FANFIC: BOKU NO HERO ACADEMIA : IZAWA MY VILLAIN

FANFIC: BOKU NO HERO ACADEMIA : IZAWA MY VILLAIN
Chapter 123


__ADS_3

*Sebelumnya*


Dengan sisa-sisa kesadarannya Matsuri mencoba menggapai Izawa yang menatapnya dengan sendu hingga akhirnya Matsuri benar-benar tidak sadarkan diri .


[ Jangan pergi Izawa Ne-chan ....... ]


...----------------...


Di malam yang tenang , Hinata dan Minami sedang menunggu Matsuri yang sedari tadi belum kembali . mereka menunggu dengan cemas di stasiun kereta api .


Rencananya adalah setelah ketinggalan kereta sebelumnya , mereka memutuskan untuk makan malam terlebih dahulu sekaligus menunggu kereta selanjutnya , Tetapi sampai sekarang Matsuri tidak kunjung kembali yang membuat keduanya khawatir .


Mereka sudah berusaha untuk menghubungi Matsuri , tetapi ternyata Ponsel Matsuri tertinggal pada saat mereka sedang makan malam yang membuat mereka tidak bisa menghubunginya .


[ Bagaimana ini Hinata ? Matsuri belum kembali juga , aku khawatir jika terjadi sesuatu padanya ........ ]


[ Lebih baik kita tenang dulu Minami , mungkin saja Matsuri terlambat karena sedang menolong seseorang , lagipula jika memang terjadi sesuatu Matsuri pasti bisa menghadapinya , ingat yang kita bicarakan ini Matsuri ......... ]


[ Aku harap juga begitu ........ ]


Keduanya terlihat sangat khawatir , tetapi Hinata mencoba untuk tenang . dia percaya kalau sahabatnya itu baik-baik saja atau begitulah yang dia harapkan .


Mereka tidak khawatir akan ketinggian kereta , tetapi kepada Matsuri .


Karena tidak ingin Minami menjadi lebih khawatir , Hinata berinisiatif untuk melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian . walaupun sebenarnya dalam hati Hinata berharap kalau Matsuri kembali sebelum pihak kepolisian bertindak , tetapi Hinata mencoba menanggulangi kemungkinan terburuk seperti Matsuri yang semisalnya diserang oleh Villain .


Ia pun membuka ponselnya dan ingin langsung menghubungi pihak kepolisian , tetapi sebelum Hinata menekan tombol panggil , tiba-tiba ponsel Matsuri yang sementara dia bawa bergetar .


[ Ponsel Matsuri bergerak ? apakah mungkin hanya pemberitahuan biasa seperti baterai yang hampir habis atau ini adalah pesan dari orang-orang panti asuhan Matsuri ? ]


Hinata ragu-ragu untuk mengecek ponsel Matsuri karena dianggap tidak sopan dan mengganggu privasi dari Matsuri , tetapi setelah berpikir sebentar ia memilih untuk melihatnya .


[ Sebuah pesan ? ]


Hinata mengangkat alisnya pada saat melihat sebuah pesan terbaru dari ponsel Matsuri , tetapi yang membuatnya bingung adalah karena pesan itu dikirimkan dari orang yang tidak dikenal dalam kontak di ponsel Matsuri .


[ Ada apa Hinata ? ]


[ Terdapat sebuah pesan dari orang yang tidak dikenal di Ponsel Matsuri ....... ]


[ Itu sedikit mencurigakan , lebih baik kita melihatnya , mungkin saja itu bisa menjadi petunjuk ....... ]


[ Yeah , itu bisa saja terjadi ...... ]


Setelah berdiskusi sebentar , mereka memutuskan untuk melihat pesan itu , tanpa perlu menunggu waktu lagi Hinata langsung membuka pesan tersebut .

__ADS_1


[ Ini !? ]


Keduanya terkejut pada saat mengetahui pesan tersebut , karena pesan tersebut adalah sebuah lokasi yang tidak mereka ketahui dan juga berjarak tidak terlalu jauh , tetapi yang membuat mereka terkejut adalah sebuah pesan tambahan yang bertuliskan .


^^^Lokasi Matsuri . cepat kesini untuk membawanya ke rumah sakit .^^^


[ Apakah ini benar Hinata !? ]


[ Kemungkinan besar benar .......]


[ Tetapi bagaimana jika ini jebakan ? kita tidak juga tau apa yang sebenarnya sedang terjadi ? lagipula bagaimana mungkin seorang mengetahui nomor ponsel Matsuri ....... ]


[ Aku tidak tau , tetapi ini jauh lebih baik ketimbang tidak ada petunjuk sama sekali ]


Karena keduanya yang masih tidak terlalu yakin akan situasinya , Hinata kemudian tanpa pikir panjang langsung melaporkan kejadian ini kepadamu pihak kepolisian agar membuat situasi menjadi lebih aman .


[ Kami harap kau baik-baik saja Matsuri ]


...----------------...


Malam saat ini terasa lebih hangat daripada kemarin .


Sinar bulan menerangi sebuah gang-gang yang saat ini hancur karena sebelumnya terjadi pertarungan disana . tetapi sekarang hanya seorang gadis yang masih berdiri disana . dia adalah Izawa .


Setelah mengirimkan pesan bantuan kepada teman dari Matsuri , ia kemudian menutup ponselnya . awalnya Izawa ingin menghubungi pihak kepolisian saja , tetapi tiba-tiba dia terpikirkan sesuatu yang lebih baik , karena akan terasa aneh kalau Izawa menghubungi pihak kepolisian sendiri.


Sebenarnya Izawa terkejut karena Matsuri akan datang ke kota ini , tetapi setelah dipikirkan lagi , maka Izawa merasa tidak mungkin kalau Matsuri datang kesini sendirian dan benar saja , Matsuri kesini dengan Hinata dan Minami .


Tentu saja Izawa mengetahui tentang keduanya , lagipula selain orang-orang dari panti asuhan , Hinata dan Minami adalah orang terdekat dengan Matsuri .


Awalnya dia ingin langsung menghubungi Hinata tetapi Izawa memilih untuk menggunakan ponsel dari Matsuri , dan karena kebetulan Matsuri tidak membawa ponselnya , maka Izawa menggunakan ponselnya sendiri dan langsung mengirim pesan ke ponsel Matsuri yang dibawa oleh Hinata dan Minami agar membawa Matsuri ketempat yang lebih baik .


Izawa melakukannya dengan menggunakan Quirk memanipulasi Cyber , jadi jejaknya tidak akan bisa dilacak oleh pihak lain .


[ Baiklah sekarang apa yang harus aku lakukan ? karena dengan ini Matsuri sudah mengetahui tentang identitasku dan kemungkinan besar hanya menunggu waktu sampai pihak pahlawan akan mengetahui hubungan kami ....... ]


Izawa dengan langkah apa yang harus dia lakukan kepada Matsuri yang sudah mengetahui tentang identitasnya , karena dalam waktu dekat pihak pahlawan atau kepolisian akan datang kesini dan menemukan Matsuri , maka nanti Matsuri pasti akan dimintai keterangan atas apa yang telah terjadi dan mungkin saja hubungan antara Izawa akan diketahui .


Izawa tidak tau apa yang akan dilakukan oleh pihak kepolisian atau pahlawan , jika itu tentang dirinya maka Izawa tidak akan peduli tetapi jika itu menyangkut dengan orang-orang panti asuhan maka itu adalah sesuatu yang dikhawatirkan Izawa .


Langkah terbaik yang terlintas adalah dengan menghapus ingatan Matsuri akan keterlibatan Izawa dalam insiden ini .


[ Tidak , aku tidak ingin melakukan itu ]


Sesuatu seperti itu sangat ditentang oleh Izawa , karena Izawa tidak ingin sesuatu mengacaukan ingatan Matsuri , rasanya seperti Izawa menipu Matsuri lagi dan itu membuat Izawa merasa buruk .

__ADS_1


[ Lagipula aku juga tidak bisa menghapus ingatan seseorang atau semacamnya , Quirkku tidak memiliki kemampuan untuk memanipulasi ingatan seseorang ]


Ia yang biasa selalu memiliki rencana sekarang tidak bisa memutuskan langkah yang terbaik . ini seperti seorang pelajar yang tidak belajar pada saat menghadapi ujian sekolah . bingung pada saat mendapat soal yang dirasa sulit , bukannya tidak bisa tetapi hanya ragu dan bimbang untuk memilih sebuah pilihan .


Karena terkadang hati dan pikiran memiliki sesuatu yang berbeda .


Biasanya Izawa akan memilih pilihan pikirannya tetapi sekarang juga hati Izawa yang terus-menerus berkata lain . ini benar-benar adalah situasi yang sulit bagi Izawa karena perasaan aslinya sangat jarang berbicara .


Tanpa Izawa sadari ia sebenarnya perlahan-lahan berubah . ia yang dulu sangat liar , suka melakukan pembunuhan acak hanya untuk memenuhi hasratnya tetapi setelah memasuki U.A Izawa perasaan aslinya mulai adanya pergerakan .


Karena di U.A dia merasa seperti tidak sendiri dan juga untuk pertama kalinya Izawa mulai merasa apa itu rasanya pertemanan , walaupun ia tidak memahami tetapi hal itu membuat Izawa menjadi semakin tenang .


Memang benar itu tidak mengubah sifat jahatnya , tetapi ini masih lebih baik . sekarang Izawa hanya melakukan pembunuhan karena adanya misi , hal ini sedikit berbeda dengan dirinya yang dulu .


[ Baiklah Matsuri-chan , maafkan kakak karena membuatmu kecewa dan khawatir tetapi aku harap kau memiliki masa depan yang jauh lebih baik dariku ]


Izawa menurunkan badannya da mengelus kepala dari Matsuri . ia memilih untuk pergi saja dari sini tanpa melakukan sesuatu kepada Matsuri . jika memang pihak pahlawan mengetahui hubungan antara mereka , Izawa berharga agar tidak terjadi sesuatu pada mereka dan jika memang ada hukuman maka Izawa lah yang akan menerima semua itu .


Kemudian Izawa cairan hitam menyelimutinya hingga beberapa saat kemudian Izawa sudah menghilang dari tempatnya .


[ Kau sudah kembali , kupikir kau akan datang lebih cepat .... ]


Sesampainya di laboratorium , Izawa berpapasan dengan Dokter Shiga yang sepertinya ia sedang memantau perkembangan dari Tomura .


[ tunggu , tubuhnya bau darah . apa kau habis membunuh seseorang ? ]


[ Ada orang yang mencoba melawanku ..... ]


Dokter Shiga mencium sesuatu yang tercium darah dari tubuh Izawa , bahkan jika diperhatikan lebih dalam terdapat bisa darah yang terdapat di baju dari Izawa . terlihat jelas sepertinya Izawa telah membunuh orang lain .


[ Lebih baik kau bersihkan dulu tubuhmu ..... ]


[ Akan aku lakukan ..... ]


Kemudian Dokter Shiga kembali melanjutkan pekerjaannya , ia pergi berjalan kembali menuju ruangan dari Tomura .


[ Sedikit lagi hingga akhirnya semuanya selesai ......... ]


Izawa berjalan menuju kamar mandi yang terdapat di sudut laboratorium .


Melepaskan pakaiannya satu persatu kemudian membasuh tubuhnya , lalu berendam di air hangat yang telah ia siapkan . biasanya ia jarang berendam air hangat tetapi hari ini bagi Izawa adalah hari yang melelahkan . tubuhnya memang tidak lelah tetapi pikirannya lelah .


[ Tidak buruk sesekali berendam ..... ]


Izawa mulai mengingat kejadian sebelumnya . mulai dari ia berangkat pergi ke kota Ina , pergi berjalan-jalan kesana-kemari hingga pada saat malam hari tanpa dengan ia bertemu dengan Matsuri .

__ADS_1


Tetapi ketika ia mengingatkan kejadian itu membuat Izawa merasa sakit karena sudah berbohong lagi kepada Matsuri .


[ Aku baru menyadari kalau menipu perasaan sendiri bisa terasa sesakit ini ]


__ADS_2