FANFIC: BOKU NO HERO ACADEMIA : IZAWA MY VILLAIN

FANFIC: BOKU NO HERO ACADEMIA : IZAWA MY VILLAIN
episode 49


__ADS_3

*Sebelumnya*


Mendengar hal itu Kurogiri dan Tomura terkejut , dia tidak menyangka bahwa Izawa memiliki pemikiran yang seperti itu .


[ Kenapa kalian diam saja ? apa kalian tidak akan mengacaukan kota ini ? ] Tanya Izawa .


[ Oh iya , Kurogiri lepaskan Nomu . ini adalah kompetisi siapa yang bisa mengacaukan lebih besar ] Ucap Tomura .


Kemudian muncul 3 Nomu . mereka memiliki wujud yang berbeda-beda . dua memiliki tinggi sekitar 5 meter dan satu sekitar 3 meter .


Dan begitulah insiden kota Hosu dimulai .


...----------------...


Setelah para Nomu keluar . Tomura dan Izawa memerintah mereka untuk membuat kekacauan . tapi sebelum itu Izawa sebuah kereta berwarna putih sedang berjalan mengitari kota Hosu . Izawa yang tau siapa yang ada didalamnya langsung memerintahkan kepada salah satu Nomu untuk menyerang .


[ Nomu ! Serang kereta putih itu ! ] Perintah Izawa .


Kemudian Nomu yang berwarna putih langsung mengikuti perintah Izawa lalu segera menyerang kereta itu .


didalam kereta .


Saat ini Midoriya sedang menaiki kereta putih bersama dengan Gran Torino .


[ pesanku sudah terbaca , tapi belum ada balasannya . biasanya Lida akan membalas dalam tiga menit setelah membacanya ] Batin Midoriya sambil melihat ponselnya .


Kemudian Izawa melihat ke arah jendela untuk memandang kota Hosu . tapi tiba-tiba .....


Crash..................


kereta itu diserang oleh Nomu setinggi 3 meter dengan berkulit putih .


[ **Siapa dia ? ].


[ Pahlawan ? ].


[ Kyaaaaa** !!!!! ] .


Begitulah respon penumpang yang lain .


Ya , Nomu itu adalah Nomu yang disuruh oleh Izawa untuk menyerang . dia sengaja memerintahkan Nomu menyerang kereta karena Izawa tau ada Midoriya disana .


Kemudian Gran Torino langsung menyerang Nomu dengan menendangnya dengan keras hingga membuat mereka keluar dari kereta .


Melihat dari lubang yang ditinggal oleh serangan Nomu , Midoriya melihat kota yang kacau dan terdapat sebuah asap yang melambung tinggi .


[ apa yang terjadi ? kota ini Hosu , kan ? apa Lida baik-baik saja ? ] Batin Midoriya .


Kring............


[ ..!???...] Tiba-tiba ponsel milik Midoriya bergetar menandakan bahwa ada orang yang menelponnya .


Saat Midoriya melihat , itu adalah nomor yang tidak dikenalnya . tapi firasatnya mengatakan bahwa dia harus menjawab .


[ Siapa ini ? ] Tanya Midoriya .


[ Ini aku ] Terdengar suara gadis yang menjawabnya .


Midoriya merasa pernah mendengar suara ini tapi dia melupakannya .


[ Siapa ? ] Tanya bingung Midoriya .


[ Aduhhh kau kejam sekali Deku-kun , padahal kita pernah bertemu sebelumnya....*hiks* ......kau jahat Deku-kun .......] Ucap jawaban main-main .


Mendengar suara itu Midoriya langsung melebarkan matanya , dia sekarang mengingat suara ini . Midoriya pernah mendengar suaranya pada saat insiden penyerbuan USJ . dia merupakan penjahat serta wakil dari liga penjahat . dia adalah D .

__ADS_1


[ D ? kau kah itu ] Ucap Midoriya dengan takut-takut .


[ 100 poin untuk Deku-kun . ya aku adalah D ] Ucap D dalam sambungan telepon .


Midoriya sebenarnya agak takut , bagaimana D dapat mengetahui nomor ponselnya .


[ da-dari ma-mana kau dapat nomorku ? dan ada apa kau me-menelpon ku ? ] Tanya Midoriya .


[ Untuk jawaban pertama kau akan mengetahuinya suatu hari nanti dan jawaban kedua karena aku ingin bermain dengan mu ] Jawab bercanda D .


[ Bermain ? ] Tanya Midoriya .


[ ya , kita akan bermain tebak-tebakan . tapi sebelum itu kau pasti sedang khawatir tentang salah satu temanmu yang biasa memakai berkacamata ] Ucap D .


Midoriya kembali melebarkan matanya , dia tau siapa orang yang dimaksud oleh D .


[ Lida ? dimana dia sekarang ? apa dia baik-baik saja ? ] Tanya panik Midoriya .


[ Santai saja , untuk saat ini dia masih hidup tapi aku tidak menjaminnya untuk nanti ] Ucap D .


[ APA KAU LAKUKAN DENGAN LIDA !?? ] Teriak Midoriya .


[ Cih , tidak usah berteriak , aku tidak suka itu ] Ucap D .


[ Maa , kita kesampingkan itu . saat ini temanmu itu sedang terdesak melawan pembunuh pahlawan Stein dan beberapa menit lagi dia mungkin akan mati . tapi kau tenang saja , aku tidak membantu Stein , kok ] Ucap D .


[ a-apa mau mu ? ] Tanya Midoriya .


[ seperti yang aku katakan sebelumnya , aku ingin bermain . jadi aku akan mengirimkan beberapa lokasi , kau harus memilih salah satunya , jika kau salah maka kemungkinan besar Temanmu mati oleh Stein . karena itu tebak lah dengan benar . untuk aturannya kau tidak boleh meminta bantuan kepada orang lain sebelum kau memilih . jika kau melakukannya maka aku akan mempercepat kematian dari temanmu . sekarang aku akan mengirim beberapa lokasi . tapi ingatlah bahwa aku mengawasi mu dari sini dan .....] Jelas D .


[ Dan ? ] Tanya Midoriya karena D menggantung kalimatnya .


[ Lakukan yang terbaik agar kau dapat menghiburku .......... ] Ucap D setelah itu dia menutup telepon beserta mengirimkan beberapa lokasi .


...----------------...


Pada saat itu Nomu yang ingin menyerang warga biasa tiba-tiba diserang oleh api yang super panas dan membuat kalah .


Wosh ............


[ Tadinya aku ingin mengincar Hero killer , tapi kemunculan makhluk ini sangat tidak terduga ] Ucap orang itu .


Gran Torino yang melihat yang melihat siapa orang itu langsung terkejut .


[ Kau...... mustahil...... bagaimana kau bisa ada disini ? ] Tanya terkejut Gran Torino .


[ Karena aku adalah seorang pahlawan ] Jawab orang itu yang memiliki kumis api . ya orang itu adalah Endeavor .


...----------------...


Sementara itu ditempat lain .


Tomura , Izawa dan Kurogiri sedang melihat kekacauan yang mereka ciptakan dari atas tower air .


[ Sesuai dugaan , kerja bagus Nomu ] Ucap Tomura .


[ Kerja bagus karena bukan kau sendiri yang langsung terjun ke sana ] Ucap sarkas Izawa .


Izawa baru saja selesai menelpon Midoriya untuk permainannya .


[ Kau ini bodoh , apa ? aku sedang terluka jadi aku membawa mereka . lagian kau habis menelpon siapa , D ? ] Tanya Tomura .


[ Aku baru saja menelpon partisipan utama dalam permainan yang aku adakan ] Ucap Izawa .


Mendengar itu Tomura tidak terlalu peduli . sebenarnya Tomura ingin membawa lima Nomu tapi hanya diberi Tiga oleh AFO .

__ADS_1


Kemudian Izawa pergi ke tempat yang lebih baik untuk melihat permainan yang dia adakan .


...----------------...


Pada saat ini Lida sedang bertarung dengan Stein , benar saja dia sekarang sedang berada dalam kondisi yang tidak baik , karena perbedaan pengalaman serta ditambah Lida yang saat ini bertarung dengan keadaan marah .


[ akhhh ... ] Teriak Lida karena lengan bagian atasnya diinjak oleh Stein yang membuatnya terjatuh ke tanah . setelah itu Stein langsung menancap pedangnya pada bagian lengan atas Lida .


[Arrghhh .....!!! ] Teriak Lida .


[ Kau dan kakakmu sama-sama lemah . ] Ejek Stein .


[ Tutup mulutmu sampah , dia adalah pehlawan yang hebat ] Teriak Lida sambil menangis .


Saat ingin membunuh Lida tiba-tiba Midoriya datang menyelamatkannya .


Melihat Midoriya datang Izawa yang sedari tadi menonton pun bersiul kagum .


[ Deku-kun benar-benar memiliki insting pahlawan yang kuat , ya ] Ucap Izawa .


Midoriya langsung bergegas menyerang Stein , saat sudah beberapa pukulan , Stein tiba-tiba menjilat darah Midoriya yang ada dipegangnya lalu seketika Midoriya tiba-tiba tidak bisa menggerakkan tubuhnya .


Tapi karena Stein melihat tekad dari Midoriya , dia tidak jadi untuk membunuhnya , malah dia berjalan ke arah Lida .


Izawa yang memang sudah melupakan sebagai besar alur cerita aslinya , hanya bisa menghela nafas .


[ Jadi pada akhirnya kalian kalah , ya ] Ucap Izawa tanpa memiliki niat untuk membantu .


Izawa yang sudah yakin akan hal itu tiba-tiba terkejut dengan kemunculan Todoroki yang tanpa ragu langsung menggunakan quirk api dan es nya


Wosh..............


Stein yang melihat serangan itu langsung melompat mundur untuk menghindari serangannya .


[ Maaf aku terlambat ] Ucap Todoroki dengan wajah kerennya .


Stein yang melihat itu menjadi tidak senang karena pekerjaannya terus menerus diganggu oleh bocah-bocah .


Sementara itu Izawa yang melihat itu hanya bisa menghela nafas panjang melihat ketebalan plot armor mereka .


[ *sigh*........ , plot armor mereka benar-benar tebal . tunggu ..... berbicara tentang plot armor . apa aku memilikinya juga ? maksudku bukannya aku lebih butuh plot armor dibandingkan dengan mereka karena bahaya yang selalu mengintaiku . tapi entah kenapa plot armor mereka kelihatannya lebih tebal ? ] Gumam Izawa .


[ tapi dengan ini kedatangan Todoroki partisipan jadi bertambah , maka mungkin permainan yang ku adakan semakin meriah ] Ucap Izawa dengan tersenyum .


Alasan mengapa Todoroki bisa mengetahui tentang lokasi dari Stein ? itu karena Midoriya yang memberitahu lokasinya . bukannya hal itu melanggar peraturan Izawa ? jawabannya tidak .


Karena Izawa mengatakan bahwa tidak boleh memberitahukan lokasi Sebelum memilih pilihan , sedangkan Midoriya yang menggunakan firasatnya sudah memilih salah satu lokasi . langsung bergegas pergi ke arahnya dan dalam perjalanannya Midoriya juga memberikan lokasi yang akan dituju olehnya kepada Todoroki . karena itu Midoriya tidak melanggar peraturan .


[ Dia sangat pintar memanfaatkan ruang ] Ucap Izawa yang sudah mengetahui caranya . karena itu dia membiarkannya .


Izawa memang sengaja memberikan celah itu . bagaimana pun biasanya dalam permainan akan ada celah yang biasanya dapat membantu pemain untuk melewati rintangan . jadi Izawa memberikannya .


Kemudian Todoroki langsung menciptakan Es dibawah para korban lalu meluncurkannya kebelakangnya .


Setelah merasa yang lain berada dalam posisi yang aman , Todoroki langsung menyerang Stein dengan apinya , tapi karena lengah Todoroki terdapat darahnya yang dijilat oleh Stain dan mengakibatkan dia juga tidak bisa bergerak .


Tapi karena kekuatan pertemanan , mereka kembali bangkit dan kembali menyerang Stein .


Todoroki menciptakan celah kemudian Midoriya memukul Stein dengan menggunakan 5 % one for all dan Lida yang menendang perut Stain .


Karena hal itu membuat Stein menjadi tidak sadar . setelah itu mereka mengikat Stein lalu membawanya ke tempat para pro Hero berada . tanpa menyadari bahwa sebenarnya dari tadi ada seseorang yang memperhatikan .


[ Wah , aku tidak menyangka kalian akan menang , ................yosh , sudah saatnya aku bergerak untuk menghukum peserta yang kalah ] Ucap Izawa sambil tersenyum dan kemudian dia pergi .


[ Catatan \= Author minta maaf karena jika ada yang merasa Scene dari Izawa kali ini sedikit . karena susah memasukan Scene Izawa dalam Arc Stein ini . jadi Author membuat Izaw Hanya mengamati .

__ADS_1


Jika ada kesalahan dan saran silahkan tulis di kolom komentar ]


~Otsuzawa .


__ADS_2