
*Sebelumnya*
Itu berarti Izawa harus merasakan kehilangan lagi .
Jujur saja Izawa tidak ingin merasakannya lagi .
Dia masih trauma rasanya kehilangan kakek-neneknya saat Izawa sudah menganggap mereka adalah orang yang berharga baginya .
Dikarenakan sekarang guru sudah datang , membuat Izawa sulit mendekati tempat duduk Kanna .
[ Setelah bel sekolah terakhir berbunyi maka aku akan menghiburnya ..... atau tidak . mungkin Kanna sedang ingin sendiri dan tidak ingin diganggu ]
...----------------...
*Kring——!!!
*Kring——!!!
[ Baiklah karena bel terakhir sudah berbunyi , kalian diperbolehkan untuk pulang ]
[ Horee !! ]
Bel terakhir sekolah pun berbunyi yang kemudian dilanjutkan dengan perkataan guru .
Para murid mulai merapikan peralatannya dan meninggalkan kelas , tetapi seperti ada beberapa murid yang ingin menyelesaikan urusannya disekolah .
Izawa yang dari tadi menunggu langsung berjalan mendekati Kanna , terlihat Kanna dari tadi lebih pendiam , tetapi Izawa belum mencurigainya . karena menurutnya itu wajar bagi seseorang yang sekarang berada dalam posisinya .
[ Ini kotak makan siangmu , tadi kau melupakannya ]
Izawa berkata sambil menyerahkan kotaknya , sedangkan Kanna harus menenangkan dirinya .
[ Ahh Iza-chi , Terimakasih ya . aku terlalu bersemangat sampai melupakannya ]
Kanna mengambil kotak itu dari tangan Izawa dan ingin segera pergi , tetapi Izawa bertanya kepadanya yang membuat Kanna harus berhenti .......
[ Walaupun aku tidak terbiasa menghibur orang lain , tapi apa kau baik-baik saja ?
Terlihat dari ekspresimu aku tau kau ditolak dan sedang sedih , tetapi menurutku kau harus bisa bangkit lagi ]
Kanna yang mendengar perkataan Izawa menjadi lebih kesal , jika bisa ia ingin berkata kalau semua ini salah Izawa dan langsung menyakar wajah santai Izawa . meskipun Kanna adalah temannya , tetapi Kanna hanya sedikit mengerti tentang pemikiran Izawa . menurutnya Izawa itu seorang yang misterius .
Karena itu Kanna ragu apakah Izawa benar-benar mengkhawatirkannya .
[ Tenang diriku , ini bukan waktunya . tunggu saja ]
Sambil tersenyum seperti biasanya , Kanna harus membuat dirinya terlihat seperti biasanya agar Izawa tidak curiga .
[ Aku baik-baik saja Iza-chi , terimakasih sudah mengkhawatirkanku .
Ya meskipun aku memang sedih , tetapi mungkin Akira memang bukan takdirku ]
[ Baguslah kalau begitu .... oh iya , mungkin kau ingin waktu pribadi tetapi apakah kau ikut bersamaku ke toko manga ? ]
[ Aku minta maaf Iza-chi , tetapi untuk sekarang aku tidak bisa ikut . ada hal yang harus aku lakukan . baiklah aku pergi dulu Iza-chi , sampai jumpa ]
[ Sampai jumpa juga ....... ]
Izawa tidak tersinggung karena tawarannya ditolak , ia melihat punggung Kanna yang berjalan pergi .
Melihat dari kejauhan Izawa mulai merasakan adanya hal yang aneh dari Kanna .
[ Walaupun Kanna terlihat normal , tetapi aku merasa ada sesuatu yang berbeda , seolah-olah dia mencoba menyembunyikan sesuatu dariku .
tetapi yaa itu haknya jika dia tidak ingin mengatakannya kepadaku ]
Walaupun Izawa sebenarnya tidak suka diatur oleh orang lain , tetapi Izawa harus mematuhi Ayahnya . sedangkan ia tidak suka memaksa orang lain untuk kehendaknya .
Misalnya jika ada seseorang yang membencinya itu haknya , Izawa tidak akan memaksanya untuk menyukainya . karena dia dilahirkan bukan untuk disukai oleh semua orang .
Meskipun sebenarnya Izawa hanya malas untuk meladeni orang-orang seperti itu , selama itu tidak mengganggunya maka dia tidak peduli .
Izawa adalah orang yang berpikir realistis dan rasional . ia mengedepankan pemikiran rasional daripada perasaan, begitulah seorang Shizue Izawa , tetapi ia tidak menyadari kalau seseorang yang dianggap teman diam-diam sudah membencinya .
[ Aku harus cepat , jika tidak aku khawatir manga yang aku inginkan sudah habis ]
Kemudian Izawa dengan cepat pergi meninggalkan kelas , walaupun ada beberapa murid-murid yang menyapanya tetapi Izawa hanya mengangguk tanda menoleh .
...----------------...
[ Ohh kau datang lagi Ojou-chan ]
[ Tolong aku pesan manga yang sudah aku list ini ....... ]
Setelahnya Izawa sampai di toko manga , Kasir toko langsung menyapanya tetapi Izawa tidak menggubrisnya dan langsung memberikan selembar kertas yang Izawa sudah 10 manga yang diinginkannya kepada kasir toko .
__ADS_1
Karena Izawa sudah sering ke toko ini yang membuat Kasir itu mengenal Izawa , jadi dia terbiasa dengan sifat acuh Izawa .
[ Apakah yang ada dilist tersedia ? ...... ]
Izawa bertanya kepada kasir toko dengan wajah yang seolah-olah tidak peduli , tetapi dalam hati sebenarnya dia sedikit gugup , karena bisa saja manga yang diinginkannya tidak ada .
Bisa dibilang Izawa itu sulit untuk mengekspresikan perasaannya .
Kasir itu melihat list yang diserahkan Izawa dan juga mengecek 1 per 1 daftar manga yang tersedia saat ini .
[ Hampir semua yang ada dilist tersedia , tetapi ada 2 yang belum tersedia karena memang sudah habis dan juga keterlambatan pengiriman , bagaimana Ojou-chan ? ]
Mendengar itu Izawa sedikit menegang , karena dia khawatir manga Boku no hero tidak tersedia . walaupun kemungkinan manga itu tersedia hampir 80% tetapi masih ada 20% manga itu tidak tersedia .
[ Boku no hero bagaimana ? ...... ]
[ Kalau manga itu tersedia , baru kemarin dikirimkan ....... ]
[ *Sigh* ......... Kalau begitu berikan saja aku yang tersedia ....... ]
[ Baiklah tunggu sebentar , akan aku ambilkan ]
Mengetahui kalau manga Boku no hero tersedia Izawa menjadi lega , menunggu Kasir itu mengambil pesanannya , Izawa memilih untuk melihat-lihat manga yang ada di toko . mungkin saja dia menemukan manga yang bagus .
Orang-orang mungkin bingung kenapa Izawa menyukai Boku no hero , padahal sifat MC nya saja sangat berbeda dengan Izawa .
Tetapi justru karena itu Izawa menyukainya , awalnya dia tertarik dengan cerita ini karena ingin melihat pandangan yang berbeda darinya .
Izawa sendiri ingin tau kenapa orang rela mengorbankan nyawa demi orang yang bahkan tidak dikenal . menurut Izawa itu tidak masuk akal .
Apakah demi kehormatan ? uang ? reputasi ?atau karena hal lain ?
Bagaimana dapat menikmati kehormatan jika kau saja tewas ? bukannya itu sia-sia .
Jika kau tewas maka kau akan kehilangan apa yang sudah kau dapatkan . bagaimana dengan keluargamu ? apa mereka akan terharu karena kau tewas dengan terhormat atau bersedih karena kepergianmu ?
Apalagi tentang kekuatan pertemanan . rela menyelamatkan temanmu dengan segala yang kau punya , bahkan jika itu dengan nyawamu .
Mereka itu cuman teman , walaupun akan terasa sedikit sedih kehilangan temanmu tetapi waktu yang akan menyembuhkannya dan setelah itu kau hanya perlu mendapatkan teman baru untuk menggantikannya , maka masalah selesai bukan ?
Tetapi jika kau tewas maka kau tidak akan bisa lagi merasakan pertemanan karena kau sudah tewas .
Jika dilihat dari pemikiran rasional dan untung-rugi yang didapatkan maka Izawa tanpa ragu akan memilih untuk mengobarkan teman .
Mungkin terdengar Izawa adalah orang yang jahat , tetapi Izawa tidak mempermasalahkannya .
[ Ini manga sudah kau pesan Ojou-chan ]
Setelah beberapa saat kemudian , Kasir itu kembali dengan membawa beberapa manga ditangannya .
Perasaan senang menyelimuti Izawa mengetahui pesanannya sudah tiba . walaupun dia sedikit kecewa karena tidak menemukan manga yang menurutnya bagus .
[ Semua total harganya ¥ 4.500 , karena ada beberapa yang harganya lebih mahal dari yang lain ]
Setelah Kasir itu mentotal barang yang dibeli Izawa, ia langsung mengecek sakunya . tetapi ia baru ingat kalau dia melupakan membawa kartu Suica ( semacam kartu untuk pembayaran digital di Jepang ) .
Perlu diketahui kalau Izawa jarang membawa uang tunai .
[ Apa bisa menggunakan Line Pay ? karena aku melupakan Suica Card milikku dirumah ]
[ Bisa , ini barkodenya ]
Setelah Kasir menunjukkannya , Izawa langsung mengeluarkan ponselnya dan tanpa ragu lagi mengscan barcode yang ditunjukan . sejujurnya Izawa sendiri tidak memperhatikan tentang harganya .
Tidak perlu diragukan lagi tentang saldo yang dimiliki Izawa . bahkan dia sendiri tidak tau jumlah pastinya .
[ Terimakasih sudah berkunjung Ojou-chan ]
Setelah mengambil manganya , Izawa lantas pergi dari toko dan n tentu saja Izawa mengabaikan perkataan dari kasir yang membuatnya menghela nafas .
[ *Sigh* ...... Dasar gadis yang sangat dingin ]
...---------------...
Matahari sudah mulai terbenam , memaparkan sinar jingga yang menghiasi warna langit .
Izawa berjalan dengan lambat menyusuri jalan dan melewati banyak pejalan kaki lalu lalang . dia sengaja memilih jalan ini karena sekarang sudah memasuki waktu jam pulang . jika ia melewati jalan utama maka pasti akan terjebak dalam kerumunan orang .
Pulang sekolah dengan berjalan kaki dengan langit senja menurut Izawa itu sedikit menyenangkan .
Dalam perjalanannya juga ia sering berpapasan dengan anak-anak sekolah lainnya .
Anak-anak sekolah itu berhenti sebentar untuk melihat Izawa .
[ Hey siapa gadis itu ? ]
__ADS_1
[ Dia sangat cantik , mungkin aku harus mendekatinya ..... ]
[ Menyerahlah kawan , apa kau tidak lihat seragamnya ? dia itu dari sekolah Nadano . sekolah murid-murid elite , juga dilihat dari penampilannya dapat dipastikan dia itu pasti seorang kaya raya ]
Walaupun yang dikatakan oleh salah satu anak itu membuat temannya berkecil hati , tetapi itu adalah kebenaran .
Dengan rasa tidak berdaya , dia kembali melanjutkan perjalanan .
Izawa bukan orang yang akan merendah jika ada orang yang memujinya .
Jika ada yang mengatakan "Kau itu sangat cantik" maka Izawa tidak akan mengatakan "Biasa saja , kau juga cantik"
Izawa akan mengatakan "Aku tau dan aku bersyukur atas itu" , yaa itu Izawa akan menjawabnya karena biasanya dia mengabaikan orang-orang yang memujinya .
[ Akhirnya selesai juga , yaa hari ini mungkin sedikit lebih panjang dari hari-hari sebelumnya ]
Izawa yang dari tadi terus diperhatikan oleh pengguna jalan hanya mengabaikannya . dia saat ini hanya fokus dengan manga yang telah dibelinya dan ingin cepat pulang
Tetapi tanpa dia ada seseorang yang mengenakan jaket hitam terus mengikutinya dari tadi . orang itu adalah Ayasaka Kanna .
[ Berbahagialah sebanyak mungkin , karena hidupmu tidak lama lagi ]
Kanna menatap Izawa dengan tatapan mata menakutkan .
...----------------...
[ Aku beruntung membeli manga ini lebih dulu , jika tidak mungkin sudah kehabisan ]
Setelah sekian lama menyelusuri jalan , Izawa sekarang sedang menunggu di disebuah perempatan jalan dengan lampu lalu lintas yang saat ini berwarna merah .
Tetapi pada saat dia merasa bahagia , tiba-tiba seseorang berlari dan langsung mendorong Izawa dari belakang .
[ Ehh ? ]
Saat Izawa terjatuh , ia sempat menoleh kebelakang untuk melihat pelakunya .
Rasa terkejut dan heran terlihat jelas di mata Izawa . walaupun pelakunya mengenakan jaket Hoodie dengan masker menutupi mulut dan hidungnya , tetapi Izawa langsung mengenalnya .
[ Kenapa ? ]
[ Maaf tapi kau adalah penghalang bagiku , karena kau senpai yang ku sukai menolaku dan berkata dia menyukai mu ]
Rasa iri dan cemburu lah yang mendorong Kanna melakukan hal ini .
Izawa yang mengetahui itu terkejut dan agak kecewa dengan Kanna , karena Izawa merasa seperti dikhianati .
Tetapi Izawa tidak menyadarinya kalau sikap apatisnya itu juga berperan mendorong Kanna sampai seperti ini . mungkin jika Izawa lebih peka situasinya tidak akan menjadi seperti ini .
Mobil berkecepatan tinggi semakin dekat Izawa , mengetahui kalau ia tidak bisa melakukan apa-apa , Izawa hanya bisa memejamkan matanya dan pasrah menunggu kematiannya .
[ Kau tidak akan tau apa yang akan terjadi dalam hidupmu .
Tewas akibat ditabrak mobil oleh sahabat sendiri karena alasan iri dan cemburu . ini benar-benar cerita yang lucu bukan ? ]
*Brak——!!!
Mobil itu pun menabrak Izawa dengan cepat hingga membuat tubuh Izawa terpental dengan keras dan membuat ia tewas seketika .
Sementara itu Kanna tertawa karena berhasil melakukan aksinya dan langsung melarikan diri tempat kejadian .
Tetapi Kanna sedikit kecewa karena dia tidak melihat wajah putus asa dari Izawa .
Kanna belum memikirkan akibat dari perbuatannya . karena keluarga Shizue tidak akan tinggal diam mengetahui kalau keluarga intinya tewas oleh orang lain .
...----------------...
[ Aku masih hidup ? dan sebenarnya dimana ini ? ]
Saat Izawa membuka matanya , ia terkejut mengetahui kalau ia masih hidup dan sekarang sedang berada disebuah jalan dengan banyak orang lalu lalang .
Tetapi setelah beberapa saat mengamati, Izawa semakin bingung karena orang-orang disekitarnya seolah-olah mengabaikan kehadiran Izawa dan menganggap ia tidak ada .
Bukannya Izawa sombong , tetapi menurutnya dengan parasnya pasti akan membuat banyak orang menoleh melihatnya .
[ Apa yang sebenarnya terjadi disini ? ]
...----------------...
[ Catatan \= Sebenarnya karakter yang paling berpengaruh dalam cerita ini selain Izawa adalah Kanna .
Karena tanpa Izawa maka cerita ini tidak akan berjalan .
Jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar tersedia ]
~Otsuzawa
__ADS_1