
*Sebelumnya*
*Wosh——*
*Wosh——*
Kemudian tidak menunggu waktu lama , keduanya langsung bergerak dari tempat .
Dibawah rasa amarah , Gendo mengepalkan tangannya bersiap memukul Izawa yang masih menampilkan ketenangannya .
Jarak dari mereka berdua akhirnya semakin dekat hingga akhirnya terjadi pertukaran pertama diantara keduanya .
...----------------...
Sebuah pukulan bergerak menuju ke kepala Izawa , orang lain mungkin tidak melihatnya karena itu sangat cepat , tetapi Izawa mampu mengetahuinya lewat haki yang telah di sebarkan .
Membuat Izawa mampu mengetahui setiap pergerakan disekitarnya .
Dengan tenang Izawa menggeser kepalanya .
Terlihat dimatanya sebuah lengan berotot melewatinya .
[ Dia mengindari nya !? ]
Gendo terkejut melihat serangannya mampu untuk dihindari , padahal menurutnya gerakannya sangat cepat . ia memusatkan kekuatan pada lengannya yang membuatnya pukulannya menjadi mematikan , apalagi ia menargetkannya pada bagian kepala , tetapi Izawa mampu menghindarinya dengan mudah .
Kemudian dentuman suara yang keras menggelegar ketika pukulan Gendo menghantam udara kosong , menciptakan sebuah gelombang angin yang menghempasnya .
[ Pukulan yang luar biasa , tapi itu tidak berguna untukku ]
Sejujurnya pukulan itu mengingatkan Izawa kepada serangan All Might , karena akibat dari serangan itu menyebabkan sebuah ledakan udara , walaupun serangan Gendo tidak sekuat All Might .
Tidak memberikan kesempatan untuk Gendo untuk membuat gerakan lagi , Izawa langsung dengan cepat memutar kakinya untuk menyerang bagian bawah Gendo .
Tentu tendangan itu dipadukan dengan Haki dan diperkuat dengan Quirk kegelapan , karena jika tidak mungkin pada saat Izawa menendang kaki Gendo , maka ia sendiri yang akan menderita .
Karena pada dasarnya Izawa kalah dalam hal kekuatan dan ketahanan dari Gendo .
Sebenarnya alasan mengapa Izawa melakukan gerakan ini adalah karena perbedaan postur tubuh .
Karena hal inilah Ia tidak bisa menjangkau bagian atas dari Gendo , makanya Izawa perlu mencari kesempatan untuk mendapatkan celah .
Bahkan Matsuri sendiri sebenarnya lebih tinggi dari pada Izawa sekarang .
Juga Izawa tidak ingin menggunakan Quirk kegelapan untuk serangan jarak jauh , karena hal itu membuat Gendo mampu menghindarinya dan bahkan jika berhasil mengenainya maka tidak akan berefek banyak pada Gendo .
Tidak , sebenarnya Izawa bisa saja menyerang Gendo dengan menggunakan serangan yang sangat kuat , baik itu dari Quirk Kegelapan ataupun Elektromagnetik miliknya .
Tetapi karena sebagian besar serangan-serangan kuatnya adalah serangan jarak jauh dan dampak AOE yang besar Makanya ia khawatir efek dari serangan itu akan mengenai Matsuri yang berada tidak jauh dari tempat .
Meskipun juga alasan kenapa Izawa tidak melakukannya adalah karena ia ingin menghabisi Gendo dengan tangannya sendiri .
[ Apa !? ]
Gendo berada pada posisi yang tidak siap untuk menghindari serangan Izawa .
Ia hilang keseimbangan ketika kakinya di serang oleh Izawa , membuat tubuh besarnya mulai jatuh ketanah .
Pada saat Gendo masih terkejut , Izawa tidak mensia-siakan kesempatan yang dia buat . ia langsung melancarkan serangan sebenarnya ke Gendo .
Sementara itu , karena tubuhnya mulai jatuh , pandangan Gendo mengarah kebawah . ia melihat jarak antara tanah dengan tubuhnya menjadi semakin dekat , tetapi kemudian ia melihat sebuah pukulan menuju pada bagian wajahnya .
Ini adalah serangan yang dilancarkan oleh Izawa , sebuah pukulan lengan kanan yang dikombinasikan dengan beberapa Quirk , yaitu Haki , Darkness , Elektromagnetik , makanya terdapat warna hitam dan percikan biru yang terdapat dipukulkan itu .
Serangan ini mirip dengan serangan yang pernah digunakan oleh Izawa pada saat insiden di Kamino .
__ADS_1
Sebuah pukulan yang diayunkan dari bawah keatas . dikarenakan wajah dari Gendo saat ini sedang menghadap ke bawah , maka pukulan ini pasti akan menjadi lebih menyakitkan .
[ SIAL!! ]
*Bang——*
Terjadi sebuah ledakan ketika pukulan Izawa mengenai wajah dari Gendo , membuat tubuhnya terpental ke atas .
Serangan itu dengan telak mengenai wajah dari Gendo , membuat wajahnya terluka dan darah keluar dari kepalanya dan hidungnya , bahkan rasa sakit dan pusing sangat terasa dari kepalanya .
[ Sialan ! untungnya aku masih sedikit menghalau seranga— ]
Tubuh Gendo saat ini sedang melayang diudara dan mulai jatuh kebawah karena gravitasi .
Tetapi untungnya Gendo masih sempat mencoba menghalau serangan Izawa dengan tangannya , karena jika Gendo menerima langsung serangan mungkin ia akan langsung tidak sadarkan diri , tetapi mungkin tidak sadarkan diri adalah sebuah keuntungan , karena Izawa tidak berhenti sampai disini .
Pada saat ia sedang berpikir untuk membalas Izawa , tiba-tiba tanpa Gendo sadari sudah ada gumpalan kegelapan yang sudah menunggu dibawahnya .
Kemudian dengan cepat kegelapan itu langsung mendorong ke atas dan juga mengikat kedua tangannya .
Tubuh Gendo yang terhempas ke atas yang dimana Izawa sudah menunggunya .
Gendo yang masih terkejut karena gerakan yang muncul tiba-tiba gumpalan kegelapan , hanya bisa melihat kaki Izawa yang diangkat ke atas bersiap untuk menendangnya .
[ Dark Kick Splash ]
Kaki Izawa sudah diperkuat oleh Quirknya , bahkan terlihat kabut hitam tipis-tipis dan percikan kegelapan yang menyelimuti kaki Izawa .
Gendo tidak bisa melakukan apa-apa karena tangannya yang terikat oleh Kegelapan dan hanya melihat tubuhnya yang bergerak menuju Izawa .
Tanpa basa-basi Izawa langsung mengayunkan kakinya kebawah menuju ke Gendo .
Dan juga Kegelapan yang mendorong tubuh Gendo langsung memudar ketika kaki Izawa ingin mengenai tubuh Gendo .
*Bang——*
Tendangan dari Izawa seperti serangannya sebelumnya , yaitu menciptakan sebuah ledakan , tetapi kali ini lebih besar dari pada sebelumnya .
Tubuh Gendo langsung terpental ke bawah dengan cepat ketika kaki Izawa menghantam perutnya , meluncur dengan cepat hingga akhirnya terbentur tanah , membuat tanah tempat Gendo terhempas menjadi retak dan juga gelombang angin menyebar .
Gendo langsung memuntahkan darah segar dari mulutnya , tendangan dari Izawa juga menyebabkan beberapa tulang rusuknya patah .
Ia juga tidak bisa menggerakkan tubuhnya disertai rasa sakit yang menyelimutinya .
Tetapi Izawa tidak memberi Gendo untuk bernafas , ia langsung melebarkan tangannya dan membuat beberapa mini bola kegelapan yang langsung Izawa lemparkan ke Gendo yang masih belum bergerak ditanah .
[ Mini Dark Ball ]
Beberapa Bola-bola mini kegelapan meluncur ke Gendo , itu adalah kegelapan yang Izawa kompresi menjadi sebuah bola yang akan meledak ketika bersentuhan dengan sesuatu .
*Boom——*
*Boom——*
*Boom——*
[ Arrrggghhh ....... ]
Ledakan terjadi beberapakali ketika bola-bola kegelapan Izawa bersentuhan dengan Gendo . walaupun dampak ledakannya tidak besar , tetapi itu tetap saja menyakitkan , apalagi terkena beberapakali .
Sudah lama Gendo tidak merasa dirinya tidak berdaya , karena dalam pertarungan sebelum-sebelumnya meskipun dirinya terluka , tetapi ia masih memberikan perlawanan dan muncul sebagai pemenang .
Tetapi menghadapi Izawa ia merasa tidak berdaya , bahkan ia belum mampu mendaratkan satu serangan pun padanya .
Bahkan kondisi tubuhnya sekarang sangat mengenaskan dan efek penguatan dari Quirknya sudah mencapai batasnya dan harus berakhir .
__ADS_1
Ketika Gendo berpikiran kalau ini sudah berakhir , tiba-tiba Izawa langsung mendarat di atas tubuh darinya yang sudah tidak berdaya , melihat ini dia langsung mendapatkan firasat buruk .
[ Jangan berpikir ini sudah berakhir ..... ]
[ T-tunggu , ak-aku menye— ...... ]
Sebelum Gendo mampu menyelesaikan kalimatnya , Izawa terlebih dahulu menginjak tubuh dari Gendo , kali ini ia hanya menggunakan Quirk haki sebagai penguatnya karena Izawa memang ingin hanya menyerang Gendo dengan kekerasan murni kali ini .
[ Ampu— ....... ]
*Bang——*
[ Sto— ........ ]
*Bang——*
[ Tolong ak— ..... ]
*Bang——*
[ Siapapun i-itu ........ ]
*Bang——*
Izawa terus-menerus menginjak-injak Gendo , membuatnya memuntahkan lagi beberapa darah segar .
Walaupun Gendo sudah memohon ampun , tetapi Izawa tidak berhenti . ia tidak peduli dengan permohonan itu . saat ini yang dia pikirkan adalah untuk terus menyiksa Gendo .
Biasanya Izawa akan tertawa ataupun bercanda pada saat menganiaya orang lain , tapi kali ini tidak . terdapat perasaan marah dan dingin pada tatapan Izawa . padahal biasanya Izawa adalah orang yang jarang sekali marah , tetapi dalam kasus ini Matsuri terlibat , makanya ia menjadi emosional .
Setelah diinjak-injak beberapa kali oleh Izawa , Gendo sudah tidak kuat lagi . matanya memutih dan kesadarannya menghilang .
[ Ini adalah akhirnya , jika ada yang ingin disalahkan maka salahkan saja dirimu sendiri ....... ]
Kemudian Izawa menciptakan sebuah tombak kegelapan yang dapat meledak pada bagian ujungnya . ia bermaksud untuk menusukkan tombak ini pada bagian mata Gendo hingga akhirnya menembus otaknya . setelah itu Izawa akan meledakkan ujung tombak yang terdapat di dalam kepala Gendo agar membuatnya pecah .
Ia memang dari awal akan membuat orang-orang yang menggangu orang-orang yang berharga baginya mati dengan cara yang tidak menyenangkan .
[ Karena itu ..... Matilah ]
Lalu sebuah tombak kegelapan meluncur dengan cepat menuju mata Gendo , Izawa sudah membayangkan kepala Gendo yang hancur berantakan , tetapi sebelum tombak Izawa mengenai Gendo , sebuah suara menghentikannya .
[ Tunggu ......... ]
Tiba-tiba sebuah suara menghentikan Izawa , biasanya ia tidak akan peduli tetapi yang memanggil adalah Matsuri .
[ Ini sudah terlalu berlebihan , jadi hentikan ]
Hanya tinggal sedikit lagi ujung tombak itu mengenai Gendo , jika Matsuri terlambat 1 detik saja maka mungkin tombak sudah masuk kedalam kepala Gendo .
Bisa dibilang Matsuri menyelamatkan Gendo .
Setelah beberapa saat kondisi tubuh Matsuri menjadi lebih baik , bahkan ia sudah bisa berdiri atau berjalan walaupun dengan langkah yang pincang .
Matsuri sebenarnya tidak ingin Gendo terbunuh , karena tugas pahlawan adalah menangkap penjahat bukan membunuh penjahat .
Pada saat mengetahui kalau dua orang yang lainnya terbunuh , Matsuri sendiri merasa terkejut , karena dengan mudahnya seseorang kehilangan nyawanya , makanya itu pada saat Matsuri mencoba menghentikan Izawa .
Sebenarnya tidak hanya itu , ada sesuatu yang ingin dia tanyakan walaupun sejujurnya ia sangat gugup .
Walaupun tidak disebutkan tetapi Izawa mengetahui kalau mungkin saja Matsuri sudah mengetahui tentang identitasnya , karena terlihat dari matanya yang bergetar dan berkaca-kaca seperti bisa menangis kapan saja .
Sementara itu Izawa masih tidak bergeming , sejujurnya sekarang perasaannya campur aduk , ia merasa senang dan gugup karena ini adalah pertama kalinya setelah sekian lama mereka berbicara tetapi Izawa juga merasa takut ketika Matsuri melihat dirinya sekarang .
Apakah Matsuri akan takut padanya ? benci ? bahagia ?
__ADS_1
Untuk saat ini Izawa masih tidak mengetahuinya .