kan aku bisa pergi untuk membelikan mu makanan." Ujar Alland dengan raut wajah cemberut. Karena istrinya terus tersenyum pada asistennya itu.
" Dan kau juga. Cepat keluar dari sini,jangan sampai saya jadikan kamu sebagai pot bunga di sana..Mau!!" tunjuk Alland. Sebenarnya dia tidak marah pada Asraf, hanya saja dia cemburu melihat istrinya terus-terusan tersenyum padannya.
" Baik tuan. Maafkan saya" Asraf kemudian keluar dari ruangan itu secepat kilat. Daripada dia di jadikan pot bunga,kan tidak lucu. Ya kan??
" Ahahaha, ada-ada saja kau ini mas. Masa iya kau harus cemburu pada asistenmu sendiri. Udah yuk,aku mau makan mas. Laper banget tahu." ujar Evina dengan tertawa karena tingkah sang suami.
Alland berjalan ke arah meja soffa dan menyiapkan makan untuk istri tercintanya.
" Mas bagaimana dengan Aurel? apa kau sudah menemukannya?" Tanya Evina saat mereka berdua menikmati makanan.
__ADS_1
" Anak buah ku belum menemukan dia sayang. Aku janji kalau dia sampai ketemu, aku akan memberikan hukuman yang mengerikan padanya."
" Aku mau mas memberinya jera,dan melaporkan dia saja ke polisi. Aku sebenarnya marah, tapi tidak mungkin menyuruhmu untuk membunuhnya mas."
" Aku tidak janjikan hal itu sayang. Ayo makan,jangan pikirkan hal itu lagi. Besok kamu sudah di perbolehkan pulang sayang."
" Ah baiklah mas, lalu bagaimana dengan Rania?"
" Dia juga sama. Dan bisa mendapatkan perawatan di rumah, nanti mas akan memberikan perawat khusus untuk kalian berdua."
" Syukurlah. Terimakasih ya mas, Aku mencintaimu." ujar Evina tulus dengan menatap manik mata sang suami.
" Ah sayang mas juga mencintaimu, kau manis sekali. Untung saja saat ini kamu sedang sakit. Kalau tidak sudah ku terkam kamunya yang." Ujar Alland dengan gemas nya.
Mereka kemudian tertawa dan melanjutkan makan mereka.
Sedangkan di kamar Rania.
Kini dia, Asraf dan Monika tengah makan bersama dengan nikmatnya tanpa ada yang bersuara.
Bagi Monika biasa saja, tapi bagi Asraf dan Rania. Mereka sangat canggung. Apalagi yang sedang bersama mereka bukan orang biasa seperti mereka berdua. Melainkan Nona muda dari tuan mereka.
" Baik nona muda." ujar mereka kompak.
Monika memperhatikan dua orang di depannya dengan senyum." Hmm,kalian terlihat kompak sekali,jangan-jangan kalian memiliki hubungan ya?" ujar Monika spontan.
uhuk
uhuk
Asraf dan Rania kembali kompak tersedak. Kemudian meraih minum masing-masing dan cepat meneguknya.
" Tuh kan? tersedak saja kalian sangat kompak." Ucapnya lagi tanpa rasa bersalah.
Karena ucapan tiba-tiba nya mereka tersedak.
" Maaf sebelumnya nona. Kami tidak memiliki hubungan, saya hanya di perintahkan oleh tuan Alland untuk menjaga Rania saja saat di rumah sakit, jadi tidak mungkin kami memiliki hubungan spesial." ujar Asraf mantap.
__ADS_1
deg
Jantung Rania berdetak kencang saat mendengar ungkapan Asraf. Tiba-tiba dia merasa seperti sakit hati, dia tidak tahu apa yang terjadi dengan hatinya. Yang jelas ucapan Asraf seakan menampar dirinya untuk tidak terus berharap.
" Ada apa ini? kenapa aku merasa sedih dengan ucapan tuan Asraf? ini tidak boleh terjadi. Aku dan mereka sangatlah jauh berbeda. Ya aku tidak boleh terlanjut menyukai nya." Batin Rania dengan lirih.
" Oh, padahal kalian berdua keliatan cocok sekali tahu. Yang satunya cantik dan satunya juga tampan. Kenapa tidak jalani saja coba." Ujar Monika dengan terus menyendok kan makanan ke mulutnya.
" Perasaan tidak bisa di paksakan nona. Jadi saya rasa itu bukan ide yang bagus " ujar Asraf lagi.
Rania hanya menjadi pendengar saja, dengan hati yang sangat sedih. Harusnya dia jangan egois,karena sudah berharap pada seseorang yang memang tidak memiliki rasa padanya.
" Haisss, kenapa kau serius sekali sih kak. Aku hanya bercanda saja." ucap Monika lagi dengan menatap Asraf.
Asraf yang melihat tatapan Monika. Menjadi salting sendiri, dia merasa senang karena Monika melihat nya. Bukan hal tabu lagi jika berbicara tentang rasa suka Asraf pada Monika. Tapi Monika tidak menyadari nya.
Sedangkan Rania, gadis itu sangat peka dengan lirikan-lirikan mata Asraf pada Monika.
Dia bisa tahu, jika Asraf menyukai Monika,tapi Monika tidak mengetahui hal itu. Apalagi mendengar jawaban yang di ucapkan Asraf pada Monika. Seakan memberi syarat jika Asraf tidak menyukainya melainkan menyukai seseorang.
" Ya sudah,aku kembali dulu ya. Dan kau Nia,besok udah keluar kan? "
" Iya nona muda.", ucap Rania dengan menganggukkan kepalanya.
" Oh iya, barengan nanti sama kakak ipar. Cepat sembuh ya? dan maaf tidak bisa menemanimu terlalu lama lagi, karena harus ke kamar Evina. Terimakasih juga untuk makan malam lezatnya kak." Ujar Monika kemudian keluar dari ruangan Rania.
Asraf terus saja menatap punggung Monika. Dia begitu jatuh cinta dengan sifat rendah hatinya Monika. Walaupun menjadi orang kaya dan nona muda di keluarganya,tapi tak membuat dia sombong pada siapapun.
Rania bisa menyadari itu.
" Pantas saja tuan Asraf suka padanya. Apalagi dengan sifat rendah hatinya nona Monika." batin Rania dengan menatap Asraf yang sedang menatap punggung Monika.
....
yuk ada novel terbaru dari author. Kisahnya di ambil dari kisah nyata loh gengs 🤗🙏
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen sebanyak-banyaknya ya gengs 🙏🙏💪