
*Sebelumnya*
Seorang Maid yang datang pertama sebelum masih tinggal disini . jika Izawa pada saat dirias mungkin dia masih agak berani , tetapi jika Izawa sudah seperti ini maka dia kembali menjadi sangat gugup.
[ I-itu Nona Muda , mobilnya sudah siap ] Ucap Maid itu dengan gugup.
[ *Sigh* .... Baiklah aku akan ke sana . kau boleh pergi ]
[ Baik , Nona Muda ]
[ *Sigh* ....... Hari ini aku sering sekali menghela nafas ]
...----------------...
Matahari sudah tenggelam , sinar cahayanya mulai meredup dan digantikan dengan cahaya-cahaya lampu dari gedung-gedung yang menyinari kota Kobe .
Itu adalah pemandangan indah dari sebuah kota metropolitan .
Melihat itu dari jendela mobilnya , Izawa sekarang sedang berada dalam suasana hati yang kurang baik karena Izawa dia harus pergi ke sebuah pesta yang dia tidak suka , kemudian untuk memperburuk suasana hati Izawa ...........
[ Ohh hebat , sekarang kita terjebak dalam kemacetan ...... ] Ucap Izawa dengan wajah yang tidak senang [ *Sigh* ...... Jika kita tidak cepat , maka kita pasti akan terlambat ..... ]
[ Mau bagaimana lagi Nona Muda , sekarang adalah waktu pulang kerja ........ ]
Seorang supir Izawa menjawab dengan gugup perkataan Izawa , dia dengan hati-hati menjawabnya agar tidak membuat suasana hati Izawa semakin buruk .
[ Aku benci mengetahuinya , tetapi dia benar . sekarang adalah waktu pulang kerja , terlebih lagi ini adalah kota Kobe , salah satu kota besar di Jepang , jadi wajar saja jika jalanan ramai . aku tidak bisa menyalahkan sang supir . aku juga tidak memikirkan hal ini , jadi memang kita saja sedang bernasib buruk ......... ]
Izawa mengeluh dalam hatinya , tetapi apa boleh buat , mobilnya saat ini sedang dikelilingi mobil lain yang membuat mobilnya tidak bisa bergerak .
[ Apa kita tidak bisa mencari jalan lain ? kita tidak bisa begini terus ]
[ A-akan aku usahakan Nona Muda ]
Supir itu hati-hati dalam pemilihan kata-kata , karena jika Nona mudanya tidak senang maka dia hanya bisa mengucapkan perpisahan pada pekerjaannya . bagaimanapun Nona Mudanya bukan orang yang lembut . dia adalah orang yang berhati dingin .
Sang supir adalah seorang pria yang usianya terbilang masih cukup muda , dia baru berusia pertengahan 20-an . mungkin bagi sebagian orang pekerjaan sebagai supir adalah pekerjaan yang diremehkan , tetapi pekerjaan supir untuk melayani keluarga Shizue berbeda .
Sebagai supir dari keluarga yang terhormat seperti Shizue adalah pekerjaan yang menjanjikan .
Melipat kakinya , Izawa melihat langit yang tidak berawan [ Terlambat di pesta yang akan dihadiri setelah sekian lama , itu tidak lucu ]
......................
Mobil yang dikendarai oleh Izawa saat ini terlihat Mobil standar , walaupun dari luar terlihat dari mobil standar tetapi sebenarnya mesin dalamnya sudah diganti dengan yang jauh lebih baik .
Izawa tidak menyukai bentuk mobil yang terlalu norak , dia lebih menyukai yang bentukannya elegan atau yang tidak terlalu menarik perhatian .
Izawa melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul pukul 18.01 .
[ Sudah pukul segini , kita pasti akan datang di terlambat di pesta keluarga Yamaguchi ] Gumam Izawa .
[ Supir , Tambah kecepatannya ......... ]
[ Ba-baik .......... ]
Mengikuti perintah dari Izawa , supir itu mulai menaikkan kecepatannya . setelah terjebak dalam kemacetan , Izawa memerintah supir itu untuk mencari jala alternatif . sekarang mereka berada di jalan alternatif yang lebih sepi dari sebelumnya yang membuat supir itu dapat menaikkan kecepatannya .
[ Di suruh itu mengikuti pesta dan kemudian terjebak dalam kemacetan , apa lagi yang akan membuat ini menjadi lebih buruk ...... ]
Seolah-olah menjawab perkataan dari Izawa , mobil yang ditumpangi Izawa tiba-tiba saja berhenti yang membuat Izawa terdorong ke depan .
Bruk ...........
[ Arg ! ..... Sekarang ada apa lagi ? ..... sebaiknya kau memiliki alasan yang baik , jika tidak kau harus bersiap untuk mengucapkan selamat tinggal untuk pekerjaan mu ] Ucap Izawa sambil memegangi kepalanya yang terbentur kursi depan .
[ Ma-maafkan aku Nona Muda , tetapi kita hampir menabrak seseorang ]
Mendengar itu , Izawa buru-buru keluar dari mobilnya .
[ Apa kau tidak apa-apa ? ]
__ADS_1
[ Aku tidak apa-apa , hanya goresan kecil , yaa walaupun aku hanya agak sedikit shock ]
Orang yang hampir tertabrak adalah seorang gadis , saat dia mendongak untuk melihat siapa itu , dia terkejut melihat wajah cantik Izawa .
[ Syukurlah kau baik-baik , apa ada bagian yang sakit ? ........ hmm , apa ada salah dengan wajah ku ? ]
[ Tidak , aku hanya terkejut kau begitu cantik ]
[ Terimakasih , kalau begitu lebih baik kita ketempat yang lebih baik ]
Kebetulan dekat dengan lokasi kejadian , terdapat sebuah kafe . Izawa kemudian mengajak dia untuk berbicara sebentar , sementara itu Izawa menyuruh sang supir untuk menunggu di mobil .
[ Aku benar-benar minta maaf karena hampir menabrak mu , aku tadi sedang terburu-buru ] Ucap Izawa , karena Izawa sadar kalau dialah yang menyuruh supir untuk menaikkan kecepatannya , karena itu Izawa lah yang salah disini dan Izawa sadar akan itu , makanya dia meminta maaf.
Sebagai seorang dari keluarga terhormat , Izawa diharuskan untuk menjaga Tata Krama .
[ Sudah aku bilang sebelumnya kalau aku tidak apa-apa , ohh iya , namaku adalah Ayumi Keina ]
Ayumi Keina adalah gadis yang cantik , walaupun tidak secantik Izawa , dia memiliki rambut pendek Coklat dengan mata hitam .
[ Perkenalan aku adalah Shizue Izawa ]
[ Shi-shizue Izawa , kau Shizue Izawa yang itu !! ]
[ Aku tau kalau dia pasti dari keluarga elit karena mempunyai aura bangsawan , tetapi untuk menjadi Shizue Izawa . aku tidak tau apakah aku beruntung atau sial ]
Walaupun Keina berasal dari keluarga diatas rata-rata , tetapi jika dibandingkan dengan Keluarga Shizue maka itu tidak ada apa-apanya . ia juga tau kalau Izawa , sebagai seorang pelajar di Kota Kobe , maka nama Izawa adalah nama yang terkenal . jadi dia terkejut bisa bertemu dengannya disini .
[ Santai saja , Jika ada yang ingin kau yang kau mau maka tinggal pesan saja ]
[ Ta-tapi ..... ]
[ Anggap saja itu sebagai permintaan maaf , Ayumi-san ]
[ Ba-baiklah kalau begitu , maka aku akan memesan ]
Karena merasa menolak itu tidak sopan , maka Keina pun mulai memilih makanan yang ia sukai .
[ i-iya , aku pilih Sushi dan Green Tea ]
[ Kalau begitu , Tolong buatkan Sushi dan Green Tea untuk Ayumi-san dan Tiramisu serta Vanilla Cream Frappuccino untukku ] Ucap Izawa kepada pelayan didekatnya . kemudian setelah mendapati pesanan , pelayan itu pergi .
Kecanggungan memenuhi meja itu , Keina yang biasanya aktif menjadi gugup untuk berbicara , sedangkan Izawa tidak pandai bersosialisasi .
Suasana ini memang tidak terlalu menggangu Izawa , tetapi untuk Keina ini sangat menggangu .
Dia sekarang ini sedang berpikir bagaimana untuk membuka pembicaraan [ Bagaimana aku harus membuka pembicaraan ? ..... "ini hari yang cerah benar" ... tidak-tidak , itu malah terdengar terlalu kaku . "bagaimana sekolah mu ? " , itu tidak sopan , kita baru saja bertemu . aku harus bagaimana ..... ohh iya , bukannya tadi Shizue-san berkata " Aku sedang terburu-buru " , bukannya itu berarti dia ingin cepat pergi , maka .... ]
[ Bukannya tadi Shizue-san berkata sedang terburu-buru , kalau begitu seharusnya Shizue-san harus cepat . aku tidak apa-apa kok ]
[ Memang benar aku sedang terburu-buru , aku ingin pergi ke suatu acara , tapi itu tidak terlalu penting , santai saja ]
[ Benarkah ? ]
[ Iya , lagipula itu bukan acara wajib ]
Keina tidak ingin menghambat Izawa , tetapi Izawa mengatakan kalau itu tidak menjadi masalah .
[ Shizue Izawa , kupikir dia adalah orang yang sombong , tetapi dia sepertinya orang yang baik . walaupun wajahnya dari tadi dingin , dia menjawab pertanyaan dengan sopan ] Batin Keina terhadap sikap Izawa , keina berpikir kalau Izawa adalah orang yang sombong . bagaimana tidak , sebagai seorang dari keluarga terpandang , cantik , pintar dan berprestasi . banyak orang seperti itu yang sering memandang rendah orang-orang dibawahnya , tetapi menurut Keina sepertinya Izawa berbeda dari mereka .
[ Permisi , pesanannya sudah siap ]
Tidak lama kemudian , pelayan itu kembali datang , tetapi sekarang dengan membawa makanan .
[ Tidak usah sungkan Ayumi-san ]
[ Te-terimakasih ....... ]
Kemudian setelah itu mereka mulai berbincang-bincang , walaupun Keina masih gugup dengan Izawa .
[ Kau sekolah dimana Ayumi-san ? ]
__ADS_1
[ A-aku sekolah di SMA Oarai ]
[ SMA Oarai ya ...... kalau tidak salah itu adalah itu dari distrik Nishi kan ...... ] Ucap Izawa sambil memakan Tiramisunya .
[ Ahh kau mengetahuinya Shizue-san .... ]
Distrik Nishi adalah salah satu Distrik di Kota Kobe , sedangkan Izawa tinggal di Distrik Katano . distrik Nishi terkenal karena mempunyai ciri khas rumah tradisional dari kayu , sedangkan Katano lebih cenderung ke arah Eropa .
[ Sedang apa kau di distrik Katano ? ]
[ Yahh aku sedang mengunjungi rumah nenekku ]
[ Begitu ........ ]
Kemudian mereka terus mengobrol sampai tidak terasa sudah lebih dari 45 menit .
Supir Izawa sudah dari tadi ingin mengatakan untuk segera pergi ke acara pesta , tetapi dia tidak berani untuk menganggu Izawa saat sedang mengobrol .
[ Ahh aku harus segera pergi , nenekku sudah menunggu ]
[ Baiklah kalau begitu , oh iya kalau tentang makanan aku yang akan membayarnya , tenang saja ]
[ Terimakasih Shizue-san , Sampai jumpa ] Ucap Keina sambil melambaikan tangannya .
[ Sampai jumpa ] Dengan wajah yang tersenyum , Izawa juga melambaikan tangannya kepada Keina .
Kemudian setelah Keina menghilang dari pandangan , senyum di bibir Izawa langsung menghilang seakan-akan senyuman yang tadi hanyalah kebohongan .
[ No-nona Muda , kita harus segera pergi ] Ucap supir yang sudah menunggu di mobil .
Setelah itu , Izawa langsung kembali masuk ke Mobilnya .
[ Kita kembali ]
[ Huh ? , tapi kita harus ke pesta ]
Sontak saja perkataan dari Izawa membuat supir itu terkejut , padahal sebelumnya Izawa menyuruhnya untuk agar cepat sampai .
[ Kita kembali , lagipula kita sudah terlambat terlalu lama ]
[ Tapi Tuan Besar — ]
[ Aku nanti tinggal bilang ke ayah kalau kita hampir menabrak seseorang dan membuat dia terluka , jadi kita harus mengurusnya ]
[ Ta-tapi — ]
[ Ikuti saja perintahku ]
Mengikuti perintah Izawa , supir itu memutar mobilnya dan tidak jadi untuk mengikuti pesta .
Ada alasan kenapa Izawa tadi baik kepada Keina , memang pada awalnya dia kesal karena itu akan menghambatnya , tetapi kemudian Izawa berpikir untuk menggunakan hal itu sebagai alasan untuk tidak menghadiri pesta .
Jika tidak , maka Izawa tidak mungkin Izawa mau membuang-buang waktu untuk mengobrol dengan Keina .
Tadi Izawa berkata "Dan membuat dia terluka" meskipun Keina hanya tergores , tetapi itu tetap saja terluka , jadi Izawa tidak berbohong.
Mungkin Keina menganggap dirinya sebagai teman atau kenalan , tetapi sebenarnya Izawa hanya menggunakannya sebagai alasan . dia bahkan tidak menganggapnya sebagai kenalan . memang Izawa sebenarnya bukan orang yang dapat dikatakan baik .
Tetapi walaupun begitu , menurut Izawa , mengobrol dengan Keina yang jujur lebih baik dari pada pergi ke pesta dengan banyak orang yang berusaha dekat dengannya untuk keuntungan pribadi . mereka akan memasang senyum palsu untuk mencoba menyenangkan Izawa dan itu membuat ia tidak nyaman dengan .
[ Nona Muda , apa itu tidak apa-apa untuk menghadiri pesta itu ? keluarga Yamaguchi pasti sudah menyiapkan sambutan untuk kedatangan anda ]
[ Itu mudah, aku tinggal mengucapkan maaf kepada keluarga Yamaguchi , serta memberikannya hadiah , maka itu akan selesai ] Ucap Izawa , sebenarnya Izawa mempunyai rasa kebanggaan yang tinggi . dia tidak memandang orang secara sama , tetapi dia tidak menunjukkannya .
Dengan suasana hati yang baik , Izawa memandangi perkotaan dengan harapan untuk cepat pulang , tanpa memikirkan keluarga Yamaguchi yang saat ini bahkan sedang menunggunya .
...----------------...
[ Jika ada saran silahkan tulis di kolom komentar tersedia ]
~Otsuzawa
__ADS_1