FANFIC: BOKU NO HERO ACADEMIA : IZAWA MY VILLAIN

FANFIC: BOKU NO HERO ACADEMIA : IZAWA MY VILLAIN
Chapter 122


__ADS_3

*Sebelumnya*


Sementara itu Izawa masih tidak bergeming , sejujurnya sekarang perasaannya campur aduk , ia merasa senang dan gugup karena ini adalah pertama kalinya setelah sekian lama mereka berbicara tetapi Izawa juga merasa takut ketika Matsuri melihat dirinya sekarang .


Apakah Matsuri akan takut padanya ? benci ? bahagia ?


Untuk saat ini Izawa masih tidak mengetahuinya .


...----------------...


[ Jangan membunuhnya , lebih baik lemparkan saja dia ke penjara , kumohon ]


Izawa hanya terdiam tidak membalas perkataan dari Matsuri . ia masih bingung bagaimana berbicara dengan Matsuri , terjebak dalam keadaan rumit seperti ini membuat Izawa ingin langsung pergi tetapi tidak bisa , seolah-olah ada sesuatu yang menahannya .


Perasaan yang dia kunci jauh didalam sepertinya sudah mulai bergejolak bagi Izawa hal itu membingungkan . ia sangat jarang berada dalam situasi seperti ini , rasanya sangat campur aduk dan membuatnya gugup .


[ Pada akhirnya Matsuri-chan tetap menjadi Matsuri-chan ...... ]


Ia tidak merasa marah atau kecewa karena Matsuri mencoba menghentikannya , walaupun Gendo sudah bermaksud buruk , justru Izawa senang .


Karena Matsuri tetapi menjadi dirinya yang dikenal oleh Izawa .


Walaupun terkesan naif tetapi ia senang karena kemurnian hati dari Matsuri . bahkan menurutnya Quirk cahaya sangat cocok bagi Matsuri dan Quirk kegelapan juga sangat cocok untuknya .


Izawa menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan perasaannya yang terus-menerus bergejolak , setelah itu dia menghilangkan tombak kegelapan dan kembali memasuki mode normal .


Degradasi warna ungu menghilang dengan meninggalkan warna putih polos dan berubahnya warna mata menjadi merah beserta dengan menghilangnya tato pada bagian bawah matanya kirinya .


[ Tetapi apa tidak masalah ? padahal dia sebelumnya mencoba buruk padamu , apa kau tidak memikirkan bagaimana jika kau berhasil ditangkap ? ]


Izawa kemudian turun dari tubuh Gendo dan berjalan mendekat menuju Matsuri . ia berusaha agar menahan dirinya agar tidak bergerak terlalu emosional pada situasi ini .


[ Sebelumnya itu aku ucapkan terimakasih karena sudah membantuku , tetapi setiap orang berhak untuk mendapatkan kesempatan untuk menjadi lebih baik dan menebus semua yang telah dia lakukan ]


[ Terserah ......... ]


Mungkin Izawa terdengar tidak peduli tetapi dalam hati dia sebenarnya tersenyum . sudah bertahun-tahun dia tidak berbicara langsung dengan Matsuri .


Kemudian agar tidak terlalu terbawa perasaan , Izawa ingin segera pergi dari tempat ini . ia berjalan sekuat yang ia bisa untuk tetap biasa saja pada saat melewati Matsuri .


Pada saat Izawa berpikir kalau ia berhasil tetapi terdengar langkah kaki dari belakang dan tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang .


Orang itu adalah Matsuri .


[ Jangan pergi Izawa Ne-chan .......... ]


Matsuri sudah tidak bisa lagi menahan perasaannya . pada saat ia melihat D secara langsung , Matsuri langsung sadar .


Awalnya dia menolak untuk percaya atau dia tidak ingin percaya karena kakaknya yang menjadi seorang Villain tetapi semakin lama dia memikirkannya maka semakin masuk akal , bahkan hatinya sendiri pun menegaskannya .

__ADS_1


Memang benar kalau kakaknya sangat baik padanya tetapi kakaknya juga tidak peduli dengan orang-orang di luar panti asuhan .


Bahkan Matsuri mengingat pada saat mereka masih sedang pergi membeli makanan , kakaknya lah yang membawa makanannya sampai ke Panti asuhan , tetapi dalam perjalanan mereka bermain terlebih dahulu di taman dan kebetulan pada saat itu taman sedang sangat sepi .


Kemudian mereka berpencar untuk bermain tetapi kakaknya tidak ikut bermain , dia hanya menunggu di bangku taman untuk menjaga agar makanannya . Matsuri merasa tidak nyaman meninggalkan kakaknya sendiri , makanya ia pun memilih untuk kembali .


Tetapi pada saat dia kembali , Matsuri melihat kakaknya mengusir seorang tunawisma . Tunawisma itu sepertinya sedang kelaparan dan mencoba meminta makanan yang dibawa oleh Kakaknya , tetapi Kakaknya tidak segan untuk menggunakan Quirk untuk mengusir tunawisma itu yang kebetulan adalah seorang Quirkless .


Tetapi Matsuri yang melihat itu tidak mengatakannya kepada siapapun .


Setelah tidak bertemu setelah sekian lama akhirnya mereka bertemu . kesampingkan dulu perasaan kecewa Matsuri tetapi yang pasti dia sangat senang .


Ada banyak pertanyaan yang ingin dia ajukan .


Ada berbagai perasaan yang ingin dia sampaikan .


Tetapi yang paling penting adalah jangan membuat Izawa pergi . Matsuri takut jika ia melepaskannya ia tidak akan bertemu lagi .


[ Kakak apa kau tau betapa aku merindukanmu .......


Pada saat itu kau tiba-tiba pergi dan menghilang . aku berusaha untuk mencarimu tetapi tidak menemukannya . bahkan setelah puluhan tahun .


Tetapi pada saat aku menemukan mu sekarang .... aku ..... aku .... ]


Matsuri tidak menahan air mata yang terus mengalir membasahi punggung dari Izawa . walaupun bahkan jika Izawa memberontak dan langsung pergi maka Matsuri tidak bisa menghalaunya karena tubuh yang sudah jauh dari kata prima , tetapi dia memaksa untuk menahan Izawa , ia membutuhkan jawaban yang ada didalam pikirannya .


Sementara itu Izawa berasa dalam situasi yang membuatnya dilema , dalam hati ia tidak tega membuat Matsuri menangis dan ingin langsung memeluknya tetapi pikirannya menolaknya .


[ Sepertinya kau salah orang , ini adalah pertama kalinya kita bertemu . lagipula kau pasti mengetahui kalau aku adalah Villain dari media-media jadi tidak mungkin kita pernah bertemu.


Hey ini serius , kau membuat mulai merasa kesal , jadi bisa kau lepaskan pelukanmu atau jangan salahkan aku jika bertindak kasar .......... ]


Ia melakukan ini agar Matsuri membencinya , karena ia tidak ingin Matsuri justru mengkhawatirkan yang akan membahayakannya jika diketahui oleh pihak pahlawan karena Matsuri memiliki hubungan dengannya , apalagi bisa saja hal ini akan membuat Matsuri ya ingin menjadi pahlawan justru terhalang . Walaupun rasanya sangat sakit , tetapi ini harus dilakukan .


Dalam hati Izawa hanya bisa meminta maaf kepada Matsuri , karena ini untuk kebaikannya juga .


Tetapi ancaman dari Izawa tidak membuat Matsuri terpengaruh , justru pelukannya kepada Matsuri menjadi semakin kuat .


[ Tidak , ini pasti kau Kakak , bahkan kau menyelematkan ku ..... ]


Walaupun warna kulit , rambut bahkan matanya berbeda tetapi Matsuri sangat yakin kalau ini adalah kakaknya . lagipula bau tubuh dari Izawa masih sama seperti apa yang di ingat oleh Matsuri .


Meskipun pada saat dia memeluk Izawa , rasanya sedikit dingin tetapi perasaan ini tidak menipunya . perasaan aman yang dirasakan oleh Matsuri setiap kali memeluk kakaknya tidak berubah sama sekali .


Matsuri tidak menyatakan siapa dirinya karena dia yakin orang yang ada didepannya adalah kakaknya yang telah hidup bersamanya bertahun-tahun .


[ Aku hanya tidak sengaja menyelamatkan mu , mungkin aku menyelematkanmu hanya karena aku merasa tidak nyaman jika melihat seorang gadis sama sepertiku ingin diculik oleh para Villain ......... ]


Tidak , Izawa berbohong .

__ADS_1


Jika ada seorang gadis yang sedang dalam kesulitan jika itu orang lain maka Izawa tidak akan mempedulikannya , apalagi jika itu adalah seorang pria dan wanita dewasa , Izawa tidak akan meliriknya sama sekali . mungkin Izawa masih akan mempertimbangkannya jika itu ada anak kecil , tetapi jika anak kecil itu tidak membuatnya merasa nostalgia seperti mirip dengan anak-anak panti asuhannya maka Izawa juga tidak peduli .


Seperti itulah tingkat kebaikan yang ada didalam diriku .


Dia adalah seorang yang apatis bila seseorang yang diluar jangkauannya .


Seseorang yang terbiasa menyakiti orang lain tanpa merasa bersalah .


Seseorang yang tidak memiliki rasa keadilan dan kepahlawanan .


Seseorang yang lebih banyak warna hitam daripada putih didalam hatinya .


Dan seseorang yang ditakdirkan untuk menjadi Villain .


Seperti itulah seorang Izawa .


Tetapi di hati yang gelap dan dingin , masih terdapat sedikit kehangatan yang tersimpan . masih terdapat hati lemahnya yang disembunyikan .


Sementara itu perkataan Izawa justru membuat Matsuri memperkuat pelukannya dan juga air matanya mengalir semakin banyak .


Ia menjadi yakin kalau Villain bernama D adalah kakaknya . karena menurutnya akan semakin tidak masuk akal kalau memang D membantunya tanpa alasan yang jelas .


Melihat adik kecilnya menangis membuat hatinya sakit . Izawa yang biasanya yang biasanya stabil dengan keputusan yang diambil pada titik ini sedikit goyang .


Karena dorongan emosi di hati membuat Izawa terbesit didalam pikirannya untuk berhenti menjadi Villain dan menyerahkan diri , kemudian mengatakan yang sebenarnya kepada orang-orang yang berharga baginya sembari berharap mereka akan menerimanya .


[ Mungkin itu hal yang tidak buruk .......... tidak tidak tidak , setelah semua yang telah aku lakukan aku masih berharap untuk kembali ? apa yang diriku yang bodoh ini pikirkan ?


tidak mungkin hal itu bisa karena memang sudah tidak ada jalan untuk kembali ]


Dalam hatinya Izawa menghina dirinya sendiri karena sudah memikirkan hal-hal yang bodoh .


mungkin orang-orang yang berharga baginya masih bisa menerimanya tetapi tidak dengan pihak pahlawan . ia sudah melakukan banyak hal-hal yang bisa disebut sebagai tindak kejahatan .


Lagipula menyerahkan diri akan membuat orang-orang panti asuhan dalam bahaya . karena dia sudah terikat dengan perjanjian dengan All For One untuk tidak menyentuh orang-orang yang berharga dengan syarat membantu Tomura menjadi penerusnya .


Jadi dengan Izawa menyerahkan diri akan membuat hal yang paling dia tidak inginkan akan terjadi karena dirinya . ia bertekad untuk memikul semuanya sendirian .


Dengan berat hati Izawa mengaktifkan Quirk Hakinya , mengeluarkan teknik yang membuat orang lain tidak sadar .


Tetapi berbeda dengan Housoku Haki yang membuat orang yang tidak kuat menahannya akan secara paksa tidak sadar , teknik yang digunakan oleh Izawa adalah membuat kesadaran korban akan secara perlahan-lahan melemah hingga akhirnya tidak sadar dengan lembut tanpa membuat korban merasakan sakit dengan syarat harus bersentuhan langsung dengan korban .


Dikarenakan sekarang Matsuri sedang memeluknya Izawa langsung bisa melancarkan tekniknya dengan mudah .


Izawa menamai teknik tersebut dengan nama Yasashi-sa Haki .


Kesadaran Matsuri secara perlahan-lahan berkurang , membuat pelukannya semakin berkurang hingga Izawa terbebas dan juga membuat tubuhnya berangsur-angsur mulai jatuh ketanah .


Dengan sisa-sisa kesadarannya Matsuri mencoba menggapai Izawa yang menatapnya dengan sendu hingga akhirnya Matsuri benar-benar tidak sadarkan diri .

__ADS_1


[ Jangan pergi Izawa Ne-chan ....... ]


...----------------...


__ADS_2