Feel The Pain

Feel The Pain
49.Tunangan Yang Membawa Kenangan Buruk Kembali


__ADS_3

(Another Universe)


*tok


*tok


*tok


"nyonya Nia, tuan besar dan nyonya besar memanggil anda untuk sarapan bersama" salah satu maid dari keluarga Yorn mengetuk pintu untuk memanggil nyonya mudanya untuk makan


"baiklah, katakan pada ayah dan ibu aku akan segera turun setelah selesai merapikan rambutku" balas Nia kepada maidnya


"dimengerti nyonya" patuh maid itu dan melaksanakan perintah nia


"huufft sudah 7 tahun berlalu setelah aku bereinkarnasi di dunia ini... benar-benar kehidupan yang damai, aku ingin mempertahankan kehidupan yang seperti ini" Nia berbicara sendiri sambil melihat dirinya sendiri di depan kaca


dia melihat dirinya benar-benar seorang perempuan yang sangat cantik, walaupun dia masih berumur tujuh tahun tapi kecantikannya sudah seperti bidadari yang turun dari surga


"keluarga yang damai, bangsawan, orang terhormat, dan cantik. benar-benar kehidupan yang akan membuat semua orang iri dengan diriku haha" kata Nia sambil tersenyum tipis di depan kaca


"baiklah ayo sarapan, kalau tidak ibu akan mengomel lagi karena aku terlambat makan" kata Nia sambil berdiri dari kursi yang dia duduk dan mulai berjalan pelan-pelan ke depan pintu


*tok


*tok


*tok


"ayah ibu aku datang untuk sarapan"


*kreeek


nia mengetuk dulu sebelum masuk ke ruangan makan, hal ini sudah menjadi hal normal di kalangan bangsawan


"kemarilah duduk disini dan kita akan segera mulai makan" kata ayahnya sambil menunjuk kursi yang ada si sebelahnya


"haduh Nia sudah ibu bilang, jangan terlambat makan" kata ibu Nia sambil mengembungkan pipinya seperti sedang merajuk


"hehe maaf-maaf" kata Nia sambil berjalan ke kursi miliknya


Roland Kimber atau biasa di panggil dengan Duke Kimber, dia adalah kepala keluarga dari keluarga Kimber itu, dia terkenal dengan kekuatannya yang dapat meratakan 4.000 pasukan musuh saat terjadi perang suci 15 tahun yang lalu


Hani Edward atau biasa dikenal dengan Archmage, dia adalah istri dari Roland Kimber sekaligus ibu dari Nia Kimber, Hani berasal dari keluarga Edward yang berada di kerajaan sebelah, Hani dan Roland saling jatuh cinta saat mereka bertempur bersama di perang suci


setelah perang suci telah berakhir maka 2 tahun kemudian mereka menikah


mereka memutuskan untuk belum mempunyai anak dalam waktu dekat, tapi akhirnya 8 tahun yang lalu mereka memutuskan untuk memiliki anak


dan terlahirlah Nia Kimber, anak dari sang panglima perang dan seorang Archmage, untuk bakatnya tentu saja tidak perlu di khawatir kan


saat dia berumur 6 tahun, mereka telah membawa Nia untuk mencari tau bakatnya yang dewa berikan kepadanya, dan bakatnya adalah bakat yang sangat langka yaitu Elementarysword


seperti namanya, bakat itu untuk seorang pengguna pedang elemental, dia dapat memakai elemen apapun dia pedang miliknya, elemen yang dia punya adalah api, angin, tanah, air, es, lava, dan petir.


setiap elemen itu dapat berevolusi sebanyak satu kali, api>blaze, angin>Tornado, tanah>Territory, air>steam, es>Frost, lava>Magma, dan petir>Storm


agar elemen dapat berevolusi maka dia harus meningkatkan level dari elemen itu sampai 200, bahkan setelah level 200 itu tidak akan 100% berhasil meningkatkan evolusi dari elemen itu, dia akan melewati tes seberapa pantas dia untuk memakai elemen tingkat lanjut


>Balik cerita


saat ini mereka bertiga sedang menikmati makanan mereka masing-masing dengan beberapa maid yang berdiri di sekitar mereka


*tlang


Roland telah selesai makan dan menaruh alat makannya di atas piring


"ehem hmm"


"ayah kenapa?" tanya Nia saat melihat ayahnya bertingkah sedikit aneh


Roland dan Hani saling bertukar pandangan satu sama lain


"ada yang harus ayah katakan Nia" kata Roland sambil menatap Nia dengan serius


Nia tidak peduli dengan tatapan itu dan tetap menghabiskan makanannya


"apa yang ingin ayah katakan?" tanya Nia sambil menyuap makanannya


roland menghela nafas sedikit dan berkata


"hari ini tunanganmu akan datang mengunjungi kami dengan keluarganya" kata roland


"tunangan? apakah aku mempunyai tunangan?" tanya nia dengan wajah penuh dengan pertanyaan sambil mengunyah


"ya kau memilikinya, saat kau berumur 1 tahun, aku dan sahabat baikku berbincang untuk menjodohkan mu dengan anaknya yang umur sama denganmu" kata roland menjelaskan


'tunangan ya, aku sebenarnya tidak mau tapi seperti inilah kehidupan bangsawan, sepertinya aku akan melihat dirinya terlebih dahulu, jika aku tidak tertarik maka aku ingin membatalkan pertunangan ini' kata Nia di dalam pikirannya


melihat Nia yang lama merespon membuat Roland dan Hani sedikit khawatir kalau Nia akan menolak

__ADS_1


"baiklah tapi kalian tidak bisa memaksaku jika aku tidak ingin menikah dengannya" kata Nia sambil tersenyum kearah Roland dan Hani, melihat senyuman itu membuat roland dan hani menjadi lega dan membalas senyuman milik Nia


"mereka akan segera sampai disini, kau bersiaplah" kata roland sambil berdiri dari kursinya dan menuju keluar diikuti dengan Hani dan Nia


>1 jam kemudian


*tak


*tak


*tak


*tak


terdengar suara langkah kaki kuda di depan mansion Kimber sambil membawa kereta kuda di belakangnya


terlihat beberapa maid sedang bersiap untuk menyambut tamu mereka


*CLEK


*tump


*tump


seorang pria yang terlihat sedikit tua keluar dari kereta kuda yang mewah itu


"heyy~ pak tua sialan lama tidak bertemu hahaha" tiba-tiba Roland dengan santainya mendekati tamu itu dan langsung memeluknya


"hahaha dasar sialan, cuma karena rambutku memutih duluan daripada dirimu sekarang kau malah memanggilku pak tua, jangan lupa kau lebih tua 3 bulan dariku sialan hahaha" balas tamu Roland sambil tertawa bersama


mereka adalah teman yang sangat dekat, mereka berdua adalah rekan seperjuangan saat perang suci, karena perang suci itulah yang membuat status keluarga bangsawan mereka naik dari viscount langsung meningkat ke Duke


"bagaimana kabarmu?" tanya Roland sambil tersenyum


"tentu saja aku baik-baik saja, aku tidak akan mati semudah itu" jawab tamunya dengan membalas senyuman Roland


"bagus-bagus hahaha ayo sekarang masuklah aku akan mengenalkan mu kepada anakku" kata roland sambil mengarahkan tamunya


"hahaha baiklah, aku juga sudah penasaran dengan calon menantuku di masa depan" kata tamu itu sambil berjalan masuk


"Sayang! Nia! kemarilah" panggil Roland


"aku disini ayah/sayang" kata Nia dan Hani bersamaan


"lama tidak bertemu Hani, kau menjadi lebih cantik sekarang hahaha" Hani dan tamu itu sudah saling mengenal dari perang suci itu jadi sekarang mereka lumayan akrab walau masih ada sedikit kecanggungan diantara mereka


"lama tidak bertemu tuan, kau terlihat sangat sehat haha" kata Hani dengan formal dan tersenyum tipis


tatapan tamu itu beralih ke seorang perempuan kecil yang tepat berada di samping Hani


"wah wah wah hahaha, apakah ini Nia Kimber? benar-benar anak yang cantik, padahal dia masih kecil seperti ini tapi kecantikannya sangat luar biasa" puji tamu itu kepada Nia sambil tertawa


"senang bertemu dengan anda tuan, nama saya Nia Kimber " Nia memperkenalkan dirinya sambil berbungkuk ala-ala bangsawan


"hahha senang bertemu denganmu, namaku Rom... Rom Yorn" tamu itu memperkenalkan dirinya


'rom Yorn? aku seperti pernah dengar dengan nama keluarga itu tapi darimana?' tanya Nia di dalam pikirannya


"senang berkenalan dengan anda" jawab Nia yang masih bersikap sopan


"keluarga kalian selalu saja formal dan sopan seperti ini Roland" kata Rom sambil menatap Roland


"hahaha itu adalah keinginan mereka sendiri, aku tidak bisa melakukan apa-apa terhadap sikap formal merkea, oh ya ngomong-ngomong dimana calon menantuku?" tanya Roland yang sudah tidak sabar


"haha maaf aku melupakan hal itu" Rom berbalik belakang dan memanggil anaknya


"Hey nak keluarlah sekarang! mereka ingin menemui dirimu!" kata Rom dengan nada sedikit kuat


tidak lama kemudian keluar seorang anak berumur 7 Tahun dari kereta kuda tersebut


wajah yang tampan dan santai, rambut berwarna biru terang, mata sebiru samudra dan indah, itulah yang sekilas terlihat dari dirinya


*Deg


*Deg


*Deg


*Deg


Nia yang melihat laki-laki itu dan langsung menjadi takut, matanya membelalak dan keringat yang menetes sedikit demi sedikit


laki-laki itu mulai berjalan mendekati mereka sambil memasang wajah yang santai sambil tersenyum juga


*Deg


*Deg


*DEG!

__ADS_1


*DEG!


detak jantung Nia menjadi lebih kuat dan keras saat laki-laki itu berjalan mendekati mereka, nafas Nia menjadi berat dan mulai sesak untuk bernafas


'k-kenapa... kenapa dia ada disini!' kata Nia di dalam pikirannya


"dia akan membunuhku, dia akan menyiksaku lagi, tidak! aku tidak mau! tolong! tolong aku! siapapun' saat ini Nia benar-benar sangat ketakutan


"Senang bertemu dengan kalian, nama saya Ferin... Ferin Yorn" pria yang bernama Ferin itu memperkenalkan dirinya


*DEG!


Nia menjadi semakin takut, walaupun namanya tidak sama tapi itu hampir mirip, Firen dan Ferin luar biasa mirip, dari wajah sampai cara dia berjalan dan nada bicaranya yang sama


"hahahaha ini adalah anakku Ferin, dia adalah anak yang tidak kalah berbakat dari Nia dan aku sangat bangga kepadanya" kata Rom sambil membanggakan dirinya karena mendapatkan anak seperti Ferin


Roland dan Hani hanya bisa menggelengkan kepala mereka saat melihat kelakuan dari Rom


"halo Ferin perkenalkan namaku Roland Kimber dan dia adalah istriku Hani Edward"


"halo Ferin"


Roland memperkenalkan dirinya dan Hani kepada Rom, Rom sengaja tidak memperkenalkan Nia kepada Ferin agar mereka dapat berkenalan satu sama lain dengan sendirinya


Ferin sangat peka dengan hal itu dan dia hanya bisa tersenyum


"senang berkenalan dengan kalian paman Roland dan bibi Hani" Ferin memberikan senyuman terbaiknya untuk mereka


setelah itu Ferin mengalihkan pandangannya kearah Nia


*DEG!


'dia menatapku! tolong!' Nia benar-benar ketakutan karena dia selalu mengingat kejadian yang sangat buruk untuknya


Ferin mulai mendekati Nia dengan perlahan


'tolong!'


'tolong!'


'TOLONG!!'


*Tep


"senang bertemu dengan anda nona Nia, nama saya Ferin Yorn, mari kita berhubungan baik mulai dari sekarang"


*SWOOSH


Ferin menggenggam tangan Nia dan memperkenalkan dirinya sekali lagi


Nia yang awalnya ketakutan tiba-tiba menjadi tenang karena dia merasakan kehangatan dari sentuhan Ferin


sentuhan itu membuat Nia menjadi sangat nyaman, hangat, dan rileks. beda dengan sentuhan yang diberikan oleh Firen, sentuhan yang diberikan Firen membuat dia merasakan sesuatu teror yang tidak terbayangkan


'kenapa... kenapa ini sangat hangat' kata Nia di dalam pikirannya


Nia menatap Ferin sedikit lama


"ehem"


"ehh?" melihat Nia yang terbengong, roland langsung membuat batuk palsu dan menyadarkan Nia dari lamunan Nia


"ah maaf atas ketidaksopanan saya, nama saya Nia Kimber, senang berkenalan denganmu" Nia dengan cepat memperkenalkan dirinya sambil tersenyum


mereka akhirnya melepas genggaman tangan mereka dan saling tersenyum satu sama lain


'dia berbeda... aku memiliki firasat kalau dia berbeda' kata Nia di dalam pikirannya


"baiklah ayo masuk... kita akan berbincang sebentar di dalam sampai waktu makan siang tiba" ajak roland kepada mereka untuk masuk


"baiklah baiklah" Rom menerima tawaran Roland dan Ferin hanya mengangguk sambil tersenyum


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Yo udah up lagi


ada apanih kok ada dua Firen? Firen dan Ferin? mwehehe ini adalah ide saya untuk membuat puncak cerita yang luar biasa


tapi dengan kemunculan Ferin yang ternyata orang baik adalah awal dari kehancuran dan penderitaan Firen loh hahahaha


maaf-maaf saja kalau cerita kedepan mulai dark hehe, tapi gw udah putusin jalan ceritanya bakal kayak gimana


Yaudah sampe sini dulu


Terima kasih udah baca chapter kali ini


Mohon maaf kalau ada kata-kata yang salah ketik atau typo


sampai jumpa di next chapter

__ADS_1


bye-bye


END CHAPTER


__ADS_2