
" Bagaimana keadaan istriku?" Tanya Alland pada seorang dokter yang memeriksa keadaan Evina. Setelah dia di larikan di rumah sakit.
" Nyonya Evina sangat lemah karena mengalami dehidrasi. Sedangkan luka lebam di tubuh nyonya telah kami obati.Dan untung saja nyonya di bawah tepat waktu, sehingga keadaan bayi dalam kandungannya bisa kami selamatkan tuan." ucap sang dokter.
" Aku mau menemui istriku!"
" Silahkan tuan. Dan saya permisi" kemudian dokter itu pergi.
Alland dengan terburu-buru masuk ke dalam ruangan istrinya.
Seketika hatinya terenyuh melihat selang infus yang terpasang di lengan sang istri.
Hati Alland serasa sakit melihat istrinya yang tak berdaya di atas tempat tidur.
unghh
Evina menggeliat setelah sadar dari pingsannya.
" Sayang !!" Alland mendekat dan memegang tangan sang istri kemudian mengecup pucuk kepala evina.
" Sayang, apa yang sakit? hmm?" ucap Alland lembut dan mengusap tangan istrinya.
" M-mas. Aku dimana?" ujar Evina dengan sangat lemah. Kepalanya masih terasa sedikit pusing.
" Gak usah banyak gerak dulu ya sayang.!" Alland memperbaiki bantal kepala sang istri dan memperbaiki duduk istrinya.
" Ha-haus mas "
Alland segera menyambar minuman di atas nakas dan memberikan pada Evina. Dan dia meminumnya hingga tandas.
" makasih ya mas. Tapi dimana Rania? apa dia baik-baik saja.? Aku melihat dia berkelahi dengan para penjahat itu mas!" ucap Evina yang kembali mengingat Rania.
" Iya sayang. Pulihkan dulu tubuhmu sayang, kesehatanmu dan bayi kita sangat lah penting. Rania keadaannya sudah membaik sayang, hanya saja dokter belum mengizinkannya pulang. Kamu tenang saja ya sayang"
" Syukurlah. Aku sangat mengkhawatirkannya mas, dia sudah sangat berusaha melindungiku."
" Iya sayang, jangan banyak pikiran dulu, Rania sekarang baik-baik saja. Makan dulu ya sayang.! mas akan suapi kamu" .Alland mengambil bubur dan menyuapi istrinya.
Hingga selesai semuanya.
" Ada yang kamu inginkan juga sayang? " ucap Alland setelah kembali membaringkan istrinya.
__ADS_1
" Gak mas, aku hanya ingin kamu menemaniku saja di sini. Gak mau yang lain lagi."
" Baik sayang, mas gak akan ninggalin kamu disini"
Alland menemani istrinya setelah dia di pindahkan di salah satu ruang VIP.
Tiba-tiba Asraf masuk ke dalam ruangan rawat istri tuannya.
" Tuan !" panggil Asraf pelan, dan berjalan mendekati Alland. Kemudian membisikan sesuatu di telinga atasannya.
" Tahan dia.!! aku akan memberi pelajaran padanya nanti !! Dan perhatikan juga Rania, layani dia dengan sebaik mungkin. Aku tidak ingin melihat istriku sampai khawatir dengan keadaannya."
" Baik tuan. Kalau begitu aku permisi tuan. Dan semoga nyonya cepat sembuh dan memulai aktifitas nya kembali. " ujar Asraf tulus.
" Terimakasih ya Raf. "
Asraf menunduk kemudian undur diri dari hadapan sang tuan. Karena tidak ingin mengganggu istirahat Evina.
Tak lama ponsel Asraf berdering. Dia kemudian merogoh ponsel di jasnya. Dan melihat jika panggilan itu dari Monika.
" Hallo nona muda"
" Hallo kak, kamu di mana sekarang? kenapa aku menghubungi kak Alland dan Evina tapi tak pernah di angkat? aku juga menelfon Rania, katanya Evina sedang di rumah sakit? apa yang terjadi padannya? " Asraf di cecar berbagai pertanyaan dari Monika.
" a-apaaaaa!!"
Asraf menjauhkan ponselnya dari telinga, setelah mendengar teriakan Monika.
" Siapa yang sudah berani menculik Evina. ?? Apa kalian sudah mengetahui orang itu? Aku akan pulang hari ini juga, dan kirim lokasi rumah sakit Evina di rawat."
" Baik nona.! Kalau begitu saya matikan dulu sambungannya, karena harus mengecek keadaan Rania juga !!"
" Baiklah "
klik
Panggilan di akhiri. Asraf kemudian berjalan menuju ruangan di mana Rania di rawat. Setidaknya mereka memperhatikan kesehatan asisten pribadi dari istri tuannya.
ceklek
" Tuan.!!" ucap Rania sopan.
__ADS_1
" Bagaimana keadaanmu? apa semakin membaik.?" ujar Asraf dan berjalan mendekat ke arah Rania yang sedang terduduk di atas bad nya.
" Sudah sedikit membaik tuan. Hanya saja, luka sayatan ini sedikit nyeri." ujar gadis cantik itu dengan senyuman yang tulus.
Asraf hanya mangut-mangut. Dia sangat kagum dengan gadis di depannya. Yang mana sangat mandiri dan bisa tersenyum di saat dia terlihat kesakitan.
" Istirahatlah. Aku akan menjagamu di sini !!"
" Tidak usah tuan. Tuan pasti memiliki kesibukan yang lainnya kan? " tolak nya halus.
" Aku di suruh langsung oleh tuan Alland. Jadi tidak ada penolakan untuk hal itu."
Asraf kemudian berjalan mendekati nakas dan melihat jika bubur belum di sentuh sama sekali oleh Riani.
" Kenapa kamu belum memakan makanan ini? "
tanya Asraf heran setelah melihat jika makanan yang masih terlihat utuh.
" Maaf tuan. Jujur saja aku tidak bisa memakan makanan rumah sakit." ujarnya kemudian menunduk. Ya Rania sangat tidak menyukai masakan rumah sakit. Entah kenapa hal itu terjadi dari dia masih kecil dan terbawa hingga sekarang ini.
" Perlu aku belikan untukmu? apa yang ingin kamu makan sekarang?" tanya Asraf yang sedikit prihatin dengan gadis cantik itu.
" Tidak usah tuan. Aku akan meminta tolong pada suster saja nanti. "
" Cepat katakan. Ini semua perintah dari tuan Alland.!" ujar Asraf sedikit kesal, karena Rania selalu menolak ucapannya.
Jadi dia menggunakan alibi dengan membawa nama sang atasan.
" Bisakah tuan membelikan ku makanan di warteg saja? aku sangat ingin memakan makanan itu tuan." ujar nya dengan malu-malu.
" Baik lah kalau begitu. Aku akan segera pergi.!
Kemudian Asraf keluar dari ruangan rawat Rania. Dan Rania hanya memperhatikan punggung Asraf yang sudah berlalu. Ada sedikit rasa senang ketika melihat perhatian yang di berikan oleh Asraf.
...
Jangan lupa mampir ke karya author yang lainnya ya gengss๐ค
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya ya gengs ๐๐dan berikan author vote bagi yang baik hati ๐ฅบ๐