
"Apa yang kau tau tentang Blue Rose?" tanya seorang gadis perempuan kepada anak laki-laki yang duduk disampingnya.
"Bukankah itu hanya sebuah dongeng saja...? Para penyihir bilang kekuatan seperti itu tidak pernah ada. Tapi jika benar-benar ada, dimataku kekuatan seperti itu..., sangat mengerikan. Eh kenapa tiba-tiba kamu bertanya seperti ini Vallene?" tanya Kenneth.
Satu jam sebelumnya, sudah 15 hari berlalu sejak mereka belajar di Minggu lalu. Hari ini hingga 15 hari ke depan adalah libur nasional untuk seluruh murid di Luria, kebijakan ini di buat oleh pemimpin Luria agar para murid menyiapkan dirinya untuk ujian kenaikan kelas.
Hari ini hari pertama liburan, tentunya Kenneth dan Vallice tidak pergi sekolah. Mereka menghabiskan waktunya untuk belajar di bawah pohon rindang di pinggir sungai tempat biasa mereka berkumpul dan bermain menghabiskan waktu.
Karena Vallice ingin mengambil minuman segar untuk diminum mereka bertiga di hari siang yang panas ini, jadi dia kembali sebentar untuk mengambil minuman. Minuman yang sama, minuman khas Luria yang biasa di suguhkan disaat mengadakan acara dan pesta besar, bedanya kelas orang kaya dan bangsawan dapat meminum minuman itu setiap hari dan kapanpun mereka mau. Untuk masyarakat biasa dan rakyat miskin, mereka hanya bisa mengonsumsi minuman itu pada saat seseorang mengadakan pesta saja.
Vallice kembali ke rumah, meninggalkan Vallene dan Kenneth dengan banyak tumpukan buku. Setelah di tinggal Vallice beberapa menit mereka merasa bosan karena suasana menjadi agak hening.
...
"Sangat kuat...? Bagaimana jika aku memiliki sihir Blue Rose? Apa yang harus aku lakukan?" ujar Vallene.
"Jangan bercanda, tapi jika benar..., kendalikan dirimu dan nafsumu. Dan juga tahan kekuatan yang sangat besar itu, sentuhanmu bisa saja membunuh ratusan orang." jawab Kenneth.
__ADS_1
"Apa yang sangat membuat mu berpikiran seperti itu soal Blue Rose?" seru Vallene.
"Apakah kamu pernah mendengar cerita tentang Rosemary the Poison Rose...? Guruku pernah menceritakan kisah ini, guruku memang sudah pensiun sekarang..., tetapi entah kenapa cerita ini masih sangat teringat jelas." ujar Kenneth sambil membereskan buku-buku yang terbuka dan berserakan.
"Apakah aku boleh mendengarkan juga? Aku tidak pernah diceritakan atau dibacakan dongeng! Aku mohon...!" seru Vallene dengan wajah berharap.
"Baiklah, sekarang duduk yang rapi dan nyaman disamping ku." ucap Kenneth, Vallene kemudian langsung bergegas dan secara singkat sudah duduk rapi di samping Kenneth dengan senyumannya yang agak menyebalkan.
"Rosemary adalah gadis yang malang, ia hidup di sebuah desa terpencil di daerah pinggiran Shopillia Barat. Ia hanya hidup dengan nenek dan kakeknya yang sudah sepuh dan tua. Keseharian Rosemary hanya membantu kakek dan neneknya yang berkerja sebagai nelayan dan neneknya biasa menjual hasil tangkapannya ke pasar.
Rosemary harus bangun pagi untuk ikut kakeknya ke pantai, ia terpaksa memakai pakaian laki-laki agar di ijinkan untuk masuk ke kapal yang akan ke laut untuk mencari ikan, setelah itu Rosemary akan membantu membawakan ikan tangkapannya ke rumah, kemudian berangkatlah lagi Rosemary ke pasar bersama neneknya untuk menjual ikan.
Tetapi Rosemary meskipun ia kadang mengeluh tetapi ia tetap bersemangat lagi. Setiap hari ia beristirahat di taman bunga-bunga di atas gunung, setiap hari ia naik gunung hanya untuk melepas sedih dan lelahnya. Melihat kumpulan bunga yang bermekaran dan bewarna warni saja bisa menyenangkan hatinya kembali.
Disana Rosemary bisa menjadi dirinya sendiri sepenuhnya, pulang dari sana Rosemary selalu membawa beberapa petik bunga mawar untuk dia rawat di kamarnya. Suatu hari Rosemary benar-benar merasa sangat lelah dan putus asa, dia baru sadar melakukan hal seperti ini setiap harinya sangat membosankan. Ia menginginkan hidupnya lebih berwarna.
Tapi disisi lain ia juga tidak tega melihat kakek dan neneknya yang sudah tua itu harus berkerja sendiri, kadang Rosemary merasa bersalah karena melihat nenek dan kakeknya harus berkerja di usianya yang seharusnya tinggal menikmati hidup, berkerja demi dirinya dan keluarganya.
__ADS_1
Dia terkadang juga sedih di waktu ia berkerja dengan keras, dia melihat anak-anak yang sedang bermain tanpa memikirkan beban di hari esok, karena ia sangat kesal di hari itu..., Rosemary hanya mengantarkan ikan sampai depan rumahnya dan dia pergi, neneknya bingung kenapa Rosemary tidak ada. Dan neneknya berfikir bahwa Rosemary sudah ke pasar duluan dengan membawa setengah dus ikan.
Tetapi ternyata Rosemary pergi naik gunung untuk ke taman bunga di gunung. Disana ia menangis dengan hati yang sangat sedih, tangisannya membuat siapapun yang mendengarnya menjadi iba dan ikut sedih. Dia juga sangat menyesali hidupnya yang seperti ini.
Ayahnya sudah menikah lagi dan mempunyai anak, mempunyai keluarga baru dan tidak lagi mempedulikan Rosemary..., begitu juga dengan ibunya. Karena air mata Rosemary sangat deras hingga membasahi tanah dan menumbuhkan benih tanaman kecil. Rosemary terkejut awalnya, tetapi dia senang bisa menumbuhkan bunga kecil, dia pun yang awalnya sedih mulai tertawa dan menghapus airmata nya.
Setiap hari Rosemary datang untuk menyiram dan merawat tanaman yang ia tumbuhkan. Singkat cerita sebulan telah berlalu, tanaman itu sudah besar dan tumbuh tinggi setara dengan tinggi Rosemary sendiri. Ternyata itu adalah tanaman bunga mawar, terlihat dari bentuk daun dan bentuk pohonnya. Tetapi yang aneh kenapa setelah beberapa lama dia tidak berbunga? Hanya bunganya saja yang makin lebat.
Suatu hari, terjadi hujan badai yang sangat kuat dan lebat di desa Rosemary tinggal. Di tengah-tengah badai ada seseorang yang mengetuk pintu rumah Rosemary dari luar, Rosemary membuka pintu dan menemukan itu adalah tetangganya yang biasanya ikut melaut. Saat Rosemary bertanya ada perlu apa, bapak itu menjawab jika kapal yang ditumpangi oleh kakek Rosemary tenggelam karena ombak laut yang kuat.
Belum sempat Rosemary terkejut, neneknya yang berada di belakangnya sudah mendengar semuanya dan pingsan di tempat. Singkat cerita, jasad dari kakek Rosemary dan semua korban telah ditemukan, Rosemary sangat sedih di pemakaman kakeknya..., apalagi melihat neneknya yang menangis dan menggila di depan kuburan kakeknya. Rosemary yang tidak tahan langsung keluar dan berlari menuju tempat yang selama ini membuat dia nyaman.
Tiba di atas gunung, meskipun telah melihat kumpulan bunga-bunga. Rosemary tidak dapat merasakan lagi perasaan lega yang biasa dia rasakan, ia bertanya-tanya mengapa ini terjadi? Apa lagi yang bisa membuatnya merasa tenang selain tempat ini..., kemudian Rosemary tertawa dengan aneh, dia tertawa tetapi dia juga menangis. Kemudian Rosemary menghancurkan taman bunga-bunga, yang awalnya indah sekarang terlihat kacau.
Tersisa lah satu tanaman, yaitu tanaman yang ia tumbuhkan. Rosemary berkata "Percuma saja jika kamu tidak berbunga, akan ku buat kamu seperti mereka juga agar kamu tidak merasakan bagaimana rasanya nanti jika bungamu telah diambil cantiknya oleh serangga liar." ujar Rosemary.
Rosemary memegang tanaman itu dengan kuat, padahal tanaman itu memiliki duri. Tangan Rosemary tertusuk duri duri yang tajam, masuk dalam daging telapak tangan Rosemary. Rosemary tidak peduli dan dia mencoba mencabut sekuat tenaga.
__ADS_1
Tidak kunjung berhasil karena terasa sangat berat, seperti telah di lem dengan tanah. Tetapi darah Rosemary tetap mengalir dari tangannya mengalir ke bawah hingga ke tanah dan sepertinya mengenai akar dari tanaman mawar itu, dan kemudian sesuatu hal yang mengejutkan.
Tumbuh 7 tangkai bunga, bunga mawar biru yang mekar dan cantik. Tetapi aromanya sangat tidak sedap dan amis seperti bau darah."