Evina Gadis Penaklut CEO Arogant

Evina Gadis Penaklut CEO Arogant
Kehangatan


__ADS_3

Kini Evina kembali ke arah ranjang,dimana sudah ada Alland yang sedang bersandar pada Heardboad. Evina yang merasa gugup karena mau tidur bersama suaminya, berinisiatif untuk tidur di soffa.


Dia kemudian mengambil bantal dan selimut dan membawanya ke soffa panjang di kamar itu. Dan Alland yang melihatnya, menautkan kening dengan kelakuan istrinya.


" Mau ngapain kamu?" nada bicara Alland masih terdengar datar.


" Mau tidur di soffa mas, "


" Buat apa tidur di soffa? lalu fungsi ranjang ini untuk apa? cepat taruh kembali dan tidur di sini " dengan intonasi nada yang tidak bisa di bantah.


" tapi mas ?" dia masih merasa tak enak hati.


" Aku tidak suka di bantah,paham !!''


Dengan buru-buru Evina kemudian naik ke atas ranjang,daripada si tuan es kaku ini mengamuk. Yang mana akan membuat Evina bisa kehilangan separuh raganya.


Evina tidur dengan membelakangi Alland. Dia juga belum terbiasa tidur dengan lelaki,dari itu membuatnya gugup.


Alland yang sudah merasa ngantuk,kemudian mematikan lampu dan mulai membaringkan tubuhnya berhadapan dengan punggung istrinya. Alland kemudian memeluk Evina,yang mana membuat Evina kaget serentak.

__ADS_1


" Biarkan seperti ini dulu,aku butuh kehangatan" ucap Alland memejamkan matanya.


Evina kemudian kembali tidur dan tanpa sadar dia tersenyum senang.


Mereka tidur dengan sangat nyenyak. Hingga pagi menjelang Evina kemudian bangun.Dan tanpa sadar pas membuka mata,dia melihat wajah suaminya yang tampan dan teduh,wajah lelaki yang mana akan membuat wanita mana saja akan terpesona.Setelah puas memandangi wajah suaminya. Evina kemudian bergegas ke kamar mandi. Karena tugas memasaknya sudah di ambil alih oleh pelayan,Evina kemudian membersihkan diri. Setelah keluar,Alland juga sudah bangun dan kemudian masuk ke kamar mandi. Evina selesai menggantikan pakaian dengan pakaian kantor,karena hari ini dia akan masuk kantor.


Kemudian ia menuju ruang ganti suaminya dan memilih pakaian yang akan di pakai suaminya hari ini ke kantor.


Tiba-tiba Alland keluar dengan menggunakan handuk yang menutupi area terlarang nya. Dan menampilkan perut sixpack nya. Untuk kedua kali Evina terpesona dengan tubuh indah sang suami.


" Apakah ini pakaian yang kami pilih ?" pertanyaan Alland pun menyadarkan Evina.


" Pilihan yang bagus " ujar Alland tersenyum.


Setelah selesai,mereka berdua menuju ruang makan. Dan Asraf sang asisten juga sudah hadir di sana 10 menit yang lalu.


Mereka bertiga pun menikmati sarapan dan kemudian bergegas menuju kantor. Evina seperti biasa akan meminta di turunkan di halte dekat kantor mereka. Dia tidak mau ada yang mempertanyakan hubungannya dengan suaminya. sampai suaminya sendiri yang mengumumkan siapa dirinya nanti.


Setelah berada di ruangan. Kini Alland di sibukan dengan berkas-berkas yang telah berada di atas mejanya.

__ADS_1


Evina kemudian masuk dan memberitahukan tentang agenda Alland.


Setelah itu dia kemudian kembali ke ruang kerjanya. Tapi tiba-tiba ada suara wanita yang menanyakan Alland padanya.


" oh ternyata kamu sekretaris nya Alland ya? " tanya Elinda dengan cetus.


" Ada apa ya mba? "


" Heh,aku ni bukan mba kamu,panggil aku nona. Dasar lancang kamu ya " marah Elinda.


" kan saya menghormati kamu sebagai orang yang lebih tua dari saya." balas Evina.


" Tua,,tua,,kamu tuh yang tua "


" Ada yang bisa saya bantu ?" tanya Evina kemudian untuk tidak memperpanjang masalah. Yang ada tidak ada kelarnya berhadapan dengan wanita ular itu.


❣️❣️❣️


jangan lupa like dan komen nya ya guys ♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2