
*Sebelumnya*
Wajar saja Izawa marah , itu terasa seperti seperti ia membuang orang-orang yang berharga , maka itu sama saja apa yang telah ia perjuangan selama ini menjadi lelucon .
Apa Izawa akan menerima semua itu ? ...
Tentu saja jawabnya tidak .
...----------------...
Di sebuah ruangan yang berantakan , terdapat dua orang gadis yang memiliki wajah serupa sedang berdebat .
Yang membedakan mereka dari penampilan adalah warna mata , kulit dan juga tinggi tubuh serta pakaian .
Terlihat salah satunya mengucapkan perkataan yang membuat yang satunya lagi marah dan langsung menarik kerahnya .
Mereka adalah Shizue dan Izawa , mereka saat ini sedang bertengkar di dalam alam bawah sadar .
[ Aku mampu bertahan karena mereka , jika bukan maka aku sudah bunuh diri sejak lama .
Kau pasti mengerti kalau kita ini orang yang membalas Budi kepada seseorang yang benar-benar berjasa bagi kita .
Jadi aku berjuang selama ini asalkan mereka baik-baik saja dan menjaga agar mereka memiliki masa depan yang lebih baik dari kita .
Aku tidak ingin mereka merasakan apa yang aku rasakan ]
Izawa membentak Shizue . dia mengatakan apa yang selama ini dia rasakan .
Ia begitu menyayangi orang yang sudah merawatnya dengan baik . orang-orang yang telah membuat Izawa kembali merasakan apa itu rasanya di cintai .
Orang-orang yang telah memberikan Izawa tempat yang disebut dengan rumah .
Izawa hanya ingin mereka mendapatkan yang terbaik . Ia ingin agar mereka bisa hidup tanpa rasa khawatir . menjaga agar senyuman dan kebahagiaan yang merasakan tetap terpampang di wajah mereka .
Juga untuk menjaga agar anak-anak disana memiliki masa depan yang cerah , seperti Rika dan Matsuri .
Izawa juga mengetahui kalau Matsuri memiliki mimpi sebagai pahlawan dan Izawa mendukungnya .
Ia akan berjuang demi mereka .
[ Tetapi bagaimana denganmu ? ]
Shizue yang dari tadi ditekan tidak panik , ia langsung melepaskan tangan Izawa dari kerahnya . setelah lepas , ia kembali melanjutkan perkataannya .
[ Apakah kau tidak memikirkan dirimu ? ]
Mendengar pertanyaan Shizue membuat Izawa terheran , karena seharusnya Shizue sudah tau kalau Izawa memang selama ini berjuang dengan tidak memperdulikan dirinya .
Shizue ke depan dan langsung memegang kerah Izawa . sekarang giliran Shizue yang menekan Izawa .
Memang jika di dunia nyata maka Izawa jauh lebih kuat secara fisik , tetapi disini adalah alam bawah sadar , dengan kata lain kekuatan fisik yang dimiliki di dunia nyata tidak berpengaruh apa-apa .
Kemudian Shizue berkata kepada Izawa dengan nada yang emosional .
[ Seperti yang kau katakan , walaupun kita berbeda tetapi secara harfiah kita sama .
Kau adalah aku dan aku adalah kau .
Kita ini awalnya satu seorang Shizue Izawa .
Kita itu sebelumnya sangat jarang untuk terluka , karena itu kita terbiasa dengannya .
Tetapi tiba-tiba saja kita di siksa baik itu secara mental dan fisik .
Menurut mu apa yang terjadi dengan kejiwaan kita ? ]
Perkataan Shizue membuat Izawa bertambah heran , Izawa yang biasanya pintar menganalisis sesuatu untuk saat ini bingung untuk menangkap apa yang dimaksud dengan Shizue .
Itu wajar saja , karena Izawa sendiri selama ini tidak pernah memikirkan dirinya sendiri .
Kemudian Izawa berkata untuk menjawab perkataan Shizue , walaupun dia sendiri kurang yakin dengan jawabannya .
[ Mungkin terguncang ...... ]
[ Yaa itu terguncang ]
Tetapi jawaban yang diperkirakan salah oleh Izawa ternyata benar .
[ Semua penderitaan itu membuat kejiwaan kita terguncang , ditambah dengan rasa sayangmu kepada orang-orang dipanti asuhan membuatmu harus memilih jalan sebagai Villain .
Jika itu diteruskan maka kepribadian awal kita terancam mengalami kegilaan .
Untuk itu sebagai bentuk perlindungan diri terbentuklah kepribadian baru , yaitu kau Izawa .
Apakah kau tidak merasakan aneh kenapa kau bisa beradaptasi dengan mudah ?
Itu karena saat ini bukan kami lagi yang mengendalikan tubuh utama , tetapi kau Izawa .
__ADS_1
Kepribadian yang terbentuk dari penderitaan ]
Sejujurnya setelah mendengar penjelasan panjang Shizue dia merasa sedikit terkejut . karena baru pertama kalinya dia memikirkan hal ini .
Dia tidak pernah memikirkan alasan kenapa dia sangat mudah beradaptasi , seolah-olah memang dia dilahirkan untuk melakukan hal telah ia lewati .
Izawa juga tiba-tiba memikirkan alasan kenapa ia memiliki sifat yang sangat berbeda pada saat ia belum berinkarnasi .
[ Tunggu sebentar , aku baru sadar sesuatu . kenapa aku hampir tidak mengingat ingatan pada saat aku belum berinkarnasi ? .
Bahkan jika tidak diingatkan lagi oleh Shizue maka mungkin aku tidak pernah mengetahui kembali Kanna ]
Di karenakan kepribadiannya yang telah berubah , itu juga berdampak pada ingatannya .
Ia hanya mengingatkan kalau alasan dia tewas adalah karena temannya , tetapi tidak mengingat alasan kenapa temannya melakukannya .
Bahkan dia melupakan nama anggota keluarganya sebelumnya .
Bisa dibilang kepribadian Izawa yang sekarang ini memang dibentuk agar membuat Izawa mempu menjalani jalan yang telah ia pilih .
Tetapi tetap saja .
[ Apa hanya itu ? , Jika demikian maka sebaiknya kau simpan saja itu untuk dirimu .
Memangnya kenapa jika aku terbentuk dari penderitaan . lagipula itu tidak bisa mengubah apapun saat ini .
Bahkan aku baik-baik saja dengan itu , karena itu jangan gang— ]
Sebelumnya Izawa mengatakan kalimatnya , Shizue langsung menatap Izawa dan menerjangnya .
Izawa terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Shizue .
Dia menurunkan pandangannya kebawah hanya untuk melihat Shizue yang tiba-tiba memeluknya , bahkan terlihat Shizue sedikit menangis .
[ Sudah cukup . aku tidak ingin melihatnya lagi ]
[ Hey apa yang kau lakukan ?! cepat lepaskan aku dan hapus air mata itu , jujur saja itu membuat aku merasa tidak nyaman ]
Izawa mencoba melepaskan Shizue , tetapi ia tidak menghiraukannya dan malah memeluk Izawa menjadi semakin kencang .
[ Aku mengetahuinya ]
[ Mengetahui apa ? ]
[ Mengetahui seberapa banyak rasa sakit yang kau alami ]
Air mata mengalir semakin banyak dari Shizue membasahi baju Izawa . ia tidak memperdulikannya dan kemudian kembali melanjutkan perkataannya .
[ Seperti yang aku bilang sebelumnya kalau kita ini secara harfiah sama . karena itu aku mengetahui rasa sakit yang kau tahan , baik itu fisik atau mental .
Kau sebenarnya ingin mengeluh , tetapi kau berusaha untuk tidak melakukannya agar terlihat baik-baik saja .
Kau sebenarnya ingin mengekspresikan perasaanmu secara bebas , tetapi kau menahannya dengan cara menipu perasaanmu sendiri .
Kau sebenarnya menginginkan teman untuk berbicara , tetapi kau sendiri selalu merasa ragu .
Perasaanmu yang sebenarnya menginginkan semua itu , tetapi pikiranmu menolaknya .
Kau itu memang seorang penjahat yang kuat , tetapi kau juga gadis yang menyedihkan ]
Perasaan aneh tiba-tiba menyelimuti Izawa . rasanya sangat aneh , sampai-sampai Izawa sendiri tidak mengetahuinya .
Ia berusaha menyangkalnya perkataan Shizue , tetapi seolah-olah sudah mengetahuinya , Shizue langsung memotong perkataan Izawa yang membuat Izawa sendiri tidak bisa berkata apa-apa lagi .
[ Itu tidak ben— ]
[ Itu benar , dan bagian menyedihkannya kau sendiri tidak mengetahui perasaanmu sendiri .
Dan juga sebenarnya kau bersenang-senang pada saat di U.A , kau terlihat lebih bahagia pada saat itu .
Dirimu sebenarnya ingin berteman dengan mereka , tetapi karena menurutmu kau itu seorang penjahat maka kau tidak bisa .
Kau memang terlihat tidak peduli , tetapi sebenarnya perasaan sebenarnya menginginkannya ]
Shizue sebenarnya mengkhawatirkan Izawa . ia khawatir dengan Izawa yang terus-menerus tidak mempedulikan dirinya sendiri . itu wajar saja , karena mereka pernah menjadi satu . hal itu membuat memperhatikan Izawa .
Selama ini pada saat mereka menjadi satu , tetapi karena siksaan dari AFO yang membuat tekanan pada jiwa mereka .
Akibatnya mereka yang awalnya bernama harus berpisah .
Meskipun mereka sama-sama disiksa , tetapi yang merasakan penderitaannya adalah Izawa , sedangkan Shizue tidak merasakannya .
Ia selama ini tidak bisa melakukan apa-apa karena yang mengendalikan tubuh utama adalah kepribadian Izawa .
Jadi sekarang Shizue ingin mengambil alih tubuh utama dengan maksud supaya Izawa bisa beristirahat dan tidak perlu merasa menderita lagi , Shizue memang bermaksud baik .
Pada saat Izawa masih menyamar di U.A , dia menikmati waktu bersama dengan mereka .
__ADS_1
Izawa memang dari luar Izawa terlihat dingin dan tidak peduli .
Tetapi sebenarnya dia merasakan senang , bahkan dia tanpa sadar menganggap Uraraka sebagai temannya .
Setelah beberapa saat , Izawa akhirnya mengerti , ia mengerti kalau Shizue memang benar-benar berniat membantunya .
Aura yang mereka keluarkan berangsur-angsur berkurang hingga akhirnya lenyap .
[ Memang benar terkadang orang lain lebih memahami dirimu dibandingkan dirimu sendiri .
Sialan , ini benar-benar sedikit menyedihkan ]
Izawa memandang ke atas dengan sedikit tersenyum , bahkan tanpa sadar dia berkata kasar tetapi ia tidak peduli .
Ia benar-benar tidak tau bagaimana menyangkal perkataan dari Shizue .
[ Baiklah sebaiknya kau melepaskan aku dulu ]
Kemudian Izawa berusaha melepaskan Shizue , untungnya kali ini Shizue tidak berusaha melawan , makanya ia berhasil .
Terlihat sesekali Shizue air mata yang mengalir dari matanya .
[ Baiklah , sejak kapan kau menjadi cengeng ? , sebaiknya kau hentikan dulu air mata itu ]
Setelah Shizue menjadi lebih tenang , Izawa kembali melanjutkan percakapan .
[ Aku merasa senang dan berterimakasih karena sudah mengkhawatirkanku .
Juga sebenarnya aku tidak mau kau mengkhawatirkanku lagi ]
[ Kalau begitu— ]
*Wosh—!!
Shizue sudah senang karena sarannya diterima , tetapi tiba-tiba dia melebarkan matanya karena terkejut .
Menurunkan pandangannya ke badannya , ia melihat sebuah lubang pada bagian jantung , tetapi dikarenakan dunia ini tidak nyata , makanya tidak ada darah yang terlihat .
Ia menaikan pandangannya hanya untuk melihat Izawa yang menunjuk tepat pada jantungnya dengan terlihat beberapa kegelapan menyelimuti jarinya .
Benar sekali , Izawa lah yang melakukannya .
[ Itulah jawabanku ..... ]
Mendengar itu Shizue tau kalau Izawa menolak sarannya .
[ Kenapa kau menolak ? ]
Shizue masih tidak terima dengan jawaban Izawa , karena menurutnya Izawa sudah banyak menderita . tetapi Izawa yang mendengar itu langsung menggeleng kepalanya .
[ Kau tau Shizue , aku sudah melangkah terlalu jauh dan tidak bisa berhenti ditengah jalan .
Jika ini adalah sebuah cerita maka peran yang tepat untukku adalah seorang Villain .
Dan dalam sebuah cerita pasti akan berakhir , maka aku yang sudah memulai cerita ini harus memerankan peranku sebagai penjahat sampai cerita ini selesai .
Karena itu , maaf karena membuatmu bersedih karena keputusan egoisku ]
Izawa berjalan ke depan dan memeluk Shizue dengan lembut .
[ Jadi begitu ....... ]
Shizue mengerti , ia tau kalau Izawa sudah membuat keputusan maka sudah tidak bisa diganggu gugat . itu juga sama seperti dirinya kalau sudah membuat keputusan , makanya ia mengerti .
[ Karena kau sudah memutuskannya , maka kau harus melakukannya sampai selesai Izawa ]
[ Tentu saja , dan mau hanya perlu melihatnya dari dalam diriku ]
Kemudian tubuh Shizue berangsur-angsur menghilang menjadi sebuah serpihan cahaya yang dilanjutkan oleh hancurnya secara perlahan-lahan ruangan itu .
Setelah Shizue menghilang , Izawa berdiam diri beberapa saat, tanpa ia menyadarinya , beberapa air mata turun dari matanya .
[ Ini sudah beberapa kali aku menangis , walaupun sekarang ini bisa dihitung menangis atau tidak karena ini tidak nyata ]
Akhirnya setelah beberapa saat , Izawa berhasil menenangkan diri . kemudian ia menghapus air mata yang turun dari matanya .
Setelah mengambil nafas panjang , ia bersiap kembali ke dunia nyata untuk kembali melanjutkan perjalannya .
[ Baiklah , waktu tidur sudah selesai ]
...----------------...
[ Catatan \= Mungkin ada beberapa pembaca yang sedikit bingung pada chapter ini , karena bahkan Author sendiri sedikit bingung untuk menjelaskannya .
Tetapi untuk arc masa lalu Izawa sudah selesai .
Sebenarnya Author untuk Arc kali ini sedikit lebih panjang dari pada yang Author perkirakan .
__ADS_1
Tetapi ya selamat dinikmati dan sampai jumpa ]