Feel The Pain

Feel The Pain
62.Yang Terjadi 200 Tahun Lalu(8)


__ADS_3

1 bulan kemudian


sebulan telah berlalu semenjak kematian Gina, suasana masih sangat suram dan masih di Bayangi dengan kesedihan


mereka masih belum bisa menghilangkan kesedihan mereka dalam satu bulan ini


mereka melakukan aktivitas normal mereka di dalam mansion, tapi tidak ada canda dan tawa dalam kehidupan normal tersebut


Yola adalah pemimpin mereka, sudah seharusnya dia mencarikan suasana suram ini


tapi dia juga masih dalam ambang kesedihan dan penyesalan


saat ini mereka hanya duduk diam di ruang tamu, tidak ada satupun suara terdengar selain suara nafas


sampai Yola membuka mulutnya untuk berbicara


"sudah satu bulan berlalu, sudah saatnya kita menghentikan kesedihan ini" walaupun kata kata Yola seperti ingin membuat mereka semangat tapi wajah Yola bahkan tidak berubah dan tetap terlihat sedih


"kau berkata seperti itu tapi lihat saja dirimu sendiri" kata Manda


"aku tahu, aku juga ingin berusaha agar dapat berpikir dengan tenang lagi" kata Yola


setelah itu mereka diam kembali dan tidak ada suara


"bagaimana dengan Tina?" tanya Manda agar mereka mendapatkan topik pembicaraan


tapi saat Manda bertanya kepada Rini, Mira, dan Fani mereka hanya menggeleng gelengkan kepala mereka


"apakah dia masih mengayunkan katananya?" tanya Manda lagi


"belum ada perubahan dalam satu bulan ini, dia masih tidak mau makan dan hanya sibuk mengayunkan pedangnya" kata Mira


setelah pemakaman gina, sifat Tina langsung berubah, yang awalnya dia sering ceria dan nakal tapi sekarang dia hanya diam dan menjadi dingin sambil mengayunkan pedang di halaman belakang mansion


mereka pun kembali diam


"aku akan berbicara dengannya" kata Yola sambil bangkit berdiri dari posisi duduknya


setelah itu yang lainnya pun mengikuti dari belakang


*Slash


*Slash


*Slash


*Slash


saat berada di halaman belakang, terlihat seorang wanita yang sedang terkena hujan sambil mengayunkan katananya dengan cepat


"Tina masuklah, sekarang lagi hujan nanti kau masuk angin" panggil yola


tapi tidak ada respon sama sekali dari Tina dan dia masih mengayunkan katananya


"Hey Tina" panggil yola lagi tapi masih belum ada jawaban


wanita yang lainnya hanya saling menatap satu sama lain


karena tina tidak merespon, Yola pun menghampirinya Tina sambil terkena hujan


*tep

__ADS_1


*Slash


Yola memegang pundak Tina tapi tiba tiba Tina menebas kearah Yola


"Tina sadarlah" kata Yola


tapi Yola tidak mendapatkan jawaban sama sekali dan hanya melihat mata Tina yang menatapnya dengan tajam


setelah itu Tina kembali menebaskan katananya


"Tina lihat aku" panggil yola kembali


Tina tetap tidak menghiraukannya


"hey"


*tep


"Lepaskan aku Sialan!!!"


*Slash


*Prak


saat Yola menarik pundak Tina, tiba tiba Tina marah dan menebas kearah leher Yola tetapi Yola menangkis tebasan tersebut menggunakan sihir tanah yang berbentuk tameng kecil


"Berpikir waraslah Tina" kata Yola lagi


"Setiap hari aku selalu berpikir waras!!"


*Sring


*Sring


*Sring


"Tina tenanglah" kata Yola


"Bagaimana bisa aku tenang saat ibuku mati di sebelahku!!"


"dia mati demi melindungi diriku yang lemah ini!"


"dia awalnya hanyalah wanita yang lemah tanpa kekuatan tapi saat dia melatih kekuatan dia malah mati!!"


"ini semua karena Firen!! jika bukan karena dia maka ibuku tidak akan pernah mati!!"


"aku membenci dirinya!! akan kubunuh dia!!"


"bahkan saat ibuku matipun dia tidak pernah menampilkan batang hidungnya!!!"


Tina mengeluarkan seluruh kekesalan yang ada di hatinya, kesedihan, kebencian, ketakutan, semuanya dia keluarkan dan pada akhirnya dia menyalahkan Firen


dia mengeluarkan seluruh kata kata yang tersimpan dihatinya sambil menyerang Yola tapi Yola hanya menghindar dan tidak menyerang


Yola hanya menatap sedih kearah Tina yang sedang menyerang dirinya


"AKU INGIN MEMBUNUH FIREN!!!" teriak Tina dengan kuat


*Plak


Yola menampar pipi Tina dan membuat dia berhenti menyerang dan hanya diam di tempat

__ADS_1


para wanita yang lainnya hanya dapat menutup mulut mereka saat melihat Tina di tampar


"sadarlah Tina" kata Yola


Tina menatap kebawah tanpa menatap keatas


"aku tau semuanya Tina, kau memang bilang akan membunuh Firen tapi kenapa kau menangis?" kata Yola


Yola dapat melihat air mata yang mengalir keluar dari matanya walaupun sedang dalam kondisi hujan


dia dapat melihat Tina yang menangis


"Tina... aku tau kalau kau tidak membencinya tapi saat ini kau sangat berharap dia ada di samping dirimu" kata Yola


walaupun kata kata Tina ingin membunuh Firen tapi di dalam lubuk hatinya dia sangat ingin agar Firen ada di sisinya dan ingin meminta perlindungan Firen


"hiks hiks kenapa si bangsat itu tidak kembali hiks" Tina tidak lagi menutupi kesedihannya dan menangis


terlihat jelas kalau Tina memang menginginkan Firen berada di dekatnya


Yola perlahan lahan membuka tangannya dan memeluk Tina dengan kasih sayang


"tenanglah... walaupun aku bukan Firen tapi aku dapat melindungi dirimu " kata Yola sambil memeluk tubuh Tina dengan erat


"huwaaaa! hikss!" tangisan Tina menjadi lebih keras saat berada di pelukan Yola, Tina melepas katananya dan membalas pelukan Yola


setelah itu Yola membawa Tina masuk kedalam mansion dan menutupi tubuh mereka berdua dengan handuk


tangisan Tina belum berhenti walaupun tidak sekuat tadi tapi air matanya masih mengalir perlahan


mereka membujuk Tina bersama sama dan menyenangkan dirinya


1 Minggu kemudian


"Hey makanan sudah siap" teriak Manda


"kami datang" kata Mira sambil berjalan kearah meja dan diikuti oleh Rini dan Fani


setelah itu yang lainnya juga menyusul ke meja makan agar dapat makan bersama sama


"hm? dimana Tina?" tanya Yola sambil mencari lihat Tina


"Tina lagi mandi sebentar karena baru selesai latihan" kata Fani


"aku akan memanggilnya" kata Rini yang akan berdiri dari kursinya


"tidak apa, aku sudah disini" Tina keluar dari kamarnya menggunakan handuk yang masih bergantung di lehernya


"ayo sini dan kita akan makan bersama sama" kata Yola


"baiklah bibi" kata Tina sambil tersenyum


keadaan Tina telah lumayan membaik, senyuman sudah dapat terlihat kembali walaupun tidak selebar dulu


tapi Yola dan yang lainnya sudah puas dengan hal itu dan tetap ingin melihat senyuman milik Tina selalu terlukis di wajahnya


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Gak tau lagi gw apa yang gw jelasin di chp kali ini tapi semoga aja kalian mengerti :)


__ADS_1


pendek dulu ya karena lagi gak mood setelah gak lulus seleksi sampe 5x T_T


padahal udah sampe 2000+ kata T_T


__ADS_2