
*Sebelumnya*
[ Kanna sebaiknya kau cepat , karena waktu tinggal 5 menit lagi ....... ]
[ Kau benar , aku harus cepat ...... ]
Kemudian Kanna dengan bangkit dari duduknya dan pergi menuruni tangga untuk sampai ketempat yang sudah dijanjikan .
[ Dasar Kanna ...... kau melupakan ini ]
Karena panik atau terlalu bersemangat , Kanna melupakan kotak bekas makan siangnya , untungnya ada Izawa yang akan mengembalikannya .
[ Tetapi semoga berhasil ]
...----------------...
Di sebuah sudut sekolah , Kanna sedang berhadap-hadapan dengan Senpai yang ia sukai .
Dibawah pohon besar yang menutupi sinar matahari serta ditambah angin sepoi-sepoi berhembus membuat suasana untuk menyampaikan perasaan menjadi lebih baik .
Kanna sengaja mengaturnya disini yang tempatnya jauh dari keramaian .
Dengan pipi yang menjadi semakin kemerahan dan rasa malu memuncak , ia mencoba mengatakan perasaannya kepada sang Senpai .
[ Aku pasti bisa ! ayo Kanna katakanlah ...... ]
Untuk menambah kepercayaan dirinya , Kanna mencoba menyemangati dirinya dan ditambah dengan Izawa yang tadi menyemangatinya membuat rasa kepercayaan dirinya menambah.
[ Ayasaka , jika ada sesuatu yang ingin kau sampaikan maka cepatlah , bahkan kau sampai membawaku ketempat seperti ini , jika orang lain melihatnya itu bisa menjadi kesalahanpahaman..... ]
Senior itu membuka pembicaraan lebih dahulu dengan rasa tidak sabar dan heran . walaupun cara bicaranya yang agak kasar , tetapi Kanna tidak mempermasalahkannya , karena memang Kanna sudah mengenalnya lebih dulu .
[ Sebelum itu aku minta maaf mengganggu waktunya Akira-senpai , tetapi ada yang ingin aku katakan ....... ]
[ Ada apa ? sebaiknya kau cepat karena aku ada urusan yang harus aku selesaikan ]
Kemudian Kanna menarik nafas dalam-dalam untuk membuat tenang sebelum akhirnya mengatakan perasaannya .
[ Senpai ..... Aku menyukaimu , pergi berkencanlah denganku ]
Kanna menundukkan kepalanya sambil mengulurkan tangannya kepadanya Senpainya yang bernama Akira itu .
Detak jantungnya berdetak semakin kencang , rasa gugup menyelimuti Kannna , tetapi dia juga lega karena sudah menyampaikan perasaannya .
Mengingat Kanna dan Akira-senpai sudah hampir 1 tahun menjalin hubungan pertemanan , Izawa bukan satu-satunya teman dari Kanna , dengan kepribadiannya ia mudah disukai banyak orang dan mendapatkan banyak teman.
Kemudian Akira adalah salah satu dari banyak temannya , setelah lebih dari hampir satu tahun bersama , Kanna secara perlahan menyukai Akira .
Bahkan mereka sering bersama , banyak orang yang salah paham tentang hubungan keduanya , mereka berpikir Kanna dan Akira sudah berkencan .
Setelah semua yang terjadi , Kanna sangat percaya diri akan diterima , tetapi harapan itu hancur didepan matanya .
[ Ada apa ini ? apa ini lelucon barumu ? ....... ]
[ Tidak Akira-senpai , ak—aku serius menyukaimu .... ]
Tanggapan dari Kanna membuat Akira menjadi tertawa , sedangkan Kanna merasakan firasat buruk .
[ Hahahaha ...... Dengar ya Ayasaka , kau itu gadis bodoh , sangat manja dan selalu menyulitkan ku , jadi tidak mungkin aku menyukaimu ...... ]
[ Te-tetapi selama ini kita selalu bersama ....... ]
Ucap Kanna dengan mata yang meneteskan air mata , sementara tawa Akira menjadi semakin pecah mendengar itu .
[ Ayasaka kau ini benar-benar bodoh ya ... aku mendekatimu karena kau dekat dengan Shizue , dengan begitu aku bisa dekat dengannya .... ]
__ADS_1
Kanna mendengar itu sontak saja tertegun dan terkejut , pikirannya menjadi kosong dan juga bingung .
Dengan suara yang bergetar , Kanna mencoba bertanya sambil mengelap air matanya .
[ Eh ? ..... apa maksudmu ? ... ]
[ Aku menyukai Shizue , dia itu cantik , berprestasi dan ditambah lagi dengan latar belakangnya membuat ia sempurna , tetapi bagaimana denganmu ? kau itu bodoh , mudah ditipu dan latar belakangmu juga biasa-biasa saja . karena itu kau tidak bisa dibandingkan dengannya . bahkan aku harus menahan rasa muakku saat bersama denganmu ...... ]
Akira adalah seorang siswa kelas 3 dengan badan yang atletis serta ditambah dengan parasnya yang tampan membuatnya menjadi populer , ditambah lagi ia berpura-pura bersikap baik kepada semua orang untuk membuat reputasinya baik .
Dengan semua itu banyak gadis yang sudah menyatakan perasaannya , tetapi ia menolaknya .
Akira orang yang ambisius dan serakah , tetapi ia berasal dari keluarga yang rata-rata .
Karena itu dia sering dianggap rendah oleh siswa lain yang berasal dari keluarga mampu . berada di dalam di sekolah elit seperti Nadano pasti memiliki banyak orang seperti itu .
Tetapi ia mengganggap dirinya hebat , dan harus mendapatkan pasangan yang sempurna , dan diantara para siswi di sekolah Nadano yang Izawa lah yang terbaik .
Jika Akira dapat menjadikan Izawa pasangannya maka statusnya akan naik dan masalah keuangan akan teratasi .
Tetapi Akira sadar kalau saingannya untuk mendapatkan Izawa banyak , bahkan saingan-saingannya itu lebih baik dari Akira , jadi ia melihat kesempatan mengetahui kalau Kanna dekat dengan Izawa .
Akira akan mendekati Kanna dan Kanna akan membawanya kepada Izawa , dengan begitu ia bisa menjadi semakin dekat dengan Izawa atau begitulah pikirannya .
Walaupun Akira sudah pernah makan siang bersama dengan Izawa karena diajak oleh Kanna , tapi sebenarnya Izawa tidak pernah menganggapnya , apalagi memperdulikannya . jujur saja kalau Izawa bahkan sudah lupa dengan keberadaan Akira .
Meskipun Kanna adalah teman Izawa , tapi bukan berarti teman Kanna juga temannya .
[ Kalau hanya itu maka aku akan pergi , itu hanya membuang-buang waktu berhargaku ]
Kemudian Akira pergi meninggalkannya Kanna sendiri .
Perasaan Kanna hancur begitu mendengarnya , pikirannya menjadi kacau karena merasa sudah dibohongi selama ini .
Perasaan putus asa , depresi , kecewa semakin lama semakin besar . Kanna yang biasanya selalu ceria sekarang seperti mainan yang baterainya habis .
[ Aku sudah melakukan belajar dengan keras , berlatih dengan giat , bahkan juga aku melakukan hal yang bisa membuat diriku menjadi lebih baik .
Tetapi kenapa , kenapa pada akhirnya aku selalu dibandingkan dengan Iza-chi ? kenapa aku tidak bisa lebih baik darinya ? dimana aku salahnya? ]
Setelah bergumam , perasaan gelap mulai muncul di hati Kanna , perasaan itu membuat pikirannya semakin tinggi bisa berpikir jernih .
[ Tidak bukan salahku , itu salah Iza-chi . jika saja dia tidak ada maka semuanya akan berjalan baik-baik saja . benar , dari awal aku tidak salah , yang salah adalah Iza-chi ]
Saat ini Kanna mulai memikirkan hal-hal yang seharusnya tidak ia pikirkan , pikirannya sekarang terfokus pada Izawa , bahkan Kanna sudah melupakan Akira .
[ Benar , jika saja dia tidak ada maka hidupku akan tenang . aku tidak harus merasa tertekan karena selalu dibanding-bandingkan dengannya ]
Sejak Kanna dekat dengan Izawa , orang-orang selalu membandingkannya dengan Izawa .
Mungkin sikap Kanna terlihat seperti seorang yang pemalas dan bermain-main saja , tetapi sebenarnya ia adalah orang yang pekerja keras .
Karena orang tuanya berasal dari keluarga biasa , maka dia harus berusaha keras untuk bersekolah di Nadano dan itu berhasil , Kanna mendapatkan beasiswa di SMA Nadano .
Karena berhasil bersekolah di tempat sekelas Nadano dengan jalur berprestasi , orang-orang berpikir kalau Kanna lah yang akan mendominasi prestasi disekolah .
Tetapi kalau kehadiran Izawa , semua perkiraan orang lain menjadi salah , Izawa lah justru yang mendominasi .
Hal itu membuat orang-orang mulai meragukan Kanna , walaupun sebagiannya mewajarkannya karena Izawa saja yang terlalu jenius . tetapi itu sedikit demi sedikit mengganggu Kanna .
[ Aku selalu memperhatikan pelajaran disekolah , sedangkan dia bahkan seringkali tidur saat pelajaran .
Aku selalu belajar 3 jam setiap hari dirumah , tetapi dia menghabiskan waktunya dengan membaca manga .
Tapi kenapa dia selalu mendapatkan sesuatu yang aku inginkan dengan mudah , seolah-olah usaha yang aku lakukan tidak ada apa-apanya dibanding dengannya .
__ADS_1
Itu membuat aku benar-benar muak , aku harus segera menyingkirkannya ]
Perasaan iri mulai menggerogoti hati Kanna , Izawa yang awalnya adalah sahabatnya adalah musuhnya yang harus disingkirkan , begitulah pikirnya .
[ Ahh benar juga , dia berkata kalau akan pergi ke toko manga . aku bisa memanfaatkan kesempatan itu ......... tunggu saja Iza-chi , aku akan menyingkirkanmu dalam hidupku ]
Kanna terkekeh , orang-orang yang melihatnya mungkin berpikir kalau dia sudah gila , tetapi dia tidak peduli .
Pada akhirnya perasaan iri di hatinya membuat Kanna benar-benar sudah kehilangan dirinya .
...----------------...
Bel pun berbunyi , menandakan waktu istirahat sudah habis .
[ **Sigh* ....... Kanna kemana ya ? , biasanya dia sudah kembali* .
Oh iya , bukannya dia berkata ingin menyatakan perasaannya . apa mungkin dia terlalu bahagia karena diterima atau sedih karena ditolak . tetapi apapun itu aku harus mengembalikan kotak makan siangnya ]
Izawa saat ini sedang menunggu di mejanya kedatangan Kanna , karena sedari tadi dia belum kembali sedangkan waktu istirahat sudah habis .
Bisa-bisa Kanna dihukum karena terlambat .
Tetapi tidak lama kemudian Kanna kembali dan langsung duduk di bangkunya tanpa berbicara dengannya .
Izawa yang melihatnya mengerti sesuatu .
[ Sepertinya Kanna ditolak , walaupun aku tidak tau bagaimana rasanya tetapi menurutku itu menyedihkan ]
Seseorang yang seperti Izawa yang tidak tertarik dalam hal-hal romansa mungkin tidak mengetahui perasaan ditolak .
[ Tunggu siapa namanya ? Kira ? Akra ? atau Yamada ? ... *Sigh* ... aku melupakannya , kenapa aku buruk sekali dalam mengingat nama seseorang ?
Mungkin karena aku sudah terbiasa mengabaikan orang membuat otak dan kesadaranku terbiasa melupakan seseorang yang tidak membuat kesan kepadaku ]
Orang lain mungkin berpikir kalau Izawa akan marah karena seseorang sudah membuat Kanna sedih . tetapi dia tidak marah kepada orang itu .
Karena menurut Izawa itu hak seseorang untuk menerima atau menolak Kanna . jika ingin diterima maka harus juga siap jika ditolak .
[ Mungkin aku harus menghiburnya , maksudku Kanna adalah temanku dan jika seorang teman sedih maka kita harus menghiburnya . itu adalah hal yang sering aku baca dimanga ]
Walaupun Kanna adalah teman Izawa atau mungkin sahabat , tetapi itu masih belum cukup untuk membuat Izawa merasa Kanna adalah seseorang yang berharga .
Karena menurut pendapatnya seorang teman suatu hari akan pergi menempuh jalannya sendiri , maka itu berarti Kanna akan meninggalkannya nanti .
Itu berarti Izawa harus merasakan kehilangan lagi .
Jujur saja Izawa tidak ingin merasakannya lagi .
Dia masih trauma rasanya kehilangan kakek-neneknya saat Izawa sudah menganggap mereka adalah orang yang berharga baginya .
Dikarenakan sekarang guru sudah datang , membuat Izawa sulit mendekati tempat duduk Kanna .
[ Setelah bel sekolah terakhir berbunyi maka aku akan menghiburnya ..... atau tidak . mungkin Kanna sedang ingin sendiri dan tidak ingin diganggu ]
...----------------...
[ Catatan \= sekarang jika kalimat pembicaraannya menjadi miring , seperti ;
[ Kanna kemana ya ? ...... biasanya dia sudah kembali ]
Itu artinya karakter yang sedang berbicara dengan berbicara dalam hati .
Jika ada saran dan kritik silahkan tulis di kolom komentar ]
~Otsuzawa
__ADS_1