
Sekarang sudah hari ke-5 sejak Firen ikut dengan kereta Maro
selama 5 hari itu dia bersenang2 dengan mereka berdua, apalagi pada hari ketiga dan keempat, dia sangat menikmati hari itu.
tentu saja dia akan menikmati hari ini juga dengan semangat, dia melihat Maro yg sedang mengendarai kuda seperti biasanya
Yola selalu menjahit sebuah kain untuk dijadikan pakaian tentu itu untuk mengisi waktu luang dia saat di perjalanan
Firen melihat kearah Yola dengan tatapan seperti serigala yg ingin memangsa kelinci di depannya
Yola merasa seperti ada yg menatapnya, dan benar saja dia melihat Firen sedang melihat dia dengan tatapan yg dia sudah tau untuk apa tatapan itu
secara perlahan lahan Yola menjauh ke pojokan kereta untuk menjauhi Firen agar tidak melakukan hal2 yg tidak senonoh lagi.
"hehe dia sangat imut saat bereaksi seperti itu, aku jadi ingin memakannya sekarang" batin Firen yg sedang merasa terhibur melihat Yola
tiba2 muncul seperti kotak seukuran kereta kuda itu, Yola terkejut dan melihat sekitar untuk memastikan hal apa itu.
dia memanggil suaminya untuk bertanya kenapa muncul kotak transparan di kereta itu.
"sayang apa yg sedang terjadi? kenapa tiba2 ada seperti kotak yg menyerupai kereta ini?" tanya Yola kepada Maro
tapi Maro hanya diam dan tetap mengendarai kereta kuda sambil bersiul.
"hey sayang kenapa kau tidak menjawab ku?" tanya Yola kepada Maro dengan nada yg sedikit tinggi
"hahaha percuma saja kau berteriak sekuat apapun dia tidak akan pernah mendengar teriakan mu" ucap Firen kepada Yola sambil tersenyum mengerikan
"apa yg sudah kau lakukan? apakah kau yg membuat kotak transparan ini?" tanya Yola kepada Firen dengan perasaan yg tidak enak
" tentu saja aku memakai sihir ku supaya suara orang yg ada di dalam kotak ini tidak terdengar keluar" jelas Firen kepada Yola sambil mendekati Yola
:
Sihir area yg dapat berbentuk apapun, siapapun yg berada di area silence maka suara orang tersebut tidak akan bisa keluar sedikit pun. Durasi penggunaan: Tidak terbatas karena penggunanya adalah Firen jika orang lain yg menggunakan Silence maka dia memiliki batas waktu.
"apa yg kau lakukan? me-menjauh, kita masih ada di dalam kereta dan suamiku berada di de-depan" kata Yola yg gagap sambil menjauh tapi sayangnya dia sudah berada di ujung kereta itu
"tenang saja dia tidak akan mendengar suaramu hehe, jadi kita bisa bersenang-senang sekarang"
Firen meraih baju milik Yola dan melepasnya, Yola hanya diam karena dia tau kalau perlawanannya itu percuma, dan terlebih lagi setelah dia berhubungan dengan Firen selama 2 hari dia mulai merasa nikmat pada tubuhnya
tanpa berlama2 Firen langsung memasukkan tongkatnya kedalam Yola, dan Yola merasa sakit karena goanya masih belum basah jadi tongkat milik Firen masuk dengan paksa membuat goanya sakit.
"kumohon perlahan itu sakit dan aku tidak mau menimbulkan banyak gerakan, aku takut suamiku akan tahu jika kita terlalu banyak melakukan gerakan" mohon Yola kepada Firen dengan wajah yg kesakitan
tapi seperti biasa Firen tidak mendengar perkataan Yola dan melakukan apapun kepada tubuh Yola.
{1 jam 30 menit kemudian}
1 jam lebih telah terlewati tapi mereka masih melakukannya, Firen telah mengeluarkan cairan susunya berkali2 kedalam Yola
dan tiba2 Maro memanggil Yola
__ADS_1
"Sayang"
Yola terkejut, dia berpikir kalau dia telah ketahuan oleh Maro karena telah berselingkuh dengan Firen
"Sayang maafkan aku!!!!! aku dapat menjelaskan apa yg sedang terjadi!! aku dipaksa oleh Firen melakukan hal ini, aku tidak pernah menginginkan hal seperti ini!!" ucap Yola dengan cepat karena panik dan takut karena dia tau kalau dia telah ketahuan.
tapi semua yg dikatakan oleh Yola percuma karena dia masih berada di dalam kotak transparan itu.
"apakah Firen sedang tidur?" tanya Maro kepada Yola
ternyata Maro memanggil Yola karena ingin berbincang2 dengan Yola, mengetahui hal itu Yola menjadi lega kembali tapi Firen masih saja bergerak membuat Yola sangat sulit untuk keluar dari kotak itu untuk menjawab pertanyaan suaminya
setelah berusaha keras melepas tongkat Firen dari tubuhnya, dia akhirnya mengeluarkan kepalanya dari kerta dan menjawab pertanyaan suaminya.
"iya sayang Firen sedang tidur saat ini" jawab Yola berbohong kepada suaminya, karena dia takut suaminya melihat kedalam kereta dan melihat tubuhnya yg telanjang bersama Firen
"aku hanya ingin bercerita tentang hal yg harus kita lakukan setelah ini" kata Maro kepada Yola
Maro menceritakan tentang dirinya yg menderita karen selalu terpikirkan tentang hutang orang tuanya dan memikirkan Yola karena tidak bisa memiliki anak dengan Maro karen Maro mengalami kemandulan
saat Maro sedang bercerita Firen melihat Yola yg sedang menungging membuat dia bersemangat, dan tiba2 dia memasukkan tongkatnya kedalam Yola sekali lagi.
Yola yg sedang sedih mendengar cerita suaminya tiba2 terkejut karena tongkat Firen masuk dengan tiba2 yg membuat suara indahnya keluar.
Yola berusaha mendorong Firen Agar tidak melakukan hal itu terlebih dahulu, tapi Firen tetap melakukannya bahkan menjadi lebih kuat.
"kumohon jangan lakukan hal itu terlebih dahulu, aku sedang berbicara dengan suamiku" Yola memasukkan kepalanya kedalam kereta sebentar dan memohon.
tapi Firen tetap melakukannya bahkan dia mempercepat gerakannya sehingga membuat suara Yola keluar dengan keras.
"kau tau aku sangatlah mencintai mu, aku sangat beruntung memiliki istri yg baik sepertimu haha" ucap Maro di akhir pembicaraan nya dengan tersenyum
Yola yg mendengar kata2 terakhir itu menjadi sedih dan menyesal karena telah mengkhianati pria yg sangat mencintainya.
"ya tentu saja aku sangat mencintaimu sayang" jawab Yola dan masuk kedalam kereta,
saat dikereta Firen dan Yola melakukan nya selama 1 jam lagi dan mereka berhenti.
"aku harus bertahan, ketika kita sampai di desa maka Firen akan segera pergi dan aku hanya akan bersama dengan suamiku lagi" ucap Yola di dalam pikirannya untuk menenangkan dirinya.
tapi Firen dapat mengetahui apa yg sedang Yola pikirkan didalam kepalanya, dan Firen hanya bisa tersenyum tipis mendengar apa yg dipikirkan oleh Yola
"hahaha kau pikir setelah sampai di desa kau akan hidup damai lagi dengan suamimu? tidak kusangka kau bisa membuat aku tertawa" batin Firen yg tertawa sangat jahat karena dia telah menyusun rencananya dari awal
"kita akan lihat apakah kau akan hidup dengan damai lagi tidak haha"
{2 hari kemudian}
2 hari telah berlalu dan dalam beberapa jam lagi mereka akan sampai di desa, selama 2 hari tersebut kegiatan mereka masih sama
saat pagi membersihkan bahan makanan, saat siang bersantai di dalam kereta, dan saat malam tidur.
tapi itu hal yg biasany dilakukan oleh Yola dulu sebelum bertemu dengan Firen
mereka selalu berhubungan ketika sedang berdua, saat membersihkan bahan makanan mereka berhubungan sebentar, saat siang hari yg harusnya waktu untuk bersantai mereka berdua berhubungan badan lagi, saat malam yg harusnya mereka tidur tapi mereka melakukannya sampai pagi hari.
__ADS_1
dan saat ini juga mereka sedang melakukannya didalam kereta menggunakan sihir Silence milik Firen, mereka melakukannya sebelum sampai ke desa.
{beberapa jam kemudian}
mereka akhirnya sampai di desa, saat akan memasuki desa mereka dikonfirmasi terlebih dahulu sebagai pedagang dan 1 penumpang.
"nah nak Firen sekarang kita sudah sampai di desa, sudah saatnya kita berpisah" kata Maro kepada Firen dengan nada yg sedih karena waktu mereka bersama sangat menyenangkan
tapi tidak dengan Yola, dia hanya bisa tersenyum karena senang akhirnya dia lepas dari genggaman Firen
"saatnya kita berpisah nak Firen" ucap Yola dengan senyum terpaksanya saat mengatakan hal itu
"terima kasih kepada kalian berdua karena telah memberi aku tumpangan sampai didesa ini, dan aku juga 'menikmati' waktu bersama kalian berdua" ucap Firen kepada mereka berdua tetapi saat Firen mengatakan hal itu dia melihat ka arah Yola
Yola terkejut dan refleks menutupi badannya
"baiklah sampai jumpa lagi, kalau kau butuh bantuan kau bisa datang kepadaku ku karena aku akan berada di desa ini selama 3 hari" ucap Maro kepada Firen
saat mendengar itu Yola menjadi sedikit tidak senang karena dia sudah tidak mau melihat wajah Firen lagi walau wajah Firen sangat tampan.
"tentu aku akan mencari kalian jika aku memerlukan sesuatu" ucap Firen
"mari kita lihat siapa yg akan datang kepadaku untuk meminta bantuan hahaha" batin Firen
mereka akhirnya berpisah dan malam hari pun tiba, Firen melihat sesuatu di layar system yg ternyata itu adalah map dan sebuah kamera.
ternyata saat Firen berhubungan dengan Yola pada saat siang, dia telah menandai tubuh Yola dengan tanda dari ciumannya di leher Yola.
dengan tanda itu dia dapat melihat dimana keberadaan Yola dan sedang melakukan apa.
skill ini bernama
Firen tersenyum mengerikan saat melihat apa yg sedang dilakukan oleh Yola.
ternyata dia melihat Yola yg tidak bisa tidur karena dia biasanya selalu berhubungan dengan Firen setiap malam.
dan itu membuat Yola kesulitan tidur karena hasrat nya yg meningkat.
akhirnya Yola tidak bisa tidur sepanjang malam.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
Hay balik lagi sama Kimoy
Yap di chapter kali ini mungkin sedikit lebih panjang dari biasanya
dan gw ingin mengatakan sesuatu yg penting
novel ini yg dari chapter 1-4 itu cerita yg gw buat sebelumnya, tapi menuru gw ceritanya membosankan jadi gw buat baru cerita baru mulai dari chapter (00.Prolog) yg menurut gw lebih menarik dari cerita yg pertama
jadi mohon maaf banget kalau ada yg kebingungan, ini semua karen saya baru pertama kali ngebuat novel jadi ide2 gw biasanya berubah2 jadi maklum
dan alasan gw buat novel ini ya karena gabut aja, di kamar gak tau mau ngapain mending buat cerita yg mungkin bisa menghibur orang2
yasudah terima kasih karena telah membaca chapter kali ini juga, tunggu update selanjutnya yak
__ADS_1
END CHAPTER