
*Sebelumnya*
Dengan sisa-sisa kesadarannya Matsuri mencoba menggapai Izawa yang menatapnya dengan sendu hingga akhirnya Matsuri benar-benar tidak sadarkan diri .
[ Jangan pergi Izawa Ne-chan ....... ]
...----------------...
Di malam yang tenang , Hinata dan Minami sedang menunggu Matsuri yang sedari tadi belum kembali . mereka menunggu dengan cemas di stasiun kereta api .
Rencananya adalah setelah ketinggalan kereta sebelumnya , mereka memutuskan untuk makan malam terlebih dahulu sekaligus menunggu kereta selanjutnya , Tetapi sampai sekarang Matsuri tidak kunjung kembali yang membuat keduanya khawatir .
Mereka sudah berusaha untuk menghubungi Matsuri , tetapi ternyata Ponsel Matsuri tertinggal pada saat mereka sedang makan malam yang membuat mereka tidak bisa menghubunginya .
[ Bagaimana ini Hinata ? Matsuri belum kembali juga , aku khawatir jika terjadi sesuatu padanya ........ ]
[ Lebih baik kita tenang dulu Minami , mungkin saja Matsuri terlambat karena sedang menolong seseorang , lagipula jika memang terjadi sesuatu Matsuri pasti bisa menghadapinya , ingat yang kita bicarakan ini Matsuri ......... ]
[ Aku harap juga begitu ........ ]
Keduanya terlihat sangat khawatir , tetapi Hinata mencoba untuk tenang . dia percaya kalau sahabatnya itu baik-baik saja atau begitulah yang dia harapkan .
Mereka tidak khawatir akan ketinggian kereta , tetapi kepada Matsuri .
Karena tidak ingin Minami menjadi lebih khawatir , Hinata berinisiatif untuk melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian . walaupun sebenarnya dalam hati Hinata berharap kalau Matsuri kembali sebelum pihak kepolisian bertindak , tetapi Hinata mencoba menanggulangi kemungkinan terburuk seperti Matsuri yang semisalnya diserang oleh Villain .
Ia pun membuka ponselnya dan ingin langsung menghubungi pihak kepolisian , tetapi sebelum Hinata menekan tombol panggil , tiba-tiba ponsel Matsuri yang sementara dia bawa bergetar .
[ Ponsel Matsuri bergerak ? apakah mungkin hanya pemberitahuan biasa seperti baterai yang hampir habis atau ini adalah pesan dari orang-orang panti asuhan Matsuri ? ]
Hinata ragu-ragu untuk mengecek ponsel Matsuri karena dianggap tidak sopan dan mengganggu privasi dari Matsuri , tetapi setelah berpikir sebentar ia memilih untuk melihatnya .
[ Sebuah pesan ? ]
Hinata mengangkat alisnya pada saat melihat sebuah pesan terbaru dari ponsel Matsuri , tetapi yang membuatnya bingung adalah karena pesan itu dikirimkan dari orang yang tidak dikenal dalam kontak di ponsel Matsuri .
[ Ada apa Hinata ? ]
[ Terdapat sebuah pesan dari orang yang tidak dikenal di Ponsel Matsuri ....... ]
[ Itu sedikit mencurigakan , lebih baik kita melihatnya , mungkin saja itu bisa menjadi petunjuk ....... ]
[ Yeah , itu bisa saja terjadi ...... ]
Setelah berdiskusi sebentar , mereka memutuskan untuk melihat pesan itu , tanpa perlu menunggu waktu lagi Hinata langsung membuka pesan tersebut .
__ADS_1
[ Ini !? ]
Keduanya terkejut pada saat mengetahui pesan tersebut , karena pesan tersebut adalah sebuah lokasi yang tidak mereka ketahui dan juga berjarak tidak terlalu jauh , tetapi yang membuat mereka terkejut adalah sebuah pesan tambahan yang bertuliskan .
^^^Lokasi Matsuri . cepat kesini untuk membawanya ke rumah sakit .^^^
[ Apakah ini benar Hinata !? ]
[ Kemungkinan besar benar .......]
[ Tetapi bagaimana jika ini jebakan ? kita tidak juga tau apa yang sebenarnya sedang terjadi ? lagipula bagaimana mungkin seorang mengetahui nomor ponsel Matsuri ....... ]
[ Aku tidak tau , tetapi ini jauh lebih baik ketimbang tidak ada petunjuk sama sekali ]
Karena keduanya yang masih tidak terlalu yakin akan situasinya , Hinata kemudian tanpa pikir panjang langsung melaporkan kejadian ini kepadamu pihak kepolisian agar membuat situasi menjadi lebih aman .
[ Kami harap kau baik-baik saja Matsuri ]
...----------------...
Malam saat ini terasa lebih hangat daripada kemarin .
Sinar bulan menerangi sebuah gang-gang yang saat ini hancur karena sebelumnya terjadi pertarungan disana . tetapi sekarang hanya seorang gadis yang masih berdiri disana . dia adalah Izawa .
Setelah mengirimkan pesan bantuan kepada teman dari Matsuri , ia kemudian menutup ponselnya . awalnya Izawa ingin menghubungi pihak kepolisian saja , tetapi tiba-tiba dia terpikirkan sesuatu yang lebih baik , karena akan terasa aneh kalau Izawa menghubungi pihak kepolisian sendiri.
Sebenarnya Izawa terkejut karena Matsuri akan datang ke kota ini , tetapi setelah dipikirkan lagi , maka Izawa merasa tidak mungkin kalau Matsuri datang kesini sendirian dan benar saja , Matsuri kesini dengan Hinata dan Minami .
Tentu saja Izawa mengetahui tentang keduanya , lagipula selain orang-orang dari panti asuhan , Hinata dan Minami adalah orang terdekat dengan Matsuri .
Awalnya dia ingin langsung menghubungi Hinata tetapi Izawa memilih untuk menggunakan ponsel dari Matsuri , dan karena kebetulan Matsuri tidak membawa ponselnya , maka Izawa menggunakan ponselnya sendiri dan langsung mengirim pesan ke ponsel Matsuri yang dibawa oleh Hinata dan Minami agar membawa Matsuri ketempat yang lebih baik .
Izawa melakukannya dengan menggunakan Quirk memanipulasi Cyber , jadi jejaknya tidak akan bisa dilacak oleh pihak lain .
[ Baiklah sekarang apa yang harus aku lakukan ? karena dengan ini Matsuri sudah mengetahui tentang identitasku dan kemungkinan besar hanya menunggu waktu sampai pihak pahlawan akan mengetahui hubungan kami ....... ]
Izawa dengan langkah apa yang harus dia lakukan kepada Matsuri yang sudah mengetahui tentang identitasnya , karena dalam waktu dekat pihak pahlawan atau kepolisian akan datang kesini dan menemukan Matsuri , maka nanti Matsuri pasti akan dimintai keterangan atas apa yang telah terjadi dan mungkin saja hubungan antara Izawa akan diketahui .
Izawa tidak tau apa yang akan dilakukan oleh pihak kepolisian atau pahlawan , jika itu tentang dirinya maka Izawa tidak akan peduli tetapi jika itu menyangkut dengan orang-orang panti asuhan maka itu adalah sesuatu yang dikhawatirkan Izawa .
Langkah terbaik yang terlintas adalah dengan menghapus ingatan Matsuri akan keterlibatan Izawa dalam insiden ini .
[ Tidak , aku tidak ingin melakukan itu ]
Sesuatu seperti itu sangat ditentang oleh Izawa , karena Izawa tidak ingin sesuatu mengacaukan ingatan Matsuri , rasanya seperti Izawa menipu Matsuri lagi dan itu membuat Izawa merasa buruk .
__ADS_1
[ Lagipula aku juga tidak bisa menghapus ingatan seseorang atau semacamnya , Quirkku tidak memiliki kemampuan untuk memanipulasi ingatan seseorang ]
Ia yang biasa selalu memiliki rencana sekarang tidak bisa memutuskan langkah yang terbaik . ini seperti seorang pelajar yang tidak belajar pada saat menghadapi ujian sekolah . bingung pada saat mendapat soal yang dirasa sulit , bukannya tidak bisa tetapi hanya ragu dan bimbang untuk memilih sebuah pilihan .
Karena terkadang hati dan pikiran memiliki sesuatu yang berbeda .
Biasanya Izawa akan memilih pilihan pikirannya tetapi sekarang juga hati Izawa yang terus-menerus berkata lain . ini benar-benar adalah situasi yang sulit bagi Izawa karena perasaan aslinya sangat jarang berbicara .
Tanpa Izawa sadari ia sebenarnya perlahan-lahan berubah . ia yang dulu sangat liar , suka melakukan pembunuhan acak hanya untuk memenuhi hasratnya tetapi setelah memasuki U.A Izawa perasaan aslinya mulai adanya pergerakan .
Karena di U.A dia merasa seperti tidak sendiri dan juga untuk pertama kalinya Izawa mulai merasa apa itu rasanya pertemanan , walaupun ia tidak memahami tetapi hal itu membuat Izawa menjadi semakin tenang .
Memang benar itu tidak mengubah sifat jahatnya , tetapi ini masih lebih baik . sekarang Izawa hanya melakukan pembunuhan karena adanya misi , hal ini sedikit berbeda dengan dirinya yang dulu .
[ Baiklah Matsuri-chan , maafkan kakak karena membuatmu kecewa dan khawatir tetapi aku harap kau memiliki masa depan yang jauh lebih baik dariku ]
Izawa menurunkan badannya da mengelus kepala dari Matsuri . ia memilih untuk pergi saja dari sini tanpa melakukan sesuatu kepada Matsuri . jika memang pihak pahlawan mengetahui hubungan antara mereka , Izawa berharga agar tidak terjadi sesuatu pada mereka dan jika memang ada hukuman maka Izawa lah yang akan menerima semua itu .
Kemudian Izawa cairan hitam menyelimutinya hingga beberapa saat kemudian Izawa sudah menghilang dari tempatnya .
[ Kau sudah kembali , kupikir kau akan datang lebih cepat .... ]
Sesampainya di laboratorium , Izawa berpapasan dengan Dokter Shiga yang sepertinya ia sedang memantau perkembangan dari Tomura .
[ tunggu , tubuhnya bau darah . apa kau habis membunuh seseorang ? ]
[ Ada orang yang mencoba melawanku ..... ]
Dokter Shiga mencium sesuatu yang tercium darah dari tubuh Izawa , bahkan jika diperhatikan lebih dalam terdapat bisa darah yang terdapat di baju dari Izawa . terlihat jelas sepertinya Izawa telah membunuh orang lain .
[ Lebih baik kau bersihkan dulu tubuhmu ..... ]
[ Akan aku lakukan ..... ]
Kemudian Dokter Shiga kembali melanjutkan pekerjaannya , ia pergi berjalan kembali menuju ruangan dari Tomura .
[ Sedikit lagi hingga akhirnya semuanya selesai ......... ]
Izawa berjalan menuju kamar mandi yang terdapat di sudut laboratorium .
Melepaskan pakaiannya satu persatu kemudian membasuh tubuhnya , lalu berendam di air hangat yang telah ia siapkan . biasanya ia jarang berendam air hangat tetapi hari ini bagi Izawa adalah hari yang melelahkan . tubuhnya memang tidak lelah tetapi pikirannya lelah .
[ Tidak buruk sesekali berendam ..... ]
Izawa mulai mengingat kejadian sebelumnya . mulai dari ia berangkat pergi ke kota Ina , pergi berjalan-jalan kesana-kemari hingga pada saat malam hari tanpa dengan ia bertemu dengan Matsuri .
__ADS_1
Tetapi ketika ia mengingatkan kejadian itu membuat Izawa merasa sakit karena sudah berbohong lagi kepada Matsuri .
[ Aku baru menyadari kalau menipu perasaan sendiri bisa terasa sesakit ini ]