Feel The Pain

Feel The Pain
58.Yang Terjadi 200 Tahun Lalu(4)


__ADS_3

*ZWOOONGG!


*BOOOM!


Serangan kejutan dimulai dari Yola, serangan tersebut sangat cepat meratakan kota bagian selatan


Para warga sekitar terkejut dan terdiam mematung melihat serangan yang berskala lumayan besar itu meratakan kota bagian selatan


"ah... AHHHH!!" seseorang berteriak dengan sangat keras dan mulai lari menjauh dan di ikuti oleh warga warga lainnya sambil berteriak juga


*SRING!


*BAMM!


Tina menebas dengan katananya secara horizontal dan memotong seluruh orang beserta dengan bangunan yang masuk ke dalam area serangannya


"" Manda menggunakan skillnya untuk memanggil makhluk milik nya yang bernama Ragus



Sebuah monster raksasa di panggil oleh Manda, besarnya bahkan menembus awan, besar kaki monster itu dapat menghancurkan sekitar 40 bangunan sekaligus


"Serang mereka Ragus" perintah Manda kepada makhluk summonnya


"GRAAAAHHH!" Ragus bereaksi pada perintah Manda dan mulai menghancurkan semua hal yang dia lihat


"apakah itu monster summon mu yg baru? bukankah itu terlalu besar haha" kata Gina yang sedikit tidak percaya dengan monster yang Manda panggil


"Sebenarnya saat ini aku tidak ingin berlama lama di sini haha Jadi aku langsung mengerahkan semua yang ku punya" kata Manda dengan senyum kecut


mereka hanya menghela nafas dan mengeluarkan serangan terkuat mereka masing masing agar tidak kalah dari yang lain


*WUUUSSHH


"" Gina mengeluarkan api yang sangat besar dan membakar semua tempat yang dia tatap, apinya berwarna hitam dan hanya dengan menatap targetnya langsung membakar target tersebut hingga hangus dalam sekejap


hanya butuh kurang dari dua detik sampai target yang di tatap oleh Gina terbakar sampai menjadi debu, mau itu bangunan ataupun manusia terbakar tanpa sisa


""


*BRAK!


*BOOM!


Rini menusuk tanah menggunakan tombak es miliknya dan tiba tiba muncul sebuah gunung es yang berskala sangat besar, tingginya mencapai setengah dari Ragus dan lebarnya mencapai tiga kilometer


Serangan demi serangan di lancarkan oleh mereka tanpa henti, mereka seperti tidak memberikan kerajaan Seth untuk bertahan


pasukan kerajaan setelah mengetahui ada sebuah serangan langsung mengerahkan seluruh pasukannya yang mencapai 400.000 ribu pasukan yang berlevel di atas 200


tapi saat mereka tiba, serangan mereka sangat ganas dan membuat 3% dari pasukan mereka harus mati tanpa perlawanan


sedangkan yang lainnya tetap bertahan agar formasi tidak menjadi kacau dan hancur


"Bertahan!!!" teriak seseorang yang berada di depan para pasukan itu yang sepertinya adalah komandan dari pasukan tersebut


""


pasukan penyihir yang berdiri di belakang memakai sihir gabungan mereka untuk membuat sebuah tameng yang sangat besar untuk menahan serangan serangan yang besar itu


tameng yang sangat besar itu tentu menarik perhatian para wanita, mereka melihat perisai aneh yang sangat besar muncul dengan tiba tiba


"perisai apa itu? yah aku tidak peduli juga lebih baik di hancurkan" kata flora


Flora mengangkat belati miliknya dan mengarahkan nya ke perisai besar tersebut


"" tiba tiba muncul sebuah serangan warna hitam berbentuk spiral dari belati milik flora yang mengarah dengan cepat ke perisai tersebut


"Apa itu!?" komandan pasukan terlihat sedikit terkejut karena serangan hitam yang sangat cepat itu sedang melesat ke arah mereka


"KUATKAN PERISAI!!" teriak komandan itu kepada para penyihir, setelah mendengar perintah mereka dengan cepat meningkatkan pertahanan perisai mereka


tapi....


*PRANG!


perisai itu hancur dengan mudah seperti sebuah piring pecah


*BOOM!


bukan hanya menghancurkan perisai tapi serangan itu memberikan ledakan yang sangat besar, ledakan tersebut seperti ledakan tiga bom atom secara bersamaan


akibat dari serangan itu membuat pasukan kerajaan tersebut berkurang bahkan mencapai 30%


"BERDIRI SEMUA! SERANG!!" komandan pasukan memberikan aba aba yang sangat mengejutkan mereka


mereka baru saja di serang dan sangat banyak korban yang berjatuhan akibat ledakan tersebut tetapi komandan mereka justru menyuruh mereka untuk menyerang para monster tersebut


tapi perintah tetaplah perintah jadi mereka tidak memiliki pilihan Selain maju, mereka tidak peduli lagi dengan hidup atau mati yang terpenting mereka sudah berusaha sebaik mungkin untuk kerajaan


"HAAAAA!" pasukan itu berteriak dengan sangat semangat dan mulai menyerbu para monster dan wanita wanita tersebut


"hmm?" Yola melirik para pasukan itu dengan kebingungan


"apa mereka sudah bosan hidup?" setelah Yola berkata seperti itu langsung membuat yang lainnya juga melihat kearah para pasukan


"apa yang mereka lakukan?" kata Tina dengan wajah yang kebingungan juga


"Apakah kau bisa mengurus mereka nona Elis?" tanya Yola sambil menunjuk kearah pasukan


"serahkan padaku" balas Elis dengan senyuman


"" muncul sebuah bola salju seukuran tangan Elis


bola itu terlihat hanya seperti bola salju biasa


"Hiya!" Elis melempar bola tersebut ke tengah pasukan yang sedang menyerang tersebut

__ADS_1


tapi setelah itu...


*BOOOOM!!


"AAAHKK!"


ledakan yang sangat besar terjadi di tengah tengah mereka, ledakan tersebut membuat korban yang sangat banyak


para pasukan yang awalnya sudah semangat untuk mengorbankan diri mereka langsung menjadi ketakutan dan tidak ingin mati


"ahh! AHAHHHH!" Mereka mulai melarikan diri satu per satu agar tetap hidup


"AKU TIDAK MAU MATI!" kata mereka sambil berlarian


"KEMBALI KALIAN DASAR PENGECUT!" teriak komandan tapi mereka tidak mendengar perintahnya dan tetap melarikan diri


komandan yang melihat itu menjadi kesal dan yang tersisa hanya ratusan pasukan tersisa


tapi para pasukan yang melarikan diri tidak dapat pergi dengan mudah


tiba tiba di depan mereka berdiri seorang wanita dengan rambut berwarna putih, dia adalah Fani


"jangan berharap bisa melarikan diri dengan mudah"


""


muncul kabut berwarna hijau yang menutupi area tempat mereka melarikan diri


tapi para pasukan menganggap kalau wanita yang ada di depan mereka tidak berbahaya jadi mereka tidak menghiraukan nya dan tetap lari


saat mereka sementara berlari satu per satu dari mereka mulai berjatuhan dan mulut mereka bergebu gebu setelah itu mati


saking takutnya dan terus melarikan diri mereka sampai tidak menghiraukan yang lainnya


dan mereka mati dan terus mati sampai tidak ada yang tersisa


yang tersisa hanyalah ratusan pasukan yang masih berdiri bersama dengan komandan mereka untuk membela kerajaan


"Kenapa mereka sangat keras kepala" kata Mira dengan tatapan bingung juga


"" Mira mengeluarkan skill miliknya


muncul sebuah Cahaya hijau dari tubuh para pasukan beserta dengan komandannya


"Apakah ini healing? tapi ada yang aneh" kata komandan itu sambil mengamati


tidak berselang begitu lama akhirnya dia menyadari hal itu


"TUTUPI DIRI KALIAN DENGAN MANA! CEPAT!" komandan itu tiba tiba berteriak dan para pasukan yang memiliki reflek yang cepat mengikuti perintahnya


tapi pasukan yang tidak sempat menutupi diri mereka tiba tiba mati tergeletak dengan tubuh yang hancur


"sudah kuduga" cahaya hijau tadi bukanlah untuk menyembuhkan melainkan sebaliknya, cahaya tersebut melukai dan mengoyakkan tubuh targetnya


tapi berkat lapisan mana yang sudah mereka tutupi di tubuh mereka membuat mereka dapat bertahan


"biarkan aku yang melawannya" lanjut gina sambil berjalan mendekati komandan


sambil berjalan, di tangan Gina secara perlahan muncul sebuah pedang yang terbuat dari api biru milik Gina



Komandan langsung mengetahui niat Gina yang sedang berjalan mendekati nya


dia juga mulai maju dan mendekati Gina dengan pedang yang dia keluarkan dari sarungnya


"Hahaha kau benar benar berjiwa seorang prajurit, aku akui hal itu" kata Gina setelah melihat keberanian komandan


"aku tidak akan menerima pujian dari seorang kriminal seperti mu" balas komandan sambil mengangkat pedangnya dan mengarahkan nya kepada gina


Gina hanya tersenyum jahat setelah mendengar balasan dari komandan itu


"sebaiknya kau selalu menjaga kepala mu agar tidak terpisah dari tubuhmu" kata Gina sambil mulai maju


*drap


*drap


*drap


Gina mulai berlari kearah komandan itu dengan kecepatan yang masih bisa diikuti oleh musuhnya


*SWOOSH


*TRANG!


Gina melancarkan serangannya dan bertabrakan dengan pedang milik komandan


"oh kau bisa menahan serangan ku hah" kata Gina sambil tersenyum


'serangan ini... berat!' kata komandan di dalam pikirannya dengan wajah yang sedikit tertekan


"Hah!" komandan menebas pedangnya dengan kuat dan membuat Gina mundur beberapa langkah


Gina melihat wajah komandan itu yang sudah terlihat sedikit kesusahan dan kelelahan hanya dengan menahan satu serangan darinya


"bertahanlah lebih lama, tidak akan menyenangkan jika pertarungan ini selesai dengan cepat" kata Gina sambil bersiap untuk maju lagi


komandan juga bersiaga untuk menahan serangan yang akan datang lagi


*syut


kali ini kecepatan Gina meningkat dengan banyak dan membuat komandan itu terkejut


*Trang


*Tring

__ADS_1


*Trang


*Tring


suara pedang yang terdengar dengan kuat, Gina melancarkan serangannya dengan bertubi tubi dan membuat komandan tersebut terpukul mundur


"hah hah hah" komandan tersebut terlihat sangat kelelahan setelah menahan semua serangan milik Gina


'aku tidak bisa terus seperti ini' kata komandan di dalam pikirannya, setelah itu dia melirik kearah belakang dan melihat pasukan miliknya


'jika aku berlama lama maka kita semua akan mati begitu saja' lanjut komandan itu setelah melihat pasukan miliknya mulai mati perlahan lahan karena serangan dari monster dan sihir sihir yang tidak sengaja mengenai mereka


komandan itu menggertak kan giginya dan mengangkat pedangnya ke atas


setelah itu mulai muncul sebuah bulatan bulatan yang lumayan besar dan berwarna hitam muncul di atas mereka


jumlahnya sangat banyak dan berhasil membuat Gina kebingungan


"bola apalagi ini?" kata Gina dengan wajah membingungkan


"" keluar sangat banyak pedang dari dalam bola bola hitam tersebut


"aku kira apa, ternyata hanya pedang pedang rapuh saja" kata Gina


*syut


*syut


*syut


*tring


*tring


*tring


pedang pedang tersebut pergi mengarah kepada gina dengan cepat tapi dengan mudah Gina menebas pedang pedang tersebut


"ini memang tidak masalah tapi masalahnya adalah jumlahnya" kata Gina yang lumayan tertekan dengan jumlah pedang itu yang sangat banyak


Gina terus fokus untuk menahan pedang pedang itu dan melupakan kalau dia memiliki musuh di depannya


*syut


komandan itu melihat kesempatan yang besar setelah melihat Gina yang sedang lengah


dia melesat dengan cepat kearah Gina untuk menusuk Gina


tapi Gina langsung sadar kembali dan bereaksi saat komandan itu mulai mendekati dirinya


*tring


*crat


gina berhasil menahan serangannya tapi sudah terlanjur melukai dirinya dan membuat dirinya berdarah di tangannya


"beraninya kau sialan" kata Gina dengan hawa membunuh yang sangat kuat


komandan tersebut mulai merasakan sesak setelah Gina mengeluarkan hawa membunuh miliknya


'level ku sudah mencapai 900 tapi bagaimana bisa hawa membunuhnya dapat membuat aku tertekan' kata Komandan didalam pikiran nya


setelah itu komandan itu melirik kearah Gina dan Melihat mata Gina yang menyala mengerikan sambil menatapnya begitupun dengan beberapa wanita lainnya yang ada di belakang Gina menatap dia dengan tatapan yang menyala


'mereka berbahaya! aku harus melaporkan ini kepada raja!' komandan itu baru menyadari seberapa berbahaya mereka


dia berusaha untuk melarikan diri dengan pasukan yang tersisa


"MUNDUR!" teriak komandan memberikan perintah


"mundur? kalian bermimpi" kata Gina


*SYUNG


*CRAT


*CRAT


Gina melayangkan tebasan miliknya dan memotong semua pasukan yang tersisa menjadi dua dan darah yang muncrat dengan sangat banyak


"t-tidak" komandan itu menjadi pasrah dan menyesal karena tidak dapat memimpin pasukan miliknya


komandan itu berlutut di tanah dengan tatapan penyesalan dan ketakutan


"ada kata kata terakhir?" tanya Gina yang sudah berdiri tepat di belakang komandan sambil memegang pedang


tapi komandan tidak menjawab pertanyaan Gina dan hanya diam tanpa kata kata


"ku anggap tidak" kata Gina


*syuung


*crats


Gina memotong kepala milik komandan dan membuat dia mati dalam sekejap


"sudah selesai di sebelah sini" kata Gina memberikan informasi


"bagus, sedikit lagi seluruh perkotaan akan hancur jadi kita hanya perlu menunggu" kata Yola setelah melihat kota kota telah rata menjadi lautan lava


>Istana Seth


"sepertinya kita memiliki tamu yang sangat merepotkan" kata seorang pria yang sangat gagah sedang duduk di atas singgasana yang mewah dengan wajah yang datar dan mengintimidasi


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


END CHAPTER

__ADS_1


__ADS_2