
Nia pun mengemasi barang-barang miliknya karena dia akan segera mengikuti Firen
Dia belum tau dimana Firen akan membawanya tapi dia tetap mengikutinya
Saat ini Firen dan ratu sedang berduaan di ruangan pribadi milik ratu
"Jadi bisakah kau jelaskan apa yang kau maksud dengan melatih pasukan milikmu?" (Ratu Elis)
Firen mendekati ratu Elis dan membelai wajahnya
"Ayolah ratu cantik, kau tidak usah memikirkan pikiran seperti itu, dari yang aku dengar jika seseorang terlalu banyak berpikir maka wajahnya akan menimbulkan kerutan"
Ratu Elis terdiam, tapi dia terdiam bukan karena kata-kata Firen tapi karena Firen yang membelai wajahnya membuat dia sangat nyaman, berbeda dengan raja Zakion ratu malah menjadi sangat tidak nyaman dan sangat ingin menyingkirkan raja
Dengan wajah yang memerah ratu pun mengatakan
"Cih jangan asal menyentuh wajah seorang wanita dasar brengsek" walau terlihat marah tapi sebenarnya saat ini ratu lebih kearah imut
"Beraninya kau menepis tanganku" Firen terlihat marah karena ratu telah banyak membuat Firen tersinggung, dari yang awalnya memegang wajah firen setelah itu menepis tangannya
Saat ratu mendengar kata-kata Firen dia langsung merasa sedikit takut karena nada bicara Firen yang dingin
Tapi tetap saja wajah ratu masih memerah dan dia tidak ingin membuat Firen membencinya
Firen menatap tajam kearah ratu dan membuat ratu tersentak tapi wajahnya masih saja memerah
"He-hey! Jangan menatap ku seperti itu!" Kata ratu Elis dengan nada tinggi dan mata yang tertutup
Saat ini ratu Elis seperti seorang anak kecil yang ingin meminta maaf tapi sangat sulit dikatakan
"Berikan aku alasan kenapa aku harus berhenti menatapmu?" Dengan nada yang dingin Firen bertanya kepada ratu Elis
"Ka-karena ak-aku tidak m-mau kau men-menatapku seprti itu" jawab ratu Elis dengan nada yang pelan tapi terdengar oleh Firen
Firen menyeringai dan ingin bersenang-senang sedikit
"Apakah hanya dengan alasan seperti itu kau pikir aku akan menjadi tenang?" Kata-kata ini bahkan menjadi lebih dingin dari sebelumnya
"Kalau begitu apa yang kau inginkan!!?" Lagi-lagi ratu berteriak karena malu
Firen tersenyum tipis dan mengatakan...
"Kalau begitu lepas pakaianmu dan buka kakimu" kata Firen sambil tersenyum
"Apa yang kau maksu-! Ukh baiklah aku akan melakukannya" awalnya ratu ingin menolak karena dia malu tapi akhirnya dia memutuskan untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh Firen
Ratu melepas gaunnya dan duduk diatas meja kerjanya sambil membuka lebar kakinya
"A-apakah kau sudah p-puas!" Wajah ratu menjadi lebih merah karena dia membuka kakinya dan hanya dilihat oleh Firen
"Heh lumayan, kau menjadi sangat penurut sekarang" Firen membuka celananya
Firen mengarahkan tongkatnya dan...
*Sleep
"Ahh~ hannnghh~" erangan milik ratu mulai keluar dengan keras, tapi ruangan itu memilik kedap suara jadi suara mereka tidak akan keluar
Mereka bermain selama setengah jam dan Firen mengeluarkan cairan putih nya kedalam ratu, tapi tentu saja dia tidak akan puas dan dia lanjut menggerakkan pinggulnya
Tapi sementara Firen menggerakkan pinggulnya sebenarnya dari awal Firen sudah tau jika ada seseorang yang sedang mengawasi mereka dari luar
Dan orang itu adalah Nia, saat dia ingin masuk ke ruangan, dia mendengar sebuah pembicaraan yang sangat erotis jadi dia memutuskan untuk mengintip terlebih dahulu
Dan tidak disangka dia melihat pemandangan yang sangat sulit dia percayai
'ba-bagaimana mungkin!?? Ratu Elis yang sangat berwibawa itu sekarang sedang membuka kakinya di depan laki-laki lain' batin Nia saat melihat pemandangan di depannya
Dia mengawasi mereka selama setengah jam tapi tanpa diketahui oleh Nia, kalau dia telah menjadi basah hanya dengan menonton mereka
'it-itu sangat mesum' Nia masih mengawasi mereka sampai ronde pertama selesai
Karena Firen sudah tau jika dari awal ada yang mengawasi mereka jadi dia menatap Nia yang ada diluar pintu
'ap-apakah aku ketahuan?' tanya Nia di dalam pikirannya
Firen menyeringai kepada Nia dan lanjut menggerakkan pinggulnya
'aku ketahuan! Oh gawat!' Nia menjadi panik karena ternyata dia telah ketahuan
Tapi tidak lama itu dia menjadi tenang karena Firen hanya membiarkan nya
Dan akhirnya Firen dan ratu Elis melakukan beberapa ronde lagi dan selama itu Nia selalu menonton mereka
'oh sial! Kenapa aku menjadi basah seperti ini' Nia menyentuh goanya dan mendapati kalau goa nya telah basah hanya dengan melihat mereka berhubungan
{2 jam Kemudian}
Firen telah selesai bermain dan merapikan dirinya sendiri sedangkan ratu sedang pingsan di atas meja yang mereka pakai tempat main
Nia juga telah terlutut karena kakinya sudah tidak ada tenaga untuk berdiri
Karena tidak ingin ketahuan Nia berusaha bergerak dan pergi dari tempat itu, tapi percuma saja karena Firen telah mengetahui dia sejak awal
"Hei bangunlah aku akan segera pergi" (Firen)
"Hmm?" (Ratu Elis)
Ratu Elis bangun dan membersihkan dirinya sendiri, dia memakai pakaiannya yang tadi karena dia tidak membawa pakaian ganti
"Apa kau akan pergi sekarang? Baguslah" (Ratu Elis)
"Heh dasar angkuh, bilang saja kalau kau masih ingin bermain beberapa ronde lagi" (Firen)
"Sialan! Pergilah!" (Ratu Elis)
Walau ratu Elis terlihat mengusir Firen tapi sebenarnya dia memang ingin bermain dengan Firen beberapa ronde lagi, tapi karena sifat angkuhnya dia tidak ingin memperlihatkan keinginan nya yang sebenarnya
"Ya ya baiklah aku akan pergi" Firen beranjak keluar dari ruangan ratu Elis dan menuju ke ruangan milik Nia
"Hmph! Dasar tidak peka!" Ratu Elis terlihat cemberut karena Firen tidak peka terhadap dia, Firen sudah tau semuanya tapi dia memang sengaja dan pergi
>Ruangan Nia
'bagaimana ini! Apa yang baru saja aku lihat! Apakah ratu berselingkuh dari raja!?" Sangat banyak pertanyaan yang dipikirkan oleh Nia sehingga dia menggigit kuku jari miliknya
*Tok
__ADS_1
*Tok
*Tok
Suara ketukan pintu yang membuat Nia tersadar sekaligus kaget dan membuat dia melompat dari kasurnya
"Si-siapa?" Tanya Nia kepada orang yang mengetuk pintu
"Bukankah sudah saatnya kita pergi" orang itu adalah Firen, dia memanggil Nia untuk berangkat sekarang
"A-ah tu-tuan Firen, baiklah aku akan segera keluar" Nia mengambil barang yang sudah dia kemas dan keluar dari kamarnya
"Tuan Firen aku sudah selesai" Nia terlihat lelah karena dia tergesa-gesa, tapi setelah melihat wajah Firen dia langsung menjadi malu karena dia melihat Firen dan ratu berhubungan
Firen menyeringai dan mempermainkan Nia
"Kau kenapa? Apakah sebegitu tidak maunya kau ikut denganku sehingga wajah mu memerah seperti itu?" Firen menjahili Nia dan menatap dia dengan tatapan dingin
"Ti-tidak! Aku tidak keberatan pergi dengan anda, ak-aku hanya lelah ka-karena terlalu tergesa-gesa" jawab Nia sambil menatap lantai karena malu dan takut dengan tatapan Firen
Firen mendekati telinga Nia dan membuat Nia kaget dengan tindakan yang Firen lakukan
"Apakah kau melihat yang tadi?" Firen berbisik di telinga Nia yang sangat merah
Nia tersentak ketika mendengar bisikan Firen dan menjadi takut karena dia telah melihat hal pribadi Firen dan ratu
"Ma-maafkan saya tuan, sa-saya tidak sengaja m-melihat hal itu, s-saya janji! Saya tidak akan memberitahukan hal ini kepada siapapun" Nia memohon kepada Firen dengan tatapan seperti kucing yang sedang memohon untuk sebuah makanan
"Sebaiknya kau memegang kata-kata mu itu, jika tidak *krek" firen membunyikan jarinya untuk menakuti Nia
Dan seperti yang diharapkan, Nia sangat ketakutan dan mengangguk cepat setelah mendengar suara Firen yang berbunyi
"Bagus~ anak baik"
*Puk
Firen meletakkan tangannya di kepala Nia dan mengusap nya seperi kucing, dan Nia hanya diam malu sambil menatap lantai saking malunya
"Baiklah, kau mendekatkan kepadaku" (Firen)
"Eh?" (Nia)
"Jangan cuma 'eh', kemarilah cepat!" (Firen)
"Ba-baik!" (Nia)
Firen memegang pinggang Nia dan menarik dia ke pelukan Firen, hal itu membuat Nia menjadi super malu, bahkan dia belum pernah merasa malu seperti ini sebelumnya
*Ctik
*Seet
Firen menjentikkan jarinya dan berteleportasi di sebuah lahan luas
"U-uwah, dimana ini? Ini sangat indah" Nia sangat kagum dengan lahan luas itu dan membuat mulutnya terbuka lebar
Jika dilihat baik-baik, ada sebuah kota yang lumayan besar di dekat lahan luas tersebut.
"Tu-tuan, Disana ada kota!" Kata Nia kepada Firen
"B-baik!" Jawab Nia dengan semangat
Firen bisa saja langsung berteleportasi ke dalam kota itu, tapi dia memutuskan untuk berjalan sambil melihat pemandangan supaya dia menjadi sedikit lega
>Di Kota
Nia dan Firen sudah mendekati gerbang kota tersebut, tapi tidak terlihat seorang pun yang menjaga gerbang karena biasanya akan ada prajurit yang menjaga gerbang untuk memastikan identitas orang-orang yang datang ke kota, tapi berbeda dengan kota ini, mereka tidak memiliki penjaga seperti itu bahkan prajurit pun tidak kelihatan
*Klak
*Klak
*Klak
Suara langkah kaki yang keluar dari gerbang menemui Firen dan Nia
"Selamat datang kembali Tuan" wanita itu berbungkuk 90° kepada Firen dan membuat Nia terkejut
"Lama tidak jumpa Yola" wanita itu ternyata adalah Yola yang sedang menyambut Firen
"Dan anda?" Yola bertanya kepada Nia dengan tatapan dingin
Nia menjadi ngeri dengan tatapan Yola, tapi dia tetap harus menjawab
"P-perkenalkan na-nama saya adalah Nia, Nia Kimber" jawab Nia dengan terbata-bata karena dia baru saja datang ke kota asing ini dan mendapatkan sambutan yang dingin seperti itu
Wajah Yola yang awalnya dingin sekarang memasang senyuman yang indah dan membuat Nia sedikit lega
"Jadi anda adalah Nia Kimber, mohon maaf saya terlambat memperkenalkan diri, nama saya adalah Yola" yola memperkenalkan dirinya kepada Nia
"S-salam kenal nona Yola" Nia menjawab dengan senyuman yang sedikit terpaksa karena dia masih merasa sedikit takut
*Klak
*Klak
*Grep
Yola mendekati Firen dan memeluknya
"Jadi apakah anda memiliki urusan untuk datang kesini tuan~" Yola melingkar kaki kirinya ke kaki kiri Firen dan bertanya dengan nada yang nakal
Nia terkejut karena wanita yang beberapa menit yang lalu memasang wajah menakutkan sekarang sedang bermanja kepada Firen
"Ya, aku memilik urusan disini" jawab Firen dengan singkat
"Owh ya? Kalau begitu apa yang ingin anda lakukan? Apakah anda hanya ingin berkunjung atau melakukan hal lain~?" Yola membuka bajunya sedikit dan memperlihatkan belahannya kepada Firen
Nia hanya bisa membuka matanya lebar-lebar karena melihat pemandangan yang sangat erotis
"Cukup Yola, sekarang kau kumpulkan orang-orang yang ada di kertas ini" Firen melepas pelukan Yola dan memberikan secarik kertas kepada Yola
"Apa ini?" Yola membuka kertas tersebut dan tertulis beberapa nama seseorang
...[1. Manda...
...2. Rini...
__ADS_1
...3. Gina...
...4. Tina...
...5. Mira...
...6. Fani...
...7. Flora]...
"Biasakah saya bertanya tuan?" (Yola)
"Katakan" (Firen)
"Untuk apa tuan ingin mereka dipanggil?" (Yola)
"Aku akan melatih mereka" (Firen )
Yola hanya diam setelah pertanyaannya dijawab oleh Firen, dia tidak ingin bertanya lebih lanjut karena dia mendengar nada Firen sangat dingin yang membuat Yola tidak ingin terlalu bermacam-macam saat ini
"Baiklah tuan, tunggu sebentar aku akan memanggil mereka" Yola pergi menghilang dari pandangan mereka
Firen dan Nia pun masuk kedalam kota dan terlihat dengan jelas suasana kota yang hanya dipenuhi oleh wanita sedang menatap Firen dengan tatapan ***** dan mesum
Nia pun sadar kalau dikota itu hanya ada wanita semuanya, jadi dia percaya dengan kata-kata Firen yang mengatakan kalau dia akan melatih perempuan
Tapi dia tidak menyangka kalau seisi kota adalah seorang perempuan
Yap, seperti yang kalian tau saat ini mereka sedang berada di dunia milik Firen, Firen tidak memberitahukan hal ini kepada Nia karena itu tidak terlalu penting
Dan mereka tiba di suatu taman yang luas tapi tidak terlalu banyak bunga
Mereka duduk sambil memakan camilan yang ada dimeja sambil menunggu Yola kembali membawa para wanita
Setelah berselang tidak lama Yola datang sambil membawa ketujuh wanita itu di belakangnya
"Tuan saya sudah membawa mereka semua" (Yola)
"Kerja bagus, kalau begitu kalian semua berbarislah termasuk kau Yola" (Firen)
"Baiklah" (Yola)
Mereka berbaris dengan rapi
Nia yang melihat mereka semua menjadi sangat kagum karena mereka sangat menawan dan cantik
Flora, Gina, dan Manda sedang memakai gaun yang sangat cantik. Sedangkan Tina, Mira, Fani, dan Rini memakai pakaian latihan, karena mereka sedang berlatih bertarung saat di panggil
"Baiklah, saat ini aku membawa satu orang dari kerajaan Roge dan aku ingin dia melatih kalian" kata Firen dengan nada yang sedikit tinggi
"Tapi aku memiliki tubuh yang lemah, bahkan dari lahir aku tidak memiliki sihir" (Manda)
"Aku memiliki fisik dan sihir yang lemah" (Gina)
"Aku saat ini sudah kuat, untuk apa aku latih lagi" (Rini)
"Aku belum tau cara menggunakan sihir" (Mira)
"Aku tidak perlu berlatih karena aku tau cara memakai sihir" (Fani)
Mereka berempat memiliki keluhan kepada Firen tentang pelatihan
"Diamlah, biarpun kalian tidak memiliki sihir atau lemah, maka kalian tetap harus mengikuti latihan karena kalian akan kujadikan alat untuk diriku" kata Firen dengan dingin dan blak-blakan
Mendengar kata-kata Firen membuat beberapa dari mereka tersinggung tapi mereka tidak ingin melawan Firen
""
Firen mengubah takdir milik Manda dan membuat dia bisa memakai sihir tapi hal ini tidak diketahui oleh Manda
Walau fisik dan sihirnya masih lemah tapi itu bisa menjadi kuat jika dia giat berlatih
"Sepertinya kalian sudah setuju, kalau begitu kau perkenalkan dirimu sendiri" Firen mendorong Nia maju kedepan untuk memperkenalkan dirinya
"Eh eh!" Nia gugup dan malu ketika sudah menjadi pusat perhatian mereka semua
"Ma-maafkan saya! Perkenalkan nama saya Nia Kimber dan saya akan menjadi pelatih kalian mulai sekarang! Mohon bantuannya!" Nia memperkenalkan dirinya dengan sangat cepat dan kembali mundur kebelakang
"Baiklah kuharap kalian mendengar perkenalan nya" kata Firen menyindir Nia
"Dan mulai besok kalian akan mulai berlatih dengannya, kuharap kalian dapat berlatih dengan baik, besok aku akan mengawasi kalian dan setelah itu aku akan kembali ke kerajaan" Firen menjelaskan
"Baiklah" kedelapan wanita itu menjawab dengan serentak dan berbalik bubar
"Yola, bawa wanita ****** ini ke kamarnya" kata Firen dengan kasar
Tapi Nia hanya diam karena dia masih malu dengan apa yang telah terjadi tadi
"Baiklah tuan" Yola memandu Nia ke kamarnya dan meninggalkan Firen yang sendirian di tempat itu
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
halo semua balik sama Kimoy
panjang ya chp kali ini:v
gw keenakan nulis sampe lupa kalau udah terlalu panjang, tapi gak papa lah sekali-kali mungkin gak papa nulis panjang
kalian tau kan apa yang bakal terjadi sama Nia di masa depan? mwehehe
tapi belum sekarang hahaha
Ampe sini dulu yak
mohon maaf kalau ada kata-kata yang salah ketik atau typo
terima kasih udah baca chapter kali ini
see you in next chapter
bye bye all
END CHAPTER
Tanggal dan Jam Upload:
Senin, 11/10/2021 . jam 10.14
__ADS_1