
*CLINK
*CLEK
"Selesai"
Firen memakaikan rantai di tangan Sasha dan Tania sehingga membuat mereka tidak dapat bergerak
""
muncul cahaya ungu dari rantai tersebut dan muncul seperti sebuah tulisan yang aneh menjalar di atas rantai itu
"Baiklah..."
Firen menatap mereka sebentar
"tidak akan menyenangkan jika aku memperkosa mereka saat tidur"
*plak
*plak
Firen menampar Tania dan Sasha secara bergantian
"uhm"
Tania dan Sasha perlahan-lahan mulai sadar akibat merasakan tamparan yang lumayan sakit di pipi mereka
"apa yang terjadi" kata Tania yang masih setengah sadar sambil menatap sekitar
saat pandangannya tertuju kepada Sasha, Tania langsung menjadi sadar sepenuhnya dan membuat dia khawatir
"Kakak!" teriak Tania kepada Sasha
"ehhm Tania?" Sasha pun sedikit sadar karena tamparan dan teriakan Tania
"syukurlah kau tidak apa-apa" kata Tania sambil tersenyum lega
"sialan kalian mengabaikan diriku"
mendengar suara yang keluar itu membuat Tania dan Sasha langsung tersadar sepenuhnya dan menjadi siaga
*BLITZ
*BLUTZ
"aaahhh" teriak Sasha dan Tania bersamaan
"jangan sembarangan mengeluarkan kekuatan kalian jika tidak kalian akan merasakan sengatan itu lagi loh~" kata Firen sambil tersenyum jahat
segel yang dipasang oleh Firen kali ini sedikit berbeda, jika orang yang terkena segel ini mencoba atau berusaha untuk mengeluarkan kekuatannya maka otomatis segel tersebut akan menahan kekuatan mereka dengan cara memberikan sengatan listrik yang sangat kuat di bagian tangan dan merambat ke seluruh badan, sengatan listrik ini sangat kuat bahkan dapat mencapai 5.000.000 volt
"hah hah kau bajingan" kata Sasha yang kelelahan karena menahan sakit dari sengatan itu
"S-Sakit" kata Tania dengan pelan
"kalian wanita yang menarik perhatian ku dan juga menjengkelkan" kata Firen sambil menggunakan jarinya untuk mengangkat dagu Sasha
terlihat dari wajah Sasha yang masih terlihat marah dan arogan sambil menatap Firen
"lihatlah tatapan yang arogan ini..." kata Firen sambil tersenyum tipis
"berhenti menatapku seperti itu atau kau tidak akan bisa melihat lagi selama sisa hidupmu" raut wajah Firen yang awalnya tersenyum tipis Langsung berubah menjadi dingin
saat Sasha mendengar perkataan Firen dan menatap wajahnya dingin itu membuat dia merinding dan ketakutan
__ADS_1
tatapannya langsung menjadi tatapan seperti anak kucing yang meminta makan
"kekekek lihatlah tatapanmu sekarang, sangat menggelikan tapi ini lebih baik" Firen yang melihat tatapan Sasha berubah secara drastis langsung membuat dirinya tertawa
"menjauh dari kakakku sialan!" Tania yang menyaksikan kakaknya terbully oleh Firen membuat dia marah
"hmm?" Firen yang awalnya masih ingin mempermainkan Sasha sekarang beralih kearah Tania yang berteriak
Firen melepas jarinya dari dagu Sasha dan beranjak berdiri untuk mendekati Tania yang berada sedikit jauh dari Sasha
"tadi kakaknya yang arogan sekarang malah kucing polos ini yang menjadi arogan" kata Firen sambil berdiri di depan wajah Tania
Tania menatap wajah Firen yang berdiri tepat di hadapannya, karena Tania dalam posisi duduk maka membuat Tania yang menatap keatas untuk melihat Firen
wajah Tania saat ini terlihat marah tapi di hadapan Firen itu hanya seperti tatapan seorang yang idiot dan tidak dapat diandalkan
tapi memang ada benarnya, Tania adalah orang yang tidak bisa selalu diandalkan dan terlalu polos bahkan kepolosannya itu hampir mirip dengan idiot
melihat tatapan Tania membuat Firen menyeringai mengerikan
"bagaimana jika aku mulai darimu terlebih dahulu" kata Firen sambil memegang kepala tania
Sasha yang dari awal mengetahui niat sebenarnya dari Firen langsung menjadi panik
"Tidak!! jangan sentuh dia!!" teriak Sasha kepada Firen dengan wajah yang kembali arogan
saat Sasha berteriak seperti itu dia langsung menatap Firen dan melihat kalau Firen menatap balik dirinya dengan wajah yang dingin
saat melihat tatapan itu Sasha langsung menjadi ciut kembali dan menghilangkan wajah arogan miliknya
"Kumohon... setidaknya jangan sentuh dirinya" kata Sasha yang menjadi ciut Dengan suara yang kecil
"Kau ingin membunuh diriku terlebih dahulu? maka lakukanlah sialan!!!" Tania yang melihat Sasha mencoba membela dirinya menjadi geram dan kembali menatap Firen
Firen hanya menatap dingin kearah Tania setelah mendengar perkataan nya
"kumohon lepaskan dirinya" lagi-lagi Sasha memohon kepada Firen dengan wajah yang akan menangis
entah kenapa Firen yang melihat Sasha menjadi sangat jengkel dan marah
tapi tidak lama kemudian Firen tersenyum jahat setelah berpikir sesaat
"Baiklah aku akan melepaskan dirinya" kata Firen yang singkat
mendengar kata-kata Firen membuat Sasha terkejut dan mendongak untuk menatap Firen
Tania yang mendengar itu juga terkejut dan menatap Sasha dengan wajah penuh pertanyaan
"tapi... ada sebuah syarat untuk kau penuhi" lanjut Firen sambil mengangkat jarinya dan menunjukkan angka 2
Sasha awalnya sedikit ragu dengan keputusan yang dia ambil tapi dia mengingat kalau semua ini untuk menyelamatkan Tania adiknya
"apapun..." kata sasha dengan suara yang pelan
"hm?"
"aku akan memenuhi syarat apapun tapi lepaskan Tania dan jangan pernah untuk menyentuh dirinya lagi" lanjut Sasha dengan wajah memohon
"kakak!! apa yang kau katakan!!" mendengar kata-kata sasha membuat Tania menjadi khawatir dan takut
"Tania ini adalah keputusan ku" Sasha tersenyum dengan sangat manis kearah Tania
"baiklah tawaranmu kuterima" Firen menerima syarat dari Sasha
"sekarang kau tidurlah" Firen mengangkat jari telunjuknya dan mengarahkannya ke dahi Tania
__ADS_1
"tidakk!!"
*SWUUTZ
*BRUK
"apa yang kau lakukan kepadanya!!?" teriak Sasha saat melihat Tania yang tiba-tiba pingsan
"tenang saja, aku hanya membuat dia pingsan dan menghapus beberapa ingatan miliknya" kata Firen
saat Firen mengarahkan jarinya ke dahi Tania tiba-tiba keluar Cahaya yang lumayan terang sesaat dan masuk kedalam kepalanya
"cahaya tadi hanya untuk menghapus beberapa ingatanny jadi kau tidak perlu terlalu khawatir" lanjut Firen
mendengar penjelasan Firen membuat Sasha sedikit merasa lega kalau Tania tidak kenapa-napa
*TEP
"" Tania yang pingsan tadi tiba-tiba menghilang dari hadapan mereka
"sekarang apalagi yang kau lakukan!?" tanya Sasha lagi karena dia khawatir
"cih menjengkelkan, aku hanya memindahkan dia keruangannya dasar jala*g berisik" Firen mulai jengkel dengan sifat Sasha yang mudah khawatir itu
untuk beberapa saat mereka berdua diam sejenak
"jadi... syarat yang kau minta apa?" kata sasha sambil menatap kebawah
Firen tersenyum karena Sasha berinisiatif untuk bertanya terlebih dahulu
*SREEEKK
"kyaa!" Firen merobek baju Sasha dengan kasar dan memperlihatkan tubuhnya yang sangat indah dan gunung kembar yang besarnya hampir seperti punya Gina
"aku akan menikmati dirimu sambil mengatakan syaratnya" bisik Firen di telinga Sasha yang merah
jujur saja kalau Sasha saat ini merasakan takut, dia bukan takut mati tapi dia takut kalau dirinya akan menjadi seorang wanita yang kotor
air mata mulai keluar dari mata Sasha dan mengalir di atas pipi miliknya
Firen hanya menatap biasa kepada Sasha
Firen sedari tadi hanya telanjang bagian atas saja jadi saat ini dia masih memakai celana miliknya
secara perlahan dia mulai melepaskan celananya
"Aku datang jala*g"
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
Yo lama gak ketemu hehe
maaf baru up karena lagi fokus PAS
jadi gw fokus belajar dulu
maaf ya chp kali ini gantung juga hehe, nanti di next chp aja deh ew* nya
makasih ya udah Baca chp kali ini
mohon maaf kalau ada kata-kata yang salah ketik atau typo
sampai jumpa di next chapter
bye-bye
__ADS_1
END CHAPTER