FROM ROOMMATE TO SOULMATE

FROM ROOMMATE TO SOULMATE
Bab 25


__ADS_3

Bab 25 (LavCo)


Rocco masih memeluk Lavia dan Lavia membalas pelukan itu dengan melingkarkan tangannya di pinggang Rocco.


"Maaf," ucap Lavia berbisik.


Rocco tak mengatakan apa pun dan masih memeluk Lavia.


"Adakah yang bisa kubantu?" tanya Rocco.


Lavia menggeleng di dalam pelukan Rocco.


Lalu Lavia melepaskan pelukannya dan kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya.


"Bersiaplah karena setelah ini kita akan pergi bertemu aunty," ucap Lavia.


"Hmm," sahut Rocco berbalik dan berjalan menuju kamarnya.


"Aku akan pergi dari sini setelah kita bicara pada aunty," lanjut Lavia dan menghentikan langkah Rocco.


Lavia mengeringkan tangannya menggunakan tisu dan berbalik menuju kamarnya.


"Kau bisa tetap tinggal di sini jika kau mau. Dan kau bisa bekerja di perusahaan," ucap Rocco.


"Tidak perlu, aku akan kembali ke Australia," jawab Lavia tersenyum dan melewati Rocco.

__ADS_1


Rocco menahan tangannya hingga mereka saling berhadapan.


"Bukankah ini yang kau inginkan, Rocco? Bantu aku mengambil hakku dari Sammy, lalu aku tak akan muncul lagi di hadapanmu lagi," ucap Lavia.


"Hanya itu yang kau inginkan?" tanya Rocco.


"Ya, setidaknya aku bisa melihat mereka tak memiliki apa pun dan hidup miskin," jawab Lavia.


Rocco masih melihat ke arah Lavia.


Lavia melepaskan tangan Rocco dan masuk ke dalam kamarnya.


"Ada apa denganku? Seharusnya aku merasa lega, bukan?"gumam Rocco berbisik pada dirinya sendiri.


*


*


"Apa? Kalian tak jadi menikah?" sahut Velvet yang wajahnya tampak kecewa dengan keputusan Rocco dan Lavia.


"Maaf, Aunty. Tapi ini sebuah kesalah pahaman dan aku tak mau membuat semuanya menjadi semakin rumit. Jadi aku tak bisa melanjutkan rencana pernikahan ini. Jika aunty ingin aku konsferensi pers, maka aku akan melakukannya," ucap Lavia menunduk.


Velvet masih terdiam dan Damon hanya mengikuti apa pun keputusan sang istri nantinya.


"Baiklah jika itu keinginan kalian berdua. Mommy juga tak bisa memaksakan ini. Tapi bisakah kau tetap tinggal bersama Rocco, Lavia?" ucap Velvet memegang tangan Lavia.

__ADS_1


"Aku akan kembali ke Australia, Aunty," sahut Lavia.


"Hanya itu keinginanku. Aku ingin kau tetap tinggal di kota ini agar aku bisa lebih mengawasimu," ucap Velvet.


"Aunty terlalu baik padaku. Tapi aku bisa menjaga diriku sendiri karena sebelumnya aku selalu mandiri dan tinggal sendiri," jawab Lavia.


"Karena itulah aunty tak ingin kau pergi kembali ke Australia," sahut Velvet.


"Aunty mengenal ibumu dulu dan itu kuketahui ketika kami menyelidiki latar belakangmu," ucap Velvet.


Lavia masih diam dan mendengarkan cerita Velvet.


Rocco dan Damon juga ikut mendengarkan cerita Velvet.


"Kami pernah masuk ke dalam penjara anak ketika masih remaja. Kau pasti tak tahu tentang cerita ini, bukan? Karena ini masa lalu yang kelam bagi kami. Rocco bahkan tak tahu cerita ini karena aku dan suamiku tak pernah membahas hal ini sama sekali," lanjut Velvet.


"Dia lebih dulu keluar dari pada aku. Tapi ketika aku keluar, aku kehilangan jejaknya karena dia pindah ke luar negeri setelah neneknya meninggal. Menemukanmu begitu membuat aku terharu karena setidaknya aku masih bisa meneruskan niatku untuk membantunya melalui dirimu," ucap Velvet.


"Apakah dia begitu menyedihkan dulu?" tanya Lavia dengan suara tercekat.


Velvet masih menggenggam tangan Lavia.


"Semua orang pasti pernah memiliki masa-masa terkelam dalam hidupnya," sahut Velvet.


"Tapi tidak dengan dia, kurasa semasa hidupnya hanya ada kegelapan tanpa ada sinar sama sekali," ucap Lavia.

__ADS_1


__ADS_2