
"Aku datang jala*g"
*Slep
"ugghhkk!!"
Firen memasukkan tongkatnya yang besar dan keras seperti besi ke dalam goa milik Sasha dengan kasar
"S-Sakit" kata Sasha dengan suara yang pelan
Firen mendengar kata-kata sasha dan itu membuat dirinya lebih penasaran untuk berbuat lebih kasar kepada Sasha
*plak
*plak
*plak
*plak
"aahhhh~ S-Sakit! k-kumohon ja-jangan terlalu ka...sar!" Sasha meringis kesakitan karena gerakan Firen yang tiba-tiba menjadi sangat cepat
darah mengalir dari sela kakinya yang menandakan dia telah kehilangan kesucian miliknya, walaupun dia selalu bermain dengan Tania tapi maksimal mereka hanya memasukkan tiga jari saja tapi kali ini berbeda, Sasha merasa kalau goanya sekarang seperti sedang di masukkan dengan sebuah lengan
"hiks kumohon!" Sasha mulai menangis lebih keras dari sebelumnya
Firen hanya tersenyum jahat dan menikmati pemandangan yang dia lihat saat ini
"dimana wanita yang arogan tadi? kenapa dia tiba-tiba menghilang hehe~" bisik Firen di telinga Sasha yang sudah berubah merah
Sasha yang mendengar perkataan Firen hanya berdiam diri dan menahan rasa sakit yang dia rasakan
"sekarang ayo kita rubah posisinya" Firen merubah posisi Main mereka
saat ini Sasha sedang berbalik belakang sambil menunggingkan pantatnya keatas
*slep
"hinngghh!" Firen memasukkan kembali tongkat dan mulai bergerak lebih cepat
'posisi ini membuat tongkatnya masuk lebih dalam! perutku sa...kit!' pikir Sasha di dalam pikirannya
saking dalamnya tongkat Firen masuk, sehingga bentuk dari tongkatnya terlihat dari perut Sasha
"ukh aku akan keluar" kata Firen
"!!!!"
"Ti-Tidak!! jangan di dalam!! aku tidak ingin hamil!!" teriak Sasha
*craatss
"ahaangg! panas" Firen memuncratkan cairan susunya yang kental kedalam Sasha dengan sangat banyak
"kau mengatakan apa tadi? maaf aku tidak mendengarnya hehe~" Firen mendengar apa yang dikatakan oleh Sasha tapi dia sengaja tidak mendengarkan dan tetap mengeluarkan nya di dalam
"kau bajingan" kata Sasha dengan suara yang pelan dan mata yang penuh dengan hampa sambil menangis
*slep
"!!"
"siapa bilang aku sudah selesai, kita lanjut ke ronde selanjutnya kekekek" Firen memasukkan tongkat nya lagi dan membuat Sasha terkejut
"tidak hentikan!"
*plak
*plak
*plak
"annghh!!" Sasha hanya bisa mengeluarkan suara yang indah terus menerus dari mulutnya
air mata masih terus mengalir dari matanya dan terlihat kesedihan dari matanya
'kenapa seperti ini' tanya Sasha di dalam hatinya
...****************...
sekarang terlihat ada tiga pria yang sedang duduk bersama sambil mendiskusikan sesuatu
"jadi dunia itu sudah akan hancur?"
"benar, saat ini dunia itu tinggal menunggu kehabisan oksigen dan akhirnya tidak akan ada makhluk hidup lagi Yang akan hidup disana"
"kita harus segera melapor dan meminta izin dalam waktu dekat"
"kau benar, kita harus segera melapor setelah kita menyelesaikan Colloseum, jika kita terlambat melapor maka Absolute akan curiga dan memata-matai kita yang sedang melakukan colloseum secara ilegal tanpa izinnya"
mereka adalah Diego, Mong, dan Rek.
mereka sedang mendiskusikan tentang tugas mereka terbaru karena saat ini ada 970 dunia yang harus mereka hancurkan.
mereka terlihat sedikit gelisah karena mendapatkan tugas yang tiba-tiba saat mereka sedang mengadakan Colloseum
"oh ya ngomong-ngomong, dimana Tania dan Sasha saat ini?" tanya Mong yang penasaran karena mereka tidak terlihat sama sekali hari ini
"entahlah terakhir kali aku melihatnya kemarin" kata Diego sambil memegang dagunya
" aku tidak peduli dengan mereka berdua, kalau mereka melarikan diri maka biar saja, aku tidak peduli" kata rek dengan nada yang tidak peduli
mereka hanya saling bertukar pandangan dan mulai mengamati status masing-masing peserta yang mengikuti Colloseum
(NOTE: status Firen gak ada di daftar mereka karena Firen ikut dengan cara yang ilegal, jadi Firen hanya menggunakan status palsu dari salah satu peserta yang ada)
...****************...
>Ruangan Sasha
"ah~ hyaa~ haangh~ " saat ini mereka masih berhubungan badan
Firen masih menggerakkan pinggulnya dengan cepat dan membuat Sasha mengeluarkan suara yang indah
__ADS_1
"bagaimana? apakah itu mulai nikmat hehe~" kata Firen menggoda Sasha
"diamlah bajingan" maki sasha kepada Firen
memang benar saat ini tubuhnya sudah mulai merasakan kenikmatan tapi masih ada penderitaan dan kesedihan di dalam dirinya yang belum hilang
dia masih menangis tapi menggunakan wajah yang sangat erotis saat Firen memaju mundurkan pinggulnya dengan cepat dan kasar
"kehhk keluar"
*cratts
"tidak jangan di dalam lagi" mereka telah bermain sebanyak empat ronde dan ini adalah ronde keempat mereka
selama empat ronde itu Firen selalu mengeluarkan cairannya kedalam goa milik Sasha
'kalau begini aku akan hamil' kata Sasha di dalam hati sambil memikirkan dia akan hamil
"bukankah itu nikmat hehe~" goda Firen
"bajingan binatang" maki sasha dengan wajah yang tenggelam ke dalam bantal
Firen tersinggung dengan kata-kata "Binatang" yang dikeluarkan oleh Sasha dari mulutnya
saat ini Firen menatap Sasha dengan tatapan mengerikan tanpa di ketahui oleh Sasha
Firen terima saja jika dia di panggil bajingan tapi dia sangat kesal jika di panggil binatang karena dia selalu teringat dengan orang-orang yang membully dia dulu selalu memukulnya sambil mengeluarkan kata binatang
Firen menatap pantat Sasha yang masih sedikit menungging kearahnya dan mulai sedikit menyeringai
*slep
"KYAAA!!!" teriakan yang luar biasa kuat keluar dari mulut Sasha
matanya membelalak dan mengeluarkan air mata kembali, Sasha meremas bantal dengan sangat kuat
Firen ternyata memasukkan tongkat nya kedalam lubang yang satunya lagi dan membuat dirinya merasa sangat kesakitan
"a-apa yang k-kau la-lakukan" tanya Sasha dengan suara yang gagap
"Ups maaf sepertinya aku masuk kedalam lubang yang salah kekek" Firen hanya tersenyum jahat sambil menatap Sasha yang sedang merasa sakit
'rasa sakit ini berbeda! ini lebih sakit daripada yang tadi!' pikir Sasha sambil menggigit bantal
*plak
*plak
*plak
"aaawww sakit!! pelan... pelan-pelan sialan!" kali ini Sasha sudah tidak bisa menahan rasa sakit ini dan mengeluarkan makian yang terdengar jelas dari mulutnya
Firen hanya tersenyum dan mencium ke arah leher Sasha, tapi bukan hanya menciumnya tapi meninggalkan tanda di lehernya atau yang biasa disebut ******
"tenanglah rasa sakit ini akan hilang dan tergantikan dengan rasa nikmat seperti tadi hehe~" kata Firen sambil tersenyum mengerikan
*plak
*plak
Firen terus menerus bergerak dengan cepat dan lebih cepat lagi sehingga membuat Sasha menjadi lebih kesakitan
"aku keluar lagi"
*craatss
"ukh panas... perutku panas" kata Sasha dengan pelan
*pluk
"huft sepertinya tenagaku sudah berkurang karena sudah tidak berhubungan seperti ini dalam beberapa bulan terakhir" kata Firen sambil terduduk di kasur yang empuk itu
"kau sudah selesaikan? kalau begitu pergilah sekarang kau bajingan" kata Sasha dengan suara yang sedikit pelan dan menatap Firen dengan tatapan seperti akan menangis lagi dan wajah yang memerah tomat
"selesai? apa maksudmu jala*g kekek, kita akan bermain satu ronde lagi" kata Firen sambil tersenyum
"bajingan" hanya kata itu yang keluar dari mulut Sasha saat ini
saat ini sudah 8 jam berlalu dan Firen akan segera menyelesaikan kegiatannya ini karena besok dia harus melakukan pertarungan yang dia tunggu-tunggu
"maka selesaikanlah sekarang kau bajingan" kata Sasha yang hanya pasrah
"apa maksudmu? kau datang kemari dan naik keatasku hahaha" kata Firen sambil berbaring
"apa!?" tentu saja sasha terkejut karena dia tidak pernah melakukan gaya seperti ini
"cepat" kata Firen dengan suara yang berat dan tatapan yang mengintimidasi
Firen sudah tau kalau Sasha pasti akan menolak keras jadi dia memutuskan untuk memaksanya sebelum dia menolak
"ukh" Sasha hanya bisa terdiam saat melihat tatapan Firen dan mulai bangun dari posisi tidurnya dan naik keatas Firen
"masukkan itu" perintah Firen
Sasha mengarahkan tongkat Firen ke goanya sendiri dan...
*slep
"ahaang~" seketika keluar suara indah dari mulut Sasha
"sekarang gerakkan pinggul mu sendiri" perintah Firen
"t-tunggu aku belum si- kyaah~"
"kau lama"
sebelum Sasha menyelesaikan kata-katanya, Firen langsung menggerakkan pinggulnya sendiri
"sekarang kau yang gerakkan sendiri"
Sasha hanya pasrah dan mulai menggerakkan pinggulnya secara perlahan
"lebih cepat"
__ADS_1
Sasha menambah kecepatan seperti yang diperintahkan oleh Firen
"ah~ hah~ hangh~" semakin cepat gerakkan yang dikeluarkan oleh Sasha maka semakin suaranya menjadi lebih kuat
Sasha terus menerus menggerakkan pinggulnya dengan cepat sedangkan Firen hanya menikmati pemandangan yang ada didepannya
"lihatlah wanita yang tadi sangat arogan kini sedang menggerakkan pinggulnya di atas diriku ahahaha" kata Firen sambil tertawa
sasha hanya diam saat mendengar kata-kata Firen dan tetap menggerakkan pinggulnya
"aku sudah tidak kuat lagi" kata Sasha
"kalau begitu ayo keluarkan bersama kekekek" kata Firen
*craatss
*crattss
Firen dan Sasha keluar bersamaan, cairan susu putih kental masuk kedalam Sasha sampai penuh dan cairan bening milik Sasha mengalir sedikit demi sedikit dari sela kakinya
*bluk
Sasha terkapar lelah di atas kasur dan menarik nafas dengan cepat
"usaha bagus dasar jala*g hahaha" kata Firen sambil berdiri dan mulai memakai bajunya secara perlahan
"setelah memperkosaku sekarang kau akan pergi, benar-benar bajingan yang tidak punya hati" kata Sasha sambil menatap dingin kearah Firen
"menurutmu aku terlihat peduli kepadamu hahaha" kata Firen merespon kata-kata sasha
"cih aku akan membersihkan cairan menjijikan ini sekarang jika tidak aku akan mengandung anak dari seorang iblis sepertimu" kata Sasha sambil bangkit berdiri
*bruk
sayangnya saat Sasha berdiri dia langsung jatuh karena kakinya mati rasa akibat berhubungan tadi
"supaya kau tidak hamil? sepertinya aku lupa mengatakan syaratnya tadi" kata Firen sambil mendekati Sasha yang terjatuh di lantai
Firen berlutut dan menatap mata Sasha dengan tatapan yang tajam dan dingin
Sasha yang melihat itu menjadi ngeri dan takut serta merinding karena tatapan yang diberikan oleh Firen penuh dengan penderitaan, kekejam, kekejian, tanpa belas kasih, dan balas dendam
itulah yang Sasha lihat dari mata indah Firen yang seperti samudera itu, walaupun mata Firen terlihat sangat indah tapi belum tentu didalamnya juga indah
"ja-jadi apa s-syaratnya?" tanya Sasha dengan tergagap-gagap
"yang pertama, kau akan menjadi orang yang memata-matai absolute, mulai dari pergerakan, keputusan, dan rencana yang akan dia lakukan, kau juga harus memata-matai seluruh peserta yang akan ikut dalam Colloseum." kata Firen menjelaskan
Sasha terkejut dengan syarat pertama yang dikatakan Firen, syarat ini sangat luar biasa beresiko dan memiliki tingkat keberhasilan hanya 20%
tapi dia hanya pasrah dan mengikuti perintah Firen, itu adalah perkataan dan perjanjian yang telah dia buat dengan Firen agar Firen tidak menyentuh Tania
tapi ada sesuatu yang janggal dari syarat tersebut
'untuk apa dia memata-matai peserta Colloseum? ini mencurigakan' kata Sasha di dalam pikirannya sambil mengerutkan dahinya
"syarat kedua?" tanya Sasha
"yang kedua, kau harus mengandung anakku" kata Firen sambil tersenyum mengerikan
mendengar syarat yang kedua membuat mata Sasha membelalak
syarat itu membuat dirinya sangat terkejut karena dia harus mengandung anak dari iblis Yang ada di depannya
"apa maksudmu! tidak mungkin aku mengandung anakmu sialan!" teriak Sasha menolak syarat kedua
"itu syarat yang telah kutentukan jala*g, kalau kau tidak menerima syarat itu maka aku tidak tau apa yang akan aku lakukan kepada adikmu yang tercinta itu" kata Firen mengancam Sasha menggunakan adiknya
Sasha terdiam dan memasang wajah yang marah
"apa yang harus aku lakukan jika mereka mengetahui kalau aku hamil!! bahkan Absolute akan menghukum diriku jika dia tau sialan!!" kata sasha mencari alasan lain lagi
"maka sembunyikan perutmu yang akan membesar itu mudahkan atau jangan bilang kalau kau tidak bisa menyembunyikan perutmu itu" kata Firen
"yang ku tau kalau kau dapat mengontrol bentuk tubuhmu sendiri karena itu juga kau dapat meniru apapun, jadi tidak mustahil kau menyembunyikan perutmu yang akan membesar itu" lanjut Firen dengan tatapan yang tajam
"ukh" Sasha sudah tidak bisa memberikan alasan lagi dan hanya terdiam tanpa kata-kata lagi dihadapan Firen
mau tidak mau sekarang dia harus mengandung anak dari orang yang sangat dia benci itu
"kau sudah tidak berkata-kata lagi itu artinya mau setuju, hahaha baiklah sekarang perjanjian telah resmi dibuat jadi kau jangan berani melanggarnya" kata Firen sambil berjalan menjauh dan akan segera keluar dari ruangan Sasha
"sampai jumpa lagi" kata terakhir Firen sebelum menghilang dari hadapan Sasha
"hiks hiks bajingan... benar-benar bajingan" Sasha menangis tersedu-sedu sambil bersandar di kasur dengan mata yang penuh dengan air mata yang mengalir
saat ini Sasha benar-benar hancur dan tidak tau harus melakukan apa lagi, dia hanya bisa memegang perutnya
'aku belum siap' kata Sasha di dalam hati
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
Halo semua
dah up lagi nih
panjang bener chp kali ini, full dengan adegan ew*
seperti yang kalian tunggu-tunggu hehey
gimana chp kali ini? erotis banget menurut gw mah chp kali ini dahlah
yang penting kalian terhibur aja dan dapat bac*l (Samngean sama tulisan klean semua🗿🗿)
yaudah sampe sini dulu, gw gak tau bakal up jam berapa nih chp karena terlalu banyak adegan gak senonoh, biasalah buat lulus review itu sangat lama hehe
makasih ya udah Baca chp kali ini saya
mohon maaf kalau ada kata-kata yang salah ketik atau typo
sampai jumpa di next chapter
dadah
__ADS_1
END CHAPTER