
*Sebelumnya*
Karena sedari awal Festival Izawa menahan diri hasrat bertarungnya agar tidak berlebihan , jadi dia pulang lebih cepat dari yang lain untuk melepaskan rasa itu .
Kemudian Izawa kembali menghadap satu-satunya korban yang masih hidup dan tersenyum .
[ Sayang sekali , aku tidak bisa melepaskan mu jadi , selamat tinggal ] Ucap Izawa sambil membuat beberapa Dark tentacles miliknya bergerak ke arah korban yang tersisa .
[ TI-TIDAAKKKK.............. ] Teriak terakhir Korban .
Jleb..................
Jleb..................
Jleb..................
~ ahh , sungguh orang yang malang
...----------------...
Pada saat ini Izawa sudah sampai di tempat milik Tomura .
[ Aku kembali ] Ucap Izawa .
[ Selamat datang kembali ] Hanya Kurogiri saja yang menyambutnya . sedangkan Tomura hanya acuh .
Setelah itu Izawa kembali ke kamarnya untuk menaruh tas dan juga dia langsung melempar medali yang dia dapat ke samping tempat tidurnya .
Kemudian Izawa pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya .
Skip .
Setelah Izawa selesai mandi dan mengganti pakaiannya , dia turun ke bawah .
[ Apa ada misi ? ] Tanya Izawa .
[ Tidak ada , master belum memberikan arahan ] Ucap Kurogiri .
[ Ohh , kalau begitu tolong satu susu putih ] Ucap Izawa .
[ Baiklah , tunggu sebentar ] Ucap Kurogiri .
[ Cih , minum susu tidak pantas untukmu ] Ucap Tomura yang sedari diam .
[ Aku tidak peduli ] Ucap santai Izawa .
[ Ini ... ] Ucap Kurogiri yang menyerahkan susu pesanan Izawa .
[ Terimakasih , ohh ya , bagaimana tentang pembunuh pahlawan Stein ] Ucap Izawa sambil meminum susunya .
[ Kata master , dalam beberapa hari kita akan menemuinya , juga selama waktu itu kau bebas ] Ucap Kurogiri sambil mengelap gelas .
Izawa hanya mendengarnya .
[ Cih , aku agak terkejut kau masih bisa menahan diri saat festival ] Ucap Tomura .
Mendengar itu Izawa hanya menjawab dengan santai [ Sebenarnya susah , aku harus memendam perasaan itu dan pada saat aku pulang sekolah aku pun pergi ke suatu tempat untuk melampiaskannya ] .
Kurogiri dan Tomura tidak bertanya kemana Izawa pergi , karena mereka sudah paham akan hal itu .
Ding.....................
Terdengar suara handphone milik Izawa dan saat Izawa melihat itu adalah Uraraka yang sedang memberitahu Izawa tentang perkataan Aizawa-sensei .
[ Magang dengan pro Hero , kah . ..... ] Ucap Izawa .
Izawa memikirkan dengan pro Hero siapa dia akan magang .
[ nanti saja aku pikirkan ] Ucap Izawa sambil kembali meminum susunya .
[ Ohh iya , bagaimana jika kita menculik pemenang festival olahraga ? ] Saran Izawa .
[ Kenapa.....? ] Ucap bingung Tomura .
[ Karena dia memiliki quirk dan tempramen yang cocok untuk jadi penjahat ] Ucap Izawa .
[ Tunggu , bukannya orang itu adalah teman sekelas mu sendiri ? ] Ucap Kurogiri .
[ *Sigh*............dia hanya teman sekelas dan tidak ada apa-apa lagi . jika kita ada seseorang yang bisa kita gunakan kenapa harus menolak ] Ucap Izawa .
Izawa hanya memandang mereka sebagai orang yang bisa digunakan atau tidak . dia tidak membencinya atau juga menyukainya .
[ Baiklah , akan aku sampaikan pada master ] Ucap Kurogiri .
Setelah itu Izawa ingin pergi ke kamarnya tapi sebelum itu .
[ Aku akan pergi besok , jadi jangan cari aku ] Ucap Izawa .
__ADS_1
[ Kemana ? ] Tanya Tomura .
[ tenang saja , yang penting bukan agensi pahlawan atau kepolisian ] Ucap Izawa .
...----------------...
Saat ini Izawa sedang berpenampilan casual .
baju berwarna marun yang bergambar tengkorak , jaket hitam dan celana hitam panjang . serta memakai topi .
Izawa juga saat ini menggunakan warna rambut hitam dan mata merah .
[ anggap aja tanduknya tidak ada dan memakai topi .
Sumber : pinterest
karya : Inggur ].
Izawa saat sedang pergi jalan-jalan , karena sudah lama dia tidak melakukannya . meskipun dia terbiasa hidup di dalam kegelapan tapi dia kadang-kadang juga menyukai sensasi seperti ini .
Dia berjalan melewati banyak orang yang berlalu lalang . tidak lupa dia pergi ke Toko roti untuk membeli makanan kesukaannya .
[ Oba-san , tolong beli tiga roti kacang ] Ucap Izawa .
[ Baiklah , .........hmmm apa kita pernah bertemu sebelumnya ] Ucap Penjual itu . dia merasa seperti sudah bertemu dengan Izawa tapi dia melupakannya .
Itu karena Izawa mengganti warna bola matanya dengan merah . berbeda dengan mata ungu biasannya .
[ Tidak juga ] Ucap santai Izawa . kemudian Izawa pergi ke tempat dulu yang pernah dia singgahi .
[ Sudah lama aku tidak kesini ] Ucap Izawa .
Saat ini dia sudah mencapai taman yang dulu beberapa tahun yang lalu dia bermain dengan beberapa anak-anak , meskipun dia sudah melupakan namanya tapi dia samar-samar masih mengingat wajah mereka .
Sekarang adalah siang hari , sekitar jam 1.30 siang . jadi di taman tidak banyak orang .
[ Baiklah , aku akan mencari tempat duduk dulu ] Ucap Izawa yang kemudian menemukan bangku yang kosong .
[ Disini saja ...... ] Duduk Izawa .
Izawa saat ini sedang memandang taman sambil memakan roti kacang yang dia bawa .
[ Maa , seperti ini kadang-kadang tidak buruk juga ] Ucap Izawa . tapi kemudian ada sebuah bola yang meluncur ke arahnya .
Dengan mudahnya Izawa menahannya .
[ Sumimase ! kami tidak sengaja ] Kemudian datanglah beberapa anak kecil laki-laki yang sepertinya sedang bermain bola .
[ Ini punya kalian ? ] Tanya Izawa .
[ i-iya , k-kami tidak sengaja , jadi tolong kembalikan ] Ucap Seorang anak kecil yang sepertinya adalah pemimpin .
[ Baiklah........ ] Ucap Izawa yang kemudian menyerahkan bola itu .
[ Terimakasih , ne-chan ] Ucap sambil menunduk anak itu kemudian kembali pergi untuk bermain bola .
Melihat anak-anak itu bermain , Izawa tiba-tiba mengingat masa kecilnya dan secara tidak sadar tersenyum tulus setelah sekian lama .
[ wahh , aku jadi nostalgia , aku masih mengingat dulu ketika aku secara tidak sengaja menendang bola yang kemudian mengenai kepala Matsuri-chan dan membuatnya menangis . setelah itu Sakura ne-chan marah-marah kepadaku lalu mengadu ke Saori-sensei dan sebagian hukumannya aku disuruh tidur cepat ] Ucap Izawa dengan ekspresi tersenyum nostalgia .
Tanpa Izawa sadari , senyumannya itu membuat kaum Adam yang masih remaja yang melihatnya memerah pipinya .
Setelah beberapa jam ditempat itu , Izawa memutuskan untuk pergi ke tempat lain .
Dia pergi ke stasiun untuk menaiki kereta dan kemudian berhenti disalah satu stasiun yang berada dipinggiran kota . kemudian dia berjalan beberapa saat kemudian dia memandang tempat itu .
Tempat itu tidak banyak berubah setelah Izawa meninggalkannya , tempat yang penuh kenangan , tempat yang dianggap rumah oleh Izawa . ya , tempat itu adalah panti asuhan tempat dulu Izawa tinggal .
[ Sudah 10 tahun aku tidak melihat tempat ini .Walaupun aku sering melihatnya dengan mengeceknya dengan meretas kamera CCTV disekitar tapi melihatnya secara langsung sangat berbeda . ] Ucap Izawa dengan ekspresi yang hampir menangis .
Kemudian Izawa melihat seorang yang sepertinya salah satu perawat panti asuhan sedang mengecek anak-anak .
[ Sudah lama sekali ya , sensei ] Ucap Izawa Sambil melihatnya dari jauh .
Izawa berada beberapa puluh meter dari panti asuhan dan sedang melihatnya dengan menyenderkan badannya pada pohon yang lumayan besar . tapi kemudian dia melihat sesuatu yang tidak beres .
[ Hmmm....? ]
...----------------...
Matahari hampir tenggelam ke ufuk barat . langit yang tadinya biru cerah sekarang sudah tergantikan dengan langit senja .
Saat ini terlihat seseorang wanita yang berumur sekitar 40 , berkulit Langsat , berambut hitam dan mata hitam . dia sedang panik karena salah satu dari anak-anak yang dia asuh belum kembali . orang itu adalah Ayame Saori . orang yang dianggap ibu oleh Izawa .
[ Dimana Mirei ? ] Ucap panik Saori .
__ADS_1
[ Tadi dia bilang ingin pergi sebentar , tapi sampai saat ini dia belum kembali ] Ucap salah satu anak .
Mendengar itu Saori menjadi semakin panik , karena Saori merasa gagal setelah kehilangan Izawa jadi tentu saja panik jika salah satu anak asuhnya belum kembali .
[ Dimana kamu Mirei ? ] Batin Saori .
...----------------...
Saat ini seorang anak perempuan berumur lima tahun sedang menangis di taman tempat dia bermain , orang itu adalah Mirei .
[ Hiks........Hiks......Hiks..........Aduh sakit ......] Ucap sambil menangis Mirei .
Mirei ada di taman karena pada saat kemarin bermain dia lupa tentang sesuatu jadi balik lagi ke taman untuk mengambilnya .
Mirei mencari barang itu dari tadi tapi belum menemukannya , tak terasa hari sudah gelap jadi memutuskan untuk menghentikan pencarian tapi sayang , saat dia kembali sambil berlari dia terjatuh dan membuat kakinya terkilir .
Dia mencoba minta pertolongan tapi tapi belum satupun orang yang datang .
[ Hiks........kakiku .....] Saat Mirei sedang menangis tiba-tiba ada suara yang memanggilnya .
[ Kau kenapa ? ] Suara perempuan yang terdengar dingin .
Saat Mirei menoleh , dia melihat seorang perempuan berumur 15 tahun yang memiliki rambut hitam dan mata merah serta kulit pucat . ya orang itu adalah Izawa .
Pada saat Izawa melihat Saori-sensei panik , saat dia mempertajam pendengarannya , Izawa mendengar salah satu anak belum kembali , jadi Izawa berinsiatif mencarinya . dan dia menemukan Mirei sedang menangis di dekat taman .
[ Si-siapa kau ? ] Ucap Mirei .
Jujur saja Mirei agak takut dengan perempuan itu , walaupun terlihat sangat cantik tapi aura e dikeluarkannya terkesan dingin . Mirei juga sudah diperingatkan untuk tidak boleh terlalu percaya kepada orang asing .
[ Apa kau tidak apa-apa ? ] Tanya Izawa .
[..........] Mirei tidak membalas .
Melihat Mirei sedang yang memegangi kakinya , Izawa mengatahui permasalahannya .
Izawa langsung menggendong Mirei ke tempat yang lebih baik .
[ a-apa yang kau lakukan ? ] Ucap Mirei melihat Izawa menggendongnya .
[ Kakimu terkilir , aku kan membawamu ke tempat yang lebih baik ] Ucap Izawa sambil membawa Mirei .
Izawa membawa Mirei ke pinggir , dia langsung meluruskan kaki Mirei untuk melemaskannya .
[ Lemas kan kakimu........] Ucap Izawa .
[ Aduh sakit..........] Ucap Mirei .
[ makanya lemas kan dulu untuk memenangkan rasa sakit.........] Kata Izawa sambil mengelus dengan pelan pergelangan kaki Mirei .
[ Siapa namamu ? ] Ucap Izawa .
[ Shinohara Mirei ] Ucap Mirei .
[ ohhh , Mirei-chan , kah ] Ucap Izawa sambil mengelus pergelangan kaki Mirei .
[ Siapa nama one-chan ? ] Ucap Mirei . sepertinya Mirei sudah mulai mempercayai Izawa .
[ Panggil saja Shizue ] Ucap Izawa .
[ Shizue one-chan , ya . ] Ucap Mirei .
[ Ini ....... ] Sambil menunggu Mirei menjadi lebih baik , Izawa memberikan Roti kacang yang tadi dibelinya .
[ Untukku ? ] Ucap Mirei .
Izawa yang mendengar itu hanya mengangguk .
[ Terimakasih ne-chan . kau baik sekali ] Ucap Mirei sambil mengambil lalu memakan Roti kacang yang dikasih Izawa .
Mendengar itu Izawa hanya tersenyum pahit , jika Mirei tau siapa sebenarnya Izawa , mungkin dia akan mengatakan sebaliknya .
[ Bagaimana keseharianmu di panti asuhan ? ] Tanya Izawa untuk mengalihkan perhatian .
[ ahh , kau tau Saori-sensei sangat baik kepadaku tapi tidak cuman dia banyak --------] Ucap Mirei , dia menjelaskan tentang keseharian di panti asuhan , dia menceritakan dengan dengan senyum dan bahagia .
Tidak sadar senyuman tipis dibibir Izawa terbentuk melihat pemandangan itu .
Izawa akan seperti orang yang berbeda jika menyangkut tentang panti asuhan , dia akan terlihat lebih berperasaan tentang itu . tunggu , terlihat seperti orang yang berbeda , lebih tepat untuk mengatakan Izawa terlihat seperti kepribadian dulunya .
[ baiklah , aku akan berjuang lebih baik agar dapat membuat panti asuhan tetap aman ] Batin Izawa .
...----------------...
[ Catatan \= maaf jika chapter kali ini terkesan membosankan , karena Author membuatnya chapter ini agar membuat Izawa mengenang masa lalu . Juga sifat Izawa yang berbeda dalam chapter ini dari pada chapter-chapter sebelumnya tapi tenang saja , pada chapter kedepannya sifat Izawa akan kembali seperti biasanya .
Jika ada kesalahan dan saran silahkan tulis di kolom komentar ]
__ADS_1
~Otsuzawa .