
Bab 31 (Rocco Lavia)
Ponsel Lavia berdering di jam 10 malam dan dia pun langsung mengangkatnya.
"Ada apa, Rocco?" tanya Lavia.
"Kau dijemput jam berapa?" tanya Rocco.
"Aku menginap di sini saja," jawab Lavia.
"Tak bisa. Besok pagi kita akan makan pagi bersama di mansion mommy," jawab Rocco.
"Kalau begitu jemput pukul dua saja," jawab Lavia.
"Itu terlalu malam," kata Rocco.
'"Kalau begitu tak perlu dijemput. Besok pagi aku akan meminta Reese untuk mengantarku ke mansion aunty," jawab Lavia.
"Tidak, aku akan tetap menjemputmu nanti, bye," sahut Rocco dan menutup sambungan teleponnya.
"Aaahh ... Kalian romantis sekali. Pasti Tuan Rocco tak ingin terlalu lama pergi darimu, ya kan?" Kata Sophia.
Lavia hanya tersenyum saja dan kemudian melanjutkan acara pesta itu dengan makan dan mengobrol saja.
Lavia senang karena mendapat teman-teman baru yang meneyenangkan seperti mereka.
*
Rocco tampak mengetuk pintu rumah Reese dan ibu Reese yang membukanya.
__ADS_1
"Tuan Robert? Anda ingin menjemput Nona Lavia?" tanya wanita paruh baya itu.
"Ya, Bibi. Di mana dia?" tanya Rocco.
"Acaranya berlangsung di lantai dua. Aku akan panggilkan dulu," sahut pria itu.
"Apakah aku boleh langsung menyusulnya ke lantai dua?" tanya Rocco.
"Maaf, tapi mereka sedang memakai baju sedikit tak sopan," jawab wanita itu tersenyum.
"Baiklah kalau begitu. Aku tunggu di sini saja," kata Rocco.
Lalu Rocco dipersilahkan oleh sang tuan rumah untuk menunggu di ruang tamu.
Dan di saat yang bersamaan, Lavia turun bersama Reese karena mereka akan mengambil kue di kulkas.
"Lavia, kebetulan sekali. Tuan Rocco sudah menjemputmu," kata ibu Reese.
"Ini masih jam 11, mengapa kau sudah datang?" tanya Lavia yang mulai memundurkan langkahnya untuk kabur dari Rocco.
Rocco bergerak cepat dan berlari menangkap Lavia yang sudah berbali menuju ke atas lantai dua lagi.
"NO NO NO!!" teriak Lavia yang paling tak suka dikejar karena dia merasa dikejar oleh hantu.
HAP ...
Tangan kekar Rocco merengkuh perut Lavia dan menentengnya dengan begitu mudahnya.
"I got you, Bad Girl," gumam Rocco.
__ADS_1
Beberapa teman Lavia mengintip dari balik pintu dan tertawa geli melihat adegan itu.
Ibu Reese hanya tersenyum melihat hal itu dan mempersilahkan Rocco membawa tunangannya.
Lavia hanya bisa diam saja karena merasa kesal dengan perbuatan Rocco yang merusak kesenangannya itu.
"Aku pergi dulu, Bi," jawab Rocco yang masih menggendong Lavia di bahunya.
"Hati-hati di jalan, Tuan," sahut wanita paruh baya itu.
Rocco menarik rok Lavia yang naik ke atas hingga hampir terlihat pakaiaan dalaamnya.
"Bisa-bisanya kau menantangku, Nona," gumam Rocco sembari membawa Lavia ke dalam mobilnya.
"Kau merusak kesenanganku, Rocco. Apa salahnya aku memakai baju ini dan tak ada pria yang melihat kecuali kau," sahut Lavia kesal.
"Justru itu masalahnya. Aku pria normal dan akan bahaya jika kau memakai itu di depanku," sahut Rocco membuka coat-nya dan memasangkannya pada Lavia.
Lavia berdecak dan mencebik.
"Kau sudah terbiasa melihat tubuh wanita, bukan? Seharusnya kau biasa saja melihat aku memakai baju ini," kata Lavia.
"Ukuran dadamu lumayan menggoda dan mungkin yang terbesar dari mantan-mantanku dulu," jawab Rocco blak-blakan.
Lavia menutup mulut Rocco yang menurutnya kata-kata yang diucapkannya terlalu vulgar.
Kira2 sperti ini ya penampakan Lavia..😆.
__ADS_1