
Lavco 47
Hari pernikahan tiba dan satu jam yang lalu status Lavia dan Rocco sudah sah menjadi sepasang suami istri.
Kini mereka tampak bersenang-senang bersama para tamu undangan yang sebagian besar adalah kerabat Rocco dan sahabat mereka berdua.
Lavia dan Rocco menari bersama dengan iringan lagu dari DJ yang disewa untuk meramaikan pesta pernikahan mereka.
"Kau senang?" tanya Rocco.
"Sangat," sahut Lavia sambil berjingkrak menari dan menaikkan tangannya ke atas.
Tawanya terdengar renyah dan Rocco merengkuh pinggangnya lalu menyesap bibirnya sekilas.
"Kita bersenang-senang sepuasnya malam ini," ucap Rocco.
"Tentu saja, Suamiku tercinta," sahut Lavia tertawa dan merangkul leher Rocco.
Mereka berpesta bersama sampai menjelang pagi dan baru selesai berpesta ketika jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari.
Rocco dan Lavia akan langsung pulang ke mansion karena mereka akan tinggal di sana mulai sekarang sesuai dengan perintah Velvet.
__ADS_1
Mansion Rocco dan Velvet jaraknnya berdekatan dan itu membuat Velvet lebih mudah mengawasi mereka berdua meskipun sebenarnya mereka sudah cukup dewasa untuk diawasi oleh Velvet dan Damon.
Pernikahan mereka diadakan di sebuah hotel berbintang yang masih dimiliki oleh jaringan keluarga Robert. Keduanya keluar dari hotel dan menuju ke mobilnya. Baru saja akan masuk ke mobilnya, Rocco melihat sebuah mobil melintas di depan lobby hotel dan membuka kaca jendelanya.
Seorang pria membuka jendela dan tampak melihat ke arah Lavia yang kala itu ada di pintu mobil sebelah kanan.
"LAVIA!!" teriak Rocco.
DOORR!!
Tapi terlambat karena tembakan itu meluncur ke arah punggung Lavia dan membuatnya terjatuh seketikan.
"SHIITT!! NOOO!!" teriak Rocco dan mobil tadi langsung pergi karena Rocco lebih memilih menyelamatkan Lavia yang sudah tergeletak di sebelah mobilnya.
Daxon dan Thor -- sepupu Rocco -- yang masih ada di sana langsung menghampiri Rocco.
"Aku yang akan membereskannya. Bawa Lavia ke rumah sakit, Rocco," ucap Thor dan Daxon yang meyetir mobil Rocco.
Rocco menggendong Lavia dan menekan lukanya agar bisa menahan darahnya keluar terlalu banyak.
Sepanjang perjalanan, Rocco mengumpat sembari terus membuat Lavia tersadar. Tampak keputus asaan yang kini ada di wajah Rocco.
__ADS_1
Setibanya di rumah sakit, Lavia langsung ditangani oleh Dokter dan perawat. Rocco menunggu di luar bersama Daxon.
"Kau tahu siapa yang menyerangnya?" tanya Daxon.
"Hmm, ini pasti ulah Sammy," sahut Rocco geram.
"Thor sudah mendapatkannya dan sepertinya dia menyuruh preman untuk menjalankan aksinya itu," ucap Daxon.
"Preman? Mereka hanya seorang preman? Shittt!!" umpat Rocco dan menelepon salah satu anak buahnya untuk menangkap Maryla karena ia yakin ini adalah perbuatannya karena Sammy tak akan semudah ini menyewa preman jika ingin bermain - main dengannya.
Daxon mendengar hal itu dan kemudian menanyakan tentang Maryla.
"Siapa dia?" tanya Daxon.
"Dia wanita gila yang terobsesi denganku. Dia pernah menyerang Lavia sebelumnya, tapi aku terlalu mengentengkannya. Kupastikan kali ini dia akan mendekam lama di penjara," ucap Rocco geram.
"Thor yang akan menanganinya. Kau fokuslah pada Lavia saja," sahut Daxon.
Rocco mengangguk dan tak lama kemudian Velvet serta Damon datang ke rumah sakit. Mereka tampak memberikan dukungan pada sang putra atas apa yang menimpa Lavia di malam pengantinnya ini.
"Dia akan baik-baik saja, oke?" ucap Velvet memegang tangan Rocco dan mengusapnya.
__ADS_1
"Hmm, aku tahu. Dia wanita yang kuat," sahut Rocco meskipun kini hatinya sangat hancur dan takut terjadi sesuatu yang buruk pada Lavia.