Feel The Pain

Feel The Pain
02.Memulai aksi


__ADS_3

Firen berpikir di dalam kepalanya, apakah aktingnya kurang bagus sampai membuat Yola mungkin curiga kepadanya.


Firen memutuskan untuk lebih memojokkan Yola.


"Kumohon bantu aku, kenapa hal ini menjadi lebih besar, jika ini terus membesar maka itu sangat menyiksaku, rasanya seperti akan meledak" ucap Firen dengan wajah memelas


mendengar Firen mengatakan hal itu Yola pun memutuskan untuk membantu Firen tapi dengan sebuah syarat....


"baiklah aku akan membantumu, tapi aku hanya akan memakai tanganku, karena aku sudah memiliki suami jadi aku tidak akan melangkah lebih jauh dari ini" ucap Yola dengan tegas


" baiklah jadi sekarang bantu aku, ini menjadi lebih besar lagi"ucap Firen


Yola mendekati Firen dan menunduk untuk membuka celana ketat milik Firen


*suut


"hah!" Yola sangat terkejut dengan apa yg sedang dia lihat, dia melihat sebuah tongkat yg besar bahkan itu bekali2 lipat lebih besar dari punya suaminya


"a-apa, benda a-apa ini?" ucap Yola dengan gagap sekaligus gugup


"kumohon bantu aku, aku merasa benda itu akan meledak sebentar lagi" kata Firen dengan wajah yg terlihat menderita


Yola langsung memegang tongkat itu dengan tatapan yg masih terkejut


secara perlahan Yola memaju mundurkan tangannya karena dia tidak mau membuat Firen kesakitan


"ahh~ itu sangat enak, kumohon tambah kecepatan nya aku merasa akan ada sesuatu yg keluar" ucap Firen dengan wajah yg memerah


"ba-baiklah" ucap Yola dan dia mempercepat gerakannya sehingga membuat Firen ke enakan


"a-aku rasa akan s-sesuatu yg akan keluar ah~" kata Firen sambil mengeluarkan cairan susu ke wajah Yola


Yola terkejut dengan hal itu karena tiba2 cairan susu itu tertumpah ke wajahnya dan Yola memegang wajahnya


"i-ini sangat lengket dan banyak" batin Yola yg sedang kaget


"b-baiklah karena kau telah selesai se-sekarang kita harus kembali dan a-aku akan memasak" ucap Yola gagap sambil membuang wajahnya ke arah lain


tapi Firen tentu telah bertekad untuk mendapatkan Yola saat ini, akhirnya dia sengaja membuat dirinya bersemangat kembali


"t-terima kasih atas bantuan Y-Yola tapi kenapa benda ini masih sangat keras" kata Firen dengan gagap sambil membuat wajah yg memelas


Yola menghadap kebelakang dan melihat tongkat milik Firen yg masih berdiri tegak dan besar


"a-apa kenapa itu masih sangat besar? bukankah setelah keluar maka dia tidak akan besar kembali untuk beberapa saat?" batin Yola yg kebingungan karena dia melihat hal itu


"k-kenapa itu masih besar? bukankah kau sudah keluar tadi?" tanya Yola kepada Firen


dan Firen akhirnya menyadari bahwa suaminya tidak pernah memuaskan Yola sepenuhnya


Firen pun langsung memakai kesempatan ini untuk bertindak lebih jauh lagi


"kumohon bantu aku sekali lagi, aku juga bingung kenapa ini masih sangat bersemangat" ucap Firen


akhirnya Yola membantu Firen sekali lagi tetapi saat ini Firen sudah memulai aksinya


saat Yola sedang menggerakkan tangan tiba2 Firen memegang kepala kepala Yola dan mendorong kepala Yola sehingga tingkat miliknya masuk kedalam mulut Yola


"Hugh guh hukkh" suara Yola yg sedang menghisap tongkat Firen, karena tongkat Firen sangat besar dia kesulitan untuk bernafas


"aku tidak bisa bernafas, kenapa tongkat Firen sangat besar, ini membuat aku kesulitan bernafas, kumohon hentikan" ucap Yola di dalam pikirannya


Yola sedang berusaha untuk bernafas walau sangat sulit, tapi yg anehnya walau dia sangat kesulitan Yola malah menjadi basah akibat ini


"aku sangat kesulitan tapi kenapa tubuhku malah terangsang akan hal ini" batin Yola dengan sedikit air mata yg menetes

__ADS_1


"ugh Yola aku akan mengeluarkan cairan susuku sekali lagi" ucap Firen sambil menuangkan susunya yg kental dan banyak kedalam mulut Yola


"ukh ugh uhuk uhuk" Yola batuk karena cairan itu sangat lengket dan sangat sulit untuk membuang itu semua dari mulutnya


"cukup Firen! aku tidak pernah mengizinkanmu untuk memakai mulutku!! aku sudah bilang kalau aku hanya akan memakai tanganku!!!" marah Yola kepada Firen dengan nada yg tinggi


tapi Firen tidak peduli dan dia akhirnya mengeluarkan sifat aslinya yg membuat Yola sangat terkejut


"hahaha itu sangat enak Yola aku sangat terhibur dengan hal yg kau lakukan" ucap Firen dengan senyum bagai seorang penjahat


"ka-kau jadi selama ini kau telah menipu kami dengan sifatmu yg baik itu? dan tentang hilang ingatan apakah itu juga hanya akal2an mu?" tanya Yola karena tidak percaya apa yg sedang dia lihat


"apakah aktingku bagus hehehe" kata Firen kepada Yola yg masih teduduk di tanah dengan tatapan merendah


"kau, tidak kusangka kau sebenarnya adalah orang yg seperti ini, dasar kau bajing*an brengs*k" maki Yola kepada Firen karena dia kesal karena telah dibohongi


"ayolah jangan marah seperti itu nanti wajah mu yg cantik akan luntur, karena kondisi kita masih seperti ini bagaimana kalau kita melanjutkan apa yg sedang kita lakukan hehehe" ucap Firen sambil mendekati Yola dengan perlahan


Yola sangat terkejut dengan kata2 Firen dan dia secara perlahan mundur tetapi hanya dengan merangkak, kakinya tidak kuat untuk berdiri karena dia baru saja mengetahui sesuatu yg membuat dia terkejut.


"apa yg ingin kau lakukan? menjauh dariku kau brengs*k!!!" marah Yola kepada Firen


tapi Firen tidak memperdulikan hal itu, dia tetap maju terus mendekati Yola dengan tatapan yg mengerikan, Yola ketakutan melihat wajah Firen dan membuat dia terdiam karena ketakutan


Firen langsung memegang kedua tangan Yola bersamaan dan menahan tangan Yola di tanah


*Srroooeek


suara baju milik Yola yg di robek oleh Firen menggunakan tangannya


"ap-apa yg ingin kau lakukan hentikan, aku memiliki seorang suami kau seharusnya tidak boleh macam2 dengan istri orang" ucap Yola yg ketakutan akan hal yg dilakukan Firen


"a~ku~ ti~dak~ pe~du~li~~" ucap Firen dengan nada yg naik turun yg membuat Yola semakin takut dan ngeri


Firen tidak peduli dengan hal itu dan dia langsung mengarahkan tongkat nya ke goa pink milik Yola dan mendorongnya dengan tiba2


"kumohon5 jangan lakukan itu"


"hiiikkkkhhh"


desah Yola setelah tongkat Firen masuk kedalamnya, dan tiba2 ada darah yg mengalir banyak dari goa milik Yola


"hmm? apakah kau masih perawan?" tanya Firen kepada Yola


"hiks hiks ugh kuh" Yola tidak membalas pertanyaan Firen karena dia sedang kesakitan dan sedih karena telah mengkhianati suaminya


"oh aku tau, jangan2 tongkat milik suamimu sangat kecil bukan" kata Firen dengan senyum psikopat miliknya


ternyata Yola tidak pernah merasakan nikmat dari berhubungan Badan karena tongkat milik suaminya sangat kecil sehingga tidak cukup untuk merobek selaput darahnya


Firen akhirnya bergerak dengan cepat membuat Yola sangat kesakitan karena baru kali ini selaput darahnya robek, tidak ada yg bisa dilakukan Yola selain sedih dah kesakitan


"hik hik ugh hiks akh anghh" suara dan ******* Yola yg sedang kesakitan karena dimasuki tongkat yg sebesar lengan itu kedalamnya


"akh aku akan segera keluar" ucap Firen yg sedang kenikmatan karena tubuh Yola


"tidak3 jangan didalam kumohon setidaknya keluarkan diluar kumohon" mohon Yola kepada Firen sambil menangis


tapi Firen tidak peduli dan mengeluarkannya di dalam sehingga memenuhi perut Yola dengan cairan susu miliknya


"hikk itu sangat panas dan banyak hiks hiks" ucap Yola yg sedang menangis karena merasa sedih dan kesakitan


dan Firen menggerakkan pinggul kembali dan membuat Yola terkejut dengan hal itu


"a-apa yg kau lakukan, kumohon hentikan sekarang itu sudah cukup, kau telah memenuhi perut ku dengan sangat banyak jadi kumohon" ucap Yola dengan putus asa dan memohon

__ADS_1


{2 jam berlalu}


Firen melakukannya selama 2 jam tanpa berhenti dan telah keluar di dalam berkali2 sehingga membuat perut Yola penuh.


Firen memutuskan untuk mengakhiri sampai disini terlebih dahulu dan memutuskan untuk kembali karena merek telah terlalu lama berada di tempat itu.


tentu saja Firen tidak akan berhenti sampai disitu karena masih ada banyak hal lagi yg harus dia lakukan kepada Yola, dia ingin Yola menderita bersama suaminya


"kita harus kembali sekarang kalau tidak suami~ mu akan curiga loh" ucap Firen sambil melihat Yola yg sedang membersihkan goa pink miliknya karena cairan susu itu terus keluar dari sana


mereka berjalan bersama dengan hening dan mereka sudah bisa melihat kereta mereka dari kejauhan, dan akhirnya Yola membuka suaranya


"kumohon rahasia kan hal ini dari suamiku, aku tidak mau dia mengetahui hal ini dan hubungan kita hanya sampai disini saja" ucap Yola sambil melihat ketanah dengan mata yg menyesal dan sedih


"apa maksudmu hubungan kita sampai disini? hehe aku akan bersenang2 bersama dengan mu setiap kita memiliki waktu berdua " ucap Firen yg membuat Yola ketakutan dan tetap melihat ke tanah


"hey sayang kenapa kau sangat lama membersihkan bahan makanan? dan apa yg terjadi pada mu? kalau tidak salah kau tidak memakai baju ini saat kau pergi?" tanya Maro kepada Yola karena khawatir


karena Yola tidak tau harus menjawab apa maka Firen pun angkat suara dan menjawab pertanyaan Maro


"kami tadi memang hanya membersihkan makanan tapi tiba2 Yola terpleset dan jatuh ke air dan membuat bajunya basah jadi aku pergi ke suatu tempat untuk membelikan nya baju untuk dia pakai" jawab Firen dan tentu saja itu hanya sebuah kebohongan, Firen membuat baju itu dengan sihirnya


"oh benarkah, bukankah kau memiliki baju di kereta tapi kenapa malah pergi beli jauh2?" tanya Maro


"apa? jadi di kereta ada baju milik Yola? aku tidak tau karena setelah baju Yola basah aku langsung lari untuk membelinya baju mungkin karena itu membuat Yola tidak sempat memberitahu aku haha" jawab Firen sambil senyum dan menggaruk belakang lehernya


"haha dasar kau ini, kalau begitu tidak apa2 bagaimana sekarang kalau kau mulai memasak sayang, aku sudah sangat lapar" ucap Maro kepada Yola


"baiklah aku akan segera membuatkan makanan untuk kalian" jawab Yola dengan senyum yg terpaksa


ternyata alasan Yola tidak menjawab karena dia sedang di raba2 buah belakangnya dengan tangan milik Firen jadi dia tidak bisa menjawab takutnya malah keceblosan desah.


dan Yola memasak kan mereka makanan dan mereka makan bersama sambil bercerita seperti biasanya dan merek melanjutkan perjalanan mereka


saat malam tiba, mereka berhenti lagi untuk istirahat tidur, tapi beda dengan Maro dia mengatakan dia akan pergi memancing ikan supaya ada bahan makanan untuk mereka besok


dan lagi2 hanya tertinggal Firen dan Yola berdua di kereta itu


"haha bukankah ini kesempatan yg bagus karena suamimu yg sangat kau cintai itu sedang pergi" ucap Firen dengan senyumnya yg mengerikan


"ugh" Yola yg ketakutan melihat senyumnya sehingga membuat dia hanya terdiam tidak melakukan apa2


"baiklah bagaimana kalau kita bersenang2 lagi malam ini hehehe" ucap Firen sambil memegang Yola


"hiks hiks hiks" tangis Yola yg terdengar sampai keluar, tapi karena lokasi memancing suaminya cukup jauh jadi tidak ada orang lain yg mendengar tangisannya selain kuda yg sedang tidur


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Hay gw kimoy


jadi gimana chapter kali ini? apakah menarik? apakah sama kayak imajinasi kalian?


kalau gak maaf2 aja ya, soalnya gw gk terlalu jago ngebuat adegan kek gitu


dan aku ingin minta maaf, mungkin kalian bingung kenapa chapter 1 dulu baru prolog


yah itu sebenarnya ada kesalahan teknis, saat gw buat prolog gw setting waktu terbitnya jam 12 siang, tapi chapter 1 aku gk setting waktu terbitnya, jadi pas aku kirim ya dia langsung terbit haha


jadi maaf ya kalau ada yg bingung ato kek mana


dan maaf kalau ada salah kata2 atau typo mohon dimaafkan karena gw gk terlalu jago buat novel2 kek gini


Thanks udah baca chapter ini


END CHAPTER

__ADS_1


__ADS_2