
Bab 15
Rocco merasakan balasan ciuman dari Lavia dan segera melepas tautan bibirnya.
"Kau gila, Lavia," ucap Rocco.
Lavia tersenyum smirk.
"Aku wanita ambisius dan mendapatkanmu adalah hal yang sangat mudah untuk kulakukan. Dengan menikahimu, mungkin sedikit menaikkan derajatku. Aku tak menyangka orang tuamu begitu memudahkan jalanku," sahut Lavia.
Rocco beranjak berdiri dari tubuh Lavia dan berjalan menuju pintu kamar. Rocco keluar dari sana dan meninggalkan Lavia sendirian di dalam kamar.
"Aku tahu ini dimulai dengan sesuatu yang tak benar. Tapi setidaknya, menikahimu bukan lah hal yang buruk bagiku dan justru menguntungkanku. Selamat terjebak denganku, Tuan," gumam Lavia tertawa pelan.
*
Rocco melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan ia akan menemui orang tuanya untuk masalah ini.
Sesampainya di mansion orang tuanya, Rocco pun langsung berbicara to the point pada Damon dan Velvet.
"Aku tak bisa meneruskan hal konyol ini," kata Rocco.
"Kau harus tetap melanjutkannya," jawab Velvet yang duduk tenang di sofa bersama sang suami.
"Mom, kami sama sekali tak saling mengenal. Dia memanfaatkan pernikahan ini untuk menyakiti seseorang. Aku tak akan menuruti apa pun kata mommy. Aku masih punya otak yang waras untuk menghentikan hal gila ini," sahut Rocco dan berbalik keluar dari mansion.
"Kita sudah melakukan konferensi pers, Rocco!!" ucap Velvet.
Rocco menghentikan langkahnya dan menoleh pada Velvet serta sang ayah.
"Aku tak peduli dengan hal itu. Dan sejak kapan mommy peduli dengan berita-berita miring tentangku di luar sana? Yang pasti aku tak akan menikahinya. Titik," sahut Rocco dan pergi dar mansion.
Velvet dan Damon melihat kepergian Rocco yang emosinya sedang memuncak itu.
"Kau yakin mereka akan menikah, Sayang?" tanya Damon.
"Hmm, mereka pasti menikah meskipun mungkin jalannya sedikit sulit," jawab Velvet.
"Mengapa kau begitu ingin menikahkan mereka? Biarlah Rocco memilih apa yang diinginkannya. Kau tahu kan dia tak suka dipaksa," sahut Damon.
"Dia anak Alesa, Sayang. Aku harus melindunginya. Hidupnya selalu sulit sejak dulu. Aku kehilangan kabar tentangnya dan baru tahu ketika kau memberitahu asal usul Lavia kemarin," jawab Velvet.
(Siapa Alesa? Ada di novel 'Fighting girl vs badboy' bab 35)
"Kita bisa mengangkatnya sebagai anak kita jika kau ingin melindunginya. Tak perlu menikahkannya dengan Rocco," sahut Damon.
"Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Aku juga ingin cepat melihat Rocco menikah. Dia sudah semakin menua di saat teman-temannya yang lain sudah sibuk dengan keluarganya, tapi dia masih terlalu sibuk dan asyik dengan status single-nya. Rocco terlalu flamboyan dan aku tak suka hal itu. Entahlah menurun dari siapa sikapnya itu," ucap Velvet seakan menyindir seseorang.
__ADS_1
"Bukan aku pastinya. Kau tak ingat bahwa aku sangat cinta mati padamu dulu sampai menunggumu dewasa?" sahut Damon.
"Sebelum bertemu denganku, kau seorang playboy, Honey," ucap Velvet.
"Itu berbeda, Baby. Oh my, kita membicarakan Rocco, bukan diriku," jawab Damon memeluk Velvet yang terlihat masih awet muda dan bugar di usianya yang sudah setengah abad lebih.
"I love you," ucap Velvet mencium bibir Damon.
"I love you too, Baby," sahut Damon.
"Jadi kita akan ada di sini sampai mereka menikah?" tanya Damon.
"Ya, kita akan mengawasinya dari jauh saja. Aku yakin Lavia bisa menaklukkan Rocco," jawab Velvet.
"Mengapa kau begitu yakin?" tanya Damon.
"Aku hanya yakin saja. Dia tipe wanita yang tak gampang diintimidasi. Wanita seperti itulah yang dibutuhkan Rocco," jawab Velvet.
"Tapi jangan memaksa mereka jika memang tak ada kecocokan di antara mereka. Biarlah mereka mengambil keputusan sendiri pada akhirnya," ucap Damon.
"Hmm, aku tahu hal itu. Untuk sementara mereka akan saling mengenal dengan tinggal di apartemen yang sama, bukan?" sahut Velvet.
Damon hanya mengangguk mengikuti alur yang sudah dibuat oleh Velvet untuk sang putra tercintanya.
*
*
"Nona, apakah anda ingin makan siang?" tanya seorang pelayan.
Lavia tersenyum dan mengangguk.
"Baiklah, aku akan menyiapkannya," jawab pelayan itu.
"Ada berapa pelayan di rumah ini, Bi?" tanya Lavia sembari mengikuti pelayan itu ke dapur besar.
"10 orang, Nona. Akan bertambah jika keluarga Robert mengadakan sebuah pesta di sini," jawab wanita paruh baya itu.
Lavia mengangguk dan mengedarkan pandangannya ke area kastil yang menurutnya sangat mengagumkan.
"Aku Lavia, siapa nama bibi?" tanya Lavia.
"Sonya," jawab wanita itu.
"Sudah lama bibi kerja di sini?" tanya Lavia.
"Ya, sejak Tuan dan Nyonya Robert masih muda," jawab sang pelayan.
__ADS_1
"Keluarga mereka sangat besar?" tanya Lavia.
"Hmm, Tuan Damon memiliki 3 saudara dan keturunan mereka banyak yang kembar termasuk Nona Jora dan Tuan Rocco. Tuan Damon pun kembar," sahut wanita itu.
Lavia hanya mengangguk mendengar cerita Sonya.
"Apa yang bibi masak hari ini?" tanya Lavia.
"Banyak makanan," sahut Sonya.
"Nanti kita makan di area taman saja karena kulihat di sana sangat rindang," kata Lavia.
"Nanti kami akan mengantarkan makanan ke sana, Nona. Tunggulah di sana," jawab Sonya.
"Tidak, aku ingin membantu bibi di sini. Aku tak ada pekerjaan lain. Pria itu membuangku kemari," sahut Lavia.
"Kalian bertengkar?" tanya Sonya.
"Ya, sedikit. Bibi ada saran? Apa yang harus kulakukan untuk melunakkan hatinya?" tanya Lavia serius.
Sonya tertawa pelan.
"Kau adalah wanita yang menyenangkan, Nona. Jadi Tuan Rocco tak mungkin marah padamu terlalu lama," jawab Sonya tersenyum.
"Apakah dia suka wanita seksi? Maksudku, dia pernah membawa wanita kemari?" tanya Lavia.
"Tidak, hanya keluarga Robert saja yang kemari. Dan nona termasuk keluarga Robert juga jika Tuan Rocco membawa nona kemari," jawab Sonya.
Lavia tersenyum mendengar hal itu.
"Keluarga? Jadi aku termasuk dalam keluarga Robert sekarang? Begitu kah menurut bibi?" tanya Lavia seakan ingin meyakinkan pernyataan Sonya.
"Ya, Nona. Nyonya Velvet sudah memberitahuku tentang hal ini tadi. Kau akan menjadi bagian dari anggota keluarga ini. Mereka keluarga yang sangat baik," jawab Sonya.
"Ya, kurasa aku sangat beruntung bisa masuk ke dalam keluarga ini," ucap Lavia kembali tersenyum.
Sonya melihat ke arah Lavia yang memang wajahnya penuh senyum dan ramah.
"Kau sangat cantik, Nona," kata Sonya.
"Terima kasih," jawab Lavia dan ikut membantu Sonya menyelesaikan masakannya meskipun di sana ada dua pelayan yang juga membantunya.
Setelah setengah jam kemudian, Lavia menuju ke arah area taman belakang untuk makan siang. Karena Sonya memasak banyak makanan, makan Lavia mengajak semua pegawai mansion kastil itu ikut makan siang bersamanya.
Mereka duduk di atas karpet besar yang dibeberkan di atas rumput taman.
Lavia mengobrol semua pegawai di sana dan berkenalan dengan mereka semua. Sifat supel Lavia membuat para pegawai tak canggung mengobrol dengan Lavia meskipun mereka baru pertama kali bertemu dan status Lavia yang sebentar lagi akan menjadi istri Rocco.
__ADS_1