
*Sebelumnya*
[ Itu mudah, aku tinggal mengucapkan maaf kepada keluarga Yamaguchi , serta memberikannya hadiah , maka itu akan selesai ] Ucap Izawa , sebenarnya Izawa mempunyai rasa kebanggaan yang tinggi . dia tidak memandang orang secara sama , tetapi dia tidak menunjukkannya .
Dengan suasana hati yang baik , Izawa memandangi perkotaan dengan harapan untuk cepat pulang , tanpa memikirkan keluarga Yamaguchi yang saat ini bahkan sedang menunggunya .
...----------------...
Dua hari kemudian , Senin pun datang , pagi itu suhu lebih dingin dari biasanya , karena semalam baru saja diterpa hujan .
Di sebuah kamar mewah , terdapat seorang gadis yang sedang tertidur lelap , tetapi itu terganggu dengan alarmnya yang berdering .
***Beep
Beep
Beep***
Jam alarm Izawa sudah berdering menunjukkan pukul 05.00 , membuat ia terbangun dari tidurnya . dengan mata yang masih mengantuk , Izawa mematikan alarm itu yang terus-menerus berdering .
[ *Hoamm* ........ sudah pagi ya .... tadi malam aku tidur agak lambat karena membaca manga ] Ucap Izawa sambil merenggangkan tubuhnya dan mengusap matanya .
[ Baiklah , ayo bereskan terlebih dahulu ]
Kemudian setelah itu Izawa mulai merapikan kasurnya dan juga membuka gorden jendela agar nanti sinar matahari bisa masuk nanti jika sudah terbit .
Setelah itu , ia pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka dan mengganti baju tidurnya dengan pakaian olahraga . karena Izawa akan melakukan lari kecil di taman dekat mansionnya .
Taman itu terletak tepat didepan mansion Izawa , jadi tidak perlu waktu lama untuk sampai .
[ Karena hujan tadi malam membuat taman menjadi berair , sebaiknya aku berhati-hati agar tidak tergelincir ]
Dengan menggunakan celana panjang dan jaket olahraga , Izawa mulai berlari kecil mengitari taman . tidak lupa , Izawa juga melakukan olahraga kecil lainnya seperti Stretching , Squat , Sit up atau crunch , Push up dan Jumping Jacks .
Izawa berolahraga agar sehat dan menjaga kebugaran tubuh . itu juga menjaga tubuhnya agar tidak gemuk dan postur tubuh tetap ideal .
Ini adalah kebiasaan Izawa , dia bangun dan memulai kesehariannya bahkan sebelum matahari terbit .
Pukul 06.30
Setelah selesai berolahraga , Izawa kemudian mandi untuk membersihkan tubuhnya .
[ Aku sudah menyelesaikan tugas hari Jumat
hari sebelumnya dan juga aku belum belajar untuk ulangan hari ini , terlebih lagi itu adalah Matematika ..... yaa aku akan belajar sebentar setelah ini ]
Sambil menyikat giginya , Izawa mengingatnya pelajaran sekolah , walaupun Izawa ada ulangan hari ini , ia sangat santai , tetapi sebenarnya sangat percaya diri bisa mendapatkan nilai yang bagus .
Terkadang mereka yang berbakat hanya perlu sedikit kerja untuk berhasil , dibandingkan dengan orang yang kurang berbakat , untuk menutupi kekurangannya itu mereka akan berkerja keras .
Pukul 07.00
Kemudian setelah selesai mandi , dengan menggunakan seragam sekolahnya , Izawa belajar hanya membaca-baca ulang catatan pelajarannya selama 10 menit .
[ *Sigh* ...... Ini membosankan , kenapa jika membaca pelajaran waktu akan terasa lebih lambat , aku membaca catatan pelajaran selama 10 menit terasa seperti 1 jam dan membaca manga selama 1 Jam terasa 10 menit ]
Walaupun Izawa seperti sangat menyukai manga , tetapi dia juga menonton anime . tetapi Izawa adalah orang yang bertipikal penasaran terhadap sesuatu yang menarik perhatiannya .
Setelah menonton anime dan menurutnya anime itu bagus , Izawa akan mencari kelanjutan ceritanya baik dari manga atau Novel . karena itu setelah anime itu mendapatkan lanjutan cerita , Izawa sudah tidak terlalu tertarik lagi untuk menonton karena sudah mengetahui alur cerita lanjutannya .
~Cring-Cring
Dengan tangan memegang lonceng kecil , Izawa menggerak-gerakkannya membuat suara dengan tujuan memanggil Maid . kenapa tidak teriak saja ? itu karena Izawa memiliki suara yang kecil dan juga ia tidak suka berteriak , jadi ia menggunakan bel lonceng kecil untuk memanggil Maid .
[ Ada apa Nona Muda ? ]
Kemudian setelah itu datanglah satu Maid , itu adalah Maid yang sama dengan yang biasa mengurusnya .
[ Apa masih lama sarapan siap ? ]
[ Hanya tinggal sebentar lagi Nona Muda ]
[ Untuk pagi ini apa menunya ? ]
[ Untuk pagi ini adalah Wafel dengan saus karamel dan ditambah buah blueberry ]
[ Hanya itu ? ]
Ucap Izawa sambil mengerutkan dahinya , pelayan itu gugup karena Izawa mengatakannya dengan nada tidak suka atau kurang puas .
[ Ju-juga tidak lupa dengan Roti Kacang , Nona Muda ]
Setelah mendengar itu , suasana hati Izawa menjadi membaik , bagaimanapun Roti kacang adalah makanan kesukaannya .
[ Baiklah , kau boleh pergi ........ siapa namamu ? ]
[ Na-namaku Igarashi Itoha , Nona Muda ]
[ *Sigh* ........ Igarashi kau boleh pergi ]
[ Ka-kalau begitu permisi Nona Muda ]
Kemudian atas Izin Izawa Igarashi meninggalkan ruangan dengan perasaan lega .
[ Padahal sudah bertahun-tahun , tetapi baru sekarang aku baru mengetahui namanya , tunggu , kalau tidak salah dia pernah dulu memberitahukan namanya , tapi aku melupakannya .......... yaa aku memang bukan majikan yang baik ]
Meskipun Izawa saat baik dalam hal mengingat tentang pelajaran , tetapi entah kenapa dia sering lupa jika menyangkut nama orang .
Setelah itu Izawa membereskan buku pelajarannya dan pergi ke ruang makan .
Pukul 07.15
Saat Izawa membuka pintu , di sana terdapat ruang luar dengan meja makan yang sudah terhidang wafel untuk sarapan Izawa .
__ADS_1
[ Sebelah sini Nona Muda ]
Igarashi yang sudah selesai menyiapkan sarapan menuntun Izawa ke meja [ Jika Nona Muda sudah selesai , Nona bisa langsung berangkat sekolah karena mobilnya sudah siap ]
[ Baiklah , kalian bisa pergi ]
Kemudian para Maid yang ada disitu keluar dari ruangan meninggalkan Izawa sendiri .
Tetapi Igarashi yang tidak tega melihat Izawa sendiri mencoba menemaninya .
[ No-nona Muda , kalau anda berkenan aku bisa menemani mu disini ? ]
[ Tinggal aku sendiri , silakan kau pergi ]
[ Tetapi Nona sendirian disini , akan lebih baik aku disini , jadi kalau Nona membutuhkan sesuatu Nona tinggal katakan padaku ]
[ Sudah aku bilang tinggalkan aku sendiri ............. lagi pula aku sudah terbiasa sendiri ]
Igarashi yang mendengarkan perkataan Izawa hanya bisa menghela nafas dan mengikutinya .
Di samping rasa takutnya , Igarashi sebenarnya peduli kepada Nona Mudanya itu .
Pada saat pertama kali bertemu dengan Nona Mudanya itu Igarashi merasa kalau Izawa adalah orang yang sombong , dan memang benar .
Nona Mudanya itu jarang menghargai para Maid yang bekerja padanya , bahkan Igarashi saja ragu Izawa mengingat nama para Maid .
Dia terlalu acuh dan tanpa berperasaan . walaupun Nona Mudanya itu tidak pernah menyakiti para Maid secara fisik , tetapi perkataannya terkadang sangat menyakitkan .
Setelah bertahun-tahun berkerja untuk melayani Izawa , Igarashi mengerti kalau permasalahan sikap Izawa berasal dari kurangnya kasih sayang kepadanya yang membuat Igarashi merasa kasihan .
[ Bahkan kalau dipikir-pikir lagi kapan Nona Muda bersama keluarganya ? ]
Tetapi setiap kali ia mencoba dekat dengan Nona Mudanya itu Igarashi , Izawa selalu tidak peduli dan juga seolah-olah ada penghalang di sekitar Izawa yang membuat ia kesulitan mendekat .
Ditambah lagi Igarashi yang takut kepada Izawa membuat ia tidak berani melangkah lebih jauh .
Dengan perasaan yang kurang semangat Igarashi membuka pintu dan keluar dari ruangan itu .
Ruangan itu yang awalnya sunyi menjadi lebih sunyi .
Izawa menyisir pandangan ke depan , terlihat meja yang sangat besar tetapi hanya ia seorang yang makan di meja itu .
[ *Sigh ........ Walaupun meja ini besar , tetapi terasa sangat** sepi*** ]
Dikarenakan keluarga Izawa tidak ada dirumah membuat Izawa terbiasa makan sendiri .
Izawa hanya menatap makanan itu , dengan suara jam dinding yang terus berbunyi menemani .
[ Ketika banyak orang yang menginginkan hidup seperti ku , tetapi terkadang justru aku yang iri kepada hidup normal mereka . benar-benar lelucon yang lucu bukan ? ]
Setelah berdiam selama 5 menit , Izawa mulai memakan sarapannya hingga akhirnya yang tersisa hanya roti kacang .
Dengan tatapan mata sendu , Izawa mengingat masa lalunya [ Kakek-nenek , Aku merindukan kalian ]
Sejak masih kecil kedua orang Izawa memang sudah jarang dirumah , sedangkan kakaknya tinggal diluar negeri untuk sekolah , membuat ia selalu sendirian .
10 tahun yang lalu atau pada saat Izawa masih berumur 7 tahun , ia pernah datang ke rumah kakek-neneknya .
Disana dia disambut dengan baik , dicintai dan diperlakukan dengan baik yang membuat ia merasa nyaman .
Izawa kecil yang tidak mengetahui perasaan bagaimana dicintai merasa bingung , tetapi yang pasti ia merasa nyaman dan menyukai perasaan itu .
Suatu hari pada saat Izawa kecil sarapan bersama dengan kakek-neneknya ia diberikannya Roti kacang buatan neneknya .
Kakeknya berkata kalau Roti Kacang adalah makanan kesukaannya dan sang nenek .
Izawa kecil awalnya skeptis karena bentuk dari Roti Kacang itu terlihat biasa saja , tetapi saat ia memakannya Izawa merasakan sesuatu yang belum pernah dia rasakan sebelumnya .
Memang benar bahan untuk membuat Roti kacang itu tidak semewah makanan yang sering ia makan , tetapi entah kenapa Roti itu terasa sangat enak .
Tanpa terasa air mata turun dari kedua matanya , tetapi ia terus memakannya . kakek-neneknya yang melihat itu merasa khawatir karena Izawa menangis .
[ Apa ada yang salah Izawa-chan ? kenapa kau menangis ? apa Rotinya tidak enak ? ]
[ Rotinya sangat enak , aku hanya merasa senang ]
Setelah menjawab pertanyaan dari sang nenek , Izawa melanjutkan Roti kacang hingga tanpa terasa Roti yang ada ditangannya sudah habis .
[ Nenek , terbuat dari apa Roti itu ? apa ada bahan mahalnya? ]
[ Tidak , itu hanya menggunakan bahan normal ]
[ Tetapi kenapa sangat enak ? ]
Sang nenek kemudian mengelus kepala Izawa dan menjawabnya [ Kau tau Izawa-chan , walaupun makanan biasa jika dimakan bersama-sama oleh orang yang berharga akan terasa sangat enak ]
[ Ohh kalau begitu , alasan kenapa makanan yang aku sering makan dirumah kurang enak adalah karena tidak dimakan bersama-sama ]
[ Tidak dimakan bersama-sama ? ]
[ Itu karena ayah , mama dan kakak jarang berada di rumah ]
Mendengar jawaban dari Izawa kecil membuat sang Kakek merasa prihatin .
[ Kalau begitu apakah Izawa-chan mau tinggal disini ? ]
[ Bersama Kakek-nenek ? ]
[ Tentu saja , apa Izawa-chan mau ? ]
Setelah berpikir , Izawa memang ingin tinggal disini tetapi ......
[ Tetapi bagaimana jika ayah tidak mengijinkannya ? ]
__ADS_1
[ Tenang saja , kalau itu biar kakek yang urus ]
[ Wahh , kalau begitu terimakasih Kakek-nenek . besok aku akan pulang untuk mengambil keperluan ]
Kemudian mereka melanjutkan makan bersamanya .
Keesokan paginya , Izawa bersiap kembali kerumahnya untuk mengambil keperluan yang diperlukan .
[ Aku pergi dulu Kakek - Nenek , nanti aku kesini lagi ]
[ Hati-hati dijalan . kami akan menunggu ]
Kemudian setelah itu Izawa berangkat pulang kerumahnya .
[ Aku tidak habis pikir kepada anakku . kenapa dia jarang bersama Izawa-chan ? untuk anak seumurannya kasih sayang orang tua sangat diperlukan ]
[ Sudah Kakek , lagian nanti Izawa-chan akan bersama kita dan kita pastikan dia tidak akan kesepian lagi ]
[ Kau bena— ]
Tetapi sebelum dapat mengatakan kalimatnya tiba-tiba penyakit tekanan darah tinggi Kakek bangkit lagi , membuat kakek merasakan pusing dan kesulitan bernapas .
[ Kakek ! Kakek ! Akina cepat datang kemari ! ]
Sang nenek memanggil pelayan untuk membantunya .
[ Ada apa Nyonya ? ]
Tidak lama kemudian datang wanita yang berumur sekitar 20-an .
[ Penyakit Kakek bangkit lagi ! Kita harus membawanya ke rumah sakit ! ]
[ Baiklah , aku akan menyiapkan mobilnya ]
Sementara itu Izawa kecil yang tidak mengetahui itu , sekarang ini sedang membereskan pakaiannya di kamarnya .
[ Hmmm tidak mungkin aku bisa membawa semua pakaian ini ]
Izawa saat ini sedang memilih pakaian akan dia bawa ke rumah Kakek-neneknya .
[ Yang kanan bagus , tetapi yang kiri juga bagus . yang mana harus aku pilih ? ]
Setelah beberapa saat akhirnya Izawa memutuskan untuk membawa keduanya .
[ Pakaian , peralatan sekolah dan kebutuhan lainnya sudah siap . baiklah semuanya sudah siap ]
Bang ..................
Tiba-tiba pintu terbuka dan seorang maid masuk yang membuat Izawa kecil terkejut .
[ Ada berita buruk Nona Muda ! ]
[ Berita buruk ? apa mobilnya tidak bisa dinyalakan ? atau sesuatu yang lain ? ]
[ Ini tentang Kakek dan Nenekmu ..... ]
Setelah Maid itu mengatakan berita buruknya , mata Izawa melebar dan mengeluarkan air mata .
[ Itu bohong ...... itu pasti bohong ...... karena tadi mereka mengatakan akan menungguku ...... ]
[ Tidak , itu benar . setelah Nona Muda pergi , penyakit Kakekmu tiba-tiba bangkit kembali dan membuatnya harus dilarikan ke rumah sakit . tetapi mobil yang ditumpangi oleh Kakek dan Nenekmu mengalami kecelakaan hebat yang membuat semua yang ada didalam mobil itu meninggal ]
[ Ti-tidak .... a-aku tidak suka ini ..... i-ini semua tidak mungkin ...... ]
[ Nona Muda ! ]
Tiba-tiba Izawa kecil terjatuh dan mulai kehilangan kesadarannya , sebelum dia benar-benar pingsan Izawa mengingat kebersamaannya dengan kakek-neneknya
[ Kakek - Nenek ..... ]
Flashback Off
Itulah alasan sebenarnya Izawa menyukai Roti kacang .
Jika saja mereka tidak kecelakaan dan Izawa bisa tinggal bersama mereka walaupun dengan waktu sebentar , mungkin saja kepribadian Izawa tidak sedingin dan seacuh ini .
Atau bisa saja Izawa bisa menjadi orang yang baik .
[ Tetapi mau bagaimana lagi , itu semua sudah terjadi ]
Setelah itu Izawa mulai memakan Roti kacangnya .
Izawa untuk pertama kalinya merasakan apa itu kasih sayang , tetapi itu semua hanya sebentar sebelum akhirnya Izawa merasakan kesepian lagi .
[ Eh , apa ini ? ]
Saat sedang makan Roti kacang , Izawa tiba-tiba melihat sesuatu menyelip di bawah piring bekas makanannya .
[ Sebuah kartu ? ...... oh ada tulisan dibelakangnya ]
Saat Izawa mengambilnya , itu adalah kartu putih dengan adanya tulisan di sisi lainnya , tetapi tulisan menggunakan huruf alfabet .
[ "Jika kau terlahir kembali , maka apa yang kau inginkan ?" ........ Apa maksudnya ini ? ........... mengapa bisa ada lelucon itu di sana ? .............. siapa yang menaruhnya di situ ? ]
Izawa mulai memikirkan siapa pelaku dibalik semua ini . dia beranggapan kalau ini adalah lelucon yang sengaja dilakukan oleh salah satu Maidnya .
[ Terlahir kembali ? ..... itu bodoh sekali . meskipun aku ini seorang yang menyukai anime dan manga , seorang yang selalu berkhayal tentang hidup di dunia lain tetapi aku ini masih waras . aku masih bisa membedakan dimana fiksi dan realita ........... ]
Setelah memikirkan sejenak , Izawa merasa pertanyaan itu harus dijawab . karena menurutnya mungkin alasan Maid itu menaruh itu adalah untuk membuat suasana hatinya menjadi lebih baik .
[ Walaupun itu lelucon , tetapi jika aku harus menjawab maka ......... maka ......... maka aku menginginkan ............. kasih sayang ]
Dikarenakan oleh kurangnya kasih sayang , maka Izawa sekarang jika diberikan kasih sayang maka dia akan sangat menjaganya .
__ADS_1
Tetapi tanpa Izawa menyadarinya , itu membuatnya menjadi seorang villain di kehidupan selanjutnya untuk menjaga kasih sayang itu .