
*Step
*Step
*Step
"Sangat menjengkelkan harus mendengarkan rencana dan hal jahat yang mereka bicarakan" kata Sasha
Sasha sedang berjalan menuju kedalam ruangan miliknya dengan wajah yang dingin dan susah ditebak
"setidaknya aku harus membuat Tania tidak terjerumus kedalam kejahatan dan kekejian yang mereka perbuat" lanjut Sasha dengan wajah yang berubah menjadi sedikit menakutkan
*Clak
*Puff
Sasha tiba di ruangan miliknya, dia membuka pintu dan langsung berbaring di atas kasur yang sangat empuk
"sangat melelahkan, aku seharusnya tidak datang ke tempat ini, tapi Tania ingin datang jadi aku harus mengikuti dirinya" kata Sasha
*Drap
*Drap
*Drap
terdengar suara larian dari arah luar ruangan milik Sasha
'siapa itu!' Sasha seketika Langsung sigap dari posisi tidurnya
*Brak
"Kakak~ Sasha~"
*Plop
dia adalah Tania yang datang tiba-tiba dan mendobrak masuk kedalam kamar milik Sasha
setelah masuk Tania langsung menenggelamkan wajahnya di dalam gunung kembar milik Sasha yang besar
"Tania! apa yang kau lakukan, tiba-tiba mendobrak masuk dan membuatku terkejut" kata Sasha sambil mencubit pipi milik Tania
"akwu mewindrukwanmu" (aku merindukanmu) kata Tania
"kita baru berpisah beberapa jam yang lalu tapi kau sudah merindukan diriku, aku sedikit terharu" kata Sasha sambil melepas cubitannya
"hehe~ kau selalu bersama denganku setiap saat jadi aku sudah terbiasa dengan kakak terus menerus, jika aku berpisah sebentar saja maka aku akan segera merindukan kakak" kata Tania dengan sangat semangat
"dasar kau ini... apa kau ingin dihukum seperti terakhir kali~" kata Sasha sambil mengangkat dagu milik Tania menggunakan jari telunjuk miliknya
seketika wajah Tania berubah menjadi merah tomat karena malu
"kakak~ kau jahat" kata Tania dengan pelan sambil menutup wajahnya yang merah
Sasha tersenyum tipis saat melihat tingkah lucu yang Tania perlihatkan
Sasha membuka tangan yang menutup wajah Tania dan menatap wajahnya sementara
setelah menatap wajah Tania lumayan lama Sasha langsung tersenyum dan...
*Cup!
Sasha mencium Tania tiba-tiba dan terjadilah ciuman yang sangat erotis antara Sasha dan Tania
tania tidak menolak bahkan dia juga menikmati ciuman itu bersama Sasha
"hah hfut huft... tung- aku tidak bisa bernafas"
*Cup
Sasha tidak mendengarkan kata-kata Tania dan langsung mencium Tania lagi
Sasha mencium Tania dengan erotis sambil tangannya mulai menelusuri setiap inci badan milik Tania
Sasha memainkan gunung kembar milik Tania yang besar dan membelai putik gunung milik Tania sehingga membuat Tania terangsang
(NOTE: Putik itu sinonim dari pu*ing ya🗿, mending pakai kata putik dibandingkan kata pu*ing yang terlalu erotis)
"Hangg~ ahangg~ kakak~" Sasha melepaskan ciuman miliknya dan lanjut mencium kearah leher milik Tania
setelah itu tangan sasha lanjut kebagian bawah milik Tania dan memainkannya
"hyaangg~ kakak~ jangan kyaa~ disitu" Sasha tidak mempedulikan kata-kata Tania dan tetap memainkan tubuh milik Tania dengan sangat erotis
"kakak~ jangan kita itu sesama wanita~ kita tidak boleh kyaah~" Sasha mempercepat gerakan tangannya seperti dia tersinggung akibat kata-kata milik Tania tadi
"memangnya kenapa kalau kita sesama wanita? apa kau tidak mau?" tanya Sasha
__ADS_1
"tidak bukan begitu... kyaann~" Sasha memasukkan 2 jari miliknya kedalam goa pink milik Tania
"kakak~ kau membuliku terus~" kata Tania
Tania tidak terima karena disini dia merasa kalau sasha mempermainkan dirinya, Tania melebarkan telapak tangannya dan meremas kedua gunung kembar milik Sasha
"hanggh~~" sasha tanpa sadar mengeluarkan suara indah miliknya dengan sangat kuat
"kyah~ tu-tunggu tania~" sasha juga mulai menikmati belaian tangan milik Tania
mereka berdua saling menghibur satu sama lain selama berjam-jam, mulai dari saling berciuman bahkan sampai melakukan beberapa gerakan yang sangat mesum
>Ruangan Firen
"Pemandangan yang menarik untuk di tonton"
Firen mengawasi Sasha dan Tania sejak dia mulai tertarik pada mereka berdua
dia mengawasi Sasha dan Tania menggunakan sistem
dia menonton semua kegiatan yang dilakukan Sasha dan Tania sejak awal menggunakan layar sistem yang ada di depannya
"jadi~ aku akan mulai dari siapa terlebih dahulu~" kata Firen sambil tersenyum jahat
setelah berpikir sesaat Firen memutuskan pilihannya
"baiklah~ wanita yang terlihat arogan itu sepertinya menarik untuk melindungi dirinya menderita saat di mainkan oleh seorang pria hahah" kata Firen sambil tertawa keras
Firen memilih Sasha sebagai target pertama miliknya
"Apa kau sudah merekam semuanya?"
"[Sudah Tuan]"
"Bagus~"
Firen merekam semua kegiatan yang dilakukan oleh Sasha dan Tania dari awal
"hahaha sepertinya akan menyenangkan kalau aku menghamili mereka berdua" Firen tertawa sangat keras dan memasang wajah yang mengerikan
...****************...
{3 jam kemudian}
"hah~ huh~ huft~ itu sangat melelahkan kakak" kata Tania dengan tubuh yang penuh dengan keringat dan cairan bening
"haa~~ kakak~ kau jahat" kata Tania dan berdiri untuk memakai pakaiannya
"kau sudah akan pergi?" tanya Sasha
"iya~ aku ingin beristirahat sebentar di dalam ruangan ku, karena jika pertandingan sudah dimulai maka waktu untuk bersantai akan hilang" kata Tania sambil tersenyum manis
mendengar perkataan Tania hanya membuat Sasha tersenyum lembut kearah Tania
*Clak
Tania membuka pintu ruangan miliknya Sasha
"aku pergi dulu kakak~" setelah itu Tania berlari keluar dari ruangan Sasha
"dasar gadis polos" kata Sasha dan dia memakai kembali pakaian miliknya
Sasha membersihkan ruangan miliknya yang sudah sangat berantakan
setelah itu dia berbaring kembali ke kasurnya dan menutup matanya untuk tidur
"*sigh" Sasha menghela nafas panjang
"Tontonan yang menarik" tiba-tiba muncul suara dari arah pintu milik Sasha
seketika Sasha berdiri dan memasang kuda-kuda bertarung miliknya
"wow wow, santai wanita" kata orang itu
orang tersebut memakai topeng berwarna hitam pekat yang menutupi wajahnya
"siapa kau!!" tanya Sasha dengan nada yang sangat dingin, Sasha mengeluarkan niat membunuh yang sangat kuat sehingga membuat aura di dekat Sasha berubah menjadi hitam
"aku hanya orang yang lewat dan tidak sengaja melihat adegan yang sangat luar biasa itu kekekek" kata orang bertopeng itu dan tertawa sangat jahat
"karena kau melihat semuanya maka kau harus mati!!"
*Syut!
Sasha melesat dengan cepat kearah pria tersebut dan meruncingkan tangannya untuk memotong kepala pria tersebut
""
__ADS_1
*BRAK!!
tiba-tiba sahsa terjatuh dengan sangat kuat ke lantai sehingga membuat lantai itu hancur
"kahhk!" Sasha memuntahkan sedikit darah dari mulutnya
"dasar wanita nakal... bukankah sudah kubilang untuk santai saja" pria topeng tersebut berkata menggunakan nada mengejek
"sialan!! apa yang kau lakukan kepadaku!!" tanya Sasha dengan wajah yang mengerikan
"bukan apa-apa... aku hanya menyegel semua kekuatan milikmu" jelas pria tersebut dengan singkat
"apa maksudmu sialan!! tidak mungkin makhluk rendahan sepertimu dapat menyegel diriku yang memiliki kekuatan dari sang Absolute!!" kata Tania yang berusaha mengeluarkan kekuatannya
Sasha berusaha memakai kekuatan nya bahkan mata nya mengeluarkan cahaya kuning yang terang
tapi tidak lama setelah itu cahaya tersebut hilang dan membuat Sasha kelelahan
'apa!! kenapa aku tidak dapat menggunakan kekuatanku!! apakah dia benar-benar menyegelnya!' batin Sasha yang bertanya-tanya
"sia-sia saja jika kau berusaha untuk memakai kekuatanmu" kata Pria bertopeng tersebut
"kau sialan!!"
*BUK!!
Sasha memukul pria bertopeng tersebut tapi pukulannya luar biasa lemah bahkan pria tersebut tidak merasakan apapun
"Awww" sebaliknya malah Sasha yang merasakan sakit ditangannya setelah memukul pria tersebut
"wanita bodoh"
*Grep
"Akkh" pria itu menjambak rambut Sasha dan mengarahkan wajah Sasha kepadanya
"apa yang kau inginkan sialan!!" tanya Sasha dengan wajah yang marah
pria bertopeng itu diam sebentar sambil melihat-lihat tubuh Sasha dengan teliti
pria itu mendekati telinga milik Sasha dan berbisik
"aku ingin kau memuaskan diriku" katanya
seketika Sasha terkejut dan menjadi sangat luar biasa marah
"aku tidak Sudi dasar kau makhluk rendahan!!!!" Sasha terlihat sangat marah saat ini karena dia direndahkan oleh makhluk yang tidak jelas sepertinya
"lepaskan!!" Sasha mencoba melepas jambakan pria tersebut
*Syut
*Puff
pria tersebut melempar Sasha keatas kasur yang sangat empuk miliknya
"kau bangsat!!" sasha langsung menatap pria itu dengan tajam
*Grep
"patuh kepadaku" pria itu menahan kedua tangan milik Sasha menggunakan satu tangan miliknya
Sasha kesulitan bergerak karena tangannya di pegang dengan kuat sehingga membuat dia kesusahan untuk memberontak
"kalau kau tidak mau memuasakanku maka aku akan memuaskan diriku sendiri" kata pria tersebut
setelah itu pria tersebu mulai membuka pakaiannya satu persatu secara perlahan-lahan
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
Halo semua
up lagi nich
hehe lagi mau up aja soalnya lagi ada ide yang bagus-bagus
nikmati aja brodi chp kali ini mwehehe adegan Yuri emang gak pernah mengecewakan
yaudah sampe sini dulu ya
makasih ya udah Baca chp kali ini
Mohon maaf kalau ada kata-kata yang salah ketik atau typo
Sampai jumpa di next chapter
bye bye all
__ADS_1
END CHAPTER