Evina Gadis Penaklut CEO Arogant

Evina Gadis Penaklut CEO Arogant
Rumah Tangga yang sesungguhnya


__ADS_3

Pagi hari seperti biasa Evina akan di sibukkan dengan keperluan sang suami. Dan untuk pagi ini juga,Evina menyiapkan sarapan untuk Alland. Evina bertekad ingin membuat hubungannya dengan Alland menjadi lebih baik lagi.


Setelah menyiapkan sarapan untuk nya dan Alland,Evina kembali menyiapkan baju kantor sang suami.


Alland keluar dari kamar mandi kemudian memeluk Evina yang juga sedang berdandan. Memang setelah selesai memasak,Evina kembali ke kamar untuk membersihkan diri. Kemudian membangunkan Alland.Jadi Evina mempunyai waktu yang banyak untuk mempersiapkan keperluan sang suami.


" Makasih ya,sudah menjadi istri yang baik untukku" ucap Alland sambil memeluk Evina dari arah belakang.


Evina kemudian berbalik dan memeluk mesra Alland.


" Udah jadi kewajiban aku mas," sambil memegang pipi Alland. " udah yuk,biar aku pasangin dasinya agar kita gak telat ke kantor."


" Biarpun telat gak akan jadi masalah,karena aku adalah bos nya " ucap Alland dengan cengiran.


" Kebiasaan deh ngomong kaya gitu "


Alland langsung mengecup pucuk kepala Evina.


Setelah menyelesaikan sesi sarapan. Kini mereka menuju kantor. Seperti biasa,Alland tidak menyuruh sang asisten untuk menjemputnya. Karena dia akan pergi bersama sang istri,agar mereka memiliki waktu berdua nantinya.


" Turunin aku di tempat biasa ya mas "


" Tidak usah,kita langsung saja"

__ADS_1


" Tapi mas,aku gak mau nanti ada karyawan kamu yang liatin kita berdua "


" Memangnya kenapa? kamu adalah istriku,jadi sudah sepatutnya mereka untuk mengetahui jati diri kamu,jangan membatah karena aku tidak suka di bantah sayang " ucap Alland sambil memegang sebelah tangan Evina.


" Hm,baiklah mau melarang pun kamu gak akan nurutin mauku " ucapnya dengan cemberut.


" jangan pasang wajah seperti itu sayang,karen aku gak akan tahan untuk memakan mu sekarang" ujar Alland untuk menggodanya.


Mendengar kata vulgar yang di lontarkan sang suami,membuat pipi Evina menjadi bersemu merah.


Kini setelah sampai,Alland dan Evina berjalan dengan tangan Evina di genggam erat oleh Alland. Banyak pasang mata yang memandang mereka dengan tatapan penasaran bahkan ada juga yang menahan iri. Mereka yang tak tahu tentang status sang ceo dan sekretarisnya menjadi tanda tanya dalam benak mereka.


Dan Evina yang melihat berbagai macam ekspresi para karyawan menjadi sangat malu. Karena Alland tampak tak merasa risih dengan mereka.


" Eh kok bisa ya,pa CEO bergandengan tangan dengan sekretarisnya " ujar karyawan 1.


" Bisa jadi sih seperti itu,tapi mereka terlihat cocok sekali bukan,yang satu tampan dan yang satunya cantik." ujar Karyawan 1.


" Apaan sih,gak ada cocoknya sama sekali oke " ketus karyawan 3 yang memang notabennya gak mau tersaingi,karena selama ini dia juga menyukai sang atasan.


Asraf yang memang kebetulan lewat mendengar percakapan mereka,akhirnya menyuruh mereka bubar dan kembali bekerja.


" Ini saatnya jam kerja,bukan jam ngegosip. Jika kalian mau bergosip,silahkan menuju HRD untuk mengambil surat pengunduran diri kalian " ucap Asraf tegas.

__ADS_1


Mereka bertiga pun kembali ke tempat masing-masing dengan rasa takut,karena selain CEO mereka,mereka juga sangat takut pada asisten CEO itu.


Asraf yang melihat mereka sudah tidak berkumpul lagi,akhirnya berjalan menuju lift ke ruangan nya.


Sedangkan di dalam ruangan Alland. Pria dingin itu tak mau istrinya berpisah darinya. Walaupun hanya beda ruangan.


" Mas biarin aku balik ke ruangan aku ya,,kan aku juga pegawai mu jadi aku harus profesional dong " ucap Evina membujuk sang suami yang dari tadi tak mau pisah dari nya.


" Biarin saja,biar Asraf yang ngerjain semuanya. Pokoknya aku mau meja kerja kamu pindahin ke dalam ruangan ku " ucapnya yang masih memeluk sang istri.


" Gak bisa mas,apa kata orang nanti ,kan aku hanya di depan ruangan mu,bukan di lantai lain ''


" pokoknya aku gak mau,nanti ada para klien ku yang menggodamu. Dan aku tetap akan menyuruh Asraf memindahkan meja kerjamu " ucapnya tak mau di bantah.


" Yasudah terserah mas aja ya,kalau gitu biarin aku kerja dulu " selesai mengucapkan itu. Tiba-tiba pintu ruangan Alland terbuka,dan muncul Asraf di balik pintu.


" Eh ada Bu bos rupanya " ucapnya dengan cengengesan.


Evina kemudian melepaskan pelukan sang suami karena malu pada asisten sang suami.


" Gaji kamu di potong 50% " ucap Alland pada Asraf tiba-tiba.


" Ha? saya? kenapa bisa tuan?" ucapnya kaget padahal dia tak melakukan kesalahan kenapa gajinya di potong.

__ADS_1


❣️❣️❣️


jangan lupa like dan komen ya guys 🤗❣️


__ADS_2