FROM ROOMMATE TO SOULMATE

FROM ROOMMATE TO SOULMATE
Bab 24


__ADS_3

Bab 24 Lav Co


Lavia mulai memasak dan Rocco membuka bajunya lalu menuju ke ruangan Gym.


Lavia menoleh pada Rocco yang berjalan masuk ke ruangan gym.


Wanita itu melihat tubuh Rocco yang bertato dan dadanya terasa berdegup. Lalu Lavia menggelengkan kepalanya dan melanjutkan sesi memasaknya.


Setelah satu jam kemudian, Lavia pun selesai memasak. Dia menyiapkan makanannya seperti biasa di meja makan.


Lalu wanita cantik berambut hitam itu berjalan masuk ke dalam kamarnya untuk mandi.


*


Rocco yang baru saja keluar dari ruangan gym melihat masakan sudah siap di meja. Tapi dia tak melihat Lavia di sana.


Rocco mengusap tubuhnya yang berkeringat menggunakan handuk putihnya.


Lalu dia mengambil kaos hitam yang dibukanya tadi kemudian memakainya kembali.


"Kau sudah selesai berolah raga?" tanya Lavia yang baru keluar dari kamarnya dengan rambut yang masih dibungkus handuk karena masih basah.


"Ya," jawab Rocco.


Lavia hanya memakai dress kamisol pendek yang membuat bahu dan paha mulusnya terlihat jelas.


"Duduklah, aku akan menyiapkan makan paginya," kata Lavia.

__ADS_1


"Aku bisa mengambilnya sendiri," sahut Rocco.


"Tidak, ini adalah resep makanan India yang ada beberapa macam menu masuk ke dalam satu piring. Duduklah, aku akan menyajikannya untukmu. Kau pernah makan makanan India?" tanya Lavia.


"Hmm," jawab Rocco.


"Kau suka?" tanya Lavia.


"Ya, lumayan suka," jawab Rocco.


Lavia tersenyum dan mengambil piring lalu mengisinya dengan beberapa makanan yang terdiri dari roti, kuah kari kental dan rogan josh yang berisi daging domba.


Lalu ia meletakkan matar paneer, yaitu yang terbuat dari saos tomat dan berisi paneer dan kacang polong.


Harum tubuh Lavia cukup menyeruak di hidung Rocco karena Lavia berdiri tepat di sebelahnya.


Lalu setelah selesai mengambil dan mengisi semua makanan di piring, Lavia menaruhnya di depan Rocco.


"Makanlah, terlihat enak bukan? Meskipun bukan memakai roti bhature, tapi ini cukup nikmat," kata Lavia dengan semangat dan tangannya sedikit mengenai lengan Rocco.


"Kau suka memasak sepertinya," sahut Rocco.


"Ya," jawab Lavia singkat dan mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


Lalu Rocco mulai makan dan merasakan enaknya masakan yang dibuat Lavia itu.


"Ini enak. Bahkan sangat enak," ucap Rocco.

__ADS_1


"Terima kasih," sahut Lavia tersenyum dan mereka pun makan bersama pagi itu.


Lavia membenarkan letak handuknya yang melilit kepalanya. Hingga kemudian dia melepasnya.


Rambut basahnya terurai dan Lavia menyibakkannya di belakang telinganya agar tak mengganggu.


Rocco hanya melihatnya dan Lavia tampak lahap memakan makanannya.


"Jika kau libur, berarti kau bisa mengantarku bertemu aunty," kata Lavia setelah selesai makan.


Wanita itu mengambil piring kotor dan membawanya ke bak cuci piring lalu memasukkannya ke mesin cuci piring.


"Are you oke?" tanya Rocco yang melihat perubahan sikap Lavia yang selalu berubah-ubah setiap waktu.


"Ya, aku baik-baik saja," jawab Lavia.


"Boleh aku mengatakan sesuatu?" tanya Rocco tenang.


Lavia hanya mengangguk sembari memencet tombol mesin cuci piring.


"Mana sifatmu yang asli?" tanya Rocco.


Lavia terdiam dan menoleh ke arah Rocco. Lama mereka saling memandang.


Hingga beberapa lama Lavia masih tak menjawab dan kemudian menunduk. Hal itu membuat Rocco mendekatinya lalu memeluk tubuhnya.


Pria itu mengusap-usap punggungnya dengan perlahan. Wangi semerbak rambut Lavia yang masih basah tercium di hidung mancung Rocco.

__ADS_1



__ADS_2