FROM ROOMMATE TO SOULMATE

FROM ROOMMATE TO SOULMATE
Bab 12


__ADS_3

Bab 12


"Ada apa ini?" tanya Jora dan berusaha menengahi persoalan yang ada di antara Lavia dan Rocco.


"Aku baru mengenalnya beberapa hari dan ini terkait masalah keluargaku. Aku ingin pergi dari sini tapi dia menahanku," jawab Lavia.


"Begini, lebih baik kau pergi besok pagi saja karena ini sudah malam," ucap Jora.


"Tapi aku ingin pergi sekarang," jawab Lavia keras kepala.


"Dengan menginap di hotel? Akan berbahaya bagimu untuk pergi sendiri di tengah malam seperti ini," ucap Jora.


"Aku bisa ke hotel di seberang apartemen ini. Yang pasti aku tak ingin berada di sini karena aku tak punya urusan di sini," jawab Lavia.


"Itu artinya kalian sedang bermasalah. Apakah Rocco mencampakkanmu?" tanya Jora yang memang benar-benar tak tahu masalahnya.


"Kami sama sekali tak terlibat hubungan apa pun," ucap Lavia.


"Tapi aku melihat kalian sedang tidur di atas ranjang dengan baju gaunmu yang sudah sobek tadi. Tak mungkin jika kalian tak ada hubungan apa pun," kata Jora.


"Ada apa ini? Siapa yang tidur di atas ranjang berdua?" tanya Velvet -- mommy Rocco yang ternyata baru tiba di apartemen Rocco.


"Mom? Ada apa kemari?" tanya Rocco.


"Mommy ada urusan dengan Jora. Wait, jawab pertanyaan mommy ada apa ini dan siapa gadis ini?" tanya Velvet mendekati Lavia dan melihat penampilannya yang berantakan dan bajunya sobek.


"Rocco, apa yang kau lakukan padanya? Kau berusaha memperkosanya?" tanya Velvet dan tampak marah pada Rocco.


"Apa? Tentu saja tidak," sahut Rocco.


Lavia melihat semua itu dan semakin bingung dibuatnya karena masalah ini semakin runyam dan menjadi di luar kendali mereka.


"Ada apa? Mengapa kau berteriak, Sayang?" tanya Damon -- daddy Rocco yang ikut masuk.


"Ya Tuhan ... Ada apa ini? Apakah ini pertemuan keluarga?" tanya Rocco.


"Daddy ceritakan semuanya pada mommy," ucap Rocco pada sang daddy.


"Apa yang harus daddy ceritakan?" tanya Damon balik.


"Daddy bercanda? Daddy tahu siapa dia," jawab Rocco.


"Ya, kau bilang kau ingin mendekatinya dan membuatnya bekerja di perusahaan untuk menahannya di sini," jawab Damon.


"Apa yang daddy bicarakan?" tanya Rocco tak habis pikir.


"Jadi kau menyukainya dan memaksanya untuk tinggal di sini, Rocco?" tanya Velvet marah.


"Itu yang mambuatmu melakukan hal ini padanya hingga bajunya sobek seperti ini?" tanya Velvet lagi.

__ADS_1


"Mom ...," sahut Rocco.


"Begini, ini tak seperti yang kalian pikirkan. Apa yang terjadi pada kami hanyalah salah paham," kata Lavia.


Lalu Velvet mendekati Lavia dan melihat lehernya yang memerah akibat dicekik Sammy tadi.


"Lehermu merah, Sayang. Dan kalian bilang tak ada apa pun di antara kalian?" tanya Velvet,


"Ini memerah bukan karena hal itu," ucap Lavia.


"Sejauh mana hubungan kalian?" tanya Velvet.


"Mom, sudah kubilang kami tak ada hubungan apa pun," sahut Rocco.


Lavia mengangguk seakan meng-iya-kan pernyataan Rocco.


"Kau pikir mommy percaya? Mommy tak pernah suka jika kau berhubungan bebas dengan banyak wanita, Rocco. Dan mommy ingin ini adalah yang terakhir," jawab Velvet.


"Oh my God. Mom, please ... Jangan mendramatisir hal ini," kata Rocco yang seakan tahu ke arah mana topik ini akan berlanjut.


"Begini, Aunty. Kami memang tak berhubungan sama sekali," ucap Lavia.


"Tapi aku tadi melihat mereka sedang bermesraan di atas ranjang, Mom. Dan Rocco ada di atas tubuhnya," kata Jora menimpali.


"Itu karena kami baru saja bertengkar dan berkelahi. Dia membantingku ke ranjang dan menindihku," sahut Lavia yang justru membuat alasan Velvet semakin kuat untuk mengikat mereka berdua.


"Kau membantingnya, Rocco? Oh my God," ucap Velvet terkejut.


"Lalu apa mau mommy sekarang?" tanya Rocco.


"Nikahi dia," ucap Velvet.


"Mom, are you serious?" sahut Rocco terkejut mendengar pernyataan sang mommy.


"Kami tak mungkin menikah karena kami baru saja saling mengenal," ucap Lavia.


"Lihat ini," ucap Jora dengan menunjukkan berita di laman internet di mana Lavia dan Rocco tampak berjalan bersama masuk ke dalam hotel.


"Kau diawasi, Rocco. Dan seharusnya kau tahu hal itu," ucap Velvet.


"Dad, tolong aku," kata Rocco melihat ke arah Damon seakan meminta bantuan.


"Semua keputusan ada di tangan mommy," sahut Damon mengedikkan bahunya.


"Ya Tuhan. Situasi gila macam apa ini? Aku tak mungkin menikahinya, Mom," ucap Rocco menunjuk ke arah Lavia.


"Kau pikir aku mau menikahimu?" sahut Lavia pada Rocco.


"Kau tak pernah membawa pacar-pacarmu sebelumnya ke hotel dan kini kau tertangkap basah oleh wartawan di hotel bersama seorang wanita, Rocco. Reputasi daddy dipertaruhkan," sahut Jora.

__ADS_1


"Ini tak masuk akal, hentikan drama ini. Ini masalah sepele dan kalian membesarkannya," sahut Rocco.


"Ikuti perintah mommy atau mommy tak akan pernah bicara denganmu lagi," ucap Velvet memberi ultimatum.


"Kalian sengaja menjebakku, kan?" sahut Rocco.


"Tak ada gunanya menjebakmu," jawab Velvet.


Rocco memegang kepalanya yang tak pusing.


"Jora, kau tidur di mansion saja malam ini," ucap Velvet dan keluar dari kamar begitu juga dengan Damon.


"Ada apa dengan mereka?" gumam Rocco yang benar-benar tak mengerti drama ini.


"Ini semua karena mu," ucap Lavia akhirnya.


Rocco melihat ke arah Lavia.


"Kau menyalahkanku? Ini semua karenamu dan Sammy. Dan akhirnya menjadi rumit seperti ini," sahut Rocco.


"Apa?? Seandainya sejak tadi kau membiarkanku pergi, hal ini tak akan terjadi. Menikah denganmu? itu impossible," kata Lavia sinis.


"Kau pikir aku mau menikah dengan wanita bar-bar sepertimu?" ucap Rocco yang terpancing emosinya.


"Kau mengatakan aku bar-bar? Kau yang tadi menahanku, Tuan Rocco yang terhormat. Atau kau memang menyukaiku?" sahut Lavia.


Rocco tertawa dan mendekati Lavia.


"Aku? Menyukaimu?" ucap Rocco memandang tajam mata Lavia.


Kini mata mereka saling bertautan tajam seakan sebilah pisau yang siap mengiris.


"ROCCO!!! Besok siapkan pertunangan kalian. Mommy dan daddy akan mengadakan konferensi pers," ucap Jora yang tiba-tiba muncul lagi dari balik pintu.


"APA??!!" sahut Rocco dan berbalik lalu keluar dari kamarnya.


"Di mana mommy?" tanya Rocco pada Jora yang berjalan ke arah pintu.


"Sudah ada di bawah bersama daddy. Bye, Calon pengantin," ucap Jora tersenyum smirk.


"Apa mereka gila? Ini sebuah penjebakan. Aku akan gila jika harus menikah dengan wanita bar-bar itu," gumam Rocco dengan kedua tangan yang berkacak pinggang.


"Apa kau bilang????" sahut Lavia di belakang Rocco.


Rocco berbalik dan melihat Lavia.


"Kerumitan ini semua karenamu. Hidupku menjadi berantakan karenamu," ucap Rocco dan berjalan menuju ke kamarnya.


Lavia terlihat marah dan kesal atas perkataan Rocco itu.

__ADS_1


"YA, AKU AKAN MEMBUAT HIDUPMU LEBIH BERANTAKAN DENGAN MENJADI ISTRIMU, TUAN ROCCO ROBERT!!! TUNGGULAH ... KESENGSARAANMU AKAN TIBA SEBENTAR LAGI!!" teriak Lavia kesal dan seakan menantang.


__ADS_2