
*Sebelumnya*
Izawa mulai mengingat kejadian sebelumnya . mulai dari ia berangkat pergi ke kota Ina , pergi berjalan-jalan kesana-kemari hingga pada saat malam hari tanpa dengan ia bertemu dengan Matsuri .
Tetapi ketika ia mengingatkan kejadian itu membuat Izawa merasa sakit karena sudah berbohong lagi kepada Matsuri .
[ Aku baru menyadari kalau menipu perasaan sendiri bisa terasa sesakit ini ]
...----------------...
Di sebuah lapangan terdapat beberapa anak kecil yang sedang bermain , walaupun lapangan itu tidak besar tetapi mereka tetap bermain dengan bahagia . meskipun daripada disebut sebagai lapangan , sebenarnya itu adalah sebuah halaman yang bisa dikatakan cukup luas , dibelakang halaman itu terdapat sebuah bangunan yang terawat rapih .
Di halaman itu juga terdapat beberapa fasilitas mainan seperti ayunan , perosotan dan bahkan jungkat-jungkit yang sedang digunakan oleh beberapa anak kecil dan di sebelahnya adalah sebuah tempat kosong yang saat ini sedang digunakan untuk beberapa anak yang sedang bermain bola .
Mereka bermain dan tertawa bahagia , melupakan masa lalu yang buruk , mereka yang sebagian besar adalah anak-anak yang kehilangan keluarganya atau bahkan anak yang terlantar .
Mereka saat ini menganggap satu sama lain adalah keluarga walaupun tidak memiliki hubungan darah . mereka adalah anak-anak panti asuhan Ina , Panti asuhan yang terletak di kota Ina .
[ Tendang kesini Minoru ........ ]
[ Aduh , aku kehilangan ....... ]
[ Hahaha kau sangat payah Subaru ...... ]
Beberapa anak bermain bola di lapangan , walaupun hanya menendang-nendang bola dengan tidak teratur . mereka yang bermain juga tidak hanya laki-laki tetapi juga terdapat perempuan .
Seorang anak laki-laki bernama Minoru menendang bola kepadanya Subaru , tetapi Subaru tidak mendapatkan bola tersebut yang menyebabkan Minoru yang menyenangkan mereka tertawa .
Sedangkan disebelah mereka terdapat anak-anak lain yang sedang bermain di beberapa permainan , seperti bermain perosotan , jungkat-jungkit dan beberapa anak sedang berbicara sambil menaiki ayunan .
Sebuah pemandangan yang terlihat menyenangkan , bahkan beberapa pengurus panti asuhan yang melihat ini tersenyum .
Sementara itu ada seorang anak yang hanya melihat dari kejauhan . dia terlihat sangat imut dengan mata yang berbinar , terlihat sekali dia sangat ingin bermain yang membuat salah satu pengurus kebingungan .
[ Kau tidak ikut bermain , Matsuri-chan ? ]
[ Aku tidak bisa bermain bola ]
[ Tapi apa kau tidak bosan hanya melihat sedangkan yang lain bermain , bahkan jika kau tidak bisa bermain bola , Matsuri-chan masih bisa bermain yang lain ]
[ Baiklah .... ]
Matsuri bisa dibilang salah satu anak yang termuda , membuatnya sangat disayangi oleh yang lain .
Dengan perkataan dari pengurus itu , Matsuri kecil bangkit dari tempat duduknya dan kemudian berjalan untuk menaiki salah satu ayunan . rambut coklatnya terus bergerak ke atas-bawah karena hentakan .
[ Awas Matsuri ! ]
Seseorang berteriak padanya , tapi pada saat Matsuri memalingkan wajahnya , mata coklatnya melihat sebuah bola meluncur ke arahnya dan dengan cepat mengenainya .
Matsuri yang terkejut harus tersungkur ke tanah karena terkena bola , walaupun tidak berbahaya tetapi karena Matsuri masih kecil membuatnya sangat mudah menangis .
Sementara itu yang lain langsung menghentikan aktivitas yang sedang mereka lakukan dan terlihat ingin segera menuju Matsuri , tetapi seorang anak sudah terlebih dahulu bergerak ke Matsuri . bahkan sementara yang lain diam , anak itu sudah berlari terlebih dahulu .
[ Kau tidak apa-apa Matsuri-chan ? . Maaf aku tidak sengaja melakukannya , aku tidak tau kalau bola yang aku tendang akan mengenaimu , aku benar-benar minta maaf ]
Anak itu langsung mengecek Matsuri untuk memastikan keadaannya .
Matsuri menaikkan pandangannya , ia melihat seorang anak perempuan dengan rambut hitam dengan mata ungu yang menatapnya dengan khawatir . Matsuri sangat mengenalnya , dia adalah salah satu orang yang paling dekat dengannya .
[ Izawa Ne-chan ...... ]
__ADS_1
Mata Matsuri sudah berkaca-kaca , tetapi Izawa Ne-chan dengan cepat menenangkannya . Hubungan mereka sangat dekat , bahkan diantara kakak-kakaknya , Izawa Ne-chan lah yang paling dekat dengannya .
[ Yoshi-yosh , tidak apa-apa . aku sudah memastikan kalau kau tidak terluka , jadi jangan khawatir ]
Matsuri merasakan kalau sesuatu sebuah tangan mengelus kepalanya , tangan itu terasa hangat baginya , membuatnya selalu merasa aman . hingga tidak lama kemudian yang lain mulai berdatangan .
[ Apa kau tidak apa-apa Matsuri-chan ? ]
[ Apa ada bagian yang terluka Matsuri ? ]
[ Seharusnya lebih berhati-hati pada saat bermain bola ]
Mereka datang secara bergerumun mengelilinginya dan juga mereka terlihat khawatir . Matsuri merasa senang karena mereka sangat perhatian padanya .
[ Aku tidak apa-apa , maaf membuat kalian khawatir ]
Matsuri bangun dan tersenyum , membuktikan kalau ia baik-baik saja .
[ Baiklah , ayo kita masuk , hari sudah mulai gelap ]
Kemudian salah satu pengurus berkata agar mereka segera masuk karena hari mulai gelap , matahari sudah mulai memancarkan sinar berwarna jingga . karena tingkat kriminalitas jauh meningkat pada saat hari sudah gelap .
Mendengar itu Matsuri dan yang lain harus mengikutinya , walaupun ada beberapa dari mereka yang tidak ingin .
Mereka pun mulai masuk satu persatu , Matsuri yang berada paling belakang merasa ada yang membuat hatinya mengganjal , ia pun kembali memerhatikan kalau tidak ada Izawa dalam barisan tersebut .
[ Kemana Izawa Ne-chan ? ]
Matsuri sedikit memiringkan kepalanya karena begitu dia menanyakan hal tersebut mereka hanya saling memandang .
[ Apa Izawa Ne-chan sudah masuk lebih dulu ? ]
[ Siapa 'Izawa Ne-chan' ? ]
[ Apa kalian sedang bercanda ? ]
[ Apa Matsuri-chan sedang tidak enak badan ? karena tidak ada orang yang bernama Izawa disini ]
Matsuri awalnya merasa tidak percaya tetapi semakin lama hatinya menjadi tidak nyaman . dia pun membalikkan tubuhnya untuk melihat - melihat sekitar hingga dia menyadari kalau sudah tidak ada orang lain di belakangnya .
[ Ada apa Matsuri-chan ? ]
[ Hey kau kenapa Matsuri ? ]
Matsuri hanya berdiam diri karena tidak percaya yang membuat yang lain menjadi khawatir padanya .
[ Padahal tadi kalian bermain bersamanya , lihat aku tadi terkena bola karena Izawa Ne-chan ]
Perasaan Matsuri menjadi semakin tidak stabil , ia menunjuk bola untuk memberitahu yang lain untuk memberitahu tentang Izawa .
[ Yang melakukannya adalah Minoru ]
[ Tidak , jelas-jelas tadi Izawa Ne-chan yang melakukannya , dia jugalah yang mendatangiku pertama ]
Matsuri menolak perkataan dari Miko karena dengan sangat jelas Matsuri tadi berbicara dengan Izawa , hal itu bukanlah halusinasi .
Melihat Matsuri yang bersikap aneh , salah satu pengurus dengan cepat membawanya karena menganggap Matsuri saat ini sedang sakit dan berhalusinasi . Matsuri yang sedang dalam perasaan kacau hanya mengikutinya hingga pada saat dia berada di pintu tanpa sengaja ia menoleh kebelakang .
[ !!!!??? ]
Matanya melebar karena melihat seorang anak berambut hitam berdiri sendiri di gerbang panti asuhan sedang tersenyum tersenyum hangat padanya .
__ADS_1
[ Izawa Ne-chan ! itu Izawa Ne-chan ! ]
Matsuri tiba-tiba berteriak sambil menunjuk , membuat yang lain menjadi terkejut . hingga kemudian mereka mengikuti arah yang di tunjuk oleh Matsuri tetapi mereka tidak melihat siapapun .
[ Dimana ? ]
[ Itu di depan gerbang ]
Mereka pun sekali lagi menoleh tetapi tetap sama tidak melihat siapapun . hal itu membuat mereka bingung karena mengira kalau Matsuri berhalusinasi parah , pengurus yang saat ini sedang menggandeng Matsuri hendak membawa masuk kembali .
[ Matsuri-chan , lebih baik nanti kita kerumah sakit untuk memeriksa ]
Matsuri menjadi sangat bingung , padahal jelas-jelas ia melihat kakaknya Izawa sedang melambaikan tangannya padanya di luar area panti asuhan , yaitu tepat di depan pintu gerbang . walaupun ada yang sedikit aneh yaitu wajah dari kakak tidak terlihat dengan jelas tetapi tidak ada seorang pun yang memiliki perasaan familiar seperti ini selain kakaknya .
Karena perasaannya sudah tidak tertahankan dan juga sepertinya yang lain tidak percaya , Matsuri memutuskan untuk menghampiri kakaknya itu .
[ Matsuri-chan !? ]
Pengurus yang memegangi tangan Matsuri sedikit terkejut karena Matsuri dengan tiba-tiba melepaskan pegangannya dan berlari keluar .
Matsuri berlari keluar dari gedung bangunan tetapi begitu ia menginjak tanah , hal-hal yang aneh terjadi . lingkungan berubah menjadi gelap sepanjang mata memandang . seolah-olah dunia berubah menjadi kehampaan .
[ Apa yang terjadi !? ]
Matsuri menghentikan langkahnya dan kemudian menoleh kebelakang dan melihat kalau dibelakang juga tidak ada apa-apa selain kegelapan . begitu ia kembali menoleh ke depan , ia hanya melihat jalan satu arah ditengah kegelapan ini dengan kakaknya yang berada di ujung .
[ Izawa Ne-chan ! ]
Dengan sekuat tenaga Matsuri berlari mengikuti jalan tersebut , tetapi setiap kali ia melangkah ia mendapatkan beberapa potongan ingatan dan juga Matsuri menyadari kalau setiap langkah menyebabkan tubuhnya menjadi lebih besar . dari yang ukuran tubuhnya adalah ukuran normal untuk anak usia 4 tahun menjadi 5 > 7 > 10 > 13 > 15 .
Tetapi tidak hanya dia yang ukuran tubuhnya berubah dalam setiap langkah , kakaknya juga berubah sama sepertinya .
[ Kenapa jaraknya seolah-olah terasa lebih jauh ? ]
Matsuri merasa aneh karena meskipun dia sudah berlari tetapi ia tidak pernah sampai ke kakaknya . padahal jaraknya hanya sekitar belasan meter tetapi rasanya sepertinya jarak diantara mereka menjadi semakin jauh .
Matsuri terus melangkahkan kakinya , hingga akhirnya melihat dengan jelas penampilan kakaknya . wajahnya sangat cantik dan juga kulitnya sangat pucat hingga membuat orang lain berpikir kalau ia sakit .
Mata ungu gelapnya menatap Matsuri dengan hangat sambil tersenyum serta melambaikan tangan padanya .
[ Izawa Ne-chan ! ]
Perasaannya memuncah , menyebabkan dorongan untuk berlari lebih cepat . hingga kemudian Matsuri benar-benar berada hanya sekitar 5 meter dari kakaknya .
Kemudian Matsuri melihat kalau tatapan hangat kakaknya berubah menjadi sendu . sejujurnya hal itu membuat Matsuri merasa tidak nyaman dan benar-benar ingin tidak membiarkan kakaknya pergi lagi . hingga ia melihat bibir kakaknya bergerak seperti sedang berbicara tetapi Matsuri tidak dapat mendengar apa yang di ucapkan oleh kakaknya .
[ Ne-chan !! ]
Begitu Matsuri berjarak tepat berada di depan Kakaknya , ia langsung melompat untuk memeluk Kakaknya .
...----------------...
[ Izawa Ne-chan !! ]
Matsuri tiba-tiba bangun dari tempat tidurnya dengan berteriak , menyebabkan orang-orang yang berada disekitarnya ikut bangun karena terkejut .
[ Matsuri-chan , kau sudah bangun , syukurlah . ]
[ Miko cepat panggil dokter ]
[ Baiklah ]
__ADS_1
Rasa bingung meliputi Matsuri , ia melihat sekitarnya kalau di sekarang berada di sebuah ruangan yang berwarna putih dengan beberapa alat kesehatan . disekitarnya juga terdapat sebuah tangkai bunga yang biasa di tempatkan di dalam kamar di rumah sakit yang digunakan untuk mencerahkan ruangan agar memberi semangat bagi pasien yang menempati ruangan tersebut .
Dengan kata lain ia sekarang berada di rumah sakit dan yang sebelumnya terjadi hanyalah sebuah mimpi .