
>Kekaisaran Timur
"Yang mulia, kelima pahlawan yang datang membantu telah tiba" kata seorang pria tua sambil berlutut dengan satu kaki
"bukankah sudah kubilang agar langsung memerintahkan mereka melenyapkan para penganggu?" kata kaisar
"tapi mereka ingin menemui anda terlebih dahulu untuk menyapa, mereka merasa tidak sopan jika tidak menyapa anda terlebih dahulu" kata pria tua itu lagi
kaisar berpikir sejenak
"baiklah... panggil mereka masuk" perintah kaisar kepada pria tua tersebut
"sesuai dengan perintah anda" setelah itu pria tua tersebut pergi keluar
beberapa menit kemudian ada enam orang yang masuk secara bersamaan, salah satunya pria tua yang tadi
setelah kelima pahlawan itu masuk, mereka langsung berlutut dengan satu kaki untuk menghormati kaisar
"salam yang mulia kaisar dan Maharani" kata pemimpin mereka yaitu Vein
(NOTE : Maharani itu sebutan untuk istri kaisar atau kaisar wanita)
"Apakah perjalanan kalian lancar?" tanya kaisar yang masih terlihat gagah di atas singgasana
"Perjalanan kami sangat lancar tanpa hambatan sekalipun yang mulia" jawab Vein
"apakah benar kalian datang tanpa perintah dari kaisar Utara?" tanya kaisar lagi
"itu benar yang mulia" jawab Vein dengan tenang
"apakah kalian tau peraturan yang telah di tentukan oleh setiap kekaisaran?" tanya kaisar lagi
"Anggota kerajaan tidak dapat mengikut campuri permasalahan dari kekaisaran yang lain" jawab Vein lagi
"kau tau peraturan nya dan kenapa kau masih datang untuk ikut campur dalam masalah kami" tanya kaisar lagi yang sudah di sertakan dengan tekanan
semua orang yang ada di ruangan itu mulai merasakan tubuh mereka seperti sedang menggendong batu yang beratnya mencapai 500 kg
"tapi yang mulia, bukankah ada peraturan yang lain juga" kata Vein dengan suara yang mulai merasa keberatan
"peraturan apa yang kau maksud?" tanya kaisar lagi
"bagian dari kekaisaran dapat membantu kekaisaran yang lain jika kerajaan kerajaan yang ada di kekaisaran tersebut telah hancur" jawab Vein lagi
kaisar terdiam tanpa kata kata setelah mendengar hal itu
'apakah aku benar benar pernah memberikan peraturan seperti itu? entahlah mungkin saja memang pernah' kata kaisar di dalam pikirannya
"seperti perkataan orang orang, kau adalah orang yang dingin dan tetap tenang setiap saat" kata kaisar menggunakan nada bicara seperti memuji
"terima kasih yang mulia" jawab Vein
"berhentilah basa basi, bukankah kalian datang untuk membantu, kalau begitu coba kalian musnahkan para penganggu yang ada di luar sana" perintah kaisar
" " " " " Sesuai dengan perintah anda yang mulia" " " " " jawab mereka berlima bersama sama
"sebelah sini pahlawan" kata pria tua tadi untuk menuntun mereka
setelah itu mereka mengangguk dan berjalan keluar bersama dengan pria tua yang tadi
"Tela" kata kaisar memanggil istrinya yang ada di sebelahnya
"ada apa 'yang mulia' hihi~" jawab istrinya dengan nada seperti mengejek
"berhentilah bermain main, sekarang kau kembalilah ke Meyser, katakan kepada mereka agar segera bersiap siap" kata kaisar itu
"apakah kau sudah selesai dengan anak itu?" wanita yang bernama Tela itu
"belum... tapi tinggal sedikit lagi... sedikit lagi akan selesai" kata kaisar
"baiklah kalau begitu, aku akan menunggumu" kata wanita itu sambil berdiri dan berubah menjadi wanita yang seperti Succubus
*sring!
*crack
*crack
*crack
wanita itu menebaskan tangannya ke udara dan tiba tiba muncul sebuah retakan dimensi yang seperti sebuah portal untuk menuju ke suatu tempat
wanita itu masuk kedalam dan menghilang tanpa jejak dan meninggal kaisar sendiri di tempat itu
>Di luar kekaisaran
para wanita itu telah memulai serangan mereka bersama sama untuk menghancurkan semuanya
mereka telah bertarung selama satu jam lebih tetapi mereka merasa seperti menyerang di tempat yang sama berkali kali
"kenapa tempat ini tidak ada habisnya" kata Mira
"inilah yang kumaksud, pergerakan dan formasi mereka masih sama dan tidak pernah berubah, mereka seperti hancur dan kembali lagi semula dan terus berulang ulang" kata Yola
*boom!
*boom!
*boom!
ledakan ledakan besar terjadi, serangan berskala besar telah di kerahkan tapi tetap saja tidak ada habis habisnya
ketika mereka sementara menyerang terus menerus, muncul lima orang yang sedang terbang di dekat mereka
perhatian kedelapan wanita itu tertuju kepada kelima orang yang baru muncul itu
"siapa mereka? pihak kekaisaran?" kata Manda sambil memperhatikan mereka berlima
"jadi kalian adalah target yang harus di musnahkan" kata Vein sambil menatap tajam mereka
"di musnahkan? bukankah kau terlalu arogan" kata Yola sambil mengangkat tangannya dan muncul sangat banyak lingkaran sihir di atas mereka
""
*wosshhh!
muncul sangat banyak meteor dari lingkaran sihir tersebut, jumlahnya mencapai ratusan dan sangat besar
"lemah" kata Vein
*sring!
vein melepaskan pedangnya dari sarungnya dan langsung memasukkan pedangnya kembali
*boom!
*boom!
tiba tiba semua meteor yang mengarah kepada mereka langsung meledak di atas langit
kedelapan wanita itu tampak sedikit terkejut, adalah salah satu sihir yang membuat kerajaan kerajaan rata menjadi lautan lava
tapi pria yang ada di depan mereka mampu menghancurkan sihir tersebut dengan sangat mudah
"jangan lengah wanita"
*wusshh
"ap-!"
*bakkk!!
vein melesat dengan sangat cepat kearah Yola, Vein menendang kearah Yola dengan sangat cepat tapi yola masih sempat menangkis tendangan itu dengan tangannya
Yola melihat tangannya yang di tendang oleh Vein, terlihat memar yang cukup besar terukir di tangan nya
"ck sial!" umpat Yola
""
tiba tiba semua sumber besi, maupun itu bijih besi atau besi besi dari senjata orang orang, semuanya bergabung menjadi satu
dan tercipta lah besi berbentuk persegi yang sangat besar di atas mereka
Yola mengayunkan tangannya dan besi tersebut mengikuti ayunan tangan nya
"um?" pergerakan dari besi itu sangat cepat, walaupun besi itu terlihat sangat besar tapi Yola dapat menggerakkan nya dengan sangat mudah
"besi?" kata Vein
"Omal" kata Vein memberikan perintah
"aku tau" pria tua yang daritadi menonton tiba tiba mengeluarkan sesuatu dari tangannya yang entah kluar dari mana benda tersebut
*woshh
pria tua itu melempar benda yang berbentuk bulat itu kearah Vein dan benda tersebut berubah bentuk menjadi bulat dan melindungi tubuh Vein dengan cepat
*tshhhh
saat besi persegi itu menghantam Vein, tidak ada dampak apa apa yang terjadi kepada dirinya, yang terjadi hanyalah besi persegi tersebut memiliki lubang berbentuk bulat di tengahnya, besi itu seperti meleleh karena terkena sesuatu
"apa itu" Yola mengernyitkan keningnya saat melihat serangan miliknya dapat di tahan dengan mudah seperti itu
Elis dan Rini bersama sama mulai merapal kan sihirnya mereka, muncul sangat banyak tombak yang terbuat dari es di belakang mereka, jumlahnya mungkin mencapai ribuan tombak dan siap di serang
"" kata Elis dan Rini bersama sama
*woshh
*swooosh
*wuushh
ribuan tombak itu pergi kearah mereka berlima dengan sangat cepat
vein melepas pedangnya dan menghentikan semua tombak yang mengarah kepadanya, sedangkan empat orang yang ada di belakang berlindung di belakang pria raksasa dan berotot
"" dia mengeluarkan sebuah perisai emas yang sangat besar di depan mereka berempat
dan perisai tersebut mampu menahan semua tombak yang mengarah kepada mereka
"ck perisai itu terlihat familiar" kata Mira
"kita sudah pernah melihat perisai itu tapi yang kali ini sepertinya lebih kuat dari yang dulu" kata Manda
melihat seluruh tombak mereka di hadang dengan mudah, Rini dan Elis menambah lagi tombak mereka, menciptakan lagi dan lagi tanpa habisnya
tapi Yola melihat kalau mereka tidak bisa terus menerus seperti ini
"Manda bantu mereka" kata Yola
"tentu" jawab Manda
"Summon : Ragus" muncul monster yang sangat besar di sebelah mereka
"cih monster apa itu" kata Vein yang merasa sedikit kesusahan karena tombak dan monster baru itu
"Mesa, urus monster itu" perintah Vein kepada wanita yang bernama Mesa
"baiklah" jawab Mesa
"tidak kusangka akan melawan seseorang yang dapat mensummon monster haha" kata Mesa
"Summon : Montra"
*boom!
tiba tiba muncul sebuah ular yang sangat besar di atas mereka, besarnya sedikit lebih besar dari Ragus tapi hanya berjumlah satu
ular itu terlihat sangat menakutkan dan sangat kuat
"serang mereka Montra" perintah Mesa kepada monster ular itu yang bernama Montra
"sssshhhhhhaaaaaa!!!!" monster itu langsung melesat dengan cepat kearah Ragus dan melingkari badannya
"shhhhh!!" ular itu mendesis di depan wajah Ragus
lilitan ular itu mulai menjadi kencang dan membuat Ragus kesusahan
"Gaaaahhhhh!!!" Ragus dengan kuat membuka paksa tangannya agar lilitan ular itu terlepas
sesuai dengan yang dilakukan Ragus, lilitan itu lepas dan Ragus langsung memegang ujung ekor dari ular itu
*boom!
*BRAK!!
*bakk!
Ragus membanting banting ular itu dengan sangat kuat
"Ssshhhh!!" ular itu melepaskan genggaman dari Ragus dengan cara memotong ekornya
"Sshhhaaa!" ular itu melesat kembali kearah Ragus dengan cepat dan kali ini melingkari kakinya
*krak!
ular itu melilit dengan kuat dan menghancurkan kaki milik Ragus
"Gaaahhhhkkk!" Ragus berteriak dengan kuat setelah kakinya remuk
dia mulai kesusahan untuk menopang tubuhnya
"sial kenapa bisa Ragus kalah" kata Manda
"apakah kau tidak memiliki monster summon yang lainnya?" tanya Yola
"Ragus adalah yang terkuat dari yang lainnya" kata Manda
"sial"
ular itu menatap kearah para wanita itu dengan tajam
"SSSSHHHHAAAA!!!!" Ular itu mendesis dengan sangat kuat kearah mereka
"anak baik" kata Mesa sambil tersenyum jahat
"" seorang wanita cantik memakai kekuatannya untuk menyembuhkan ekor milik ular tersebut dan dalam sekejap ekornya balik kembali dan ular tersebut seperti tidak lelah dan sial bertarung
"bagaimana bisa dia meregenerasi kan monster sial" kata Mira
"aku hanya bisa meregenerasikan bagian tubuh manusia tetapi tidak dengan monster" lanjut Mira
Mira bisa menyembuhkan seseorang tapi tidak dengan monster
"Gahhh!!" Ragus berusaha untuk menyerang ular itu lagi tapi....
*woshh
ular itu melilit tubuh Ragus lagi dengan sangat kuat
"shhhh!!"
*krak
tubuh Ragus mulai remuk dan ular itu membuka mulutnya dengan lebar dan memakan kepala Ragus sekaligus
*braak!
tubuh Ragus yang remuk dan tanpa kepala jatuh dan tidak bergerak lagi
"ck sialan!!" teriak Manda
"hahaha monster lemah apa itu" kata Mesa
"Montra adalah salah satu monster yang kudapatkan di dalam kedalaman hutan yang jauh, hanya dengan sekali lihat aku dapat tau kalau Montra adalah salah satu Monster yang ada di dunia dewa dan montra di buang oleh para dewa itu, tentu saja aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan bagus ini, aku merawat Montra yang sedang terluka dan dia menganggap aku adalah tuannya yang baru hahaha" kata Mesa menjelaskan
"monster dari dunia dewa? menarik" Manda yang awalnya kesal sekarang menjadi penasaran dengan monster yang bernama Montra itu
'aku telah melakukan Tamer kepada ratusan monster yang ada di dunia ini, apakah tamerku akan bekerja juga kepada monster dari dunia dewa? tidak akan ada yang tau jika belum mencoba' kata Manda di dalam pikirannya
"peliharaan mu itu kuat? Ragus bahkan bukan salah satu yang terkuat dari monster monster milikku" kata Manda berbohong agar Mesa menjadi marah
"apa! kau meragukan kekuatan Montra!" kata Mesa yang membuat Manda berhasil dengan rencananya
"kalau begitu kau rasakan saja sendiri! Beri dia hukuman Montra!" kata Mesa memerintahkan monster nya
"shhhaaaaa!!!!!" Montra mendesis ke arah Manda dengan kuat
*woossshhh
dengan cepat Montra melesat kearah Manda sambil membuka mulutnya untuk melahap Manda utuh utuh
"Manda awas!" kata Yola
"tidak apa apa dan lihat saja" kata Manda
saat jarak Montra tinggal beberapa meter dari Manda, tiba tiba tubuh Montra membeku kaku di hadapan Manda
"apa!? Montra! habisi dia!" teriak Mesa yang melihat Montra terdiam
tubuh Montra bergetar getar di tempat seperti dia sedang melawan sesuatu atau ada sesuatu yang menganggu dirinya
""
mendengar perkataan Manda membuat kelima pahlawan itu terkejut dan tidak percaya
"Tamer? bagaimana bisa" kata Omal sambil menatap Manda dengan tatapan terkejut
"memangnya hal itu bisa?" kata pria berotot yang bernama Kun
"menurut sejarah dunia ini, class ganda memang ada tetapi ada dua class yang tidak bisa di dapatkan secara bersama sama yaitu summon dan Tamer" kata Lara menjelaskan
sementara Vein dan Mesa hanya diam tanpa kata kata, Mesa sangat terkejut sehingga tidak mengeluarkan suara sedikitpun tapi Vein terdiam karena dia merasa terganggu
"ini mulai membuat ku kesal" kata Vein
vein menaruh pedangnya di punggungnya dan bersiap untuk menebas
""
*sring!!
vein menebas nebas dengan sangat cepat dan banyak sehingga serangannya terlihat sangat banyak
"Menyingkir!" teriak Yola kepada mereka
*woshh
mereka semua berpencar ke segala arah tapi entah kenapa tebasan tersebut malah mengikuti mereka
"sial kenapa ini mengikuti kita!" kata Rini
*boom!
*boom!
mereka mengecoh serangan itu sehingga serangan tersebut kena ke tanah
"bagaimana bisa itu mengikuti kita" kata Fani
"sudah kubilang jangan lengah"
*syutt
vein tiba tiba muncul di hadapan mereka dan membuat mereka terkejut
*bakk!
dia menabrak Yola dengan kuat sehingga Yola Ter lempar jauh
saat Yola terlempar ternyata ada Mira dan fani di belakangnya sehingga membuat mereka bertiga saling bertabrakan
*boom!
"akh!" mereka bertiga terlihat kesakitan karena baru saja menabrak batu yang sangat besar secara bersama sama
"" Mira menyembuhkan mereka bertiga dan perlahan lahan tubuh mereka mulai sembuh
__ADS_1
"berhati hatilah, sepertinya dia lebih kuat dari raja Seth" kata Yola
"Shhhaaaaa!!"
"ukh sial dia melawanku" kata Manda karena mulai kesusahan saat berusaha untuk menjinakkan Montra
"lepaskan peliharaan ku sialan!!" teriak Mesa
""
tiba tiba muncul sangat banyak lingkaran sihir di sekitar Mesa dan keluar sangat banyak monster dari lingkaran itu
bermacam macam jenis monster besar keluar dari sana, ada yang bisa terbang bahkan ada yang bisa menggali ke dalam tanah
Mesa mengeluarkan semua monster monster miliknya dan jumlah ada sekitar 150an
akibat dari itu, konsentrasi dari Manda mulia terganggu
"sial!" Manda mengumpat dan mulai menghindar saat salah satu monster yang dapat terbang melesat kearahnya dengan sangat cepat
*sring
*sring
"aku akan membantumu" flora datang dan membunuh kedua monster terbang yang mengejar Manda
" berikan aku waktu, aku akan segera mengambil alih monster ular ini" kata Manda
"jangan khawatir " tiba tiba tubuh flora berpencar menjadi bayangan bayangan hitam yang sangat banyak
semua banyangkan itu melesat dengan sangat cepat ke segala arah
*sring
*sring!
*sring
semua bayangan itu mulai menebas nebas semua monster yang pergi ke arah Manda
"apa apaan!" Mesa terlihat sedikit panik
"aku akan membantu " lara membantu Mesa dengan cara menyembuhkan semua monster miliknya
seketika semua monster yang telah jatuh ke tanah mulai bangkit kembali dan menyerang ke arah Manda lagi
"ck sial" flora masih berusaha membunuh semua monster monster itu yang tidak bisa mati dengan mudah karena heal yang mereka terima
"kenapa penyembuhan mereka sangat cepat!" kata flora karena mulia kewalahan
bayangan bayangannya mulai berkurang karena para monster itu mulai menyerang balik
semua bayangan itu kembali dan bersatu lagi menjadi flora
"" flora melesat dengan sangat cepat bahkan Mesa dan lara tidak dapat melihat pergerakannya
"kemana dia?" Mesa melihat sekitar dan mulai waspada begitu juga dengan lara
vein melirik ke arah mereka berdua
"Kun lindungi Mesa dan lara" Vein memerintahkan Kun agar melindungi mereka
Kun terkejut karena mereka masih aman saja tapi dia tetap mengikuti perintah Vein
"" mereka bertiga di tutupi dengan perisai berbentuk bulat
*tringg!!
"ck sialan" tiba tiba saat flora menyerang dia tidak dapat masuk kedalam
"bagaimana bisa pria itu tau" flora melirik sedikit ke arah Vein
"untung saja Vein tau pergerakan nya" kata kun
"ck"
*syut
flora menghilang kembali entah kemana tapi Mesa sudah tau kalau flora hanya bergerak dengan sangat cepat di dekat mereka
"kau terlalu banyak bergerak nona "
*swong!
*swong!
"Aakkh!" flora terdiam di tempat karena kepalanya merasakan sakit yang luar biasa
"sialan sakit! sakit!" umpat flora sambil memegang kepalanya
"Kun tabrak dia!" kata Mesa
*brakk!
*Bukk!
Kun menabrak flora dengan kuat menggunakan perisai besar miliknya dan membuat flora menghantam tanah dengan kuat
setelah dia terlempar ke tanah, kepala flora sudah tidak merasakan sakit lagi
flora melirik ke arah Manda dan terlihat Manda mulai kesusahan lagi karena monster monster itu mulai mengejar Manda
*syut
"jurus yang sama? tidak akan berguna... eh?" Mesa bingung karena flora tidak menyerang kearah mereka tapi flora melewati mereka
flora membantu Manda lagi karena Manda telah terganggu
"hey pria tua"
*BRAK!
"ahak!" tiba tiba Elis yang dari tadi entah tidak terlihat dimanapun langsung menyerang Omal dari arah belakang
"sial sejak kapan dia di belakangku" kata Omal sambil memegang pinggul nya yang sakit
"sejak kematianmu mendekat"
*swossh
Elis melesat lagi kearah Omal dengan cepat
"" tiba tiba di sekitar pria tua itu muncul asap asap hijau yang keluar dari bajunya
Elis terhenti seketika karena dia merasa kalau asap asap itu sangat berbahaya
*shhh
saat Elis menyentuh asap tersebut menggunakan tombak es miliknya, tombak itu meleleh dengan seketika
"Racun!?" kata Elis
"hahaha elemen es mu itu tidak akan berguna di hadapanku" kata Omal
"oh ya ? tapi apakah asapmu ini dapat bertahan melawan hembusan angin?" kata Elis
""
*wossh
sebuah hembusan angin dikeluarkan oleh Elis dan membuat asap asap tersebut mulai menghilang
"apa!? sial!" Omal menjadi panik
*swosh
"halo pria tua"
*bakk!
"ahak!" Elis melesat dengan cepat kearah omal ketika melihat celah yang dapat di lewati dan langsung meninju perut Omal dan membuat omal memuntahkan darah
"sialan!" Omal adalah tipe support yang hanya bisa menyerang dari belakang, dia tidak berdaya jika melawan seseorang yang bertipe menyerang seperti Elis
kekuatan yang dapat melindungi nya hanyalah asap hijau yang tadi tapi Elis sudah dapat mengatasi hal itu sehingga membuat omal tidak berdaya
vein melirik kearah omal yang sedang di pukul pukul oleh Elis
"Kun"
"Baiklah baiklah" tanpa bertanya Kun tau perintah dari Vein
Kun melepas perisai yang menutupi mereka dan melesat untuk membantu Omal
flora melihat ada kesempatan
*syut
"kena kau!"
*crat
"AAAHHHHHKKK!" flora tiba tiba muncul di hadapan Mesa dengan cepat dan menyerang Mesa di arah mata sehingga mengeluarkan darah yang cukup banyak
vein sedang bertarung melawan Yola, Mira dan Fani. vein mulai kewalahan karena sedikit sedikit dia harus melirik kearah timnya dan memerintah
tapi dia melihat sumber masalah sebenarnya dari ini adalah flora yang selalu melesat dengan cepat ke segala arah
"ck"
*syut
Vein hilang dari hadapan Yola, Mira ,dan Fani
"flora awas!!" teriak Yola
"hah?" flora bingung karena Yola tiba tiba berteriak
*sring
*crat
dia merasa sakit di tangan kanannya, setelah dia melihat tangan kanan ternyata tangannya telah terpotong oleh Vein
"Aaahhhhhh!" flora berteriak dengan sangat kuat sambil memegang tangannya yang terpotong
"IBUUU!" teriak Mira dan Fani bersama sama
"tanganmu itu sangat menganggu" kata Vein sambil menatap tajam kearah flora
yang lainnya terkejut saat melihat flora diserang seperti itu
"lara sembuhkan Mesa" perintah Vein
"tentu" setelah itu lara mulai menyembuhkan mata milik Mesa
"apa yang terjadi? kenapa mataku tidak bisa sembuh?" kata Mesa saat meraba kalau matanya tidak ada
"serangan wanita itu mengandung sesuatu yang membuat efek heal tidak dapat menyembuh kan sesuatu yang sudah hilang" kata lara
"apa! kau wanita j*lang!!!"
*buk
*bak
Mesa menendang flora dengan sangat kuat dan membuat flora tergeletak di tanah
"Ibu!" Mira datang kearah flora dengan sangat cepat
"aku akan menyembuhkan mu Bu! " Mira mulai menyembuhkan tangan flora sekaligus menumbuhkan tangannya kembali
"terima kasih Mira" kata flora sambil tersenyum hangat kearah Mira
"Tidak masalah ib-"
*sring
*crat!!
tiba tiba darah terciprat kearah flora dengan banyak
dia melihat sesuatu yang sangat membuat hatinya hancur
vein menebas kepala Mira dengan cepat dan membunuh Mira dalam sekejap mata
"healer? healer adalah yang pertama kuincar saat melawan seseorang" kata Vein sambil menatap tajam Mira
kepala Mira jatuh ketanah beserta dengan badannya
hati flora menjadi hancur setelah melihat hal itu
yang lainnya juga menjadi terdiam dan menatap Mira yang telah terbaring di tanah
"M... ira" flora masih tidak percaya dengan hal itu dan menatap kosong kearah kepala Mira
secara perlahan air mata mulai mengalir keluar dan membanjiri pipi flora
"TIIDAAAKKK!!!" flora memeluk kepala Mira dengan erat
"Tidak! tidak! tidak! tidak! jangan tinggalkan ibu sendiri Mira! tidak! kumohon tidak!" flora memeluk erat kepala Mira
"Kau bangsat" kata Yola dengan nada yang datar dan suram
*syut
*BOOOM!
Yola menggunakan kecepatan yang sangat luar biasa dan melesat kearah Vein
vein bahkan hampir tidak dapat melihat pergerakan dari Yola
Yola memukul Vein dengan kuat tapi Vein menangkisnya menggunakan pedang suci miliknya
*crack
tapi Vein terlihat terkejut karena pukulan itu mampu meretakkan sedikit pedang suci miliknya
*syut
*BAK!!!
*BOOM!
Yola menghilang lagi dan menedang pinggul Vein dan membuat Vein tergeletak ke tanah
"ukh" Vein merasa sedikit sakit dengan tendangan itu dan dia melirik kearah Yola
dia melihat air mata yang mengalir, mata sebelah kanan mengalir air mata biasa sedangkan yang kiri mengalir air mata darah dan Yola menatap tajam kearah Vein
vein menatap balik mata Yola itu
*syut
*tring!
"apa!" vein melesat dengan cepat dan menyerang Yola dengan pedangnya tapi Vein terkejut karena pedangnya di hentikan dengan dua jari saja dan bahkan pedangnya berbunyi seperti menabrak sebuah besi
*bak!
Yola memukul mundur Vein lagi
"sial" Vein mengumpat dan menatap tajam kearah Yola
"ssshhhh" terdengar suara Montra yang seperti mulai melemah
mata Montra yang awalnya berwarna merah berubah menjadi ungu
perasaan Manda juga tercampur aduk dan membuat proses taming menjadi lebih kuat sehingga Montra tidak dapat melawan lagi
"apa!" mesa terkejut karena dia sudah tidak fokus dengan Montra karena dia melihat pertarungan yang sangat sengit
perasaan Manda menjadi tidak jelas dan seperti teraduk aduk, lagi lagi dia melihat pemandangan yang sangat buruk di matanya
"Cabik dia Montra" perintah Manda dengan nada yang datar sambil menatap tajam Vein
"shhhhhhaaaaa!!!" Montra melesat kearah Vein dan mulai menyerang secara terus menerus
"sial! Montra adalah milikku!!" teriak Mesa
"" Manda menggunakan sihir yang sama seperti Mesa
muncul sangat banyak lingkaran sihir di atas langit, kira kira jumlahnya 3x lipat lebih banyak dibandingkan dengan Mesa atau lebih tepatnya 450 lingkaran sihir
muncul sangat banyak monster dari lingkaran sihir tersebut, mereka terlihat sangat marah karena mereka seperti merasakan perasaan dari tuan mereka sehingga mereka menjadi mode berserk
semua monster milik Manda menggila dan mulai menyerang orang orang yang Manda anggap sebagai musuh
Fani yang melihat Mira mati dihadapannya langsung terlutut sambil menangis dan tidak bisa mengeluarkan kata kata lagi
"hah?" Omal dari tadi juga menyaksikan mereka dari kejauhan dan dia tiba tiba merasakan dingin yang luar biasa dari arah belakang nya
dia melihat Elis menatap dengan tajam juga kearah Vein dengan hawa sekitar yang sangat dingin dan membuat omal merinding
"kau ingin membantu mereka juga? jangan harap" kata Omal yang melihat Elis mulai bergerak untuk membantu Yola
Omal ingin menghentikan Elis tapi...
*sring !
Elis menebas sekali kearah omal
*crat!
tapi tubuh Omal terpotong potong menjadi bagian bagian yang kecil
Kun mulai sadar kembali saat fokus menonton dan dia melihat Omal yang sudah terpotong potong
"Pak Tua!!" teriak Kun dengan kuat
perhatian Vein juga teralihkan kearah omal dan dia melihat Omal yang sudah mati
"benar benar sial!" kata Vein sambil menatap tajam
"kau wanita j*lang!!" teriak Kun sambil melesat untuk menyerang Elis dengan perisainya
*sring
*crat
Elis menebaskan tombaknya lagi dan membuat perisai beserta tangan kanan milik Kun terpotong
"AAAHHHHH!!" teriak Kun saat dia merasakan sakit yang luar biasa dari tangannya
"sudah cukup bangsat!" vein terlihat sangat marah
*syut
vein melesat kearah Elis untuk membantu Kun
*BRAK!
tapi Yola masih menghalangi Vein dan menendangnya sehingga terpental sangat jauh
"LARA! LARA! BANTU AKU!" teriak Kun saat merasakan sakit
"Ah i-iya iya aku akan menyembuhkan mu" lara mulai menyembuhkan tangan Kun yang putus
*swoshh
*swoshhh
"aaahhh!" lara terganggung saat menyembuhkan Kun , monster monster milik Manda mulai menyerang kearah lara
"ck sial!" Mesa membantu lara dengan cara memerintahkan monster monster miliknya untuk membunuh monster milik Manda tapi...
"SSSSHHHHAAAA!!!!"
"ah sial"
*grauk
__ADS_1
Montra tiba tiba muncul dan mengigit Mesa sampai mati dan memakannya
"si-sial kenapa jadi seperti ini" Kun menjadi ketakutan setelah melihat satu per satu dari mereka mulai mati
"kau takut? kalau begitu ikutlah dengan mereka"
*sring!!
*crat!
Rini muncul di belakang Kun dengan cepat dan menusuk puluhan tombak ke punggung Kun dan menembus tubuhnya
"Ahk khhk" Kun memuntahkan sangat banyak darah dari mulutnya dan mulai jatuh ke tanah dan mati
"t-tidak... aku t-tidak mau m-mati" kata lara yang juga ketakutan saat melihat Mesa, Kun, dan Omal mati dihadapannya
*BOOM!
*BOOM!
*BOOM!
*BOOM!
tiba tiba ledakan ledakan besar terjadi di arah Vein terjatuh
itu bukan serangan dari Yola tapi itu adalah serangan serangan yang di hasilkan oleh Tina
dia entah berada di mana dari tadi dan tiba tiba muncul menyerang vein yang masih tergeletak
"bangsat! bangsat! bangsat!" kata kata itu keluar dari mulut Tina terus menerus
ternyata Tina di perintahkan untuk mengawasi sekitar oleh Yola tapi dia pergi terlalu jauh dan ketika dia kembali dia langsung melihat Mira yang sudah mati
Tina menjadi sangat marah dan menusuk, menendang, melempar Vein ke segala arah dengan cepat
semua area itu menjadi rata karena serangan serangan yang di hasilkan oleh Tina
"" Yola memakai sihir itu sekali lagi tapi yang berbeda adalah jumlah dari meteor yang jatuh itu ratusan kali lipat lebih banyak
dan semua meteor itu jatuh dengan sangat cepat kearah Vein yang tergeletak di tanah
Tina saat melihat meteor itu langsung menghindar dari sana dan menjauh
*BOOM!!
*BOOOOM!
*BOOOM!
*BOOOM!
ledakan ledakan yang sangat besar terjadi, meledakkan semua hal yang ada di dekatnya
ledakan itu tidak berhenti begitu saja karena jumlah dari meteor itu terus menerus bertambah dan bertambah
"habis sudah" kata lara sambil menatap kosong dan pasrah
pemandangan di depan mereka hanyalah ledakan ledakan yang sangat besar dengan air mata yang masih mengalir di mata mereka semua
"Sudah cukup" tiba tiba muncul suara dari arah ledakan itu
terlihat seorang pria yang masih bisa berdiri di tengah tengah ledakan tersebut
"Vein" lara menjadi sedikit senang saat melihat Vein yang masih hidup
vein muncul kembali dengan luka luka yang sangat parah di seluruh tubuhnya
"huf huf huf" nafas Vein terdengar dari mulutnya
*woshh
lara menghampiri Vein dengan cepat untuk menyembuhkan nya
"aku akan menyembuhkan dirimu dan kau bisa membalaskan dendam yang lainnya" kata lara dengan senyuman seperti orang munafik
"tidak perlu, aku akan menyembuhkan diriku sendiri" kata Vein sambil menggenggam tangan lara
"eh? apa maksudmu? kau tidak memiliki kekuatan penyembuhan Vein haha" kata lara
vein menatap mata Lara dengan tajam
*wooossshhh
"AAAAAHHHHHHHH!!!!!" lara tiba tiba berteriak sangat kuat dan membuat Yola dan yang lainnya kebingungan
*brak
tubuh lara tergeletak begitu saja di atas tanah dengan tubuh yang sangat kering
"kekuatan yang sangat berguna" kata Vein
ternyata Vein menyerap kekuatan milik lara dan menggunakan itu untuk dirinya sendiri
semua luka bakar dan luka patah yang ada di tubuh Vein mulai sembuh kembali dengan sangat cepat
"Haaaaaaa!!!" vein mulai mengerahkan seluruh kekuatan miliknya
*wossh
*swooosh
*wuuushh
hembusan angin yang sangat kencang terasa dan tubuh Vein tertutupi dengan kabut hitam tebal di sekitarnya
setelah beberapa saat kabut hitam tersebut seperti meledak dan memperlihatkan seseorang di dalamnya
dia adalah Vein yang sudah berubah seperti sebuah monster mengerikan
pedangnya bersatu dengan tangannya dan ada dua sabit yang berada di punggungnya
penampilan Vein saat itu lebih terlihat seperti iblis di bandingkan dengan seorang pahlawan
"sudah sangat lama aku tidak memakai kekuatan ini" kata Vein dengan suara yang berat
vein memakai kekuatannya ini saat melawan dua raja iblis sekaligus, setelah dia mengalahkan raja iblis itu, Vein pun menyerap mereka berdua dan membuat wujudnya semakin mengerikan
tapi Yola, Manda, Elis, Rini,dan Tina masih berdiri menatap dengan tajam kearah Vein
"Pahlawan yang menjijikan" kata Tina dengan mulutnya
*syut
"benarkah?" vein muncul dengan tiba tiba di depan Tina
*sring!
*crat
"AAAAAHHHHH!" vein memotong tangan kiri milik tina
"TINNNAAA!!!!" teriak Yola
*syut
*buk
Yola melesat dan menyerang vein tapi dengan sangat mudah Vein menangkap pukulan itu
*sring
*sring
Rini dan Elis menebas nebas punggung Vein dengan tombak mereka tapi sayangnya tidak ada luka yang terjadi di tubuhnya
"dasar semut" kata Vein
tiba tiba kedua sabit yang ada di punggung Vein langsung melayang layang dan mulai menyerang Rini dan Elis
*tring
*Trang
Rini dan Elis menangkis semua serangan serangan dari kedua sabit itu
""
muncul sangat banyak benang transparan di sekitar Vein yang dikeluarkan oleh yola
benang itu sangat tipis dan tajam sehingga sulit dilihat dengan mata biasa
vein melihat tangannya tergores sedikit akibat tersentuh benang itu
"hummph"
semua benang itu langsung putus setelah Vein mengeluarkan tekanan dari tubuhnya
"SHHHHAAA!" Montra datang dengan sangat cepat dan membuka mulutnya untuk melahap Vein
*sring
tapi sayangnya Montra langsung terbelah menjadi dua karena tebasan Vein dari mulut Montra yang terbuka
tapi masih ada ratusan monster yang masih hidup dan melesat menyerang vein
"sampah"
*sring
vein hanya menebaskan sedikit tangannya dan seketika ratusan monster itu langsung terbelah belah menjadi kecil
"apa!" Manda terkejut dengan serangan itu
"kau tidak berguna" kata Vein kepada Manda
*syut
*jleb
"uhuk" Vein menusuk Manda dengan pedangnya dan membuat Manda memuntahkan sangat banyak darah dari mulutnya
"Ibu?" Rini terdiam setelah melihat Manda di tusuk, dia membeku dan tidak bergerak
mata Yola langsung terbuka lebar saat melihat Manda tertusuk
'apa sebenarnya yang salah dari semua ini, kenapa jadi seperti ini, kenapa hal ini terjadi, apakah kesalahan yang ku perbuat, apakah semua yang kulakukan tidak benar, lagi lagi aku melihat pemandangan seperti ini' kata Yola di dalam pikirannya
dirinya menjadi hancur lebur setelah melihat Manda yang sekarat karena di tusuk oleh Vein
*Tuurkk
*Turkkk
tiba tiba seluruh tanah bergetar kuat, memberikan tekanan yang sangat besar kepada Vein, seluruh badannya terasa luar biasa berat, langit menjadi hitam, semua tumbuhan yang masih ada langsung layu, Guntur yang sangat kuat terjadi
mata Yola menjadi sangat marah dan geram, hatinya hancur dan merasa bersalah, dia memaksakan dirinya sendiri
*cklek
segel pertama dari tubuh Yola terbuka, wujudnya kembali menjadi seperti saat melawan raja Seth
*cklek
segel kedua pun terbuka, suasan sekitar menjadi lebih suram dan berat, langit menjadi hitam dengan Guntur yang kuat, terjadi sangat banyak Tornado di sekitar , angin berhembus sangat kencang
alam menjadi seperti tidak senang dengan kemunculan dari makhluk yang menjijikan seperti itu
dendam, kemarahan, kesedihan, kekejian terasa dari hawa sekitar Yola
"kekuatanmu meningkat sangat pesat, bahkan puluhan kali lebih kuat dari sebelumnya" kata Vein saat melihat perubahan dari Yola
tatapan Yola menjadi sangat kosong, didalam pikiran nya hanya ada rasa bersalah
*woooshhhh
tiba tiba Vein merasakan sesuatu yang sangat kuat juga yang berasal dari arah belakangnya
dia melihat kearah belakang tapi yang terlihat hanyalah gelap gulita, dia tidak dapat melihat apa apa didalam sana
tapi secara perlahan lahan muncul seorang wanita dari dalam gelap gulita tersebut
kulit wanita itu sangat pucat, rambut berwarna hitam dengan sebuah mahkota yang melayang di atas kepalanya
dia adalah flora yang telah memakai kekuatan kegelapan, rambutnya berubah menjadi hitam dan tangannya yang terpotong tergantikan dengan sebuah tangan yang baru berwarna hitam dan di tutupi dengan sarung tangan
tatapan mata flora sangat menusuk kearah Vein, kekuatan flora saat ini sama kuatnya dengan Yola
"jika hanya satu aku masih dapat melawannya tapi kali ini ada dua sekaligus" kata Vein dengan suara yang pelan
"" tiba tiba tubuh flora menjadi sangat banyak
akibat dari keadaan sekitar yang menjadi gelap membuat seluruh kegelapan itu menjadi teritori miliknya
flora membuat sangat banyak clone dirinya, ada ribuan dirinya tercipta, ada yang sedang terbang dan ada juga yang sedang menatap dari bawah
semua clone miliknya menatap tajam kearah Vein dengan tatapan yang sangat tajam sambil memegang dua buah bilah belati di tangan mereka masing masing
*swup
tidak hanya itu, muncul tiga mata yang lumayan besar di belakang Yola, mata itu entah muncul dari mana dan mereka melayang layang di belakang Yola
"Si-sial!" umpat Vein yang menjadi panik
*syut
*syut
*syut
tiba tiba semua clone dari flora melesat sekaligus kearah Vein
""
vein berputar putar agar dapat semua clone itu tidak dapat menyerang dirinya tapi dia salah
*crat
*crat
*crat
kegelapan adalah teritorinya, serangan takkan berpengaruh kepada flora , serangan Vein hanya dilewati begitu saja
dengan mudah flora menebas nebas Vein dengan sangat cepat secara bersama sama
tubuh Vein dipenuhi dengan darah yang mengalir tanpa henti dari luka lukanya
"hanya luka goresan seperti ini tidak masala-!!" vein awalnya tidak mempermasalahkan goresan goresan itu karena dia dapat menyembuhkan luka itu dengan mudah tapi luka tersebut tidak dapat sembuh karena ada sesuatu yang menghambat itu sembuh
jika Vein berusaha untuk menyembuhkan seluruh lukanya maka dia akan merasakan sakit yang luar biasa dan akan lebih banyak darah yang keluar
"Aakkkhh! apa yang kau lakukan!" teriak Vein kesakitan
tapi flora hanya diam dan tidak menjawab Vein
selama pertarungan air mata flora selalu mengalir dari matanya
""
*sringgg
tiba tiba ketiga mata yang berada di belakang Yola menyala menjadi berwarna merah darah
*wuuuussshh
tiba tiba ketiga mata itu mengeluarkan sinar merah yang mengarah langsung ke badan Vein
dengan sekejap tubuh Vein langsung memiliki tiga lubang yang lumayan besar di tubuhnya
"KAAAHHK!" darah mengalir dari mulut dan luka luka Vein
*bruk
tubuh Vein tergeletak di tanah dan tinggal menunggu kematian
tapi flora tiba tiba berdiri di atas Vein
*jleb
"ahk" flora menusuk dada Vein
*swwoooohhhh
*krek
*krakk
tiba tiba muncul seperti sebuah tornado kecil dari belati yang di tusukan oleh flora
tornado itu meremukkan tubuh Vein dan tidak tersisa sedikit pun
vein mati dan tidak memiliki sisa jejak sedikit pun
langit menjadi cerah kembali, Guntur dan tornado tornado besar menjadi hilang, angin yang tadinya kencang sekarang telah menghilang
semua clone milik flora hilang, dan terlihat flora yang dari tadi sebenarnya hanya memeluk Mira terus tanpa bergerak dan yang bertarung tadi hanya clone dari flora juga
Yola menatap kearah Manda yang sedang berada di pelukan Rini
Yola melihat Rini yang menangis kuat di sebelah ibunya
Yola seperti melihat sesuatu yang sudah pernah dia lihat sebelumnya dan membuat hatinya hancur total
Tina sedang di bantu oleh Elis untuk menahan pendarahan dari tangannya yang terpotong
Yola melihat keadaan sekitar sangat kacau dan sudah tidak bisa di kendalikan oleh dirinya
Dia menatap ke langit dan menangis tanpa suara, air mata mengalir di pipi Yola
kesedihan menimpa mereka semua, pasrah dan kemarahan yang tersisa
Yola perlahan lahan turun kebawah dan langsung terlutut
meratapi kesalahan dirinya dan menyalahkan semuanya ke dirinya sambil menangis dan menatap kebawah
keadaan sekitar hanya ada kesedihan, tidak ada tawa dan kesenangan
kenangan yang mereka buat hanya seperti angin lewat
kehidupan damai mereka hancur begitu saja dan tidak akan pernah ada kehidupan damai lagi di diri mereka
*prang
tiba tiba sebuah penghalang hancur seperti kaca di sekitar mereka
setelah kaca itu hancur, langsung terlihat sebuah istana yang sangat besar berdiri di depan mereka
*plak
*plak
*plak
*plak
"pertunjukan yang sangat luar biasa hahaha" kata seorang pria yang melayang layang, dia terlihat sangat gagah dan kuat dari atas sana
pria itu adalah kaisar, dia menatap mereka semua dengan tatapan yang merendah kan dan menjijikan
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
Rip Mira?
Rip Manda?
END CHAPTER
__ADS_1