For a Freedom

For a Freedom
YINNE : FOR FREEDOM (32)


__ADS_3

"Kamu hanya menggunakan pakaian biasa? Maksud ku..., ini terlalu biasa untuk acara ini. Ya..., kau pasti paham maksud ku." ucap Wendy sambil menunjuk-nunjuk pakaian yang dikenakan Vallene.


Meskipun dia terlihat cukup menarik dan terlihat sedikit cantik, setidaknya gunakan pakaian yang pantas dong! Lagi pula kalau dia benar-benar kerabat putri Vallice, menurut ku..., mereka terlihat berbeda jauh? Lagi pula kalau benar iya, kan dia tampil glamor.


"Maaf? Berarti anda menyebut gaun ini murah? Ups, otomatis anda mengejek keluarga Duke Vantreh sebagai bangsawan...,


....


Miskin?" jawab Vallene dengan tatapan tajamnya, membuat Wendy terkejut karena Wendy tidak menyangka Vallene mengaku sebagai putri Duke Vantreh yang sangat berkuasa di negara besar, yaitu Kavleh.


Di-dia... adalah putri Vantreh? A-apa?


"Maaf..., aku ti-tidak bisa mengenal beberapa perhiasan yang ada di gaun mu. Senang bertemu dengan anda," ucap Wendy dengan gagu, ia juga menjadi agak ramah dan tersenyum kepada Vallene. Walaupun Vallene tau itu adalah senyum yang tidak tulus.


Ah benarkah? Kenapa aku tiba-tiba berucap seperti ini...!!! Bagaimana jika dia tau aku menipunya, tapi..., seru sekali melihatnya yang tertekan, seperti ini.


"Tidak apa, hal seperti itu memang biasa dilakukan oleh orang yang kekayaannya dibawah 500.000.000.000 lox." ujar Vallene dengan nada merendahkan dan ekspresi mengejek.


Berapa banyak uang itu?!!! Aku benar-benar berurusan dengan orang yang salah, negara Kavleh kan sangat banyak berdirinya tembang emas dan minyak di seluruh dunia!


"Hahahaha...." Wendy tertawa memaksa.


Eh ternyata Nona Vallene ini adalah putri dari Duke Vantreh? Wow! Aku tidak menyangka, tetapi kenapa ia menyembunyikan identitasnya?


"Valle-" Kha' hendak berbicara dengan Vallene tetapi ucapannya di potong oleh Wendy, Kha' langsung di seret pergi oleh Wendy menjauhi Vallene sebelum Kha' bisa ngobrol dengan Vallene.


"Ahh! Senang bertemu dengan mu, aku tidak menyangka anda tau banyak hal tentang saya. Ehh, saya dan adik pamit pergi ya." cuap Wendy yang terburu buru kabur.


Apa? Sekuat itu aku menggunakan nama bangsawan Kavleh untuk membungkam mulut sadis mereka? Hehehe, lucu juga. Eh apakah justru aku keterlaluan ya?


"Aku harap putra atau putri, nona muda atau tuan muda dari bangsawan Kavleh tidak menghadiri acara ini." bisik Vallene yang pasrah, memohon kepada yang maha kuasa agar dia tidak terjerat masalah rumit.


...


"Hei, kenapa kau berharap seperti itu? Aku menghadiri acara ini lho."


Dari samping ada seseorang yang berbicara dengan Vallene, ia sepertinya mendengar ucapan Vallene. Membuat Vallene terdiam keringat dingin.


Phew! Mampus!


"Maaf, kamu berbicara dengan ku?" ucap Vallene kepada anak itu dengan wajahnya yang menghindari tatapan langsung dengan anak itu.


Ehh? Apa kurang jelas?


"Aku dengar apa yang katakan..." jawab anak itu.

__ADS_1


Hahaha, mati aku. Kira-kira apa ya hukuman bagi seseorang yang mengaku sebagai putri bangsawan Kavleh?


"Hehehe" Vallene mencoba untuk tertawa untuk mencairkan suasana.


Dia susah ditebak ya.


"Emm, ngomong-ngomong..., siapa namamu? Aku belum pernah melihat mu sebelumnya." ucap anak itu.


Aku ini adik mu kak.


"Hai, namaku adalah Vallene..., senang bisa bertemu dengan... mu?" ujar Vallene.


Aku tidak mempunyai adik.


"Ah Vallene, Aku juga senang bertemu dengan mu. Perkenalkan namaku Vantreh Kanha," jawab Kanha.


Yang benar saja, langsung muncul didepan ku huhuhu.


"Tuan muda Kanha..., ka-kamu ingin mengambil gelas ya?" ujar Vallene.


"Iya, dan..., bisakah kamu memanggil ku Kanha saja?Aku ingin kita lebih akrab." ujar Kanha dengan malu-malu.


Hah? Situasi macam apa ini? Benar kata Kenneth, mereka ini sulit di pahami.


"Oh jika begitu, baiklah..., dan ini.... Minuman untuk Kanha!" ujar Vallene sambil memberikan segelas minuman kepada Kanha.


Emm, dia t-tersenyum kepadaku? Ahh, dia manis..., ku rasa....


"Ini adalah minuman khas Luria lho! Terbuat dari berry dan beberapa buah lain. Rasanya sedikit asam, tetapi juga akan terasa manis! Walaupun tidak menggunakan gula!" ujar Vallene.


Disana Vallene menjelaskan panjang lebar tentang minuman itu, tetapi Kanha hanya mengangguk-angguk saja. Ia tidak fokus karena sibuk menatap wajah Vallene yang cantik dan manis, apalagi saat dia mengoceh ceria, itu membuat Kanha semakin tertarik.


Dia lucu ya haha!


"Hei Kanha! Kenapa tiba-tiba kamu tertawa sendiri seperti itu? Kamu dengar aku tadi bicara apa saja kan?" ujar Vallene.


Ehh? Aku ini...! Ada apa dengan ku! Perasaan macam apa ini!


"Ti-tidak apa-apa kok! Ya! Aku dengar!" ujar Kanha dengan gagap.


Kanha kemudian langsung mengambil minuman dan segera meminumnya.


"Ah ini memang enak dan menyegarkan ya!" ujar Kanha.


"Apa ku bilang! Hah, itu bahkan tak sebanding dengan minuman buatan ku!" ujar Vallene.

__ADS_1


Hahaha, dia lucu.


"Ah benarkah? Apa nama minuman ini?" tanya Kanha.


"Berrymone" jawab Vallene.


"Eh Kanha, kamu mengenal anak itu kah?" seru Vallene.


"Siapa? Yang mana?" jawab Kanha melihat kearah orang banyak.


Kemudian Vallene maju selangkah mendekat ke Kanha, Vallene menunjuk kecil dengan jari telunjuknya. Ia menunjuk kearah Levan Shopine.


"Itu adalah, kaisar muda Shopillia Timur? Astaga aku tidak menyangka dia bakal hadir di acara ulangtahun seperti ini!" seru Kanha dengan terkejut.


"Hah? Memangnya kenapa?" tanya Vallene kepada Kanha.


Apa spesialnya dia? Dimata ku dia adalah laki-laki yang sedikit kasar, ya meskipun itu terjadi kepada Wendy dan membuat ku sedikit puas. Tetapi itu kan tidak boleh.


"Vallene, dia itu adalah putra semata wayangnya kaisar Shopine sebelumnya. Ayahnya dikabarkan meninggal disaat Tuan Levan masih kecil, akhirnya dia menjadi kaisar saat umurnya masih 8 tahun.


Aku dengar sih, dia orangnya sangat tegas dan emm..., ya..., aku tidak mau berbicara buruk tentang dia. Kau tau lah apa maksudku." ujar Kanha.


Jadi dia itu adalah orang penting? Dan juga keberadaannya disisi adalah suatu keajaiban?


"Begitu ya...," jawab Vallene dengan tatapan tidak menyangka.


"Jadi dia sekarang hidup dengan permaisuri saja ya?" ujar Vallene.


"Vallene, kamu benar-benar tidak tau keluarga Kerajaan Shopillia Timur?" ujar Kanha.


"Iya, sedikit sulit mengakses informasi tentang negara itu." jawab Vallene.


"Hmm memang benar, tetapi kabar yang beredar ibunda dari Laven..., tidak diketahui." jawab Kanha dengan ekspresi serius.


"Ah berita itu! Aku pernah membacanya, tetapi beberapa hari kemudian keberadaan koran atau buku yang membahas hal tersebut menghilang begitu saja." ujar Vallene.


"Ah benar, lebih baik kita tidak perlu ikut campur. Ngomong-ngomong kenapa kamu bertanya tentang dia? Kamu..., tertarik ya?" Kanha mengejek.


Aku harap tidak, tolong ku mohon! Vallene!


Eh kenapa wajahnya seperti 'berharap'.


"Apa-apaan sih, mana mungkin! Aku hanya merasa tidak nyaman karena dia tadi beberapa kali menatap ku dengan aneh dari jauh. Wajar dong bila aku takut, apalagi identitasnya...!" ujar Vallene yang pasrah.


"Hmm sepertinya itu ya heheh." ucap Kanha sambil tertawa kecil.

__ADS_1


"Eh Vallene, lihat itu adalah Nona Vallice. Dia sedang berdansa di tengah, semua mata berpusat kepada mereka. Dengan siapa Nona Vallice berdansa?" ujar Kanha.


"Dia bersama Kenneth," ujar Vallene, Vallene juga terpukau dan terdiam kagum melihat Vallice dan Kenneth.


__ADS_2