Evina Gadis Penaklut CEO Arogant

Evina Gadis Penaklut CEO Arogant
Ibansyah Alexander


__ADS_3

Owek owek owek....


Suara tangisan bayi lelaki yang kini menggema di dalam ruangan.


Dengan telaten Mommy Yunita membawa bayi tampan itu ke pada Evina,agar bisa menyusuinya. Mungkin beby Iban sudah sangat kelaparan.


Ibansyah Alexander,dan di sapa Iban. Merupakan anak pertama dari Alland Alexander dan Evina.


Cucu pertama dari Dannyel Alexander dan Yunita Alexander. Serta keponakan pertama Monika Alexander.


Keluarga itu kini merasa senang karena kehadiran bayi tampan itu di tengah-tengah keluarga mereka.


Setelah mengetahui jika menantu mereka kini telah melahirkan.


Dannyel dan Yunita memutuskan untuk pulang ke Indonesia, untuk melihat cucu pertama mereka,dan berencana akan menetap di Indonesia kembali.


Monika saat ini juga ingin ikut,tapi karena dia masih melanjutkan kuliahnya di London. Akhirnya akan menengok ponakannya apabila sudah selesai dengan kuliahnya.


Evina mengulurkan tangannya dan mengambil Bayi tampan itu,kemudian menyusuinya.


Kebetulan di dalam ruangan hanya ada Evina,Yunita dan Rania.


Sedangkan Alland dan Asraf sedang menuju ke kantor. Dan dannyel berada di luar,karena ada urusan mendadak dengan kepala rumah sakit di sini.


Dan Hari ini juga Evina sudah di perbolehkan pulang.


Rania sudah tidak merasa takut lagi,setelah Alland dengan lembut menyuruhnya datang ke rumah sakit. Saat itu dia yang sedang di landa ketakutan dan rasa cemas. Seketika hilang semua setelah, Alland mengabari dan menyuruhnya datang ke rumah sakit.


" Ya ampun,cucu grandma pulas banget sih nenennya.?" Ujar Yunita dengan tersenyum gemas.


Dia kemudian berjalan mendekat dan menoel-noel pipi Iban yang sedang menyusu. Dia sangat gemas melihat cucu pertama nya ini. Apalagi impian mereka kini telah terkabul.


" Oh iya,bagaimana dengan wanita yang bernama Aurel itu? Apa mereka sudah menemukannya? mommy khawatir jika dia datang dan menyakiti kalian lagi." ujarnya.


" Mommy gak usah khawatir. Wanita itu tidak akan berani macam-macam sama kita kok. Mas Alland tidak akan membiarkannya begitu saja. Dan sampai sekarang,mereka masih menjadi buronan ."


Ujar Evina,dan kemudian meletakan beby Iban yang sudah tertidur di dalam box bayinya.


Rania yang melihat jika Evina sedikit kesulitan. Kemudian berdiri dan membantunya meletakan beby Iban di dalam box itu dengan benar,agar bayi mungil itu tidak merasa terganggu sedikitpun.


" Makasih ya Nia." ujarnya tersenyum.


" Sama-sama nyonya."


Tak lama pintu terbuka,dan masuklah Dannyel ke dalam.


" Apa cucuku telah tidur? Padahal Daddy sangat ingin menggendongnya. Tapi ya sudahlah." ujar Dannyel seperti patah semangat karena terlambat masuk.


" Biarin aja,nanti di rumah juga Daddy gendong sepuasnya kok." ucap Yunita dengan menepuk pelan lengan suaminya.


Tanpa mereka sadari. Di balik pintu kini ada seseorang yang memperhatikan mereka dengan tersenyum devil.

__ADS_1


" Aku tidak akan membuat hidup kalian bahagia. Jadi jangan harap untuk bisa mengalahkan ku.Kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi pada keluarga kalian." batin orang misterius itu. Kemudian berjalan meninggalkan tempat itu dengan merapikan masker serta topi yang di gunakan untuk penyamarannya.


Tak lama,muncul Alland dan Asraf yang ingin menuju kamar Evina.


Tadi mereka sempat berpas-pasan dengan orang itu. Tapi dengan secepat kilat dia berlari kecil meninggalkan Alland dan Asraf yang sedang menatap nya dengan heran.


Tak mau ambil pusing, Alland mengajak Asraf untuk melangkah kembali menuju ruangan sang istri dan anaknya. Karena dia sudah tidak dengan sabarnya untuk menemui mereka.


ceklek


Pintu ruangan terbuka. Dan masuklah sosok gagah dan juga berkarisma dengan asisten tampannya di dalam ruang rawat itu.


" Hay sayang, mom dad." ujar Alland dengan manisnya.


Sedangkan mommy dan daddy-nya hanya tersenyum padanya.


Dan Evina menjawab sapaan suaminya itu. Alland mendekati istrinya,kemudian mencium pucuk kepala Evina dengan sayang. Sudah menjadi kebiasaan mereka seperti itu.


" Pagi tuan besar dan nyonya." ucap Asraf membungkuk.


Yunita dan Dannyel tersenyum. Asraf kemudian ikut duduk bergabung dengan mereka di sofa besar. Sedangkan Alland sedang duduk dengan istrinya di atas Ranjang rumah sakit.


" Hemmm.. Mommy dengar-dengar,jika nak Asraf sedang dekat dengan seseorang. Apa benar begitu nak?" tanya Yunita,yang sebenarnya hanya ingin menggoda mereka berdua.


Dan dua orang yang sedang di goda hanya tersenyum malu-malu.


Yang mana membuat Yunita semakin gemas dengan tingkah malu-malu mereka berdua.


" Iya mom, " jawab Asraf dan Rania kompak.


Mereka akhirnya bercanda gurau. Banyak hal yang mereka ceritakan untuk menghibur ibu muda itu. Tak ada jarak yang membatasi mereka,antara mertua,anak maupun bawahan. Mereka bagaikan keluarga yang kompak. Karena kebaikan hati keluarga Alexander.


...


Dua bulan kemudian.


Beby Iban sekarang sudah berumur dua bulan,setelah kelahirannya itu.


Bayi tampan itu, sekarang kini menjadi rebutan orang-orang di mansion itu.


Sebenarnya Monika tidak ingin kembali ke London,setelah dia datang menjenguk ponakannya. Tapi karena beberapa bulan lagi kuliahnya selesai. Maka dia dengan berat hati dia harus meninggalkan negaranya dan bayi tampan itu.


Satu kali dia mempunyai rencana untuk membawa kabur anak kakaknya. Tapi niatnya di ketahui oleh Alland. Sehingga Alland tidak membiarkan Monika sendiri dengan Beby Iban. Padahal itu cuman bercanda saja,karena saking Monika gemas dengan Bayi mereka itu.


Dan untuk Asraf dan Rania sendiri. Kini mereka semakin dekat. Walaupun salah satu di antara mereka belum memberikan kepastian tentang perasaan mereka.


Asraf menunggu Riana di dalam mobil. Dia berencana mengajak Riana untuk dinner bersamanya.


Tak lama orang yang di tunggu keluar dari gerbang rumah.


Dia membuka pintu dan masuk,duduk di sebelah Asraf.

__ADS_1


" Maaf ya sudah membuatmu lama menunggu." ucapnya dengan sedikit tak enak hati. Karena Asraf tengah menunggunya.


Asraf tersenyum hangat dan menggelengkan kepalanya." tidak sama sekali. Ayo kita berangkat sekarang."


Akhirnya mobil yang di kendarai oleh Asraf kini telah memasuki halaman restoran mewah.


Saat memarkirkan mobilnya.


Asraf keluar dan memutari mobilnya. Kemudian membuka pintu kemudi untuk Riana.


" Terimakasih ya " ucap Riana tersenyum.


" Sama-sam,ayo kita masuk."


Mereka kemudian berjalan masuk menuju tempat yang sudah di pesan sebelumnya.


Dan sampailah mereka di sana.


Asraf menarik kursi dan mempersilahkan Riana duduk. Di perlakukan dengan sangat baik seperti itu,membuat hati Riana menghangat.


Tak lama beberapa pelayan datang dan menata beberapa makanan di atas meja mereka.


" Kenapa banyak sekali,dan aku sama sekali belum memesan loh. Tapi kok sepertinya makanan kesukaanku ada di sini." ujar Riana yang memang sudah tak canggung lagi.


" Aku sangat tahu semua yang kau suka. Bahkan tanpa bertanya pun. Ayo nikmati semua ini,"


Mereka makan dengan begitu nikmat. Di tambah terdengar alunan musik yang di mainkan oleh orang di sana. Menambah kesan romantis.


Setelah selesai. Asraf memegang tangan Riana dan kemudian menggenggamnya. Kemudian mengeluarkan sebuah kotak di balik bajunya.


" Mungkin ini terlalu cepat dan lambat. Tapi Riana,aku ingin memberitahumu,jika maksud ku mengajakmu ke sini. Untuk mengungkapkan perasaanku padamu. Selama ini aku terlambat menyadari perasaanku padamu. Tapi setelah lama mengenalmu. Aku bisa tahu bagaimana perasaanku yang sesungguhnya pada dirimu. Semakin dekat dan semakin mengenal kepribadianmu,membuatku yakin jika aku tak akan salah memilih. Aku mencintaimu Rania Permatasari.


WILL YOU MERRY ME"


ujar Asraf dengan tulusnya. Kemudian membuka kotak kecil dan mengarahkannya pada Riana.


Riana sangat kaget,kemudian matanya berkaca-kaca karena Asraf yang melamarnya tiba-tiba. Akhirnya cinta nya terbalas,selama ini kedekatan mereka tanpa status yang tak jelas. Sering kali menimbulkan tanda tanya,apa Asraf menyukainya atau tidak. Sehingga dia sering kali takut jika Asraf hanya menganggapnya teman.


Tapi hari ini,dia menyaksikan sendiri jika Asraf melamarnya.


" Yes I Will" ujar Riana dengan mata berkaca-kaca.


Asraf berdiri kemudian memeluknya dengan erat. Kemudian mencium bibir Riana sekilas.


Asraf mengeluarkan dari kotak itu,dan memasangnya di jari manis Riana. Kemudian mereka kembali berpelukan dengan rasa sayang.


..


Lagi beberapa Bab yang akan terjadi konflik. Cerita ini langsung di tamatkan ya gengs πŸ₯ΊπŸ€—


Jangan lupa like dan komen ya gengs πŸ™

__ADS_1


__ADS_2