Evina Gadis Penaklut CEO Arogant

Evina Gadis Penaklut CEO Arogant
Kenyataan


__ADS_3

Kini sudah sebulan berlalu.


Kandungan Evina sudah terlihat besar,sudah memasuki bulan kelima usia kandungan Evina.


Dia sekarang sudah di larang oleh Alland untuk keluar rumah.


Jika keluar Alland yang harus bersamanya. Karena dia yakin,diluaran sana Evina belum bisa aman. Mengingat jika Aurel sampai sekarang belum bisa di temukan.


Dan Alland takut,jika dia kembali melukai sang istri.


Sedangkan Rania. Wanita cantik itu,sudah sangat bestian dengan Evina. Karena sering menemani Evina di kala Alland sedang pergi ke kantornya.


Tak juga sering adanya perjumpaan Asraf dan Rania.


Ya kedua orang itu semakin dekat. Tapi bagi Asraf, jika kedekatannya dengan Rania. Hanya lantaran teman dan juga sama-sama orang kepercayaan tuan dan nyonya mereka.


Sedangkan Rania. Dia menyadari jika menyukai sosok Asraf. Walaupun terlihat agak dingin,kadang Asraf sangat humoris dan juga perhatian.


Rania sadar jika Asraf sangat menyukai nona muda. Adik dari majikannya,tapi Asraf tak berani mengungkapkan perasaanya.


Kadang Rania ingin membantunya,tapi Asraf menolak. Dia ingin menyimpan perasaannya saja hingga waktunya tiba.


Dan Rania,dia hanya bisa menahan kesedihannya. Karena kebahagian Asraf juga bahagia baginya.


Karena hari ini weekend. Jadi Alland lebih memilih bersantai di rumah dengan istrinya.


Dia ingin menghabiskan waktunya dengan sang istri, apalagi dia yang jarang di rumah. Karena memiliki pekerjaan yang banyak di kantornya.


" Sayang,ini minumnya.!" ucap Evina, dengan membawa minuman dan sedikit cemilan di tangannya.


Saat ini mereka sedang menghabiskan waktu di taman depan rumah mereka.


" Biar ku bawakan sayang," Alland dengan gesit,mengambil minuman dari tangan sang istri. kemudian meletakkannya di meja kecil di depan mereka.

__ADS_1


" Makasih ya sayang." ucap Alland pada istrinya.


" Iya Daddy." ucap Evina dengan menirukan suara anak kecil.


Alland terkekeh gemas dengan tingkah sang istri.


" Sayang,Besok jadwal kamu ke dokter kandungan kan? Besok aku temani ya, untuk konsultasi ke dokter kandunganmu." ucap Alland dengan menyesap minumannya.


" Kalau mas sibuk,gak apa-apa biar aku sama Rania saja yang pergi. Kan lagian mas udah banyak taruh bodyguard untuk jagain aku." ucapnya,karena merasa suaminya pasti kelelahan. Apalagi kantor nya saat ini memiliki banyak pekerjaan yang belum selesai.


" Gak sayang,besok mas gak sibuk kok. Jadi jangan ngebantah lagi ya." ucap Alland dan mencubit hidung mancung istrinya dengan gemas.


Evina terkekeh melihat kebucinan pria arogan di depannya ini.


" Mas.!! panggil Evina,dengan menatap sang suami.


" Ad apa sayang.?"


" Gak tahu juga sih sayang. Tapi jika memang benar juga gak apa-apa asal mereka bisa bahagia. Lagian Asraf orangnya rajin dan bertanggung jawab,baik dan juga jujur. Jadi gak ada salahnya juga kan untuk menolaknya."


" Benar juga sih,tapi Monika sekarang sudah memiliki kekasih dan yang baru mengetahui hal tersebut hanya aku dan juga kamu mas. Pasti sakit sekali jadi kak Asraf,jika mengetahui hal ini."


" Itu sudah menjadi konsekuensinya sayang. Kadang apa yang kita harapkan kadang tak sesuai dengan jalannya. Mungkin jika Monika dan pacarnya tidak berjodoh, pasti bisa saja jodohnya Asraf. Kan rahasia dan rencana Tuhan kita tidak tahu sayang."


" Iya mas benar sekali. Aku hanya bisa mengharapkan yang terbaik nantinya untuk mereka. Tapi ya mas, Riani juga sepertinya menyukai kak Asraf,tapi dia tidak berani mengungkapkannya." ucap Evina. Yang seperti suka sekali bergosip.


" ckck.Kenapa kamu sekarang jadi tukang gosip si sayang."


" Gak juga tuh mas, kan aku cuman kasihan. Adanya cinta segitiga dari mereka. Ih aku gak mau loh mas,mereka merasa tersakiti nantinya. Rania gadis yang sangat baik aku juga menyayanginya. Jadi semoga saja dia bisa mendapatkan lelaki yang bisa menjaga dan menyayanginya." ucap Evina dengan tulusnya.


" Amin. Semoga saja sayang. " Alland kemudian menarik sang istri untuk duduk di atas pangkuannya. Kemudian mencium pucuk kepala sang istri bertubi-tubi.


Evina juga menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami.

__ADS_1


Dari tadi percakapan mereka. Ada sepasang mata yang mendengar obrolan pasutri di depannya.


Dia kemudian pergi dari tempatnya tadi berdiri. Kemudian menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Mendengar sesuatu yang baru. Seakan memporak porandakan hatinya.


Dirinya seakan di terpal badai yang kuat.


Mau marah pun dia tidak punya hak mengetahui kenyataan itu.


Asraf. Yang sebenarnya dari tadi ingin menjumpai Alland. Tapi langkahnya terhenti saat mendengar obrolan tuan dan nyonya nya.


Hatinya hancur mendengar jika wanita yang sangat di cintainya,kini tengah memiliki kekasih. Yang mana pria itu sudah sangat di kenal oleh Alland dan Evina.


" Arghhhhhh" Asraf memukul stir mobilnya.


" Kenapa sakit sekali mengetahui jika orang yang kita cintai telah bersama orang lain." gumamnya pelan.


Dia seperti menahan tusukan yang tepat di jantungnya.


Boleh kah dia menyerah? atau membiarkan gadis yang di cintainya bahagia dengan orang lain.!!


Asraf di bikin dilema dengan perasaanya sendiri.


Dia memerlukan waktu untuk menenangkan hatinya. Bukan salah siapa-siapa,ya karena memang pada dasarnya Asraf tidak menyatakan cintanya pada Monika. Sehingga membuat wanita itu,menerima cinta dari pria lain.


.....


Jangan lupa like dan komen gengss....


mampir juga yuk.


__ADS_1


__ADS_2