FROM ROOMMATE TO SOULMATE

FROM ROOMMATE TO SOULMATE
Bab 30


__ADS_3

Bab 30 LavCo


Lavia tampak mencebik. Dia duduk di bangku penumpang sedangkan Rocco duduk di belakang kemudi.


"Kau lebih cocok pakai baju itu," ucap Rocco tersenyum lebar.


Lavia tak menjawab apa pun dan wajahnya tampak kesal.


Bagaimana tak kesal? Lavia kini memakai piyama milik Rocco yang ujung celananya dilipat karena kepanjangan.


Rocco tak mengizinkan Lavia pergi jika Lavia tetap memakai baju merah yang tak beradap itu.


Rocco menekan pipi Lavia hingga bibir Lavia mengerucut.


Tapi Lavia tetap cemberut dan dia tetap tak tersenyum.


Sepanjang perjalanan Lavia tak mengajak Rocco mengobrol sama sekali karena masih kesal dengan perintah Rocco yang harus dilakukannya dengan terpaksa.


Apalagi Rocco akan melapor pada sang mommy jika Lavia akan memakai baju tak sopan keluar rumah.


"Ayo turun," ucap Rocco ketika sudah tiba di rumah Reese.


Tampak beberapa mobil berjejer parkir di halaman rumah Reese.


Lavia kemudian turun dan Rocco menggandengnya.


TOK TOK TOK

__ADS_1


Rocco mengetuk pintu rumah Reese dan orang tua Reese yang membukanya.


"T-tuan Robert?" Ucap ayah Reese yang dulunga pernah bekerja di perusahaan Robert.


"Halo, Paman. Aku hanya mengantarnya saja. Nanti aku akan menjemputnya lagi. Jaga dia baik-baik," kata Rocco tersenyum.


"Baik, Tuan," sahut pria paruh baya itu.


"Bye," ucap Rocco pada Lavia dan mengacak rambutnya hingga tak berbentuk lagi.


"Roccooooo!!!" teriak Lavia kesal dan melihat Rocco yang tertawa geli melihat kekesalan Lavia.


Lalu Lavia pun masuk ke dalam. Reese dan beberapa teman Reese yang ada di bawah tangga melihat ke arah Lavia dan ikut tertawa geli.


"Dia menyebalkan," ucap Lavia mencebik.


"Ayo naik ke lantai atas karena acaranya akan dilakukan di sana," ucap Reese yang sudah memakai baju tidur seksi.


"Tertawa saja jika kalian masih ingin tertawa," kata Lavia.


"Kau tetap cantik meskipun memakai piyama ini. Apakah ini piyama Tuan Rocco?" tanya Sophia sembari menggandeng lengan Lavia.


Lavia hanya mengangguk dan kemudian naik tangga menuju lantai dua.


"Aaaah romantis sekali," sahut Sophia dan menciumi piyama yang dipakai Lavia.


"Apa yang kau lakukan?" ucap Lavia.

__ADS_1


"Aku ingin tahu wangi tubuh Tuan Rocco," sahut Sophia -- teman Reese yang sedikit gila.


Lavia menjitak kepala Sophia dan membuat teman yang lain tertawa.


Mereka semua kini berada di lantai dua yang sudah dihias sedemikian rupa oleh Reese.


"Lavia, lihatlah," ucap Reese memegang sesuatu berwarna nude.


Lavia menyuruh Reese dan teman-temannya memanggil dirinya tanpa menggunakan embel-embel 'nona' karena Lavia tak suka diperlakukan berbeda meskipun semua pegawai perusahaan masih menganggap Lavia adalah tunangan Rocco.


Lavia melihat ke arah Reese dan sesuatu yang dipegang oleh Reese.


"Kau meminjamkan itu padaku?" tanya Lavia.


Reese mengangguk.


Lavia tersenyum lebar dan mengambil gaun tidur seksi berwarna nude itu.


Lalu Lavia membuka piyamanya dan memakai gaun tidur seksi itu tanpa harus ke kamar terlebih dulu.


"Pantas saja Tuan Rocco tak membiarkanmu memakai lingerie. Ukuran dada dan pinggulmu terlalu menggoda, Lavia," ucap Linda.


"Itu sebabnya dia tergila-gila padaku," ucap Lavia dengan senyum tengilnya.


"Kau pasti bahagia bersamanya," kata Reese.


Dan semua nampak memperhatikan Lavia dan menunggu jawaban wanita seksi itu.

__ADS_1


"Ya, aku sangat bahagia bersamanya," jawab Lavia tersenyum.


Dan apa yang dikatakannya adalah benar adanya. Dia merasa hidupnya sangat bahagia seminggu belakangan ini hingga dia lupa akan Sammy dan Becca.


__ADS_2