
"Ahh, benar! Kamu yang bertanya kepada ku tadi kan?" jawab si Nona kedua Shang.
"Benar! Hmm, apakah kita bisa saling mengenal? Ah, kamu berasal dari Shopillia Timur kan?" seru Vallene.
"Aku tidak keberatan, perkenalkan namaku Shang Kha', dan siapa namamu?" ujar Kha' dengan lembut kepada Vallene.
Dia sepertinya orang yang pemalu ya?
"Dan perkenalkan namaku Vallene, hai Kha'! Ngomong-ngomong kenapa kamu memakai pakaian yang agak tertutup seperti itu? Ah, aku hanya bertanya apakah itu tidak membuat mu terganggu...." ujar Vallene.
"Ah haha, ini tidak membuat ku terganggu kok! Pakaian ku memang seperti ini, hanfu yang terlihat tebal dan berlapis-lapis. Karena aku..., melayani Shopillia." jawab Kha'.
"Apakah itu budaya di Shopillia Timur? Atau...-" ujar Vallene.
"Bukan, ehh..., maksud ku..., ibuku dulunya adalah pelayan Shopillia dan sebab itulah aku juga meneruskan beliau. Pelayan Shopillia maksudnya adalah..., emh itu semacam penghormatan kepada sang Shopillia karena dipercaya bahwa sosok Shopillia adalah mahluk langit yang kuat dan baik hati.
Sang Shopillia membantu meluruskan orang-orang di seluruh Shopillia, karena dulu Shopillia adalah satu negara besar dengan banyak perbedaan dan budaya sebelum berpisah. Karena pengorbanan sang Shopillia yang begitu besar untuk masyarakat, dinamainya negara itu (Shopillia barat dan timur.) sebagai Shopillia.
Tetapi banyak yang tidak percaya dengan cerita tersebut, karena itu kenapa para pelayan Shopillia tidak banyak. Itu juga yang meneruskan adalah keturunan. Sekarang masih ada ratusan orang baik dari Shopillia barat dan timur yang masih melayani Shopillia." penjelasan Kha'.
Vallene sangat memperhatikan, mendalami dan meresapi.
"Ah jadi begitu ya, aku juga pernah mendengar tentang pelayan Shopillia. Ternyata itu bukan dongeng!" jawab Vallene.
"Hahaha, be-benar." Kha' memaksa tersenyum agar Vallene tidak merasa bosan atau terganggu.
"Tetapi kenapa Wendy tidak sepertimu? Ah, maksud ku bukankah kalian kakak adik." Vallene bertanya.
"Ahh, itu...," wajah Kha' terlihat tertekan dan tidak enak, Vallene menyadari jika Kha' tidak ingin membicarakan dan menjawab pertanyaan Vallene.
"Ahh maaf, tidak perlu dijawab jika itu menganggu mu." ucap Vallene.
Kha' menjadi tenang kembali dan dia tersenyum kecil kepada Vallene.
Dia benar-benar tidak mau bicara tentang ini, apa aku sudah kelewatan? Aku merasa tidak enak....
"Kamu tidak berdansa? Kha'?" ujar Vallene.
"A-aku tidak bisa, lagi pula akan sulit bagiku untuk bergerak." jawab Kha' sambil menikmati minuman.
"Wah! Minuman ini rasanya enak ya, agak terasa asam dan manis." seru Kha'.
__ADS_1
"Iya! Ini adalah minuman segar dari Luria, kamu baru pertama kali mencobanya?" ujar Vallene.
"I-iya, aku suka!" jawab Kha' dengan wajah yang berbinar binar, Kha' kembali minum dan mengambil minuman lagi. Lagi dan lagi.
Aku khawatir dia sakit perut..., tetapi aku juga tidak enak kalau menasehatinya.
"Emm, ngomong-ngomong Vallene, kamu berasal dari keluarga mana? Kamu sangat cantik, cantik mu sangat berbeda." Kha' bertanya kepada Vallene.
"Ah, aku tidak berasal dari keluarga manapun. Aku juga bukan bangsawan, aku hanya diundang ke cara ini." jawab Vallene.
"Ah begitu ya...," ucap Kha'.
"Eh apakah keluarga Shang akan menikahkan putrinya dengan keluarga kerajaan Shopillia Timur? Aku lihat kakak mu cukup dekat dengan Yang Mulia." ucap Vallene.
Ya meskipun tidak sedekat yang aku maksud.
"Aku juga tidak tau, aku tidak mengerti." jawab Kha' dengan kecemasan.
"Emm...," Vallene merasa aneh dengan tingkah laku Kha'.
"Tapi kalau boleh tau, siapa itu Qing?" ujar Vallene.
Apakah Vallene mengingat apa yang aku katakan tadi...!
Aku rasa dia tidak nyaman, ahh! Aku padahal hanya ingin tau lebih soal Laven Shopine.
"Semua sedang berdansa dan sebagain memainkan alat musik dan..., egh! Tunggu sebentar..., apakah itu Vallice sedang berdansa dengan seseorang?" Vallene terkejut.
Dan orang itu salah, KENNETH ZIENT?!!!!
"Ah iya, dia memang Nona Albern. Nona Albern sangat serasi ya dengan anak itu, Nona Albern malam ini juga terlihat cantik." ujar Kha'.
Maksud, maksudku... Vallice..., benar-benar menyukai Kenneth? Oh jadi seperti ini perasaan seorang kakak jika adiknya sedang bersama gebetannya.
"Vallene? Kenapa kamu melamun seperti itu? Kamu melihat hal apa?" Kha' menyadari Vallene yang diam mematung dengan mulut terbuka dan ekspresi terkejut.
"Hahah tidak apa-apa, aku hanya ehh.... Shang Kha' bolehkah kamu memperkenalkan semua yang hadir disini? A-aku merasa asing dengan mereka haha." ujar Vallene.
Vallene asing dengan mereka semua?
"Ah baiklah...? Jadi yang sedang berdansa di ujung itu adalah Nona keluarga Shi, Sharon Shi dengan anak dari Viscount Poli, Felix Poli." ujar Kha' sambil menunjuk satu persatu tamu undangan.
__ADS_1
"Aku memang tidak mengenal banyak, selain mereka juga ada putra mahkota Kerajaan Phillia (Shopillia barat) yaitu Luke Phillia, yang itu! Dia sedang bermain kartu dengan beberapa anak lain!" ucap Kha'.
"Kemudian ada putri dari Marquis Lav, Kanna Lav. Dia berasal dari Luria lho!" ujar Kha'.
"Ah aku mengenalnya kurasa! Tuan Lav yang memegang penjagaan dan militer Luria." seru Vallene.
"Benar! Aku dengar juga dia adalah orang yang kejam...?" ujar Kha'.
"Siapa?" tanya Vallene.
"Tuan Lav!" seru Kha'.
Aku kira Kanna.
"Ah benarkah begitu?" jawab Vallene.
"Mungkin..., dan selain mereka aku tidak tau lagi sisanya." ujar Kha'.
"Hmm, terimakasih ya!" ujar Vallene dengan senyuman lebar, yang membuat Kha' merasa senang.
Aku rasa Vallene cukup nyaman dengan ku! Akhirnya aku bisa berkomunikasi dengan orang asing. Aku khawatir awalnya jika dia merasa risih berbicara dengan ku.
"Iya, sama-sama Vallene...," jawab Kha' dengan senang hati.
Kemudian datang seseorang yang menghampiri Kha' dan berbicara kepada Kha', dan itu adalah Shang Wendy.
"Aku mencari mu kemana-mana, kenapa kau tidak kembali? Ayo sekarang ikut dengan ku." ujar Wendy yang menarik tangan Kha'.
"Ah maaf kakak..., Vallene aku pergi dulu ya. Senang bisa mengenal mu." ujar Kha' kepada Vallene.
"Iya..., aku juga." jawab Vallene.
Wendy sangat kasar kepada Kha'.
"Siapa kau?" seru Wendy kepada Vallene.
Nada bicaranya sangat tidak enak, apa lagi dia juga seperti curiga terhadap ku.
"Hai aku adalah perkenalkan aku adalah Vallene, aku baru saja mengenal Kha'. Apakah kamu Shang Wendy? Aku senang bertemu dengan mu." Vallene berusaha memuji meskipun dia tidak suka dengan sikap Wendy terhadapnya.
Vallene? Aku tidak pernah mendengar nama Vallene, dia berasal dari keluarga mana? Jika didengar; namanya agak mirip dengan Nona Albern, Vallice Albern. Apakah mereka bersaudara?
__ADS_1
Wendy melihat tajam Vallene dari atas kebawah. Vallene tetap tersenyum profesional meskipun dirinya merasa kesal.
Apa yang dilakukan Wendy? Dia menilai berapa banyak uang untuk aku gunakan? Menyebalkan ya memang bertemu dengan orang kelas atas...,