
>Disebuah ruangan
"Bocah itu... bukankah dia sangat kuat?" tanya Rek dengan ekspresi yang rumit
"Menahan tinju dari Madog hanya menggunakan satu jari? bahkan jika aku yang menahan pukulan itu maka aku harus menggunakan satu tangan" kata Monk yang juga terheran heran
saat Monk dan Rek sedang dalam kondisi yang rumit dan bertanya tanya, Diego hanya terdiam sambil mengerutkan keningnya
'anak itu... kenapa... aku merasakan sesuatu yang sangat menjanggal pada dirinya' kata Diego di dalam pikirannya'
mereka semua bingung dan bertanya tanya kecuali Sasha, Sasha sudah tau kekuatan dari Firen jadi dia hanya berekspresi biasa
"apa yang kalian pikirkan? apakah kalian baru pertama kali melihat Madog kalah? bukankah dia sudah berkali kali mengikuti Colloseum tapi selalu kalah saat di final? bukankah hal ini normal? jadi berhentilah menjadi seperti orang bodoh" kata Sasha yang sebenarnya ingin melindungi Firen agar tidak di curigai oleh para anggota Ternals lainnya
mereka semua saling memandang dan menganggukkan kepala mereka bersama sama
"yah kau ada benarnya juga, tapi kali ini dia mati itu artinya dia sudah tidak bisa ikut lagi haha" kata rek
"aku juga sudah bosan melihat dirinya jadi kurasa sudah cukup untuk dirinya ikut Colloseum dan sekarang dia sudah mati" kata Monk
Diego hanya diam dan kembali menyaksikan keadaan di atas arena
Sasha merasa lega karena mereka tidak mencurigai Firen lebih jauh tetapi tanpa dia sadari adiknya Tania saat ini sedang mencurigai Sasha
Tania awalnya curiga kepada Firen tapi setelah melihat Sasha yang membela Firen membuat dia menjadi curiga kepada Sasha
'ada apa dengan kakak hari ini? dia tidak biasanya ikut berunding seperti itu dan bahkan dia jarang mengeluarkan kata kata jika kita berkumpul? dia juga menatap anak itu dari awal, apa yang sebenarnya kakakku sembunyikan?' tanya Tania di dalam kepalanya
saat ini kepala Tania penuh dengan pertanyaan pertanyaan yang sudah melambung jauh entah kemana
walaupun begitu dia tidak akan pernah mengingat kejadian pada hari itu karena ingatan itu sudah dihapus secara permanen dari pikirannya
setelah berpikir dengan sangat lama akhirnya Tania menyerah untuk memikirkan itu untuk kali ini dan memutuskan untuk kembali menonton keadaan di atas arena saat ini
>Arena
semua penonton dan bahkan MC dari Colloseum terdiam dan membeku di tempat
mereka hanya saling bertukar pandang setelah melihat kepala Madog yang di injak sampai hancur
"kalian kenapa? mana kata kata sampah kalian tadi hahahaha" Firen tertawa puas melihat reaksi para penonton saat melihat orang yang mereka puja puja mati dengan sangat menyedihkan
Tangan hancur, menggeliat menggeliat di arena, dan kepalanya juga hancur. Begitu kondisi Moah sebelum mati
Firen menatap MC yang sedang terdiam seperti patung diatas piringan terbang miliknya
"Hey gurita sialan! bukankah sudah saatnya kau mengumumkan pemenang dari ronde ini!" teriak Firen
"Eh? ah i-iya, ehem baiklah semua! pertandingan di ronde kali ini telah di menangkan oleh sang pendatang baru yaitu Firen Yorn!!!" kata gurita itu dengan sangat semangat
*plok
*plok
*plok
tapi yang terdengar hanya suara tepukan tangan dari sebagian penonton, tidak ada sorakan dan pujian yang keluar dari mulut mereka, mereka masih syok dengan pemandangan di hadapan mereka jadi mereka tidak sadar
setelah itu Firen berjalan kearah tangga untuk turun dari arena dan menuju ke ruangan miliknya
>Di ruangan Firen
"hah~ membosankan... kukira akan bertemu dengan orang yang kuat karena mereka adalah orang orang yang terpilih di seluruh universe tapi ternyata tidak sekuat yang aku bayangkan" kata Firen sambil mulai menyandarkan kepalanya untuk tidur sebentar
"oh ya hey system" panggil Firen sambil tiduran
"[Ada yang bisa saya bantu tuan?]" tanya system
"kenapa namaku tidak di palsukan? bukankah mereka akan tau diriku jika bertemu denganku?" tanya Firen
"[Tenang saja tuan, saya sudah mengatur ini semua dari awal kedatangan anda, nama anda memang adalah nama asli anda tapi sebenarnya tanpa ada ketahui saya sudah meyamarkan wajah anda]" kata system menjelaskan
"Apa!?" Firen sedikit terkejut dan bertanya
"[Maaf karena telah mengubah wajah anda tanpa persetujuan tetapi saya harus tetap diam agar anda tidak ribut karena mengomentari wajah yang saya buat untuk anda]" kata sytem menjelaskan lagi
__ADS_1
"memangnya seperti apa rupa wajahku!" kata Firen sambil berdiri dan pergi kearah sebuah kaca
dan Firen juga terkejut saat melihat wajahnya itu
"Apa ini!?"
Firen melihat wajahnya yang seperti bocah tanpa dosa dan tidak ada sangar sangarnya
"system sialan! apa yang kau lakukan pada wajahku b*ngsat!!" Firen mengumpat dengan keras
"[Sudah saya bilang, kalau saya mengatakan tentang wajah anda sejak awal maka anda akan menjadi kesal setiap waktu jadi saya memutuskan untuk merahasiakan nya sampai sekarang]" kata system dengan nada yang datar
Firen menyadari apa yang dikatakan oleh system memang benar adanya
"Sialan kembalikan wajahku seperti semula" kata Firen
setelah itu wajahnya Firen berubah kembali menjadi seperti biasanya, wajah tampan dengan tatapan yang dingin
setelah itu Firen berkaca sebentar untuk merapikan rambutnya
*tok
*tok
*tok
suara ketukan pintu yang membuat Firen bingung
"masuk" kata Firen memberi perintah kepada orang yang mengetuk pintu
*cklak
pintu mulai terbuka secara perlahan dan memperlihatkan seorang wanita yang sangat cantik dengan rambut hitam pendek dan tatapan mata yang dingin
"permis-" Sasha awalnya ingin bilang permisi tetapi itu terhenti saat melihat pria yang ada di depannya
"eh? ma-maaf sepertinya saya salah ruangan" kata sasha dan bergegas untuk keluar
"Berhenti" suara dingin dan mengeluarkan aura yang mengerikan dari katanya itu membuat Sasha menjadi merinding
'perasaan ini!' kata Sasha di dalam pikirannya
saat Firen sudah tau perasaan janggal itu dia langsung menyeringai kecil
"kau Firen? tapi kenapa wajahmu berbeda?" tanya Sasha yang kebingungan
"ada sesuatu yang sangat bodoh(System) membuat wajahku menjadi berbeda" Firen mengatakan itu untuk mengarahkan hal itu kepada system tapi tentu saja sasha tidak tau
"[.......]" system tidak dapat berkata kata lagi
sedangkan Sasha kebingungan karena melihat Firen yang terlihat kesal
"jadi ada apa kau datang kemari?" tanya Firen
"a-ah t-tidak aku hanya ingin mengatakan selamat karena sudah menang dan dapat lolos ke ronde selanjutnya" kata Sasha sambil menunduk kan wajahnya kebawah tapi saat ini wajahnya sangat merah
"hanya itu?" Firen berusaha memojokkan Sasha agar mengatakan yang sebenarnya
"d-dan juga semoga beruntung di ronde selanjutnya" kata Sasha yang masih malu
"hmm?" Firen masih berusaha membuat Sasha mengatakan yang sebenarnya
Sasha hanya bisa pasrah dan mengatakan yang sebenarnya kepada Firen
"Dan... aku sedang mengandung anakmu" kata Sasha sambil memegang perutnya dan memasang raut wajah yang terlihat sedih
Sasha mengira kalau Firen tidak akan terlalu peduli dengan anak itu karena Firen terlihat tidak serius dengan anak itu nanti
Firen mengangkat tangannya perlahan dan menaruhnya diatas kepala Sasha
Sasha yang merasakan kepalanya di usap langsung mendongakkan kepalanya keatas
"kenapa kau terlihat sedih? lahirkanlah anak itu tapi untuk sementara aku tidak akan bertemu dengan mu lagi" kata Firen
Sasha yang awalnya senang karena dia merasa Firen tidak membenci anak yang dia kandung langsung menjadi sedih setelah mendengar akhir kalimat dari Firen
__ADS_1
"apa maksudmu dengan tidak akan bertemu denganku untuk sementara? apakah kau benar benar tidak menginginkan anak ini?" kata sasha yang menjadi sedih kembali
"apa yang kau katakan... aku akan segera pergi sekarang karena aku tidak bisa berlama lama" kata Firen
"sekarang!? tapi kau masih harus mengikuti ronde selanjutnya" Sasha menjadi bingung
"tidak bisa, lahirkanlah anak itu dan besarkan dia, jika sudah waktunya maka aku yang akan datang sendiri menemui dirimu" kata Firen
Sasha hanya terdiam dan tidak bisa berkata kata lagi
"[Tuan sudah waktunya Anda kembali, anda akan otomatis berteleportasi kembali dalam waktu satu menit]" kata system
"aku akan pergi sekarang jadi jaga dirimu dan anak itu, kau kembalilah sekarang kalau tidak maka mereka akan curiga" kata Firen sambil menyuruh Sasha pergi
Sasha hanya menatap wajah Firen dengan sedih dan masih berharap tapi wajah Firen hanya datar tanpa ekspresi
akhirnya Sasha sadar kalau tidak ada harapan untuk membuat Firen tinggal dan hanya bisa pasrah dengan perpisahan ini
"cih selalu saja semua wanita memasang wajah seperti itu" kata Firen sambil memegang dagu Sasha dan mengangkat nya keatas
*cup
Firen mengecup bibir Sasha dan membuat dia terkejut sekaligus menjadi senang
"jangan bersedih kau jala*g, kita akan bertemu lagi nanti" kata Firen dengan sedikit kasar karena dia kesal dengan wajah para wanita saat akan berpisah dengan dirinya
walau kata kata Firen termasuk kasar tapi Sasha masih merasa senang
"[Anda akan dipindahkan sekarang]"
*SYUUNGG
muncul cahaya yang sangat terang menyelimuti tubuh Firen
Sasha pun sedikit terkejut dengan Cahaya itu dan dia tau kalau Firen akan pergi
*SYUP
dengan sekejap cahaya itu hilang dengan cepat dan Firen sudah tidak ada di tempat tadi dan hanya terlihat sebuah ruangan kosong dan hanya Sasha di dalamnya
saat Firen telah pergi langsung membuat Sasha merasakan sebuah kenyamanan yang hilang
*plak
*plak
"tidak tidak kau tidak boleh begini salah, kau harus mengurus anak ini dan bersabar dengan kedatangannya lagi" Sasha menampar wajahnya dua kali untuk menyadarkan dirinya
setelah itu Sasha mulai berjalan keluar dari ruangan itu dan kembali ke ruangan para anggota Ternals
(NOTE : Gw cuma mau bilang kalau sasha dapat memperlambat waktu, jadi dia saat ini sedang memperlambat kandungan nya agar tidak menjadi besar dengan cepat jadi dia tidak akan melahirkan dalam 9 bulan tapi itu bisa selama bertahun tahun sampai dia melahirkan)
"Sudah kuduga, ada yang mencurigakan dari kakak" terlihat seseorang yang sedang bersembunyi sambil memata matai Sasha
ternyata dia adalah Tania yang tidak sengaja melihat Sasha yang sedang berjalan ke tempat yang tidak biasanya dia pergi
Tania melihat Sasha masuk kedalam ruangan milik Firen dan dia menunggu sebentar tapi dia terkejut saat muncul sebuah Cahaya yang lumayan terang dari ruangan itu
Tania mendekati ruangan itu dan mengintip kedalam
"ha? dimana pria itu? ini sangat mencurigakan... kakak apa yang sebenarnya kau rahasiakan" kata Tania yang kebingungan
setelah itu Tania juga mulai berjalan kembali ke ruangan mereka untuk kembali menyaksikan pertandingan di arena
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
Udah up lagi nih
ada sedikit bumbu bumbu romance di chp ini
makasih ya udah Baca chp kali ini
mohon maaf kalau ada kata-kata yang salah ketik atau typo
Sampai jumpa di next chp
__ADS_1
bye bye
END CHAPTER