Feel The Pain

Feel The Pain
36.Hukuman Bagi Pengkhianat


__ADS_3

Selama berjam-jam suara ratu bergema di dalam kamar itu


berkali-kali Firen keluar didalam goa milik ratu juga


akhirnya Firen memutuskan untuk berhenti dan istirahat sejenak sebelum kembali pulang


Firen dan ratu saat ini sedang berada di atas kasur yang besar dan empuk, Firen yang sedang duduk dan menyandar di dinding kasur dan ratu Elis yang sedang berpelukan ke perut milik Firen


"apakah aku mengizinkanmu untuk memelukku seperti itu?" (Firen)


"Tidak dan aku tidak peduli jika kau marah aku memelukmu" (ratu Elis)


"kau ingin mati?" (Firen)


"Coba saja kalau kau bisa membunuhku, kau masih memerlukan ku untuk menjalankan rencanamu" (Ratu Elis)


"oh jadi kau sudah tau kalau aku memanfaatkan dirimu?" (Firen)


"tentu saja aku sudah tau, kau meminta seseorang untuk melatih orang mu dan memerintahkan aku untuk membunuh para menteri kerajaan, kau pikir aku tidak akan curiga? aku tidak sebodoh itu" (ratu Elis)


"heh benar-benar wanita yang merepotkan, aku akan mempertimbangkan untuk menghamilimu dalam waktu dekat" (Firen)


"dalam waktu dekat? tidak boleh, aku masih memiliki seorang suami saat ini" (ratu Elis)


"seorang suami? sebentar lagi kau akan menjadi janda" (Firen)


"hahaha aku menunggu nya" (Ratu Elis)


mereka mengobrol dengan santai dan terlihat kedamaian dalam obrolan mereka itu


"oh ya, tadi saat kau datang kenapa tubuhmu banyak dengan noda darah?" (ratu Elis)


"kau ingin tau?" (Firen)


"iya" (ratu Elis)


"baiklah"


{Beberapa jam sebelumnya}


"TIDAAAAKK!!"


teriak seorang wanita yang ternyata adalah Nia


"diamlah" Firen mengencangkan genggaman tangannya dan membuat Nia tidak bisa melepaskan genggaman itu


"TIDDAAAKK!"


*sleeep


*craaaat


Firen memasukkan tongkatnya kedalam Nia dan terlihat darah mengalir dari ************ Nia


"ukkkh!!" Nia kesakitan saat tongkat yang besar itu tiba-tiba masuk kedalam dengan cepat


"sakit!! SAKITTT!!" Nia terus menerus merintih kesakitan dan mencoba untuk memberontak


melihat Nia yang menderita itu membuat Firen sangat senang, Firen menggerakkan pinggulnya secara perlahan dan mulai menjadi sangat cepat


"akkkkhh!!! sakit!! hiks hiks SAKITT!" terus menerus dia berteriak kesakitan


semua orang yang ada di luar mendengar teriakan dari Nia tapi mereka hanya diam dan tidak berbuat apapun, mereka semua tau bagaimana sakitnya saat di masuki oleh tongkat milik Firen yang besar itu


Firen terus menerus bergerak dengan sangat cepat dan membuat Nia menangis


*croot


"akhh!! panas! itu panas!!"


"heh bagaimana rasanya"


Firen mengeluarkan susu kentalnya di dalam goa milik Nia dengan sangat banyak


"hiks hiks huhu hiks" Nia menangis terus menerus sampai membasahi bantal yang dia pakai


Firen merasa sangat puas dengan penderitaan milik Nia jadi dia berencana untuk membuat Nia lebih menderita


Firen mulai menggerakkan pinggulnya kembali dengan cepat


"Awww!! akh! sakit!! kumohon hentikan!! HENTIKANNN!!" Nia memohon terus menerus dengan air mata yang mengalir dari matanya


tapi Firen tidak peduli dan tetap memperkosa Nia dengan kasar


{2 jam kemudian}


2 jam telah terlewati dan Firen memutuskan untuk mengakhirinya


Firen sedang memakai kembali pakaian miliknya dan Nia yang sedang terbaring di kasur dengan tatapan yang kosong dan mata yang seperti tidak ada kehidupan lagi


matanya sudah seperti mata ikan mati dan dia selalu bergumam berulang-ulang kali mengatakan


"kumohon maafkan aku"


dia terus menerus mengulangi kata-kata itu sampai Firen berhenti memperkosanya


"ahh walaupun itu tidak senikmat dengan wanita lain tapi kau bisa membuat aku kelelahan" kata Firen


"kenapa" kata Nia dengan pelan sehingga tidak dapat di dengar oleh Firen


"hmm? apa yang kau katakan?" tanya Firen


"kenapa aku harus menjadi seperti ini, aku hanya ingin hidup damai dengan ibuku berdua" jawab Nia dengan jelas kepada Firen sambil mengeluarkan air matanya lagi


"hahahaha kau benar-benar naif, kau ingin mengkhianati ku? kau salah orang untuk kau khianati dan juga kau itu idiot, apa kau yakin kalau Duke Limbor itu akan benar-benar mengabulkan permintaan mu?" kata Firen dengan panjang


mendengar kata-kata Firen Nia hanya bisa terdiam dan tetap menatap dengan kosong ke arah sudut kamar sambil menangis


"kumohon lepaskan aku, aku hanya ingin bersama dengan ibuku" kata Nia memohon


"ibumu? kau yakin ibumu masih hidup?" kata Firen sambil menyeringai


melihat ekspresi Firen membuat Nia merasakan firasat buruk tentang kata-kata nya


"apa maksud dari kata-kata mu" tanya Nia sambil duduk dari posisi tidurnya


mendengar kata-kata dari Firen membuat mata Nia yang awalnya seperti ikan mati sekarang telah mendapatkan cahayanya lagi, tapi itu bukan cahaya hidup tapi cahaya kemarahan


"Jika kau berani-berani menyentuh ibuku!!, aku akan membunuhmu Firen!!" kata Nia memperingati Firen


Firen hanya tersenyum mengerikan karena mendengar kata-kata milik Nia, dia merasa terhibur karena melihat ketakutan dan putus asa dari matanya


"membunuhku? memangnya kau bisa?" kata Firen


"Firen katakan, apa yang sudah kau lakukan pada ibuku" kata Nia sambil menatap tajam kepada Firen


"kau ingin tau?" tanya Firen


tapi Nia tidak menjawab dan hanya terus menatap Firen dengan niat membunuh


"hahahahaha baiklah, kemarilah ikut denganku akan kuperlihatkan apa yang sudah terjadi pada ibumu" kata Firen sambil berjalan kearah pintu dengan tersenyum mengerikan


mendengar ajakan Firen, Nia langsung berdiri dari kasur dan ingin memakai pakaian tapi saat dia berdiri dia langsung terjatuh karena merasakan sakit yang luar biasa dari ************ nya dan membuat kakinya menjadi lemas tidak bertenaga

__ADS_1


tapi dia berusaha berdiri dan memakai pakaiannya yang dia kemasi


(NOTE : kamar yang mereka pakai itu kamar milik Nia sebelumnya)


Semua orang yang sedang duduk di ruang santai terkejut saat melihat Firen keluar dari mansion dan mengarah menuju ke dalam hutan


setelah melihat Firen, pandangan mereka langsung terarah kepada Nia yang keluar dari kamar sambil berlari oleng menuju kepada Firen


mereka semua bertanya-tanya apa yang terjadi sampai Nia mengikuti Firen, padahal baru beberapa jam yang lalu dia merintih kesakitan dan memaki-maki Firen


>Di dalam hutan


"hey kau ingin membawa aku kemana!" teriak Nia karena Firen berjalan dengan sangat cepat


sebenarnya Nia dapat mengimbangi kecepatan jalan milik Firen tapi karena kakinya masih lemas jadi dia menjadi lambat sambil menahan sakit


Firen tidak mendengarkan pertanyaan Nia dan tetap berjalan ke tujuannya


setelah beberapa menit perjalanan akhirnya Firen sampai di sebuah tempat


di tempat itu terlihat sebuah lubang yang sangat luar biasa besar dan terlihat di tengah lubang itu ada seorang wanita tua sedang tergantung dengan cara tangannya diikat dan wanita itu tidak sadarkan diri atau pingsan


"hey kemana sebenarnya kau pergi!!" Nia berteriak dan akhirnya menyusul Firen


"sialan kau tidak mendengar kan ku sama seka-" sebelum menyelesaikan kata-katanya Nia terdiam saat melihat orang yang sedang tergantung di tengah lubang yang besar itu


matanya menjadi besar dan pupil mata yang mengecil sambil bergetar menunjukkan kalau dia sangat kaget dan shock


"ibu?" kata Nia dengan singkat


ternyata orang yang tergantung itu adalah ibunya Nia


"apa yang kau lakukan pada ibuku!!!" Nia sangat marah dan berteriak kepada Firen


"tenanglah dia tidak mati saat ini dia hanya pingsan, tapi sebentar lagi dia pasti mati" kata Firen sambil menurunkan suaranya saat mengatakan kalimat terakhir


"pingsan? aku tidak peduli!! lepaskan ibuku sekarang!!" lagi-lagi Nia berteriak kepada Firen


"hahahhaa kau berharap aku melepaskan nya begitu saja? kau terlalu naif" kata Firen


"apa yang sebenarnya kau inginkan!! tidak cukup kau menyiksaku dan sekarang kau juga ingin menyiksa ibuku!" kata Nia dengan histeris


"dia masih bisa selamat tapi harus ada sesuatu yang di korbankan pastinya" kata Firen


"katakan! apa yang harus aku lakukan!" tanya Nia


"kau lihat kotak di sebelah sana" tunjuk Firen


"ada sebuah timbangan di dalam kotak tersebut, jadi untuk menyelamatkan ibumu kau harus membuat timbangan itu menjadi berat, semakin berat timbangan itu maka ibumu akan naik ke atas dan keluar dari lubang tersebut" Firen menjelaskan semuanya kepada Nia


"jika kau terlambat maka semua sarang Monster yang aku siapkan akan terlepas dan mereka akan memakan ibumu seutuhnya" lanjut Firen menjelaskan sambil tersenyum jahat


"kau sialan!!" Nia sangat marah karena mendengar kalau ibunya akan di makan oleh monster


Nia melihat kedalam lubang itu dan melihat sangat banyak Monster yang dikurung dan siap untuk dilepaskan


monster itu bermacam-macam, ada minotaur, ogre, goblin, dan monster lain yang dapat memakan manusia.


"waktunya di mulai dari sekarang" kata Firen yang membuat Nia sangat terkejut


dan Nia melihat seperti hologram keluar dari tangan Firen menunjukkan waktu yang tersisa


Nia hanya memiliki waktu selama 10 menit lamanya untuk membantu ibunya


Nia bergegas mencari batu-batu yang ada di sekitar dan memasukkan nya kedalam timbangan


ternyata memang benar, secara perlahan ibunya mulai naik tapi itu belum cukup karena ada monster juga yang sangat tinggi jadi monster itu masih dapat mencapai ibunya


dia berlari kesana kesini dan melesat dengan cepat mencari batu-batu yang lumayan besar dan memasukkan kedalam


Nia boleh saja pergi sejauh 50 km tapi waktunya akan terbuang sia-sia, nafas Nia sudah sangat berat karena kelelahan dan ngos-ngosan


dia berhenti dan melihat ibunya sebentar setelah itu melihat timbangan yang masih kurang


'bagaimana ini, apalagi yang dapat aku pakai untuk menambah beban' batin Nia yang sangat kebingungan


dia bisa saja naik ke atas timbangan tersebut tetapi kotak itu hanya memiliki bulatan kecil jadi hanya seukuran kaki yang bisa masuk


Nia masih berpikir dengan keras


"aku akan membantu dirimu" kata Firen


mendengar kata-kata Firen membuat Nia terkejut karena orang sekejam Firen ingin membantu dirinya


"pakai ini"


*clank


Firen melempar sebuah pisau jagal kearah Nia dan membuat dia terkejut karena dia berpikir kalau pisau itu tidak akan cukup untuk menambah beban


tapi Nia berpikir tidak lama dan menatap tangannya sendiri


'hanya ini satu-satunya cara' batin Nia


Firen menyeringai karena karena melihat Nia yang sepertinya sudah tau apa yang harus dia lakukan


Nia mengambil pisau jagal tersebut dan...


*Slash


*craaaat


"AKKHH!!!" Nia memotong tangannya sendiri menggunakan pisau tersebut dan merintih kesakitan


setelah berteriak kesakitan dia langsung meraih tangannya yang sudah dia potong dan memasukkan nya kedalam timbangan


melihat hal itu membuat Firen sangat terhibur sehingga dia selalu tersenyum dan tertawa terbahak-bahak


Nia tidak peduli dengan tawaan milik Firen dan melihat kalau timbangan tersebut masih belum cukup juga


dia menatap kakinya dan..


*Slash


*craaat


"AHHKKKK!!!" Nia berteriak dan menangis karena merasakan sakit yang luar biasa


Nia memasukkan kakinya ke dalam timbangan tapi...


'masih belum juga' batin Nia


dia sekali lagi mengangkat pisau jagal tersebut dan memotong kakinya yang satu lagi


*Slash


*craat


"AAHHHKKK!! HIKS HUGH HIK HIKS!!" teriakan dan tangisan milik Nia keluar dengan keras


Nia memasukkan kakinya lagi tapi dia melihat kalau itu masih belum cukup juga


Nia sekarang sudah sangat pasrah dan menangis sambil memegang pisau jagal

__ADS_1


dia menjadi sangat menderita tapi dia ingin ibunya selamat


selama dia menangis tiba-tiba ibu Nia sadar


"ukh apa yang terjadi?" ibu Nia merasakan sakit di kepalanya dan tangannya


dia melihat sekitar dan melihat seorang pria yang sedang duduk dan wanita yang sedang dalam kondisi yang sangat menyedihkan


dia melihat sebentar dan menyadari kalau itu adalah Nia, dia menjadi sangat syok dan menangis


"NIAAAA!!" Ibunya memanggil sambil berteriak


mendengar teriakan itu membuat Nia tersadar dan menatap ibunya


"IBUUU!!" dia membalas sambil menangis


"APA YANG TERJADI PADA DIRIMU!! KENAPA KAU MENJADI SEPERTI ITU NAK!" teriak ibunya


"AKU TIDAK PEDULI DENGAN DIRIKU BU! AKU AKAN MELAKUKAN SEGALANYA UNTUKMU!" jawab Nia sambil menangis


mereka berdua menangis dengan sangat kuat karena melihat ibu dan anaknya sedang dalam kondisi yang sangat menyedihkan


"cih terlalu banyak drama" Firen merasa aneh karena melihat mereka yang sedang menangis


*TING


"[Waktu telah habis, sarang Monster akan di lepas sekarang]"


"baiklah waktumu habis" kata Firen sambil tersenyum


Nia terkejut dan memohon kepada Firen


"kumohon!! berikan aku waktu sebentar lagi!! atau tidak ambil saja nyawaku tapi jangan ibuku!"


melihat anaknya seperti itu membuat ibu Nia menjadi sangat sedih dan merasa gagal telah menjaga anaknya


"nak aku tidak apa-apa" kata-kata ibu Nia sebelum di terkam dengan tiba-tiba oleh beberapa monster


mendengar kata-kata ibunya dan melihat ibunya dimakan membuat dia sangat histeris seperti orang gila sambil menangis


"HUWWAAA IBUUU!!" tangisan Nia yang sangat keras, dia sudah tidak menghiraukan rasa sakitnya karena sekarang ini dia sedang merasakan sakit hati yang luar biasa dan kesedihan


"kenapa? kenapa kau melakukan ini kepadaku?" tanya Nia sambil menatap Firen dengan tatapan kosong dan menderita


Firen membalas tatapan Nia dengan dingin


"karena aku membenci dengan yang namanya 'Pengkhianatan' " jawab Firen


mendengar kata-kata Firen membuat Nia menyalahkan dirinya sendiri, karena dirinya dia dan ibunya menjadi seperti ini


"lihatlah karena dirimu aku menjadi kotor karena darah mu" kata Firen sambil menggosok darah yang terpancar ke tubuhnya tapi tidak bisa di bersihkan


Firen melihat Nia sudah menjadi sangat putus asa dan tidak memiliki kehidupan lagi


melihat kondisi Nia membuat Firen sangat puas dan menyeringai dengan sangat menyeramkan


"baiklah sudah cukup, aku sudah sangat puas jadi kau sudah tidak berguna" kata Firen


tapi Nia sudah tidak menghiraukan Firen dan hanya menatap tanah dengan tatapannya yang kosong itu


Firen mendekati Nia dan...


*BUK!!


Firen menendang Nia dan membuat Nia jatuh ke dalam lubang yang penuh dengan monster-monster


saat terjatuh Nia hanya menatap kearah langit dengan kosong dan menangis


'kenapa hidupku seperti ini, seandainya ada kehidupan selanjutnya maka akan sangat menyenangkan untuk hidup dengan damai' pikiran terakhir Nia sebelum dia jatuh dan di makan oleh monster-monster


"heh akhirnya selesai"


Firen berbalik dan kembali ke mansion


orang-orang yang melihat Firen pulang menjadi kaget karena melihat Firen yang penuh dengan darah bahkan ada sangat banyak wanita yang ada di jalanan kota menjadi takut karena kondisi Firen yang penuh dengan noda darah


"apa yang terjadi?" tanya Gina


semua orang yang ada di mansion menatap Firen dengan tatapan tidak percaya


"menurutmu apa yang aku lakukan" jawab Firen sambil menatap tajam mereka semua


mereka langsung mengerti dengan kata-kata Firen dan membuat beberapa dari mereka menangis


"kenapa kau sampai berbuat seperti itu?" tanya Rini dengan berani karena dia sudah menggangap Nia sebagai kakaknya sendiri


"karena aku membenci pengkhianatan" setelah mengatakan itu Firen langsung menghilang kedalam kegelapan


mereka tidak mengerti dengan kata-kata Firen tapi itu semua membuat mereka sedih dan menangis


sebenarnya Firen melakukan ini semua untuk mereka juga karena jika rencana Firen diketahui maka raja Zakion akan meminta bantuan dari kekaisaran dan akhirnya kaisar juga akan meminta bantuan kepada kekaisaran yang lainnya


Firen bisa saja menghancurkan mereka semua sekaligus tapi dia masih ingin mencari poin derita lebih banyak karena poinnya yang sekarang masih sangat sedikit


{Flashback End}


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Halo semuanya balik sama Kimoy


gimana chp kali ini? panjang? sedih?


yah gw jujur sebenarnya gw nulis chp kali ini juga hampir nangis karena ngeliat takdir milik Nia sama ibunya tapi yah emang gitu sebenarnya jalan cerita yang gw inginkan, tapi emang beneran bikin gw sedih chp kali, ada 2 alasan gw sedih:



Karena penderitaan Nia


jari gw pegel



Yap seperti yang kalian liat chp kali ini panjang luar biasa awkwkwk


tapi gak papa karna ini demi kalian


dan mohon maaf gw gak up beberapa hari ini karena gw lagi sibuk di RL


dari tugas-tugas sampe harus kerja karena bapak aku lagi sakit jadi gw gantiin buat kerja sementara jadi gw gak dapat waktu buat up


yaudah sampe sini dulu ya dah capek jari gw


makasih udah baca chapter kali ini


mohon maaf kalau ada kata-kata yang salah ketik atau typo


sampai jumpa di next chp


bye bye all


END CHAPTER


Tanggal dan Jam Upload:

__ADS_1


Jumat, 22/10/2021 . jam 5.54


__ADS_2