Feel The Pain

Feel The Pain
61. Yang Terjadi 200 Tahun Lalu(7)


__ADS_3

*syut


kali ini raja Seth yang sedang dalam posisi seperti tercekik


Raja Seth tidak tau apa yang mencekik dirinya dan dia mencoba meronta ronta dengan kuat


tapi cengkraman di lehernya semakin menguat sehingga menghancurkan topeng miliknya dan memperlihatkan wajahnya yang sudah mulai membiru akibat susah bernafas


posisi yang awalnya dilakukan oleh raja Seth sekarang telah membalik kepada dirinya


dia berusaha meraih Yola dengan tangannya tapi tidak sampai dan terus meronta ronta


"menjijikan, kau terlihat seperti cacing yang meronta ronta akibat terkena panas" kata Yola dengan suara yang bergema


raja Seth mulai kehilangan kesadarannya, padangan miliknya mulai kabur dan tubuhnya menjadi lemas


"mau pingsan? jangan harap"


*BUK!


cengkraman yang ada di leher raja Seth melonggar sedikit tapi Yola langsung memukul perut milik raja Seth dengan kuat


"Hakk!" raja Seth memuntahkan darah yang lumayan banyak dari mulutnya


cengkraman yang ada di lehernya sudah lumayan melonggar sehingga dia sudah dapat bernafas sedikit


pukulan Yola tadi menghancurkan armor milik raja Seth dan memperlihatkan perutnya yang mengalir darah


darah itu berasal dari tusukan milik Gina, awalnya luka itu telah mulai sembuh ketika raja Seth memakai


tapi luka tersebut terbuka kembali karena pukulan dari Yola


"apakah kau ingin mati dengan darahmu sendiri?"


Yola menatap tajam kearah raja Seth dengan mata merah darah


setelah itu Yola melambai kan jari telunjuk miliknya dan darah milik raja Seth mulai berterbangan di sekitar Yola


kini tubuh raja Seth mulai memucat karena darahnya seperti di kuras habis


dan Yola berhenti mengambil darah raja Seth dan membiarkan raja Seth tetap hidup dengan sedikit darah yang ada di tubuhnya


""


tiba tiba seluruh darah yang di ambil oleh Yola berubah menjadi tombak tombak tajam yang banyak mencapai ratusan


raja Seth menatap itu dengan wajah yang pasrah karena dia merasa sangat lemah saat ini


tubuhnya tidak bisa digerakkan lagi dan pandangannya mulai menjadi kabur


"aku tidak akan membunuhmu langsung dengan tombak ini"


*whirrll


"UAAAKKKHHHH!!!!!"


Yola memutarkan jarinya dan tiba tiba kedua tangan dan kaki raja Seth ikut memutar seperti jari Yola


raja Seth yang awalnya sudah menjadi lemas tiba tiba merasakan sakit yang luar biasa


"AAAHHHHKKK!!!"


*Crat!


tangan kanan raja Seth terus memutar dan putus dengan sendirinya


begitu juga dengan tangan kirinya dan kedua kakinya juga ikut putus


"AAHHHK! BUNUH SAJA AKU! KUMOHON!!!" teriak raja Seth yang meminta untuk dibunuh


"Ingin mati sekarang? masih belum"


*srek


*sraakk!!


"UWWAAAAAKKKKHHH!!!!!"


tiba tiba kulit milik raja Seth terkuliti sedikit demi sedikit

__ADS_1


teriakan kesakitan milik raja Seth terdengar nyering di semua telinga orang orang


"KUMOHON! KUMOHON! AMPUNI AKU! KUMOHON BUNUH SAJA AKU! BUNUH AKU!!" raja Seth mulai berteriak histeris agar dirinya di bunuh


*whiirll


"AAAAHHHKKKKK!!!!!"


perut milik raja Seth juga mulai berputar dan keluar darah dari pusar milik raja Seth


*cratt!


"KAAAHHHKK!"


kedua mata milik raja Seth tercabut dan mengeluarkan banyak darah dari lubang matanya


teriakan teriakan yang sangat histeris terdengar kuat dan bergema di seluruh hutan


bahkan para wanita yang menonton itu merasa takut dan merinding


"sekarang matilah"


*syut


*syut


*syut


ratusan tombak darah itu melaju dengan cepat dan menembus seluruh badan milik raja Seth


armor yang menutupi seluruh badannya telah hancur berkeping keping dan tidak memiliki sisa lagi


setelah seluruh tombak tersebut menancap sekarang hanya terlihat bulatan tombak yang seperti menancap di satu tempat


bulatan tersebut mulai jatuh ketanah dan setelah di tanah tombak tombak tersebut balik kembali menjadi cairan darah biasa yang sangat banyak


dan terlihat mayat yang sudah tidak dapat di kenali lagi, memilik banyak lubang di seluruh tubuhnya bahkan orang orang yang melihat itu hanya seperti kotoran kuda


"Sudah berakhir" kata Yola sambil wujudnya kembali seperti biasanya tapi perbedaannya adalah dia masih memiliki ekor dan tanduk yang ada di kepalanya tapi tanduk tersebut menjadi sedikit lebih kecil dari yang tadi, sedangkan sayapnya sudah menghilang entah kemana dan hanya terlihat seorang wanita yang berdiri dengan tatapan yang kosong


Yola mulai turun secara perlahan lahan kearah tubuh Gina yang dipangku oleh Mira


"maafkan aku.... maafkan aku.... maafkan aku...." kata kata itu keluar terus menerus dari mulut Yola


sedangkan yang lainnya hanya bisa menangis melihat itu bahkan Tina yang sedang pingsan juga mengeluarkan air mata entah kenapa


suasana duka dan haru terjadi di tempat itu, suara tangisan terdengar terus menerus tanpa henti


-> Mansion Firen


"hm? aku dimana?" Tina yang pingsan mulai sadar kembali


"bukankah aku sedang bertarung dan setelah itu..." Tina berusaha untuk mengingat ingat kejadian sebelumnya


tiba tiba mata Tina membelalak


"Ibu" kata itu yang keluar dari mulutnya, dia bergegas berdiri dari tempat tidurnya


*bruk


tapi sayangnya dia langsung terjadi karena tubuhnya masih sangat lemah sehingga untuk berdiri saja akan sangat susah


*cklak


"Tina!" Flora masuk kedalam kamar untuk mengecek kondisi Tina tapi dia melihat Tina yang terbaring di atas lantai


flora bergegas membantu Tina untuk naik ke atas kasur kembali tapi Tina menggenggam tangan flora dengan tiba tiba


"Bibi.... dimana ibuku" tanya Tina dengan suara yang bergetar dan mata yang berkaca kaca


flora yang mendengar itu hanya diam dengan wajah yang sedih


"Bibi?" tanya Tina lagi tapi sayangnya masih belum ada jawaban


melihat ekspresi flora membuat Tina sangat ketakutan untuk mengetahui tentang fakta sebenarnya


dia tidak menginginkan fakta yang sebenarnya dan tapi matanya mulai mengeluarkan air mata


perlahan lahan Mira yang ada di luar masuk kedalam kamar dengan wajah yang sedih

__ADS_1


"Mira kumohon katakan ini tidak benar... iyakan?" Tina masih tidak mau menerima fakta yang sudah ada di depan matanya


Mira hanya menatap kepada tina dengan tatapan yang sedih dan pasrah


"kau harus melihatnya sendiri... " Mira memberikan sedikit energi kepada Tina agar dapat berdiri


*drap


*drap


*drap


Tina berlari dengan sangat cepat kearah ruang tamu, setelah itu dia melihat semua orang yang sedang menangis


Manda yang sedang menangis dan di tenangkan oleh Elis, Rini yang sedang berdiri menghadap jendela untuk menutupi kesedihannya, Fani yang menggigit bibirnya, dan Yola yang sedang tersungkur di sebelah Gina sambil memegang erat tangan Gina sambil menatap kebawah


Tina mulai mengalirkan air matanya dan jalan perlahan untuk melihat


*bruk


Tina langsung jatuh berlutut setelah melihat tubuh ibunya yang sudah memucat dan wajahnya yang ditutupi dengan kain berwarna hitam


setelah itu flora memeluk Tina dari belakang untuk meredakan kesedihan Tina


"kenapa... harus... ibuku" kata Tina dengan suara yang bergetar dan terbata bata


"Uwaaahhh" Tina menangis dengan sangat kencang dan memeluk tubuh Gina dengan sangat erat


"kenapa... kenapa bukan aku yang mati hiks hiks" kesedihan Tina keluar


Yola yang melihat itu hanya bisa memeluk Tina dan menangis bersama sama


hanya ada hawa kesedihan di dalam ruangan itu, tidak ada canda tawa dan kesenangan lagi, yang tersisa hanya kesedihan yang mendalam


setelah satu hari, akhirnya mereka akan memakamkan tubuh Gina


saat ini tubuh Gina sudah dipakaikan gaun hitam yang indah dan di taruh di dalam peti berwarna putih dengan wajahnya yang masih tertutupi dengan kain hitam yang memiliki pinggiran berwarna emas


mereka menjalankan pemakaman seperti yang biasanya di lakukan oleh manusia normal di dunia ini


setelah itu peti pun di tutup dan dibawa ke sebuah tempat yang seperti lapangan sangat luas


di tengah tengah lapangan itu sudah terbuat sebuah lubang yang cukup besar


mereka membawa peti itu menggunakan telekinesis, bukan hanya delapan orang yang ikut untuk memakamkan


tapi seluruh orang yang ada di dunia itu ikut untuk memakamkan gina


suasana sedih dan tangisan terdengar terus menerus di tempat itu, hari yang suram dengan langit yang mending seperti langit tersebut juga merasakan sedih


peti tersebut di masukkan kedalam lubang yang telah di gali


satu per satu orang melempar bunga kedalam lubang itu dan bunga bunga tersebut jatuh keatas peti milik Gina


tangisan histeris membuat suasana menjadi lebih menyedihkan


lubang tersebut mulai di tutupi kembali dengan tanah dan mengubur tubuh Gina di dalam lubang tersebut untuk selama lamanya


setelah itu di atas tanah ada sebuah batu yang lumayan besar berdiri dengan tulisan yang terukir di atasnya


......Kematian Bukanlah Akhir......


......Tapi Kematian adalah awal dari segalanya......


...itulah tulisan yang ada di atas batu tersebut...


semua orang mulai kembali, perlahan lahan hanya tertinggal kedelapan wanita itu


masih menatap kuburan milik Gina dengan tatapan yang sedih


mereka menatap dengan cukup lama sambil menangis setelah itu mulai kembali bersama sama


itulah kematian dari seorang Gina, wanita yang awalnya lemah dan menjadi kuat dengan usahanya sendiri dan mati demi orang yang dia sayangi


......\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=......


...Rest In Peace Gina??...


END CHAPTER

__ADS_1


__ADS_2