FROM ROOMMATE TO SOULMATE

FROM ROOMMATE TO SOULMATE
Bab 43


__ADS_3

LavCo 43


Lavia masih terpaku dengan lamaran yang diucapkan Rocco di situasi yang cukup ramai ini.


"Honey, jawablah," kata Rocco ketika melihat Lavia masih melamun.


Lavia melihat mata Rocco dan mengangguk.


Senyum Lavia mengembang dan kemudian Rocco memasangkan cincin itu pada Lavia,


Setelah memasangkan cincin itu di jari manis Lavia, Rocco mencium tangannya dan juga bibir Lavia.


Mereka berdiri dan melanjutkan ciuman itu hingga semua pegawai terdengar bersorak sorai bahagia melihat momen itu.


"I love you," ucap Rocco melepaskan pelukannya.


"Thank you," sahut Lavia dengan mata yang berkaca kaca.


"I love you too," ucap Lavia lirih.


Lalu Rocco kembali mencium bibir Lavia dan memeluknya.


"Ooooh ... I'm crying," lirih Reese yang juga masih ada di sana.


"Me too," sahut temannya yang lainnya.


*


*


Pintu apartemen itu terbuka dan Rocco langsung melahap bibir Lavia.

__ADS_1


Tangan Rocco menutup pintu apartemennya dan Lavia membalas ciumannya.


"Hmmmppphhh ..." Lenguhan itu terdengar dalam ciuman mereka berdua.


Lavia membuka jas yang dipakai Rocco dengan masih mencium bibir sang tunangan.


Mereka dibakar oleh gairah yang sudah menguasai pikiran dan tubuh mereka.


"Ehem ..." ucap seseorang dari arah ruang tengah.


Kegiatan panas itu akhirnya terhenti tiba tiba karena suara itu.


Rocco dan Lavia melihat ke arah ruang tengah dan melihat Bibi Rosa yang tampak memalingkan wajahnya dari mereka berdua karena tak enak dengan apa yang dilihatnya tadi.


"Bibi??" ucap Lavia.


"M-maaf, bibi hanya ingin membersihkan apartemen ini karena besok bibi tak bisa kemari," jawab Rosa yang kini melihat ke arah Lavia.


"M-maaf. Bibi akan pergi setelah ini," ucap Rosa tak enak.


"Tidak, Bi. Tak masalah. Tadi kami hanya berciuman saja," jawab Lavia tertawa pelan.


"No, Honey. Kita hampir saja bercinta," sahut Rocco yang mengambil kembali kemejanya yang sudah ada di atas lantai.


"Rocco," sahut Lavia membelalakkan matanya.


Rocco hanya mengedikkan bahunya dan kemudian masuk ke kamarnya.


"Lanjutkan dan selesaikan saja pekerjaan bibi," kata Lavia.


"Nona sudah makan malam?" tanya Rosa.

__ADS_1


"Belum, aku akan memasak makan malam sebentar lagi," jawab Lavia dan masuk ke kamarnya.


Lavia mengganti bajunya dan kemudian keluar kembali setelah beberapa menit.


Rosa menunggu Lavia di dapur dan siap untuk membantunya nona-nya itu.


Lavia memberi intruksi untuk mengeluarkan beberapa bahan makanan yang akan dimasaknya setelah itu menyuruh Rosa untuk kembali melanjutkan pekerjaannya sendiri.


Rocco belum keluar dari kamar dan Lavia sejak tadi melihat ke arah pintu kamar Rocco.


Satu jam kemudian, Lavia pun akhirnya menyelesaikan sesi masaknya begitu juga dengan Bibi Rosa.


"Bibi tak makan dulu di sini?" tanya Lavia pada Rosa yang sudah bersiap akan pulang.


"Tidak, Nona. Anakku sudah menunggu di rumah," jawab Rosa tersenyum.


"Baiklah. Hati hati di jalan, Bi," ucap Lavia.


"Ya, Nona. Terima kasih," jawab Rosa.


Rosa pun keluar dari apartemen itu. Kemudian Lavia menuju kamar Rocco untuk memanggil pria itu.


Lavia membuka pintu kamar Rocco dan tak melihat Rocco di sana.


Mata Lavia melihat ke arah kamar mandi yang terbuka dan dia yakin Rocco ada di dalam sana.


Rocco tak pernah menutup pintu kamar mandinya dan itu membuat Lavia langsung masuk ke sana.


Rocco terlihat sedang berendam di bath tub dengan wine di tangannya.


Rocco merasakan kehadiran Lavia dan menoleh ke arahnya.

__ADS_1


"Mau bergabung denganku?" Ucap Rocco dengan mata nakal dan senyum miringnya yang menggoda Lavia.


__ADS_2