
Asraf kemudian kembali memperhatikan Riana yang juga sedang memperhatikan ke arah pintu.
Dia kemudian mendehem sehingga membuat Riana memandang nya.
" Ekhm." ucap Asraf.
Riana kemudian memandang wajah Asraf.
" Ada apa tuan.?" ucap Riana.
" Tidak. Aku hanya sedikit berbatuk tadinya. Lalu bagaimana keadaan mu sekarang? apa sudah semakin lebih baik ??" ujar Asraf dengan menatap intens wajah Riani.
" Eh, itu. mm,sudah membaik tuan. Rasa sakit dan lukanya juga sudah sedikit mengering. Walaupun belum sembuh total." ujar Riani dengan salah tingkah,dia merasa gugup karena tatapan mata Asraf yang begitu menusuk padanya.
Riani mencoba mengontrol perasaanya yang kian berdegub kencang.
" Aku tidak boleh terbawa suasana dengan nya. Ya aku harus bisa menghapus semua tentang tuan Asraf dari hatiku. Semua kebaikannya hanya semata-mata perintah dari tuan Alland." batin Riani dengan menunduk memperhatikan lantai dasar.
" Oh iya. Sebentar lagi tuan Alland dan nyonya Evina akan datang ke kamarmu." ucap Asraf yang baru mengingat apa yang Alland ucapkan padanya.
tak berselang lama. Pintu ruangan Riani terbuka dan munculah Evina menggunakan kursi roda dan Alland yang mendorong kursi rodanya.
" Hai Riani,maaf ya udah gangguin waktu kamu." Ujar Evina dengan tak enak hatinya. Karena baru saat ini dia datang menjenguk Riani. Mengingat jika dia juga mendapat perawatan.
" Ah nyonya,tidak apa-apa. Justru saya yang merasa tak enak hati karena sudah membuat nyonya datang untuk menjengukku. Maaf sebelumnya juga tuan sudah merepotkan anda" ucap Riani dengan sopannya.
Yang mana membuat Asraf menatap Riani dengan satu padangan. Entah apa yang ada dalam benaknya. Hanya tuhan dan dia saja yang tahu akan hal itu.
__ADS_1
" Jangan merasa sungkan seperti itu. Kamu merupakan orang yang sangat di sayangi oleh istriku. Maka saya juga akan memperhatikan kesehatanmu. Terimakasih sudah menjaga istriku dengan baik" ujar Alland bijak.
" Terimakasih banyak tuan dan nyonya. Karena masih bisa mempercayai saya setelah kejadian ini terjadi." ujar Riani dengan menunduk.
" Jangan berterimakasih. Semua ini sudah menjadi takdir, semua yang terjadi karena sudah ada orang yang sudah merencanakannya. Dan salah satunya ada pelayan kita.! " ucap Evina kemudian mendongak wajahnya dan memperhatikan wajah suaminya.
Riani tercengang. Mendengar ucapan Evina.
" Maaf kalau saya lancang. Tapi siapa pelayan itu nyonya.?" ujar Riani seperti menahan emosinya. Apalagi mengingat jika ada pelayan yang memang sengaja bekerja sama dengan orang jahat itu. Untuk menculik nyonya Evina.
Dan bagi Riani. Evina merupakan sesosok nyonya yang sangat baik dan ramah. Jadi dia tidak habis fikir,karena ada pelayan yang ingin berbuat seperti itu.
" Pelayan itu sudah di beri hukuman ku. Itu yang terjadi jika ada yang mencoba berkhianat pada kita.
Oh iya,,besok kau sudah di perbolehkan untuk pulang. Dan juga kau akan tinggal di rumah belakang di mansion. Ada perawat yang akan menjagamu. Kau sekarang akan menjadi orang kepercayaan istriku,gajimu juga akan di naikan 2x lipat. Jadi jangan pernah berfikir untuk mengkhianati dan pergi dari sisi istriku. Jika hal itu terjadi,maka bersiap untuk mendapat konsekuensinya.!" ujar Alland dengan dingin. Tapi niat hatinya baik.
" Te-terima kasih tuan dan nyonya. Saya akan menjaga kepercayaan anda dan nyonya. Sekali lagi terimakasih tuan.
Alland dan Evina mengangguk seraya tersenyum.
" Ya sudah,kamu istirahatlah. Asraf akan menemanimu di sini. Dan kau Asraf jangan membantah aku akan memotong gajimu 50% jika sampai kau tidak menjaganya.!!" ujar Alland kembali menatap Asraf.
" Baik tuan. Saya akan mematuhi perintah anda." ucap Asraf seraya sedikit membungkuk.
" Kita balik ya Riani. Ayo istirahatlah." ujar Evina seraya tersenyum.
" Baik nyonya. Tapi bagaimana keadaan nyonya dan bayi kalian " tanya Riana yang memang dari tadi ingin menanyakan hal tersebut.
__ADS_1
" Kami sehat Riani. Dan sepertinya kandunganku semakin kuat,hehe" jawab Evina dengan sedikit bercanda.
" syukurlah nona."
Merekapun kembali ke kamar Evina.
Sedangkan Asraf. Pria itu kemudian mendekat ke arah Riani dan membantunya naik ke atas brangkar. Setelah itu dia menyelimuti Riani yang akan segera tidur. Walaupun dia merasa tidak nyaman karena Asraf ada di ruangannya. Tapi tidak ada niat untuk mengatakannya. Apalagi Alland sendiri yang sudah memberi ultimatum padanya.
Asraf segera berjalan menuju sofa besar untuk merehatkan tubuhnya. Tapi sebelum itu, dia mengambil ponselnya dan memainkannya.
Sesekali dia tersenyum dan tertawa sendiri.
Riani yang memang belum tertidur. Sedikit melirik ke arah Asraf yang sedang terlihat senang bermain ponselnya.
" Apa dia sedang bertukar kabar dengan pacarnya? dia terlihat senang sekali seperti itu. Aduh ada apa dengan diriku? kenapa aku memperhatikannya. Bodoh-bodoh,buat malu saja.
Aku tidak boleh sampai jatuh cinta padanya. Ya itu harus,aku dan dia sangat berbeda derajatnya. Sangat mustahil jika dia menyukaiku. Ah sadarlah Riani. Sadarlah." Batin Rania dengan segera menarik selimut dan menyelimuti dirinya,menutup seluruh tubuhnya.
Tingkahnya mendapat lirikan Asraf yang menyadari jika Rania seperti orang ketakutan sehingga menutup seluruh tubuhnya.
Kemudian dia menaikan bahunya seperti tidak peduli. Kemudian sibuk kembali dengan ponselnya.
Yuk baca karya author yang terbaru. Bercerita tentang kisah nyata. 🤗
...
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen sebanyak-banyaknya ya gengss 🙏🙏