
Lavia Rocco
Sinar matahari yang lumayan menyilaukan masuk ke jendela ruang tengah di mana Lavia dan Rocco menghabiskan waktunya semalaman di sana.
Lavia membuka matanya dan tangan Rocco terlihat melingkar di perutnya yang polos tak memakai apa pun.
Terdengar bunyi pin yang ditekan dari arah pintu apartemen dan Lavia segera beranjak dari sofa.
"Honey, bangunlah," bisik Lavia dan mengguncang bahu Rocco.
Rocco mengerjapkan matanya lalu tersenyum pada Lavia kemudian menarik kembali pinggang Lavia.
"Hei, adan orang masuk. Cepatlah berpakaian," ucap Lavia dan melepaskan tangan Rocco dari pinggangnya.
"Ini apartemenku dan aku berhak melakukan apa pun di sini," sahut Rocco dan Lavia dengan cepat memakai pakaiannya kembali.
"Ck, Honey!!" ucap Lavia dan menutupi tubuh Rocco dengan selimut setelah Lavia berhasil memakai bajunya kembali.
CEKLEK
Lavia melihat ke arah pintu dan Bibi Rosa baru saja masuk ke dalam apartemen.
__ADS_1
"Bibi, ambillah cuti hari ini," ucap Lavia dan berlari kecil ke arah Rosa.
"T-tapi, Nona. Bibi sudah terlalu sering mengambil cuti," sahut Rosa.
"Hei, tak masalah. Hari ini Rocco dan aku akan membersihkan apartemen ini sebelum kami menikah," jawab Lavia dan merangkul bahu Rosa untuk mengarahkannya kembali ke pintu.
"Apakah tak masalah? Bagaimana dengan Tuan Rocco?" tanya Rosa.
"Ya, Bi, cutilah hari ini karena aku dan Lavia akan bersenang - senang seharian ini di dalam apartemen," sahut Rocco dari arah sofa dengan suara keras.
Lavia melihat ke arah Bibi Rosa.
"Maksudnya kami akan beres beres mana saja barang yang akan kami bawa ke mansion," ucap Lavia tersenyum dan meyakinkan Rosa.
"Bye, Bibi. Hati - hati di jalan," ucap Lavia tersenyum di dekat pintu.
"Ya, Nona. Aku permisi dulu," sahut Rosa tersenyum juga.
Setelah Rosa pergi, Lavia kembali menutup pintu apartemennya dan kembali ke dalam. Lalu wanita itu menuju ke kursi sofa dan kemudian menarik tangan Rocco agar pria itu membuka matanya.
"Hei, aku masih mengantuk karena kau menggangguku semalaman," sahut Rocco.
__ADS_1
"What?? Ayo bangun, sebentar lagi Mommy kemari. Lihatlah sudah jam sepuluh dan Mommy akan kemari setengah jam lagi," jawab Lavia yang masih berusaha membangunkan Rocco.
Rocco akhirnya bangun dan beranjak duduk. Kemudian pria itu berdiri dan menggendong Lavia ke kamar.
"Hei, tak ada waktu bercinta lagi!" ucap Lavia.
"Masih ada waktu setengah jam. Aku janji akan bermain cepat kali ini," sahut Rocco tak peduli dengan protesan Lavia.
"Oh my ... Come on ... Kau tak mau Mommy melihat kita seperti ini, kan?" ucap Lavia.
Rocco tak menjawab dan mengunci pintu kamar.
"See? Kalau pun Mommy datang, pintu kamar kita terkunci," sahut Rocco dan merebahkan tubuh Lavia di atas ranjang.
Pria itu langsung membuka baju Lavia dengan satu tarikan saja dan membuat tubuh ramping wanita itu terpampang jelas di matanya.
"Sarapan terbaikku," ucap Rocco dan langsung memagut bibir Lavia.
Tangannya sudah bergerak ke area pangkal paha Lavia dan membuat wanita cantik itu terpekik nikmat. Lavia tak bisa melawan gairahnya dan Rocco sangat lihai memancing gairah Lavia hingga membuat tubuh Lavia menggeliaat di bawah tubuh Rocco.
Ya, Rocco menepati ucapannya dengan langsung ke inti permainan setelah melihat tubuh Lavia yang sudah merespon pancingannya.
__ADS_1
Rocco menghentakkan pinggulnya dan mereka bermain liar dan cepat. Tapi justru di sana lah sensasinya karena mereka seakan dikejar waktu yang mengharuskan mereka selesai dalam waktu yang cukup singkat.