
*Sebelumnya*
[ Aku masih hidup ? dan sebenarnya dimana ini ? ]
Saat Izawa membuka matanya , ia terkejut mengetahui kalau ia masih hidup dan sekarang sedang berada disebuah jalan dengan banyak orang lalu lalang .
Tetapi setelah beberapa saat mengamati, Izawa semakin bingung karena orang-orang disekitarnya seolah-olah mengabaikan kehadiran Izawa dan menganggap ia tidak ada .
Bukannya Izawa sombong , tetapi menurutnya dengan parasnya pasti akan membuat banyak orang menoleh melihatnya .
[ Apa yang sebenarnya terjadi disini ? ]
...----------------...
Dalam keadaan kebingungan , Izawa memilih untuk berjalan mengikuti instingnya .
Semakin lama Izawa mengamati lingkungan disekitarnya , ia merasa kalau lingkungan itu terasa familiar , sampai pada akhirnya Izawa melihat tanda yang membuat ia sadar akan tempatnya .
[ Tidak salah lagi , ini adalah lingkungan dekat dengan mansionku ]
Dikarenakan Izawa sangat jarang untuk keluar mansionnya , membuat ia agak asing dengan lingkungan sekitarnya .
Izawa berkeliling diluar mansionnya adalah pada saat olahraga kecil , itupun sangat dekat dengan mansionnya .
Jadi dia mengenali ini karena Izawa sering melewati jalan ini untuk pergi ke sekolah .
Kemudian Izawa melihat seorang anak kecil perempuan yang berjalan mendekatinya , tetapi seperti yang lain , anak kecil itu tidak sadar dengan keberadaan Izawa yang ia harus menghindar .
Tetapi setelah beberapa saat melihat , Izawa mengingatkannya kepada orang lain .
[ Anak kecil perempuan itu mengingatkan kepada Matsuri-chan .....
Tunggu siapa Matsuri-chan ? bagaimana aku mengenalnya ? ]
Setelah mengucapkan nama Matsuri , Izawa langsung merasa kalau dia melupakan sesuatu yang sangat penting , tetapi pada saat ia ingin mengingatnya , rasa sakit langsung menghantam kepala Izawa yang membuat ia tersungkur ke tanah .
Pada saat itu ia melihat penampilannya di genangan air di bawahnya , walaupun wajahnya seperti biasa , tetapi kulit cerahnya sekarang digantikan dengan kulit putih pucat yang membuat Izawa terlihat seperti orang sakit .
Kemudian Izawa baru menyadarinya , kalau ia merasa lebih pendek dari pada biasanya . bahkan warna matanya berubah dari hitam menjadi ungu .
[ Apakah ini aku ? ]
Walaupun Izawa merasa terkejut , tetapi ia juga merasa tidak asing dengan penampilannya saat ini .
Tidak lama kemudian gelombang ingatan langsung menghantam Izawa , sekarang ia sudah mengingatnya tentang hal-hal yang telah dilaluinya pada saat ia berinkarnasi di Boku no hero .
Setelah mendapatkan ingatannya membuat kepribadian dan sifatnya menjadi seperti saat ia di dunia Boku no hero .
Kemudian setelah Izawa mendapatkan kembali ingatannya , ia terdiam beberapa saat untuk memahami situasinya sebelum akhirnya tiba-tiba tertawa .
[ Hahahaha .......... sekarang aku mengerti , jadi hal-hal sebelumnya adalah mimpi yang membuat aku melupakan tentang kehidupanku di Boku no hero .
Aku baru mengingat sesuatu , bukannya setelah aku berbicara dengan Toga-san , aku memilih untuk tertidur di ruangan pribadiku .
Dengan kata lain tempat ini tidak nyata , mungkin sekarang ini aku sedang berada didalam alam bawah sadarku .
Seolah-olah ada seorang yang ingin menggantikan keberadaan ku
Dan aku sepertinya tau siapa orang itu ]
Meskipun Izawa sedikit kesal karena merasa seperti dipermainkan , tetapi dia satu sisi ia juga penasaran dengan apa yang diinginkan oleh pihak sebelah .
Kemudian seragam sekolah yang dikenakan Izawa saat ini langsung berubah menjadi pakaian biasa Izawa , yaitu kemeja putih denah rok pendek hitam .
[ Ahh begini lebih baik , baiklah setelah dia ****membawaku kemari akan tidak sopan jika aku**** mengabaikannya .
Ayo sapa dia dan selesaikan omong kosong ini ]
Dengan wajah yang percaya diri , Izawa langsung berjalan menuju tempat dia .
__ADS_1
Izawa juga merasa kalau dia sudah menunggunya .
...----------------...
[ ahh tempat ini membuatku merasa nostalgia ..... ]
Izawa setelah beberapa saat berjalan , akhirnya ia sampai di sebuah Mansion besar , itu adalah tempat tinggal Izawa sebelumnya .
Mansion Izawa terletak jantung kota Kobe .
Walaupun Izawa tinggal di sana sebelumnya , tetapi dia tidak benar-benar merindukannya . karena menurutnya tempat yang bisa disebut rumah oleh Izawa adalah Panti asuhannya .
Kemudian Izawa melangkah kaki untuk masuk kedalam Mansion itu .
Mansion itu persis seperti yang ada dalam ingatannya , tidak ada yang berubah .
Tetapi setelah sekian lama Izawa berjalan , ia tidak menemukan satupun Para Maid . seolah-olah tempat itu kosong .
Setiap langkah kaki yang dipijakan Izawa menggema di sepanjang lorong .
Akhirnya Izawa sampai di sebuah pintu yang ia kenali , yaitu ruang makan .
[ Sudah kuduga , itu adalah kau ]
Setelah Izawa membuka pintunya , terlihat seorang gadis yang sudah menunggunya .
Gadis itu memiliki wajah yang sama dengan wajah Izawa , yang membedakannya adalah warna kulit dan matanya .
Mendengar seorang yang telah memanggilnya , gadis itu yang sebelumnya sedang membaca manga menutup manga dan menoleh ke Izawa dengan tatapan dingin .
[ Kau terlambat , aku sudah menunggumu dari tadi , diriku yang lain ]
Ya gadis itu adalah Izawa yang lain , atau lebih tepatnya Izawa pada saat sebelum bereingkarnasi .
[ Maaf-maaf , ada beberapa hal yang aku harus urus ]
[ Apa tidak ada makanan disini ? ]
[ Jika itu yang kau inginkan ]
Karena permintaan Izawa , dirinya yang lain langsung menjentikkan jarinya dan tiba-tiba beberapa Roti kacang dan Kopi tersedia di meja yang tadinya kosong .
[ Terimakasih ]
Kemudian Izawa tanpa ragu langsung memakan roti kacang itu , sedangkan dirinya yang lain melanjutkan membaca manganya .
Selama beberapa saat tidak ada pembicaraan diantara keduanya , mereka sibuk dengan urusannya masing-masing . hanya terdengar suara Izawa yang makan dan Izawa yang lain membalik halaman manga .
Akhirnya keheningan itu pecah oleh Izawa yang telah selesai makan .
[ Hey diriku yang lain , manga yang kau baca itu adalah manga terbaru Boku no hero yang belum sempat kita baca , kan ? ]
[ Kau benar , tetapi menurutku itu sudah tidak terlalu penting bagi kita ]
Sejujurnya bagi Izawa manga itu sudah tidak berguna , karena bahkan hal-hal yang telah ia lalui sudah lebih jauh dari manga yang ada ditangan dirinya yang lain .
[ Hey , bagaimana aku harus memanggilmu ? maksudku rasanya agak aneh saat aku memanggilmu 'diriku yang lain' ]
[ Benar juga , bagaimana jika aku memanggilmu Izawa sedangkan kau memanggilku Shizue ]
[ Itu ide yang bagus , lagi pula aku menggunakan nama Shizue hanya untuk samaran saja ]
Atas saran Izawa yang lain , Ia akan memanggil dirinya yang lain sebagai Shizue , sedangkan Shizue akan memanggil dia Izawa .
Setelah berinkarnasi Izawa sudah tidak lagi memegang marga Shizue , Izawa saja tidak tau nama kedua orang tua aslinya . dia hanya ditinggalkan nama Izawa untuk namanya . bahkan ia tidak tau apakah marga Shizue di dunia Boku no hero itu ada .
[ *Sigh* ..... Kau tau Izawa , dengan kau menggunakan nama Shizue sebagai samaran itu sama saja kau mengotori Marga Shizue , terlebih lagi identitasmu sebagai Villain sudah terbongkar ]
Shizue yang sebagai nona muda keluarga Shizue sedikit tidak menyukainya . walaupun dia tidak terlalu menyukai keluarganya , tetapi dia juga memiliki harga diri , apalagi kakeknya juga bermarga Shizue .
__ADS_1
[ Itu tidak apa-apa , lagi pula aku sekarang sudah punya Marga asli yang lebih baik dan aku saja tidak tau apakah keluarga Shizue di dunia Boku no hero ]
[ Dunia Boku no hero , ya . aku awalnya tidak menyangka kalau dunia itu ada ]
[ Lebih tepatnya 'Kita' , karena pada saat itu kita masih menjadi satu , sebenarnya menurutku dewa yang kita temui itu yang membuat dunia Boku no hero menjadi nyata ]
Kemudian mereka mengobrol ringan , Izawa mulai menceritakan pengalamannya , walaupun tanpa di beritahu pun Shizue sudah tau . karena mereka itu sebenarnya satu tubuh .
[ Kau tau Izawa , kau benar-benar sudah berbeda dariku , kau lebih mirip Kanna yang suka berbicara dan kau lebih kekanak-kanakan ]
[ Ya setelah semua yang terjadi padaku itu semua wajar
Tunggu sebentar , jika aku ingat-ingat lagi pada saat aku dipanti asuhan , sifat kekanak-kanakan tiba-tiba ada didalam diriku . apakah dewa itu sengaja melakukannya agar aku lebih mirip anak-anak pada umumnya ? ]
Menurut Izawa , pada saat ia masih menjadi Shizue Izawa ia merasa lebih dewasa , tetapi pada saat di panti asuhan dia beberapakali lebih mudah menangis , tertawa dan hal-hal lainnya .
Walaupun begitu , setelah di 'besarkan' oleh AFO , kepribadiannya menjadi lebih kompleks dan sulit di prediksi .
[ Baiklah , sekarang kita masuk ke poin utama . kau pasti sudah tau hal apa yang ingin aku tanyakan , tetapi agar lebih jelas aku akan tetap menanyakannya .
Shizue , kenapa kau ingin mengambil alih tubuh asli ? kau bahkan sampai berusaha menghapus ingatanku ]
Meskipun ekspresi Izawa santai saja , tetapi sekarang dia benar-benar serius . dia agak tidak terima jika ingatannya pada saat dipanti asuhan di hapus .
[ Itu karena aku ingin menolongmu ]
[ Menolongku ? apa yang kau maksud ? ]
Meskipun Izawa dan Shizue bisa dikatakan awalnya satu , tetapi Izawa bukan berarti ia bisa membaca pikiran Shizue , jadi wajar saja ia kebingungan dengan perkataan Shizue .
[ Walaupun kita berbeda , tetapi kita juga satu . maksudku adalah meskipun kita berbeda sifat dan kepribadian tetapi kita itu satu .
Dengan dihilangkan ingatan tentang hal-hal panti asuhan , maka kau yang saat ini mengendalikan tubuh utama , akan terbebas dari rasa tanggung jawab .
Ingat , perjanjian kita dengan AFO itu hanya agar menjadikan Tomura sebagai penggantinya , setelah itu maka kita bisa bebas .
Rela mengorbankan diri demi orang lain ? itu benar-benar cerita yang lucu . kita itu bukan orang yang akan berpikiran seperti itu ]
*Boom——!!!
Izawa yang mendengar itu menjadi marah , dia langsung menghancurkan meja sambil mengeluarkan aura ungu gelap .
Ruangan itu langsung berantakan karena Aura Izawa .
Ia dengan cepat bangkit dan langsung memegang kerah Shizue .
[ Dengar ya , meskipun kita kau itu diriku yang lain , tetapi kali ini kau benar-benar membuat aku marah .
Apakah kau ini dari balasan atas apa yang telah mereka lakukan pada kita ?
Ingat ya , jika bukan karena Saori-sensei tidak mengambil kita maka kita pasti sudah mati kedinginan .
Jika bukan orang-orang dipanti asuhan maka kita tidak akan pernah merasakan perasaan di cintai .
Bukannya itu adalah hal yang kita inginkan di kehidupan sebelumnya .
Dan kau ingin aku melupakannya ?
Jika saja ini terjadi di dunia nyata , maka aku akan langsung memotong-motong mu menjadi berkecil-kecil dan kemudian aku berikan untuk memberi makan ikan ! ]
Wajar saja Izawa marah , itu terasa seperti seperti ia membuang orang-orang yang berharga , maka itu sama saja apa yang telah ia perjuangan selama ini menjadi lelucon .
Apa Izawa akan menerima semua itu ? ...
Tentu saja jawabnya tidak .
...----------------...
[ Jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar ]
__ADS_1