Feel The Pain

Feel The Pain
59.Yang Terjadi 200 Tahun Lalu(5)


__ADS_3

Setengah jam sudah berlalu saat mereka memulai peperangan mereka


keadaan perkotaan sekarang telah menjadi kawah lava yang sangat besar


para pemimpin masing masing kota berusaha untuk melawan balik tapi tidak berguna dan mati


begitupun juga dengan bantuan tambahan dari kerajaan, mereka langsung mati setelah memasuki area peperangan


saat ini terlihat ada sembilan wanita yang sedang melayang di atas udara atau lebih tepatnya terbang


mereka sedang menatap istana raja yang besar dengan tatapan yang dingin dan mengintimidasi


"Keluarlah dan bertarung jika kau memang berani raja Seth" kata Yola dengan suara yang bergemuruh


Yola dengan berani menantang raja Seth untuk keluar dan bertarung dengan mereka secara langsung


tapi dalam beberapa waktu tidak ada jawaban dari raja Seth


mereka menjadi bingung dan saling bertanya tanya


"kenapa dia tidak keluar? apakah dia kabur?" kata Mira dengan wajah bingung


"aku tidak kabur, aku hanya sedang mempersiapkan diriku" kata seseorang sambil berjalan keluar dari istana


dia adalah raja Seth, dengan tampilan yang gagah dan berani dia keluar dan menatap para wanita dengan sangat tajam


setelah itu dia menatap kondisi perkotaan saat ini yang sudah menjadi lautan lava yang besar, dia mengerutkan keningnya dan menjadi kesal


"beraninya hama seperti kalian berulah di kerajaanku! kalian harusnya sudah tau bayaran apa yang harus kalian bayar jika sudah berbuat seperti ini!" kata raja Seth sambil meremas pedangnya dengan kuat


"kau masih berani bicara bayaran saat dirimu akan segera mati?" kata flora dengan nada yang dingin


*wush


raja Seth tiba tiba melayang di udara seperti mereka dan membuat mereka terkejut


"ternyata kau bisa terbang? sepertinya kau bukan lawan yang mudah" kata Yola


"jangan pernah mengira kalau kalian adalah yang terkuat di dunia ini! masih ada seseorang yang bahkan jauh lebih kuat dari kalian semua!" kata raja Seth


mendengar kata kata raja Seth membuat mereka mengerutkan kening mereka untuk menandakan kalau mereka kesal


"dari tadi mulut bau mu selalu membuatku kesal! majulah aku yang akan melawanmu!" kata Gina yang sudah menjadi kesal


"hanya kau? majulah kalian sekaligus!" kata raja Seth yang membuat mereka semakin kesal


"tidak perlu semaunya, aku dan ibuku yang akan melawan mu" Tina maju ke depan bersama dengan Gina


"kau tidak perlu ikut Tina" kata Gina


"tapi aku ingin" jawab Tina


Gina hanya bisa pasrah dan mengiyakan kemauan anaknya itu


"cih sangat sombong, kuharap kalian tidak menyesal karena hanya membawa dua orang untuk melawanku" kata raja Seth


"kau sangat sombong sialan!"


*wooosh


Gina melesat dengan luar biasa cepat kearah raja Seth sambil mengayunkan pedangnya


*tring


raja Seth dengan sangat mudah menangkis serangan itu menggunakan pedang miliknya


"hanya ini?" kata raja Seth yang hanya menangkis serangan itu menggunakan pedangnya yang hanya dia pegang pakai satu tangan


urat di dahi Gina muncul karena sudah menjadi sangat kesal


"" tiba tiba muncul gelombang api dari punggung Gina dan mulai menutupi seluruh tubuh raja Seth


""


*wush


gelombang api milik gina hilang seperti di bawa angin dan tidak berdampak apapun kepada raja Seth


"apa!" Gina terkejut dengan hal itu dan mundur dengan cepat


"cih sihir sialan itu!" Gina kesal karena serangan sihir tidak akan terlalu mempengaruhi raja Seth


"kalau sihir tidak mempan, bagaimana dengan sebuah tebasan!"


*syut


"" Tina menghilang dari tempatnya dan muncul dengan cepat di hadapan raja Seth


dia menebaskan katananya sebanyak dua kali dan mengincar leher raja Seth tapi...


*tring


*trang


dengan mudah raja Seth melihat pergerakan Tina dan menangkis serangan milik Tina


"apa!" Tina kaget dengan hal itu karena dia sudah sebisa mungkin bergerak dengan sangat cepat


*Bukk!


"akh!" raja Seth menendang perut Tina dengan kuat dan membuat Tina terlempar lumayan jauh


"Tina!" Gina berteriak setelah melihat Tina terlempar


"kau bangsat!!"


*syut


*SWOOSH


Gina mempercepat gerakannya lagi dan melesat kearah raja Seth


"" Gina menebaskan pedangnya dan mengeluarkan api yang terbentuk dari tebasan miliknya

__ADS_1


tebasan itu menuju kearah raja Seth dengan cepat


*sying


lagi lagi raja Seth menangkis serangan itu


*syut


tiba tiba Gina muncul dengan sangat cepat muncul di belakang raja Seth dan bersiap menebaskan pedangnya


*tring


dengan reflek yang sangat cepat, raja Seth menangkis serangan Gina dengan cara menaruh pedang miliknya kebelakang


*sring


*tring


*swing


*trang


Gina memberikan serangan cepat secara berturut dengan cepat kepada raja Seth, tapi tanpa kesusahan raja Seth dapat menahan serangan itu


*tring


*bak!


raja Seth menghempas pedang Gina dan menendang gina secara horizontal dan membuat dia terlempar lumayan jauh


"ukh sialan" Gina mengumpat dengan pelan setelah di tendang dengan kuat


'ini tidak baik' Yola yang melihat pertarungan ini mengerutkan dahinya setelah melihat raja Seth dengan mudah mengatasi Tina dan Gina


"ibu kau tidak apa apa?" kata Tina yang sedang berdiri bersama dengan ibunya memegang perut


"aku tidak apa apa, bagaimana denganmu?" jawab Gina sekaligu bertanya balik


"aku tidak apa apa, hanya sedikit sakit di bagian perut" jawab Tina


setelah itu mereka mulai mengamati raja Seth yang dari tadi sedang melayang tanpa terluka ataupun tergores sedikitpun


"apa hanya itu? menyedihkan" kata raja Seth


setelah itu dia mengangkat pedangnya keatas


"" muncul sebuah pedang yang sangat besar dia atas langit yang menjulang kebawah atau lebih tepatnya kearah Gina dan Tina


"Sialan!" Tina dan Gina bergegas untuk menahan serangan itu


"" muncul sangat banyak tameng di atas udara yang terbentuk dari api


"" tiba tiba katana milik Tina bercahaya terang


*wush


dia menebaskan katananya dan tebasan miliknya memilik besar seperti pedang raksasa itu


tebasan milik Tina dan pedang raksasa itu bertabrakan dengan sangat kuat dan mengeluarkan ledakan yang sangat besar


tapi sayangnya pedang itu masih terlihat utuh dan masih bergerak kearah Gina dan Tina tapi kecepatannya mulai berkurang sedikit


Tina menggunakan serangan miliknya untuk memperlambat gerakan pedang itu dan memberikan waktu agar Gina dapat membuat tameng yang cukup kuat untuk menahan pedang yang sebesar ragus itu


*Fung


tameng yang jumlahnya sangat banyak itu langsung bergabung dan membentuk tameng yang sangat besar


"kau berusaha dengan sangat kuat hah" kata raja Seth setelah melihat tameng yang sangat besar itu


*boom!


*bam!


pedang dan tameng itu akhirnya bertemu dan mengeluarkan ledakan ledakan yang cukup besar di permukaan tameng tersebut


"HAAAAA!" Gina berusaha sekuat tenaga untuk menahan pedang tersebut


*prang!


*Trang!!


setelah menahan itu lumayan lama, akhirnya pedang besar itu hancur seperti piring pecah beserta dengan tameng milik Gina


"hah hah hah" Gina kelalahan setelah menahan serangan tersebut


"ibu!" Tina bergegas pergi kearah Gina dengan cepat


"kau tidak apa apa?" tanya Tina


"aku hanya sedikit kelalahan" jawab Gina


setelah itu Tina menjadi kesal


"beraninya kau!" Tina menatap tajam kearah raja Seth dengan niat membunuh


"tatapan yang bagus" kata raja Seth sambil membalas tatapan Tina


*swosh


Tina melesat kearah raja Seth untuk menyerangnya secara langsung


"ini tidak bagus!" kata Yola yang sedang menonton dari tadi


"Haaa!"


*tring


*Trang


*tring


serangan bertubi tubi di lancarkan oleh Tina tapi di tangkis oleh raja Seth tanpa kesusahan sedikit pun

__ADS_1


"kau mengesalkan!" kata raja Seth


*sring


*crat


raja Seth menebaskan pedangnya dan melukai Tina di bagian kaki


"ahh!" tina kesakitan setelah terkena serangan itu


*sring


*sring


*crat


tidak sampai situ, raja Seth terus menebas dan melukai kaki dan tangan Tina


"ahak" Tina memuntahkan darah dari mulutnya dan mulai terjatuh kebawah saat dia melayang


(NOTE : mereka bertarung dari tadi sambil melayang atau terbang ya, jadi jangan salah paham)


saat Tina mulai jatuh, raja Seth bergerak untuk memberikan serangan terakhir kepada Tina


"HENTIKAN ITU!!" teriak Yola yang dengan cepat melesat


Tina melihat pedang milik raja Seth yang sudah hampir mengenai jantung miliknya


'apakah hanya sampai sini?' kata Tina di dalam pikirannya


Tina langsung kehilangan kesadarannya tanpa melihat pedang raja Seth menyentuhnya


saat ini Yola sedang berusaha dengan cepat untuk membantu Tina tapi dia merasa kalau itu tidak akan sempat


tapi...


*swosh


*CRAT!!


"Uhuk" Gina muncul dengan tiba tiba untuk menutupi serangan itu agar tidak mengenai Tina


yola terhenti di tempatnya seketika dan membatu begitu juga dengan yang lainnya


"kau bodoh" kata raja Seth


"kau tidak boleh menyentuh anakku" kata Gina yang sedang memegang pedang yang sedang tertancap di jantungnya


*CRAT!


"ahak!" Gina tidak hanya diam, dia juga menusuk perut raja Seth menggunakan pedangnya


"sialan!" raja Seth menjadi kesal


*buk


*sring


raja seth menendang perut Gina dan pedangnya terlepas dari jantung gina


"Ahak" Gina memuntahkan darah yang luar biasa banyak dari mulutnya


saat Gina mulai terjatuh, dia melirik kearah Yola yang sedang melihat nya dengan tatapan yang tidak jelas


'maafkan aku..... semuanya'


*bruk


Gina terjatuh ketanah dengan darah yang mengalir dari mulutnya dan air mata yang keluar dari matanya


dia terjatuh di sebelah anaknya yang sedang pingsan


'maafkan ibu Tina.... bertahanlah.... hidup.... dan.... jadilah kuat...' kata Gina di dalam pikirannya


setelah itu Gina memikirkan seseorang untuk terakhir kalinya


'aku .... ingin.... melihat.... dia .... untuk.... terakhir.... kalinya' setelah itu Gina terdiam dengan mata yang tertutup dan kulit yang berubah menjadi pucat


semua orang yang melihat itu menjadi terkejut dan pikiran mereka entah sudah kemana mana


tapi ekspresi wajah Yola saat ini tidak dapat diketahui


di dalam hati Yola saat ini hanya tersisa kesedihan dan kemarahan yang sangat besar


air mata mulai keluar dari matanya dan mengalir di pipinya secara perlahan


raja Seth hanya diam sambil menatap Yola dan memegang perutnya yang keluar darah akibat serangan Gina tadi


"tidak kusangka untuk sesama penjahat akan merasakan sedih seperti itu, sangat menyedi-"


"Diamkan mulutmu"


*VOOMM


saat raja Seth sedang berkata kata tiba tiba langsung terdiam setelah Yola membuka suara


tiba tiba hawa sekitar menjadi dingin dan sangat berat bagi raja Seth


dia mulai kesusahan untuk menahan keseimbangan di udara


"ukh" raja Seth mulai kehilangan keseimbangan


raja Seth berusaha untuk menatap mata milik Yola tapi dia terkejut dan merasakan ketakutan yang luar biasa dari tatapan Yola


tatapan kosong dan tajam terarah kepada raja Seth dan membuat dirinya ketakutan sekaligus merinding


dia seperti menatap kearah kegelapan tanpa ujung


"Mati"


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


END CHAPTER

__ADS_1


__ADS_2