
*Sebelumnya*
[ Walaupun itu lelucon , tetapi jika aku harus menjawab maka ......... maka ......... maka aku menginginkan ............. kasih sayang ]
Dikarenakan oleh kurangnya kasih sayang , maka Izawa sekarang jika diberikan kasih sayang maka dia akan sangat menjaganya .
Tetapi tanpa Izawa menyadarinya , itu membuatnya menjadi seorang villain di kehidupan selanjutnya untuk menjaga kasih sayang itu .
...----------------...
[ Baiklah aku sudah selesai sarapan , sebaiknya aku segera berangkat ke sekolah , karena tinggal setengah jam lagi bel masuk sekolah berbunyi ]
Izawa sudah selesai sarapannya dan bersiap-siap berangkat ke sekolah , kemudian Izawa memanggil para Igarashi untuk membereskan sarapannya .
[ Igarashi aku sudah selesai , cepat kau bersihkan sisanya ]
[ Aku mengerti Nona Muda ]
[ Ohh iya mobilnya sudah di siapkan bukan ? ]
Izawa bertanya kepada Igarashi , karena ia tidak mau jika mobil yang katanya sudah siap , ketika ia ingin menaikinya tiba-tiba mobilnya ada masalah .
[ Tenang saja Nona Muda , mobilnya dan beserta supir sudah siap ]
Mendengar jawaban Igarashi , Izawa mengangguk puas . kemudian ia pergi keluar ruangan tetapi sebelum menutup pintu .
[ Oh iya , kau pasti sudah menyiapkannya dengan baik , walaupun lelucon itu tidak lucu tetapi aku mengapresiasi dengan usaha yang kau berikan . kata-kata dikartu yang kau taruh di bawah piring membuat aku merasa lebih baik , jadi terimakasih Igarashi ]
Igarashi yang mendengar itu justru bingung dan terheran , karena dia bahkan tidak tau kartu yang dimaksud .
[ Lelucon ? kartu ? aku yang memberikannya ? ..... aku bahkan tidak tau yang Nona Muda maksud ]
Igarashi kemudian mencoba menanyakan lebih lanjut , tetapi Izawa sudah terlebih dahulu pergi menutup pintunya .
[ Nona muda Tunggu sebentar ..... ]
Ia mencoba mengejar Izawa untuk menanyakannya , tetapi karena Nona Mudanya berkata itu membuatnya lebih baik , Igarashi berhasil dan membiarkannya karena tidak mau hal itu justru membuat suasana hati Nona Mudanya memburuk .
Kemudian ia ke meja makan dan memeriksa kartu yang dimaksud Nona Mudanya .
Sementara itu Izawa yang berada dalam suasana hati yang baik melanjutkan langkah kakinya tanpa memerhatikan kalau kartu yang ia baca tadi tiba-tiba lenyap .
...----------------...
Sekarang Izawa sedang berada di dalam mobil yang di naikinya untuk berangkat sekolah . dengan mengenakan seragam putih sekolahnya , Izawa melihat ke langit sambil melamun .
[ Hari ini cuaca cerah seperti yang diperkirakan ... oh iya , jangan sampai melupakannya , hari ini aku akan membeli manga terbaru Boku no hero sepulang sekolah ]
Sejujurnya dibandingkan dengan ulangan yang akan terjadi hari ini , Izawa lebih memikirkan manga terbaru Boku no hero . ia khawatir kalau manga itu sudah ada di tempat biasa Izawa membeli manga .
[ Hey supir atau siapa namamu itu , nanti jangan menjemputku sepulang sekolah .... ]
Supir yang mengetahui dipanggil menghela nafas tidak berdaya , karena Nona Muda yang ia layani tidak mengingat namanya .
[ Aku mengerti ....... ]
Supir itu mengerti , karena memang Nona Mudanya akan sesekali memintanya seperti itu karena ada yang ingin Nona Mudanya itu lakukan , yaitu membeli manga . jadi ia tidak terkejut .
[ Tetapi Nona Muda , bukannya akan lebih cepat membeli itu jika di mengendarai mobil ....... ]
[ Tidak , aku akan membelinya sendiri ....... ]
Mendengar jawaban Nona Mudanya itu sang supir tidak menanyakan lagi . karena ia tau kalau nona Mudanya itu tidak suka jika banyak di tanya .
Sementara itu alasan Izawa membeli manga sendiri adalah karena ia menyukai membeli sesuatu yang ia suka sendiri , lagipula jarak antara toko dan rumahnya tidak jauh , sesekali Izawa suka pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki . ia menyukai perasaan itu .
[ Aku merasa kalau hari ini akan terjadi sesuatu kepadaku ....... mungkin itu hanya perasaanku saja ]
Dari bangun pagi Izawa merasa aneh , seolah-olah ada sesuatu yang mencoba memperingati dia akan sesuatu yang akan terjadi padanya , tetapi dia menepis persangka itu .
[ Bagaimana dengan Kanna ya ? ... beberapa hari yang lalu ia berkata kepadaku kalau hari ini ia akan melakukan sesuatu tapi aku melupakannya ...... ]
Izawa mengingat sesuatu dan dengan cepat ia membuka ponselnya , kemudian ia mengirim pesan kepada Kanna .
Ayasaka Kanna adalah teman pertama sekaligus sahabatnya . ia adalah gadis yang ceria dan energik .
Izawa pertama kali bertemu dengannya adalah ketika Izawa masih kelas 1 SMP , suatu hari di toko Roti , ia dan Kanna sama-sama datang dan ingin membeli Roti Kacang , tetapi Roti kacang yang ingin mereka beli hanya tinggal satu , jadi Izawa dan Kanna memperebutkannya , pada akhirnya Kanna mengalah dan memberikannya kepada Izawa , sedangkan ia membeli Roti yang Coklat . lagipula Roti kacang bukan Roti favoritnya .
Setelah itu entah karena kebetulan atau takdir , mereka semakin sering bertemu di Toko Roti . awalnya Izawa menganggap kalau Kanna adalah seorang yang merepotkan karena banyak bicara dan bertindak seolah-olah mereka teman , tetapi semakin lama Izawa menjadi tidak mempermasalahkannya dan tanpa sadar Izawa sudah menganggapnya teman .
[ Ya sudahlah , lagi pula itu bukan urusanku ]
__ADS_1
...----------------...
Izawa membuka pintu kelas dan langsung masuk . kelas yang tadinya berisik langsung terdiam , mereka langsung memusatkan perhatian kepada Izawa sebelum kembali melakukan aktivitas , beberapa murid mendekati Izawa dan mencoba menyapanya
[ Selamat pagi Shizue-san ...... ]
Mendengar itu Izawa harus menyapa kembali , walaupun dia tidak menatap orang yang menyapanya [ Selamat pagi Juga ..... ]
[ Bagaimana kabarmu ? ...... ]
[ Apa pagimu menyenangkan ? ..... ]
[ Pagi ini cerah ya Shizue-san ..... ]
Izawa yang mendapat pertanyaan dari beberapa orang tidak menanggapinya , ia langsung berjalan di mejanya tanpa memerhatikan orang yang menyapanya .
[ Cih ! Apa-apaan dia itu ..... ]
[ Walaupun dia pintar tetapi dia sombong sekali .... ]
[ Benar , dia bahkan menganggap para murid lainnya rendah , bahkan aku dengar dia bahkan mengabaikan murid-murid kelas 3 . meskipun dia masih kelas 2 tetapi dia sudah menganggap dirinya itu Ratu ]
Dengan semua prestasi Izawa , di samping banyak yang mengidolakannya , tetapi pasti akan ada yang membencinya . biasanya orang-orang seperti mereka membenci Izawa karena iri tetapi sayang sekali , Izawa tidak mempermasalahkannya .
Karena menurut Izawa itu , mau seseorang menyukai atau membencinya itu hak mereka , jadi langkah terbaik untuk menanggapinya menurut Izawa adalah mengabaikannya .
[ Kanna belum datang ya ...... ]
Melihat temannya belum datang , Izawa meletakkan tangannya dan kemudian menidurkan kepalanya di meja .
Walaupun posisi Izawa terlihat seperti ingin tidur , tetapi sebenarnya Izawa hanya mencoba untuk tenang .
[ Selamat pagi Iza-chi ..... ]
Beberapa saat kemudian datanglah seorang yang menyapa Izawa dengan semangat .
Mendengar itu Izawa menggerakkan matanya dengan malas .
[ Kanna kau tau kan kalau aku tidak suka di kejutkan ...... ]
Orang yang menyapa Izawa adalah Kanna , sedangkan Kanna yang mendengar perkataan Izawa hanya tertawa tidak bersalah .
[ Hehehehe ......... ]
[ Ohh iya Iza-chi , beberapa hari yang lalu aku pergi liburan bersama dengan keluargaku ke kebun binatang , di sana aku melihat gajah yang sangat besar ........ ]
Kemudian Kanna membicarakan tentang liburannya dengan semangat , sementara Izawa hanya mendengarkan temannya yang bersemangat itu .
[ Seperti biasa , kau orang yang banyak berbicara ya , Kanna ..... ]
Ini adalah kebiasaan interaksi keduanya , jika dalam percakapan Kanna lah yang selalu mendominasi . memang sifat keduanya sangat berbeda .
[ Hey apa kau mendengarku Iza-chi ? ..... ]
[ Iya-iya aku dengar ........ ]
...----------------...
[ Baiklah anak-anak , kalian tau kan kelas hari ini ....... ]
Seorang guru matematika datang dan membawa banyak kertas ditangannya , sesuai perkataannya Minggu lalu kalau akan ada ulangan hari ini .
Ia kemudian membagikan masing-masing kertas-kertas yang berisikan soal-soal ulangan kepada siswa .
Sedangkan para siswa menatap kertas itu dengan tidak semangat .
[ Ahh aku dari dulu tidak menyukai matematika ...... tetapi tenang saja , aku sudah belajar dengan baik untuk ini ]
Kanna menatap kertas ditangannya dan mencoba menenangkan diri , sedangkan Izawa yang melihat itu dari bangkunya hanya menghela nafas .
[ Ayo selesaikan ini dengan cepat ......... ]
Detik demi detik berjalan hingga tidak terasa sudah lebih dari 1 Jam ulangan dimulai .
Para Siswa berkosentrasi untuk mengerjakan ulangan ini dengan demi untuk menjawab pertanyaan demi pertanyaan dengan sebisa mungkin .
Sedangkan bagi Izawa ulangan ini terkesan mudah , hanya perlu waktu sekitar 30 menit bagi Izawa ia untuk menyelesaikan ulangannya .
[ Membosankan sekali .... aku berharap ini cepat selesai ..... oh iya , apa Kanna baik-baik saja ? ]
Izawa mengangkat kepalanya yang tertidur dimeja untuk melihat temannya sedang menggaruk-garuk kepalanya sebelum akhirnya Izawa kembali menidurkan kepalanya dimeja .
__ADS_1
Kemudian setelah beberapa waktu , akhirnya ulangan itu berakhir dan bel istirahat pun berbunyi .
Para murid pun lega dan mereka memberikan kertas ditangannya kepada guru .
Izawa dan Kanna saat ini sedang istirahat makan siang bersama . Kanna membawa bekalnya sedangkan Izawa cukup hanya Roti kacang .
Mereka saat ini sedang berada di atap sekolah yang sepi .
[ Ahh akhirnya selesai juga , aku tidak menyangka akan sesulit itu ..... tapi aku tidak yakin apakah nilai ku akan bagus atau tidak , bagaimana dengan mu Iza-chi ? ]
[ Aku yakin akan mendapatkan nilai bagus ..... ]
Izawa menjawab pertanyaan seperti bukan apa-apa yang membuat Kanna menghela nafas kekalahan dan ia bergumam pelan .
[ Terkadang aku iri denganmu Iza-chi .... ]
[ Apa yang kau katakan tadi ? ...... aku kurang jelas mendengarnya ]
[ Tidak ada , aku tidak mengatakan apa-apa ]
Izawa yang mendengar itu hanya menatap sebentar sebelum fokus kembali makanannya .
[ Ngomong-ngomong apa kau nanti pulang sekolah dijemput seperti biasanya Iza-chi ? ]
[ Tidak , aku ingin ke toko manga dulu . jadi aku memilih untuk berjalan kaki ..... ]
[ Jadi begitu .... tetapi jujur saja , aku terkejut saat pertama kali mengetahui kau menyukai hal-hal seperti manga atau anime Iza-chi ]
[ Wajar saja , karena dengan penampilan ku membuat orang-orang akan sukar mempercayai aku menyukai hal-hal seperti itu ]
Karena Kanna adalah teman Izawa , jadi dia memberitahu Kanna tentang hobinya itu . Kanna juga tidak jarang menemani Izawa ke Toko manga walaupun Kannna sendiri kurang minat terhadap Manga dan anime .
[ Ohh iya , t****idak biasanya kau mengajakku makan siang ditempat seperti ini Kanna , apa ada sesuatu yang terjadi ? ]
Ucapan Izawa bukannya tidak berdasar , biasanya Kanna dan Izawa selalu makan siang dikelas atau dikantin , jadi Izawa hanya bingung saja ia diajak ke tempat seperti ini .
[ Sebenarnya ada yang ingin aku katakan Iza-chi ...... ]
[ Katakan apa ? ]
[ Aku malu untuk mengatakannya ....... ]
Sikap Kanna yang gugup membuat Izawa menjadi mantap heran, dia berhenti makan dan mulai tertarik dengan pembicaraan .
[ Tidak perlu gugup , katakan saja , lagi pula aku bukan orang asing ]
[ Sebenarnya ........ ]
Kanna mengatakan hal yang sebenarnya dengan gugup dan agak malu . setelah mendengar semuanya , Izawa mengedipkan matanya beberapa kali .
[ Kau menyukai seseorang dan akan menyatakan perasaanmu ? .... terlebih lagi seseorang yang kau suka adalah Siswa kelas 3 ]
Perkataan dari Izawa membuat wajah Kanna menjadi memerah . kemudian ia pun mengangguk untuk membenarkan perkataan Izawa .
[ *Sigh* ........ aku tidak akan berkomentar banyak , bagaimanapun itu hak mu untuk melakukannya . aku hanya berharap semoga hasilnya sesuai dengan yang kau harapkan ]
Kanna yang senang mendapat semangat dari Izawa mencoba mengalihkan perhatian untuk menutupi rasa malunya .
[ Terimakasih Iza-chi .... tetapi bagaimana dengan mu ..... apa ada seorang yang membuat mu tertarik ? maksudku dalam hal romansa .... ]
Izawa yang mendengar pertanyaan itu tidak bisa menahan rasa gelinya .
[ Pfffftttt ...... ayolah Kanna , kau kan tau aku tidak tertarik dengan hal-hal romansa ..... ]
[ Iya itu kau sekali Iza-chi ........ ]
[ Baiklah-baiklah jadi kapan kau akan mengatakannya ? ]
[ Nanti setelah makan siang , ****aku sudah mengatakannya kepada Senpai untuk datang pada pukul 13.00 ke tempat yang sudah aku katakan**** , tetapi sebelum itu aku ingin mendengar pendapatmu dulu ....... ]
Setelah itu Izawa melihat ke jam ditangannya dan terlihat waktu sudah menunjukkan pukul 12.55 .
[ Kanna sebaiknya kau cepat , karena waktu tinggal 5 menit lagi ....... ]
[ Kau benar , aku harus cepat ...... ]
Kemudian Kanna dengan bangkit dari duduknya dan pergi menuruni tangga untuk sampai ketempat yang sudah dijanjikan .
[ Dasar Kanna ...... kau melupakan ini ]
Karena panik atau terlalu bersemangat , Kanna melupakan kotak bekas makan siangnya , untungnya ada Izawa yang akan mengembalikannya .
__ADS_1
[ Tetapi semoga berhasil ]